MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 20 Juli 2018 07:10
Pemkot Balikpapan Agendakan Operasi Pasar

Harga Daging dan Telur Ayam Ras Masih Tinggi

KEBUTUHAN MASYARAKAT: Pemkot Balikpapan berencana menggelar operasi pasar untuk mengantisipasi melambungnya harga daging dan telur ayam ras.(paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Melambungnya harga telur dan ayam broiler di pasar tradisional menyedot perhatian Pemkot Balikpapan. Rencananya, dalam waktu dekat mereka menggelar operasi pasar. Pasalnya kenaikan harga dua komoditas tersebut jadi penyumbang inflasi cukup besar Juni lalu.

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan M Saufan mengatakan, kenaikan harga ini berasal dari hulu. Kalau stok, dia mengklaim untuk Balikpapan masih aman. “Di Jawa dan Sulawesi harga sudah mahal. Kenaikan dipicu beberapa hal. Mulai dari mahalnya harga pakan karena mengikuti harga dolar, larangan impor ayam petelur, dan larangan penggunaan antibiotik,” tuturnya, Kamis (19/7).

Ia menjelaskan, pemerintah harus segera membuat kebijakan. Paling tidak impor ayam petelur. Info dari petugas di lapangan, distribusi memang menurun dari daerah asal. Tapi ia meyakini tidak memengaruhi stok. Buktinya saat ini masih ada di pasaran.

Dari data Dinas Perdagangan Balikpapan, rata-rata konsumsi telur ayam ras per bulan mencapai 373,13 ton dan per minggu 93,28 ton. Itu berdasarkan total penduduk Balikpapan yang tercatat 761.495 jiwa. Sementara, daging ayam ras per bulan 342,67 ton. Rata-rata konsumsi per minggu 85,67 ton.

“Kami di daerah harga dua komoditas ini memang masih mahal. Kemungkinan dalam waktu dekat ini kami akan membuat operasi pasar. Kita lihat pekan depan,” tuturnya. Upaya operasi pasar ini kerap kali dilakukan pihaknya ketika ada komoditas yang harganya melambung tinggi. Seperti saat Ramadan lalu.

Dikutip dari JPPN, Kementerian Pertanian (Kementan), pada Kamis (19/7) melakukan operasi pasar telur ayam yang tersebar di 50 titik yang ada di Toko Tani Indonesia (TTI) Center, 43 pasar dan enam perumahan atau kelurahan yang tersebar di Jabodetabek dengan harga Rp 19.500 per kg.

Sebanyak 100 truk dengan berat telur 100 ton diluncurkan. Pada operasi pasar ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas telur dari empat perusahaan yakni Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN), CPI, JAPFA, PLN, dan MALINDO. Harga telur pada operasi pasar ini sama dengan harga dari peternak atau produsen.

Menurut Amran salah satu penyebab tingginya harga telur adalah masalah rantai pasok, sehingga melambung ketika sampai di warung atau konsumen akhir. Ini terlihat dari harga di tingkat produsen hanya berkisar Rp 18 ribu per kg hingga Rp 22 ribu per kg. Bahkan, ketersediaan telur ayam Januari hingga Juli 2018 surplus.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim Fuad Asaddin mengatakan, turunnya nilai rupiah terhadap dolar memberi tekanan terhadap melesatnya harga telur dan daging ayam.

Untuk diketahui, harga daging ayam yang sebelumnya sekitar Rp 28 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan telur ayam dari Rp 48 ribu per piring menjadi Rp 55 -60 ribu per piring. Sementara di Balikpapan, telur ayam di pasar tradisional masih dibanderol antara Rp 1.700 hingga 1.900 per butir. Di Pasar Klandasan harga telur di sejumlah kios Rp 1.800. Sementara, di Pasar Pandansari lebih murah Rp 1.700 per butir.

“Kondisi ini terjadi merata secara nasional. Bukan hanya Kaltim, hanya saja kenaikannya berbeda-beda karena tergantung biaya logistik masing-masing daerah,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan setiap hari oleh Tim Pemantau Harga Kaltim, kenaikan harga daging ayam dan telur sudah terlihat sejak minggu kedua Juli 2018 lalu. "Pelemahan rupiah menyebabkan pembelian terhadap 80 persen komponen pakan ternak yang masih impor menjadi mahal,” katanya.

Harga indukan dan day old chick (DOC) atau istilah untuk anak ayam yang berumur satu hari juga mengalami kenaikan. “DOC per ekor meningkat dari Rp 6.155 menjadi Rp 6.655. Selain pakan dan indukan, harga DOC juga meningkat. Hal itu yang menjadi pemicu terjadinya kenaikan harga daging ayam,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sumber daging ayam untuk kebutuhan Kaltim sekitar 70-80 persen lokal, sisanya daging beku dipasok dari Pulau Jawa. Sedangkan telur ayam sekitar 46 persen berasal dari lokal dan sisanya didatangkan dari Sulawesi dan Pulau Jawa.

Berdasarkan pusat informasi pemasaran (Pinsar) dibutuhkan waktu kurang lebih 45 hari untuk membesarkan DOC dan indukan agar dapat menurunkan harga ayam saat ini. “Untuk stok telur dan ayam di Kaltim, saat ini masih cukup untuk sekitar satu setengah bulan ke depan,” tutupnya. (*/ctr/aji/ndu2)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 10:18

Peminat dari Luar Negeri Banyak, Buah Naga Butuh Hilirisasi

SAMARINDA- Bumi Etam memiliki banyak potensi dari bisnis pertanian. Salah…

Rabu, 20 Februari 2019 12:51

Okupansi Hotel Kaltim Belum Terpengaruh Tiket Mahal

SAMARINDA- Tingginya harga tiket angkutan udara dan pemberlakuan bagasi berbayar…

Minggu, 17 Februari 2019 11:34

Harga Avtur Turun, Angin Segar bagi Maskapai

JAKARTA – Desakan pemerintah agar Pertamina menurunkan harga avtur akhirnya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:20

Akhirnya, Garuda Turunkan Harga Tiket

JAKARTA – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons…

Rabu, 13 Februari 2019 13:34

Asing Ambil Profit, Rupiah Kembali Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap rupiah belum reda. Merujuk data Jakarta…

Selasa, 12 Februari 2019 13:34

WOW..!! Tarif Bagasi Lion Air Rp 25 Ribu per Kilogram

Lion Group memutuskan melakukan penyesuaian tarif bagasi atau excess baggage…

Selasa, 12 Februari 2019 10:37

BELUM MEMBAIK..!! Setahun, Rumah Mewah Hanya Terjual Lima Unit

SAMARINDA - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kaltim mencatat penjualan…

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret

JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit…

Senin, 11 Februari 2019 11:40

Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia

JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan…

Minggu, 10 Februari 2019 09:37

Soal Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan Diminta Lakukan Ini...

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti minta agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*