MANAGED BY:
SENIN
19 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 18 Juli 2018 06:38
YA TUHANKU...!! Bulan Mei, Utang Indonesia Tembus Rp 5.020 T
ULN Indonesia pada akhir Mei 2018 tercatat sebesar USD 358,6 miliar atau Rp 5.020 triliun

PROKAL.CO, JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat utang luar negeri (ULN) Indonesia tumbuh melambat pada akhir Mei 2018. ULN Indonesia pada akhir Mei 2018 tercatat sebesar USD 358,6 miliar atau Rp 5.020 triliun (kurs Rp 14 ribu), terdiri atas utang pemerintah dan bank sentral sebesar USD 182,5 miliar dan utang swasta termasuk BUMN sebesar USD 176,1 miliar pada akhir Mei 2018.

ULN Indonesia tumbuh 6,8 persen year on year (yoy) pada akhir Mei 2018, melambat dibandingkan dengan 7,8 persen tahun ke tahun (yoy) pada bulan sebelumnya. Perlambatan ini terjadi baik pada ULN sektor pemerintah maupun ULN sektor swasta.

Seperti dikutip dari laman resmi BI, Selasa (17/7), ULN pemerintah tumbuh melambat dipengaruhi oleh pelepasan SBN domestik investor asing sejalan dengan perkembangan likuiditas global. Posisi ULN Pemerintah pada Mei 2018 turun dibandingkan dengan posisi akhir April 2018 karena adanya net pelunasan pinjaman dan berlanjutnya aksi pelepasan SBN domestik oleh investor asing.

Kepemilikan SBN domestik oleh investor asing turun hingga USD 1,1 miliar selama Mei 2018, sebagai antisipasi atas rencana Federal Reserve yang menaikkan tingkat suku bunga pada Juni 2018. Investor asing melepas sementara kepemilikan SBN domestik sambil memerhatikan perkembangan likuiditas global yang menuju pada keseimbangan baru.

"Hal itu menunjukkan investor asing di pasar surat berharga negara (SBN) domestik cenderung wait and see dalam menyikapi agenda kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve," kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Agusman, Selasa (17/7).

Dengan perkembangan tersebut, ULN Pemerintah pada Mei 2018 tumbuh melambat menjadi sebesar USD 179,3 miliar. ULN Pemerintah itu terbagi dalam SBN (SUN dan SBSN/Sukuk Negara) milik nonresiden sebesar USD 124,6 miliar dan pinjaman dari kreditur asing sebesar USD 54,7 miliar.

ULN swasta tumbuh melambat terutama dipengaruhi oleh ULN sektor pertambangan, sektor industri pengolahan, dan sektor pengadaan listrik, gas, dan uap/air panas (LGA). Secara tahunan, pertumbuhan ULN ketiga sektor tersebut pada Mei 2018 masing-masing sebesar 0,2 persen, 3,3 persen, dan 11,7 persen lebih rendah dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya.

Sementara itu, pertumbuhan ULN sektor jasa keuangan mengalami peningkatan dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya. Pangsa ULN keempat sektor tersebut terhadap total ULN swasta mencapai 72,4 persen, relatif sama dengan pangsa pada periode sebelumnya.

“Perkembangan ULN Indonesia pada Mei 2018 tetap terkendali dengan struktur yang sehat. Hal ini tecermin antara lain dari rasio ULN Indonesia terhadap produk domestik bruto (PDB) pada akhir Mei 2018 yang tercatat stabil di kisaran 34 persen,” tuturnya.

Rasio tersebut, lanjut Agusman, masih lebih baik dibandingkan rata-rata negara peers. Berdasarkan jangka waktu, struktur ULN Indonesia pada akhir Mei 2018 tetap didominasi ULN berjangka panjang yang memiliki pangsa 86,3 persen dari total ULN.

“Bank Indonesia berkoordinasi dengan pemerintah terus memantau perkembangan ULN dari waktu ke waktu untuk mengoptimalkan peran ULN dalam mendukung pembiayaan pembangunan, tanpa menimbulkan risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” pungkas Agusman. (ndu2/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 17 November 2018 00:07

Mangga Dijamin Paling Murah

BALIKPAPAN  -  Jelang akhir tahun, Hypermat mulai menggelar promo cuci gudang. Tidak tanggung-tanggung,…

Sabtu, 17 November 2018 00:06

Investasi Emas Bisa Jadi Solusi

SAMARINDA  -  Penguatan kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) semakin tajam. Memasuki…

Sabtu, 17 November 2018 00:05

Proyek IDD Tetap Jalan

BALIKPAPAN  –  Meski lepas dari target operasi, Chevron tetap akan melanjutkan proyek…

Sabtu, 17 November 2018 00:04

Sulap Limbah CPO Jadi Pembangkit Listrik

BALIKPAPAN  -  PT REA Kaltim Plantation berhasil menciptakan peluang baru dari sektor perkebunan…

Sabtu, 17 November 2018 00:02

Neraca Dagang Indonesia Kembali Defisit

JAKARTA  -  Neraca perdagangan Indonesia kembali defisit. Pada Oktober lalu, defisit neraca…

Sabtu, 17 November 2018 00:01

Positif, Rupiah Terbaik Asia

JAKARTA  –  Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) menanjak signifikan…

Sabtu, 17 November 2018 00:00

Produk Kertas Mulai Terdampak

SURABAYA –  Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap mata uang dolar berdampak pada harga jual…

Jumat, 16 November 2018 06:47

Bankaltimra Masih Butuh Tambahan Modal Inti

SAMARINDA – PT Bank Pembangunan Daerah Kaltim-Kaltara (Bankaltimtara) masih memerlukan penambahan…

Jumat, 16 November 2018 06:43

Citilink Ambil Alih Operasi Sriwijaya Air

JAKARTA – Tren generasi milenial yang kerap bepergian menjadi target market bagi maskapai penerbangan.…

Jumat, 16 November 2018 06:41

BI Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 6 Persen

JAKARTA – Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI) pada 14-15 November 2018 memutuskan menaikkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .