MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 20 Juli 2018 07:10
Pemkot Balikpapan Agendakan Operasi Pasar

Harga Daging dan Telur Ayam Ras Masih Tinggi

KEBUTUHAN MASYARAKAT: Pemkot Balikpapan berencana menggelar operasi pasar untuk mengantisipasi melambungnya harga daging dan telur ayam ras.(paksi sandang prabowo/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Melambungnya harga telur dan ayam broiler di pasar tradisional menyedot perhatian Pemkot Balikpapan. Rencananya, dalam waktu dekat mereka menggelar operasi pasar. Pasalnya kenaikan harga dua komoditas tersebut jadi penyumbang inflasi cukup besar Juni lalu.

Kepala Dinas Perdagangan Balikpapan M Saufan mengatakan, kenaikan harga ini berasal dari hulu. Kalau stok, dia mengklaim untuk Balikpapan masih aman. “Di Jawa dan Sulawesi harga sudah mahal. Kenaikan dipicu beberapa hal. Mulai dari mahalnya harga pakan karena mengikuti harga dolar, larangan impor ayam petelur, dan larangan penggunaan antibiotik,” tuturnya, Kamis (19/7).

Ia menjelaskan, pemerintah harus segera membuat kebijakan. Paling tidak impor ayam petelur. Info dari petugas di lapangan, distribusi memang menurun dari daerah asal. Tapi ia meyakini tidak memengaruhi stok. Buktinya saat ini masih ada di pasaran.

Dari data Dinas Perdagangan Balikpapan, rata-rata konsumsi telur ayam ras per bulan mencapai 373,13 ton dan per minggu 93,28 ton. Itu berdasarkan total penduduk Balikpapan yang tercatat 761.495 jiwa. Sementara, daging ayam ras per bulan 342,67 ton. Rata-rata konsumsi per minggu 85,67 ton.

“Kami di daerah harga dua komoditas ini memang masih mahal. Kemungkinan dalam waktu dekat ini kami akan membuat operasi pasar. Kita lihat pekan depan,” tuturnya. Upaya operasi pasar ini kerap kali dilakukan pihaknya ketika ada komoditas yang harganya melambung tinggi. Seperti saat Ramadan lalu.

Dikutip dari JPPN, Kementerian Pertanian (Kementan), pada Kamis (19/7) melakukan operasi pasar telur ayam yang tersebar di 50 titik yang ada di Toko Tani Indonesia (TTI) Center, 43 pasar dan enam perumahan atau kelurahan yang tersebar di Jabodetabek dengan harga Rp 19.500 per kg.

Sebanyak 100 truk dengan berat telur 100 ton diluncurkan. Pada operasi pasar ini, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman melepas telur dari empat perusahaan yakni Paguyuban Peternak Rakyat Nasional (PPRN), CPI, JAPFA, PLN, dan MALINDO. Harga telur pada operasi pasar ini sama dengan harga dari peternak atau produsen.

Menurut Amran salah satu penyebab tingginya harga telur adalah masalah rantai pasok, sehingga melambung ketika sampai di warung atau konsumen akhir. Ini terlihat dari harga di tingkat produsen hanya berkisar Rp 18 ribu per kg hingga Rp 22 ribu per kg. Bahkan, ketersediaan telur ayam Januari hingga Juli 2018 surplus.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan, Koperasi (Disperindagkop) dan UMKM Kaltim Fuad Asaddin mengatakan, turunnya nilai rupiah terhadap dolar memberi tekanan terhadap melesatnya harga telur dan daging ayam.

Untuk diketahui, harga daging ayam yang sebelumnya sekitar Rp 28 ribu per kilogram menjadi Rp 30 ribu per kilogram. Sedangkan telur ayam dari Rp 48 ribu per piring menjadi Rp 55 -60 ribu per piring. Sementara di Balikpapan, telur ayam di pasar tradisional masih dibanderol antara Rp 1.700 hingga 1.900 per butir. Di Pasar Klandasan harga telur di sejumlah kios Rp 1.800. Sementara, di Pasar Pandansari lebih murah Rp 1.700 per butir.

