MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PICTURE NEWS

Rabu, 25 Juli 2018 07:04
Ditarget Beroperasi Tahun Depan

Kaltim Bangun Pabrik Pakan Ternak Berbahan Jagung

PRODUKSI MELIMPAH: Pemerintah berencana mengolah jagung menjadi pakan ternak supaya harga ayam dan telur tidak naik ketika rupiah melemah.(dok/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pemprov Kaltim berencana memanfaatkan jagung sebagai substitusi pakan ternak. Sebagai antisipasi naiknya harga pakan seiring melemahnya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Diketahui, saat ini bahan paku pakan masih impor sehingga pelemahan rupiah turut memengaruhi harga. Yang berimbas kepada kenaikan daging ayam dan telur.

Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim Ibrahim mengatakan, target pembangunan pabrik makanan ternak sudah ditetapkan setelah melihat produksi hasil pangan di Kaltim lebih tinggi dibandingkan kebutuhan konsumsi dan telah dipasarkan ke luar daerah.

Produksi jagung pada 2016 mencapai 22,13 ton, lalu meningkat 60,89 persen atau 34,45 ton pada 2017 menjadi 56,58 ton. “Saat ini, memang pakan ternak di Kaltim masih impor karena belum punya pabrik sendiri. Namun, karena kita punya jagung yang melimpah, kita bisa membangun pabrik dan akan beroperasi tahun depan,” katanya kepada Kaltim Post, Selasa (24/7).

Dia mengungkapkan, Berau merupakan lumbung jagung atau penghasil jagung terbesar di Bumi Etam dengan kontribusi mencapai 63 persen. Berau mendapat alokasi pengembangan lahan jagung sebesar 5.500 hektare pada 2017 dari total luas saat ini lahan tanaman jagung di Kaltim seluas 23 ribu hektare.

“Tahun ini, Berau mendapatkan lagi alokasi lahan 10 ribu hektare dari total seluruh lahan jagung di Kaltim mencapai 25 ribu hektare,” tuturnya.

Dia menjelaskan, jika sesuai target tahun depan pabrik tersebut akan rampung dan dapat beroperasi. Sehingga, Kaltim punya pabrik untuk mengolah jagung menjadi pakan ternak. Melimpahnya produksi jagung di Berau, menjadi peluang yang bisa diandalkan petani melalui pengembangan hasil pertanian berbasis industri.

“Ini juga sebagai upaya mendorong kesejahteraan petani. Melalui pemanfaatan hasil jagung, Bumi Etam juga sekaligus bisa mandiri industri pakan ternak yang selama ini masih impor,” tuturnya.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim Fuad Asaddin mengatakan, selama ini turunnya nilai rupiah terhadap dolar memberi tekanan terhadap melesatnya harga telur dan daging ayam. “Pelemahan rupiah menyebabkan pembelian terhadap 80 persen komponen pakan ternak yang masih impor menjadi mahal,” katanya.

Dia menjelaskan, selain harga pangan yang mahal, pelarangan penggunaan antibiotic growth (ABG) bagi peternak, menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan ayam menjadi lambat. Harga indukan dan day old chick (DOC) atau istilah untuk anak ayam yang berumur satu hari juga mengalami kenaikan.

“DOC per ekor meningkat dari Rp 6.155 menjadi Rp 6.655. Jadi, selain pakan, indukan dan harga DOC juga meningkat. Hal itu yang menjadi pemicu terjadinya kenaikan harga daging ayam,” ungkapnya.

Dia mengatakan, jika pakan ternak tidak impor lagi maka akan mengurangi biaya logistik pakan. Hal itu tentunya membuat dolar tidak terlalu memengaruhi harga pakan dalam negeri. (*/nan/*/ctr/ndu2/k15) 


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 09:16

BERSAHABAT DENGAN MANUSIA

BUAYA umumnya terkenal ganas dan kerap menyerang manusia bila kehidupannya terganggu. Lain halnya bagi…

Sabtu, 15 September 2018 11:16

ZUMBA DAN BURJO

Warga sekitar Kantor Kaltim Post Group Biro Penajam Paser Utara (KPGBP2U) tak pernah absen mengikuti…

Sabtu, 15 September 2018 01:40

MASIH DIBIARKAN

Perusak tugu perbatasan Kubar-Kubar di Kampung Muara Gusik Kecamatan Bongan, Kubar belum diusut. Perilaku…

Jumat, 14 September 2018 11:27

KEPEDULIAN TNI

Hingga sekarang masih banyak rumah warga di Kutai Timur yang belum layak huni. Untuk membantu pemerintah…

Kamis, 13 September 2018 10:50

KURANG HATI-HATI

   

Kamis, 06 September 2018 09:04

KEMARAU DUA BULAN, DANAU MENGERING

DANAU Melintang mengering. Kondisi ini sudah menimpa danau di Desa Melintang, Muara Wis, Kutai Kartanegara…

Sabtu, 01 September 2018 10:53

KORBAN TABRAK LARI

Bukan hanya manusia yang menjadi korban tabrak lari, pot bunga yang berada di tepi jalan pun tak urung…

Sabtu, 01 September 2018 02:01

MENGANCAM PEJALAN KAKI

Lubang saluran drainase yang dibiarkan menganga di Jalan Kusuma Bangsa jadi potret lambatnya Pemkot…

Jumat, 31 Agustus 2018 12:00

BERBURU PEKERJAAN

HARI terakhir Job Market Fair 2018 di Balikpapan Sports and Convention Center (BSCC) Jalan MT Haryono,…

Jumat, 31 Agustus 2018 11:25

MASIH TERJAGA

  Di kawasan pedalaman Kabupaten Berau, masih bisa dijumpai orangutan yang berkeliaran bebas di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .