MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 27 Juli 2018 08:33
Beri Suntikan Modal, Usaha yang Tadinya Jatuh Kembali Bangkit

Bentuk Tanggung Jawab Sosial, Pertamina Menyukseskan Pengusaha

BEKAL BERHARGA: Zahrodin (kedua kiri) bersama anggota Lebah Madu Borneo Patra saat mengikuti pelatihan di Jawa Tengah. Foto kanan, Tohari Idris di sela pameran yang digelar di BSCC Dome Balikpapan belum lama ini.(DOKUMEN PERTAMINA)

PROKAL.CO, Tidak hanya memikirkan bisnis energi. Lewat program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), Pertamina berupaya menyentuh masyarakat agar bisa tumbuh berkembang bersama.

BANYAK program TJSL yang telah dikembangkan Pertamina di Indonesia, tidak terkecuali Kaltim. Program yang dikemas mengusung empat pilar, yakni kesehatan (Pertamina Sehat), pendidikan (Pertamina Cerdas), pemberdayaan masyarakat (Pertamina Berdikari), dan lingkungan (Pertamina Hijau).

Dengan total penyaluran lebih dari Rp 21 miliar sepanjang 2016, 2017, dan 2018 menjadikan Pertamina sebagai salah satu perusahaan dengan penyaluran nilai CSR terbesar di Benua Etam. Sedangkan untuk program kemitraan bantuan modal usaha sejak 1993, Pertamina telah membantu 1.433 pengusaha binaan dengan penyaluran pinjaman modal lebih Rp 37 miliar.

Di Kaltim sudah banyak pengusaha yang tumbuh berkembang bersama Pertamina. Salah satunya, Tohari Idris (61) pengusaha kerajinan cendera mata khas Kalimantan. Dia merasa terbantu dengan bantuan yang diberikan Pertamina. Usahanya yang sempat jatuh, bisa bangkit lagi berkat bantuan dari program kemitraan dan bina lingkungan (PKBL). Kerajinan yang dia jual ada yang buat sendiri dan mengambil dari perajin Dayak.

“Sudah sejak 2003 sebenarnya usaha saya ini turun. Usaha ini saya mulai 1992. Waktu itu saya melihat peluang usaha ini cukup besar karena banyaknya turis asing yang datang di Kalimantan. Cendera mata ini khas Kalimantan seperti cincin, kalung, gelang dari batu akik, dan kerajinan khas Dayak dari kayu ulin. Produk-produk itu dipasarkan ke orang asing. Kalau orang lokal jarang yang membeli,” terang pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, itu.

Era kejayaan usahanya hanya sampai tahun 2000. Setelah itu, perlahan usaha yang dia geluti ini mulai turun. “Ya seiring turis mancanegara mulai sepi. Usaha saya juga mulai tenggelam,” tuturnya.

Kala itu, pemasarannya hanya mulut ke mulut dan memasok ke toko suvenir. Walhasil, ketika mulai sepi, Tohari sempat bingung. Harus ke mana dia menjual barangnya. Bahkan, dia sampai door to door agar jualannya laku. Konsumen yang sudah dekat atau dia tahu, dia telepon bahkan mendatangi ke toko atau rumahnya. “Ya saya bahkan bisa keliling Kaltim. Sampai Bontang, Sangatta, dan daerah lainnya agar bagaimana caranya jualan saya ini laku,” ungkapnya.

Cukup lama cara ini dia lakukan. Sampai 2016 pertemuannya dengan pihak Pertamina membuat bisnisnya ini bisa berkembang lebih pesat. Mantan karyawan perusahaan tambang batu bara itu bercerita awal mula dia bisa ikut PKBL Pertamina ketika usahanya mengikuti pameran yang digelar Pemprov Kaltim.

“Ada perwakilan Pertamina yang keliling stan. Akhirnya melihat cendera mata yang saya jual. Mereka bilang bagus dan direkomendasikan. Tidak lama setelah pameran, saya mengajukan proposal untuk menjadi pengusaha binaan Pertamina. Mereka tanpa berbasa-basi langsung approve proposal saya. Pertimbangan mereka karena saya memulai usaha sudah lama dan track record bagus. Ditambah semangat saya untuk berjualan,” bebernya.

Setelah itu, dana pinjaman yang dia ajukan selalu disetujui. Pengembaliannya juga baik. Ditambah, usahanya bisa go national. Dia mengaku, lebih dari 10 kali mengikuti pameran yang dilakukan Pertamina di ajang nasional.

“Sudah sering saya ke Jakarta. Dan dari situ, pasar saya bisa meluas. Jadi metode door to door sudah tidak saya lakukan lagi. Sekarang hanya ikut pameran mitra bisnis saya datang sendiri. Ya alhamdulillah. Selain jadi distributor cendera mata Kaltim, saya memiliki toko di Sangatta,” ucap ayah dua anak itu.

Kemudian, Kelompok Tani Binaan Borneo Patra yang berkembang pesat berkat program TJSL Pertamina. Sempat menjadi petani sayuran, Zahrodin (39), ketua Kelompok Tani Binaan Borneo Patra dan anggotanya berhasil mengembangkan usaha budi daya lebah madu dan menjadikannya sebagai mata pencarian.

