MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 18 Juli 2018 06:47
Berharap Bantuan Pemprov

Perbaikan Jalan Dianggarkan Tahun Depan

-Sugeng Chairuddin

PROKAL.CO, SAMARINDA - Pemkot Samarinda berencana memperbaiki jalur logistik yang menghubungkan Terminal Peti Kemas Palaran dengan jalan utama menuju pergudangan di Jalan IR Sutami. Pasalnya, beberapa titik di jalur tersebut sudah mengalami kerusakan dan berpotensi menghambat distribusi barang ke Kota Tepian maupun daerah sekitar.

Sekretaris Kota (Sekkot) Samarinda Sugeng Chairuddin mengaku, sudah beberapa kali melakukan pengecekan jalur tersebut. Dia mengakui, jika jalur tersebut banyak mengalami kerusakan. Beberapa jalan hancur dan patah, bahkan ada yang terendam air. Sejak 2012, belum pernah ada perbaikan karena kemampuan dana pemkot yang terbatas.

Namun, pihaknya belum bisa memperbaiki jalur tersebut tahun ini. Perbaikannya akan diajukan tahun depan ke Pemprov Kaltim. “Kami meminta bantuan perbaikan tersebut untuk dimasukkan pada anggaran 2019,” ungkapnya kepada Kaltim Post, Selasa (17/7).

Menurutnya, perbaikan juga belum tentu bisa menyeluruh. Bergantung kesanggupan Pemprov Kaltim. “Memang ada beberapa titik yang patah total. Namun, lajur lain masih bisa digunakan. Kami juga menunggu dana, bukan tidak peduli mengenai jalur tersebut, jika ada dana pasti langsung dilakukan perbaikan menyeluruh,” tuturnya.

Di jalur tersebut, setiap harinya ada sekira 350-400 boks kontainer melintas. Satu boks, rata-rata memiliki berat 15-20 ton. Jalur tersebut menjadi penting karena tidak ada alternatif yang bisa dimanfaatkan. “Kami tentu memerhatikan jalur dengan kerusakan parah tersebut, namun memang saat ini tidak ada dana. Untuk itu kami akan mengajukan pada anggaran tahun depan,” katanya.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kaltim Sadam Husen mengatakan, jalur Pelabuhan Palaran ke pergudangan menjadi urat nadi distribusi logistik. Karena, semua kendaraan angkutan barang yang berbentuk peti kemas maupun curah, semua mengandalkan dan sangat tergantung terhadap Jalan Palaran hingga ke pergudangan di Jalan IR Sutami.

“Jika jalan-jalan penghubung ini mengalami kelumpuhan bisa dipastikan 80 persen arus distribusi barang akan terhenti,” ujarnya.

Dia mengatakan, hal ini akan sangat berdampak terhadap ketersediaan barang di sebagian besar kota Samarinda dan sekitarnya. Pemerintah mesti dan harus mengetahui bahwa hal ini bukan hal yang biasa saja, mengingat Pelabuhan Samarinda adalah gerbang ekonomi beberapa kabupaten yang arus dan logistiknya ditopang oleh Samarinda.

“Contohnya Kukar, Kutim, Kubar, Bontang, dan seluruh perdesaan di tanah hulu sangat mengandalkan suplai logistik dari Samarinda,” tegasnya.

Ditambahkan Sadam, kontainer merupakan kendaraan paling hemat untuk mengantarkan semua barang ke pergudangan. Jika diganti dengan truk kecil, maka biaya logistik Kota Tepian bisa naik 50-100 persen dari biasanya, yang berarti juga mengancam kenaikan harga barang.

“Tidak ada cara lain selain memperbaiki jalur tersebut. Jika tidak diperhatikan, maka waktu yang akan menjawab kerusakan rantai makanan dan produk-produk lainnya di Samarinda,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 11:20

Akhirnya, Garuda Turunkan Harga Tiket

JAKARTA – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons…

Rabu, 13 Februari 2019 13:34

Asing Ambil Profit, Rupiah Kembali Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap rupiah belum reda. Merujuk data Jakarta…

Selasa, 12 Februari 2019 13:34

WOW..!! Tarif Bagasi Lion Air Rp 25 Ribu per Kilogram

Lion Group memutuskan melakukan penyesuaian tarif bagasi atau excess baggage…

Selasa, 12 Februari 2019 10:37

BELUM MEMBAIK..!! Setahun, Rumah Mewah Hanya Terjual Lima Unit

SAMARINDA - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kaltim mencatat penjualan…

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret

JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit…

Senin, 11 Februari 2019 11:40

Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia

JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan…

Minggu, 10 Februari 2019 09:37

Soal Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan Diminta Lakukan Ini...

Dirjen Perhubungan Udara K