MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

CELOTEH

Jumat, 27 Juli 2018 09:05
Cegah Rubella dengan Vaksin MR

Grace Melia: Saya Tak Mau Ada Ubii yang Lain

BERJUANG: Grace Melia bersama sang putri, Aubrey Naiym Kayacinta atau Ubii, yang menderita sindrom rubella kongenital. Di usia putrinya yang menginjak 6 tahun, Gesi terus mengupayakan pengobatan terbaik agar Ubii dapat tumbuh dan berkembang lebih baik.

PROKAL.CO, Kelahiran putri pertamanya mengubah hidup Grace Melia Kristanto. Si kecil Aubrey Naiym Kayacinta terlahir dengan cacat bawaan akibat infeksi rubella atau sindrom rubella kongenital. Di tengah perjuangan mengiringi tumbuh kembang buah hatinya, Grace juga semangat mengampanyekan imunisasi campak dan rubella untuk mencegah penyakit tersebut sejak dini.

 

NOVITA INDRIANI, Jakarta

 

SUARA perempuan yang akrab disapa Gesi tersebut terdengar bergetar. Sesekali dia mengusap air matanya yang tanpa sadar mengalir. Bercerita ulang tentang kisahnya merawat anak dengan cacat bawaan berupa tuli, jantung bocor, cerebral palsy, dan pengapuran otak, membuat Gesi susah payah mengatur emosi.

“Ubii, panggilan kesayangan anak saya, lahir pada 19 Mei 2012. Saat lahir, dia tampak sehat dan tak ada kurang satu pun. Namun ketika diperiksa, dokter mendengar suara bising di jantung Ubii. Tepat 1 bulan 17 hari setelah kelahiran, Ubii dinyatakan menderita kebocoran jantung tipe patent ductus arteriosus (PDA) dan atrial septal defect (ASD),” ujarnya dalam pelatihan jurnalistik yang diselenggarakan Sekolah Jurnalisme Aliansi Jurnalis Independen (SJAJI) dan World Health Organization (WHO), di Hotel Mercure Sabang Jakarta, Sabtu (21/7).

Kaget dan sedih, itu pasti. Walaupun dokter bilang, kebocoran jantung yang dialami Ubii bukan tipe berat. Namun, Gesi masih belum bisa bernapas lega. Banyak hal yang membuatnya curiga akan kondisi buah hatinya. Ubii sering rewel, posisi tidurnya aneh, dan jari-jari mungilnya menekuk kaku. Tingkah Ubii pun tak seaktif bayi lain, dan tidak bereaksi terhadap suara.

“Banyak dokter spesialis anak yang saya datangi. Saya ceritakan kecurigaan saya terhadap kondisi Ubii, tapi beberapa dokter malah terkesan tidak mendengarkan saya,” kata dia.

Serangkaian tes diupayakan Gesi untuk memeriksa kondisi Ubii. Mulai tes ekokardiografi, tes pendengaran BERA (brainstem evoked response audiometry), hingga USG otak dan tes mantoux. Semua hasilnya merupakan kabar buruk bagi perempuan kelahiran 29 Desember 1989 tersebut. “Saat USG otak, diketahui ada bercak-bercak putih yang menandakan ada pengapuran otak. Ketika itu usia Ubii 5 bulan 20 hari. Dokter yang saya datangi bertanya apakah saya pernah terkena rubella dan apakah sebelum hamil tes TORCH? Selang dua hari setelah itu, baru diketahui kalau Ubii memang terinfeksi rubella,” beber dia.

Gesi mengatakan, saat itu adalah pertama kalinya mendengar tentang rubella dan tes TORCH, yakni toxoplasma gondii (toxo), rubella (campak jerman), cytomegalovirus (CMV), dan herpes simplex virus (HSV). Dia pun mencari informasi tentang rubella dan TORCH di internet. Gejala yang dirasakan saat hamil dan gangguan yang dialami Ubii, mirip dengan penjelasan yang dia dapatkan dari internet.

Putrinya mengalami congenital rubella syndrome, sehingga menderita kelainan jantung, profound hearing loss atau tunarungu sangat berat, dan retardasi atau kelainan motorik. Pada kasus sejenis, terinfeksi rubella bawaan atau sejak lahir menyebabkan anak menderita katarak hingga kebutaan. Namun, mata Ubii sehat. Sejak mengetahui putrinya terinfeksi rubella, ada motivasi dalam diri Gesi untuk terus mencari tahu tentang rubella dan gangguan lain yang dapat dialami anak.

“Banyak cara saya upayakan agar Ubii bisa tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Saya membawanya fisioterapi, seminggu tiga kali dan diselingi terapi sendiri di rumah. Saat usia Ubii 13 bulan dia memakai alat bantu dengar, tapi ternyata tidak ada progres. Dan pada 16 bulan, Ubii juga dioperasi untuk implan koklea yang membantunya untuk mendengar,” papar istri dari Adit Suryaputra tersebut.

Dari serangkaian cek kesehatan, alat penunjang atau alat bantu yang digunakan, serta perawatan Ubii setiap bulannya, Gesi mengaku telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Contohnya saja untuk biaya implan sepasang koklea, dia harus menyiapkan dana sekitar Rp 300 juta – info biaya selengkapnya lihat grafis.

Saat ini, Ubii semakin besar, sudah 6 tahun. Gesi mengaku, melihat Ubii yang masih menggunakan stroller jika dibawa jalan-jalan dan menjadi perhatian banyak orang, membuatnya semakin tersadar jika tumbuh kembang putrinya sangat terlambat. “Bohong kalau saya bilang tidak stres. Setiap kali Ubii ulang tahun, mental saya pasti breakdown. Bahkan, saya sempat ke hipnoterapi dan pergi ke psikiater. Tapi, sekarang pastinya saya tidak pernah menyerah untuk kesembuhan Ubii, namun ekspektasi saya pun tak boleh terlalu tinggi,” tegas ibu dua anak tersebut.

PENULARAN RUBELLA DAN PENCEGAHANNYA

Pada 2011, Gesi bekerja sebagai guru bahasa Inggris di sebuah perusahaan tambang di Sangatta Kaltim. Pada awal kehamilan, dia merasakan gejala berupa demam, pusing, mata berair, dan tiga hari setelah demam timbul bintik merah di badan, tapi tidak gatal sama sekali.

“Dokter yang memeriksa pun hanya mengatakan jika saya masih beradaptasi dengan lingkungan Sangatta. Jadi, tidak pernah tahu kalau saat itu saya terinfeksi rubella,” kata perempuan yang kerap membagikan informasi tentang rubella lewat Instagram-nya, @grace.melia dan blog www.gracemelia.com.

Teori berkata, jika ibu hamil terinfeksi rubella pada trimester pertama, maka 90 persen kemungkinan bayi akan lahir dengan kecacatan atau gangguan kesehatan bawaan yang disebut congenital rubella syndrome.

“Kalau ditebak-tebak, saya terpapar virus rubella di trimester pertama kehamilan, saat mengajar sesi pronunciation. Biasanya saya mencontohkan dengan melafalkan kata-kata bahasa Inggris yang benar. Lalu para murid coba mengucapkan satu-satu. Saya mendekati murid, berhadap-hadapan, dan mereka melafalkan kata tepat di depan muka saya. Mungkin saja saat itu, ada air ludah salah satu orang murid yang terpapar ke saya, plus daya tahan tubuh saya sedang tidak bagus kala itu,” ucap Gesi.

Rubella, lanjutnya, memang dapat menular melalui cairan tubuh penderita yang berasal dari saluran pernapasan berupa ingus, air liur, dan riak. Anak-anak dan orang dewasa yang belum pernah mendapat imunisasi campak dan rubella atau belum pernah menderita penyakit tersebut, berisiko tinggi tertular.

Vaksin measles dan rubella (MR) merupakan langkah pencegahan kedua penyakit tersebut. Bagi perempuan dewasa, sangat penting melakukan screening TORCH sebelum menikah dan hamil. Gesi mengingatkan dan mengajak para calon pengantin agar tak sekadar memikirkan dan menyiapkan pesta pernikahan yang mewah.

“Jangan lupa juga investasi kesehatan dengan vaksin MR sebelum menikah, agar kelak tidak terinfeksi campak ataupun rubella. Untuk ibu-ibu, jangan lupa juga membawa anak untuk vaksin MR. Karena sumber penularannya dari balita hingga anak 15 tahun,” ungkap pendiri Rumah Ramah Rubella tersebut.

Agustus–September mendatang, akan ada kampanye Imunisasi MR fase dua sebagai upaya pencegahan penularan campak dan rubella. Pastikan jadwal imunisasi yang tepat di Puskesmas terdekat dan jangan lupa bawa buah hati Anda untuk vaksin. “Lebih baik mencegah. Saya tak ingin anak-anak lain terlahir seperti Ubii,” pungkasnya.


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 10:21

Tren Fashion Muslim 2019? Cek Ini

Tahun 2019, merupakan momentun menuju proyeksi Indonesia sebagai kiblat fashion…

Minggu, 17 Februari 2019 11:51

Gini Nih, Kompak Sekeluarga Senada dan Tampil Ceria

BERPAKAIAN kompak atau senada tak hanya milik pasangan. Namun, Anda…

Minggu, 17 Februari 2019 11:49
Banana Blondies

Paduan Pisang dan Cokelat

SALAH satu kue yang bisa diolah dengan cokelat adalah banana…

Minggu, 17 Februari 2019 11:47

Olahan Cokelat Nan Tak Manis Berlebihan

DUNIA kuliner tengah ramai dengan munculnya fenomena dessert box. Selain…

Sabtu, 16 Februari 2019 12:40

Mau Kulit Putih Mulus Seperti Orang Korea?

Kulit putih bersih seperti orang Korea merupakan dambaan banyak perempuan.…

Minggu, 10 Februari 2019 13:04

Sukses Berbisnis sejak 1985

Membangun usaha memang tidak mudah. Namun yang paling sulit adalah…

Minggu, 10 Februari 2019 13:03

Karyawan Jujur Aset Berharga

SELAIN pada perayaan tertentu, kue selalu menjadi makanan favorit kala…

Minggu, 10 Februari 2019 10:14

Begini Cara Bijak Hadapi Anak dan Gadget

Teknologi memang telah menguasai dunia beberapa tahun belakangan ini. Tak…

Minggu, 10 Februari 2019 10:12

Kerap Melarang Anak Itu Tidak Baik...??

Kerap melarang anak ternyata tidak baik bagi tumbuh dan kembang…

Kamis, 07 Februari 2019 11:16

Ini Khasiat Minum Lemon Jahe

Secangkir teh herbal bisa menjadi detoks bagi tubuh untuk mengeluarkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*