“Pada 2011, Pertamina membuat program pelatihan petani lebah kepada petani sayuran di Balikpapan. Saya mendaftar melalui Kelurahan Karang Joang. Total keseluruhan ada 90 peserta. Selama satu hari kami dilatih. Setelah itu, kami diberikan bibit lebah untuk dikembangkan sendiri,” ulasnya.

Ayah dari tiga anak itu menuturkan, dari seluruh peserta, tidak semuanya bibit lebah digunakan. Mungkin karena kurangnya wawasan mereka. Namun, lain bagi Zahrodin. Dia melihat peluang budi daya lebah madu ini prospeknya bagus. “Karena itu, saya akhirnya memutuskan mencari lagi petani yang ikut pelatihan lalu yang masih mengembangkan bibit yang diberikan,” sebutnya.

Akhirnya, sambung dia, ada sembilan petani yang berhasil dia yakinkan untuk menjalankan bisnis ini. Mereka sepakat membuat kelompok tani lebah dengan nama “Lebah Madu Borneo Patra”.

Awalnya memang tidak mudah. Keterbatasan dana menjadi hambatan. Tak patah arang, dia mendatangi Kantor Lurah Karang Joang menanyakan apakah program pelatihan petani lebah madu masih ada.

“Dari pihak kelurahan menyarankan kami agar ke Pertamina. Dan kami pun datang ke Kantor Pertamina di Jalan Yos Sudarso. Diarahkan ke bagian CSR. Tidak ada hambatan, mereka pun langsung mengecek di lapangan dan mengiakan permintaan kami. Akhirnya kami kembali dilatih di Kabupaten Batang, Jawa Tengah,” jelas Zahrodin.

Setelah pelatihan, dia merasa yakin untuk lebih jauh memulai bertani lebah madu. Produksi sudah berjalan. Awalnya keuntungan belum dia pikirkan. Utamanya bagaimana membangun dulu. Produksi 10 liter 1 bulan saja sudah bagus.

Sampai pada 2014, perlahan produksi mulai meningkat. Sampai akhirnya bisa menjadikan penghasilan bagi seluruh petani di Lebah Madu Borneo Patra. “Alhamdulillah, sekarang kami bisa produksi hingga 60 liter sebulan dan memiliki 80 kotak berisi lebah madu. Memang masih sedikit. Tapi progresnya positif. Bahkan pendapatan kami jauh dari saat menjadi petani sayuran. Menanam sayuran sekarang jadi sampingan, lebah madu yang utama,” ucapnya.

Region Manager Communication & CSR Pertamina Kalimantan Yudi Nugraha menuturkan, keberhasilan mitra binaan tersebut diharapkan bisa menginspirasi pelaku UMKM lainnya. Dengan dukungan dana, pendampingan usaha serta kesempatan mengikuti pameran lokal hingga nasional, Pertamina yakin, program ini dapat ikut mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Langkah ini dapat pula diikuti oleh pelaku usaha lainnya. Informasi lebih lanjut dapat mengunjungi langsung kantor CSR dan PKBL Pertamina Kalimantan di Jalan Yos Sudarso, Nomor 148, Balikpapan”, pungkas Yudi. (adv/aji/rom/k8)


BACA JUGA

Senin, 18 Februari 2019 10:17

YAELAAA..!! Karhutla Kembali Terjadi di PPU

PENAJAM - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Penajam…

Senin, 18 Februari 2019 00:06

Soal Karhutla, Greenpeace: 11 Perusahaan Belum Bayar Denda Sepeser pun

Diberitakan JawaPos.com, Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi)…

Senin, 18 Februari 2019 00:05
Tudingan Jokowi ke Prabowo saat Debat Pilpres

Prabowo : Itu Milik Negara, Saya Rela Kembalikan Semuanya

Dilansir JawaPos.com, dalam penutupan debat kedua, capres nomor urut 02…

Minggu, 17 Februari 2019 22:40

WHATTT..!! Jokowi Klaim 3 Tahun Tak Ada Kebakaran Hutan, Green Peace Indonesia Bilang Begini....

Calon presiden (Capres) nomor urut 01 Jokowi memaparkan visi misinya…

Minggu, 17 Februari 2019 22:28
Debat Kedua Pilpres

Prabowo Akui Kinerja Jokowi, Tapi Prabowo Merasa Bisa Lebih Baik dan Cepat

Calon presiden nomor 02 Prabowo Subianto mengapresiasi apa yang telah dilakukan…

Minggu, 17 Februari 2019 12:19
Debat Kedua Pilpres

Jokowi Fokus Substansi, Prabowo Tampil Orisinil

JAKARTA – Hari ini calon presiden Joko Widodo dan Prabowo…

Minggu, 17 Februari 2019 11:38

INGAT..!! Perizinan SDA Rentan Suap

JAKARTA – Perizinan sektor kehutanan terindikasi masih menjadi salah satu…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:42

Harga Tiket Pesawat Masih Mahal

 JAKARTA – Kamis lalu (14/2) Garuda Group mengumumkan penurunan harga…

Sabtu, 16 Februari 2019 11:27

ASTAGA..!! Ketua PSSI Jadi Tersangka

JAKARTA – Ibarat kapal, PSSI kini benar-benar terguncang hebat. Tadi…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:50

Gubernur Siap Kawal Jalur Alternatif ke APT Pranoto

TENGGARONG–Terbukanya jalan alternatif dari Tenggarong ke Bandara APT Pranoto melalui…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*