“Kondisi ini terjadi merata secara nasional. Bukan hanya Kaltim, hanya saja kenaikannya berbeda-beda karena tergantung biaya logistik masing-masing daerah,” tuturnya.

Berdasarkan pantauan yang dilakukan setiap hari oleh Tim Pemantau Harga Kaltim, kenaikan harga daging ayam dan telur sudah terlihat sejak minggu kedua Juli 2018 lalu. "Pelemahan rupiah menyebabkan pembelian terhadap 80 persen komponen pakan ternak yang masih impor menjadi mahal,” katanya.

Harga indukan dan day old chick (DOC) atau istilah untuk anak ayam yang berumur satu hari juga mengalami kenaikan. “DOC per ekor meningkat dari Rp 6.155 menjadi Rp 6.655. Selain pakan dan indukan, harga DOC juga meningkat. Hal itu yang menjadi pemicu terjadinya kenaikan harga daging ayam,” ungkapnya.

Dia mengatakan, sumber daging ayam untuk kebutuhan Kaltim sekitar 70-80 persen lokal, sisanya daging beku dipasok dari Pulau Jawa. Sedangkan telur ayam sekitar 46 persen berasal dari lokal dan sisanya didatangkan dari Sulawesi dan Pulau Jawa.

Berdasarkan pusat informasi pemasaran (Pinsar) dibutuhkan waktu kurang lebih 45 hari untuk membesarkan DOC dan indukan agar dapat menurunkan harga ayam saat ini. “Untuk stok telur dan ayam di Kaltim, saat ini masih cukup untuk sekitar satu setengah bulan ke depan,” tutupnya. (*/ctr/aji/ndu2)


BACA JUGA

Jumat, 21 September 2018 07:15

Kredit Macet Kaltim Tertinggi di Kalimantan

SAMARINDA - Masyarakat Kaltim dituntut bijak dalam berutang. Saat ini, Bumi Etam menjadi daerah dengan…

Jumat, 21 September 2018 07:13

Pertamina Butuh Investasi USD 56 M

SAMARINDA – PT Pertamina tampaknya harus bekerja ekstra untuk meningkatkan produksi minyak dan…

Jumat, 21 September 2018 07:10

CGV Balikpapan Hadirkan Studio Velvet

BALIKPAPAN - CGV Cinemas Balikpapan terus berinovasi untuk memenangi persaingan bisnis layar lebar.…

Jumat, 21 September 2018 07:00

Suku Bunga Acuan Bisa Naik Lagi

JAKARTA – Bank Sentral AS (The Fed) bulan ini diyakini kembali menaikkan Fed Funds Rate (FFR).…

Jumat, 21 September 2018 06:53

Perluasan Area Pelabuhan Jalan di Tempat

BALIKPAPAN - Ketidakpastian pembangunan jembatan Penajam Paser Utara-Balikpapan membuat proyek pengembangan…

Jumat, 21 September 2018 06:50

BTN Bidik Pertumbuhan Bisnis 20 Persen

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mencatatkan penyaluran kredit komersial hingga Agustus…

Jumat, 21 September 2018 06:49

Pangsa Pasar Taiwan Kian Menggoda

JAKARTA - Kementerian Perdagangan menyatakan kinerja ekspor non-migas Indonesia ke Taiwan pada semester…

Jumat, 21 September 2018 06:48

Listrik Kejar Kenaikan Konsumsi

JAKARTA – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengejar kenaikan konsumsi listrik…

Jumat, 21 September 2018 06:47

Maksimalkan Pembangunan Infrastruktur

JAKARTA - Pemerintah Indonesia bersama Pemerintah Korea Selatan berkomitmen melanjutkan kerja sama di…

Jumat, 21 September 2018 06:45

Ditjen Bea Cukai Selamatkan Rp 909 Miliar

JAKARTA - Perang terhadap rokok ilegal terus dilakukan pemerintah sebagai upaya menekan kerugian negara.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .