MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 17 Juli 2018 12:09
Jangan Ada Calon Tunggal di Pilpres, Aturan Berlapis Disiapkan

PROKAL.CO, Pengalaman calon tunggal dalam pilkada memunculkan kehawatiran fenomena serupa bakal terjadi di pilpres. Apalagi, sejauh ini baru Joko Widodo yang sudah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon presiden dengan status petahana. KPU memastikan sudah ada aturan berlapis untuk mencegah munculnya calon tunggal.

Komisioner KPU Hasyim Asyari menjelaskan, aturan utama sudah ada di UU NOMOR 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam pasal 229 dijelaskan, KPU akan menolak pendaftaran capres dan cawapres dalam dua kondisi. Pertama, capres tersebut diajukan oleh gabungan seluruh parpol peserta pemilu, atau yang dikenal dengan sistem borong. Sistem tersebut sudah terjadi di Pilwali Makassar dan Pilbup Pasuruan yang baru saja usai.

Kondisi kedua adalah memborong mayoritas parpol dan hanya menyisakan beberapa. ’’Dan partai yang diosisakan ini nggak bisa membangun koalisi atau memenuhi syarat (presidential) threshold,’’ terang Hasyim saat ditemui di KPU kemarin (16/7).

Bila salah satu dari dua kondisi itu terjadi, KPU akan menolak pendaftaran capres-cawapres tersebut dan memperpanjang masa pendaftaran. ’’Supaya dimungkinkan terjadi bongkar pasang koalisi,’’ lanjut Hasyim. Bila pada akhirnya tetap hanya satu paslon, UU mengatur bahwa pilpres akan jalan terus secara normal dengan satu paslon.

Hasyim menolak berandai-andai bila paslon tunggal dalam pilpres benar-benar terjadi. ’’KPU berharap calonnya lebih dari satu,’’ tambahnya. Saat ini, Peraturan KPU tentang pencalonan presiden dan wakil presiden sedang dalam proses pengundangan di Kementerian Hukum dan HAM.

Namun, berdasarkan salinan rancangan PKPU pencalonan Presiden dan wapres yang didapat Jawa Pos, KPU menyiapkan aturan khusus pada saat perpanjangan masa pendaftaran paslon. Khususnya, bila masih ada sejumlah parpol yang bila berkoalisi bisa memenuhi presidential threshold,namun tidak mencalonkan sehingga calonnya tetap tunggal. Partai-partai tersebut akan diberi sanksi dilarang ikut berkontestasi dalam pileg dan pilpres berikutnya.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional Yandri Susanto, mekanisme pasangan calon tunggal dalam UU Pemilu memang dibuat sebagai antisipasi. Namun, hal itu bukan berarti bahwa ada peluang besar bagi Presiden Jokowi untuk maju bersama cawapresnya menjadi pasangan calon tunggal.

”Kami lihat pak Jokowi sudah cukup (dukungan ) partainya. Perahunya bahkan istilah saya sudah sangat sesak,” kata Yandri. Karena itu, kata Yandri, PAN berkhidmat untuk menghindari calon tunggal. Menurut dia, dengan kekayaan yang dimiliki Indonesia, tidak sepatutnya Indonesia menjadi gagap demokrasi dengan hanya memiliki pasangan calon tunggal di pilpres.

            ”Penduduk Indonesia 250 juta, banyak anak bangsa hebat, cakap yang mau mendharmabaktikan jiwa dan raga untuk bangsa, gak mungkin menurut saya satu pasang,” ujarnya. Karena itulah, PAN terus menjalin komunikasi dengan partai lain untuk menghadirkan calon alternatif diluar Jokowi. Dalam hal ini, bukan berarti yang tidak mendukung Jokowi kebingungan memilih calon.

Penentuan pasangan calon tentu harus mengukur kekuatan dari figur yang akan mendampingi Jokowi sebagai cawapres. ”Masing-masing partai kan punya jago, jadi siapapun nanti (cawapres) pasti akan mempengaruhi koalisi,” ujarnya.

Terpisah, Anggota Dewan Pakar DPP Partai Nasdem Taufiqulhadi mengatakan, melihat perkembangan politik yang ada sekarang, dia meyakini akan muncul calon presiden. "Saya yakin tidak calon tunggal," terang dia saat ditemui di gedung DPR kemarin.

Menurut anggota Komisi III itu, saat ini lawan Jokowi masih mempersiapkan diri. Siapa yang akan menjadi capres dan cawapres lawan Jokowi, lanjut dia, tentu kubu lawan yang lebih tahu. Mereka masih mempunyai waktu sampai 10 Agustus mendatang.

Namun, jika nanti memang muncul tunggal, pihaknya tidak mempersoalkannya. Sebagai partai pendukung Jokowi, Partai Nasdem fokus memperkuat posisi Jokowi dan mensolidkan sesama partai pendukung. Jadi, partainya tidak punya kewenangan untuk memutuskan apakah calon tunggal, dua calon atau tiga calon.

Pria kelahiran Aceh itu menyatakan, kondisi politik masih sangat cair. Berbagai perubahan sangat dimungkinkan. Sampai saat ini, tutur dia, lawan politik Jokowi yang akan terjun Pilpres 2019 juga belum jelas. (byu/bay/lum)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 09:20

Jokowi-Ma’ruf Siapkan Dua Juta Saksi

JAKARTA – Kubu capres-cawapres 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengerahkan sumber…

Selasa, 19 Februari 2019 12:18

NAH KAN..!! Soal Lahan Bikin Jokowi Diadukan ke Bawaslu

Calon presiden nomor 01 Joko Widodo alias Jokowi dilaporkan ke…

Selasa, 19 Februari 2019 10:33

Persaingan Ketat, Minat Pendaftar SNMPTN Rendah

JAKARTA-Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2019 akan berakhir…

Selasa, 19 Februari 2019 10:28

TERNYATA..!! Ada Keributan di Arena Debat Capres Kedua, Ini Kronologinya

Keributan terjadi di arena debat capres kedua di Hotel Sultan,…

Senin, 18 Februari 2019 10:32

Pendaftar SNMPTN Masih Minim, Tidak Ada Perpanjangan Waktu

JAKARTA-Panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tidak akan memperpanjang…

Senin, 18 Februari 2019 10:31

Polisi Lambat Tangani Kasus Penganiayaan Pegawai KPK

JAKARTA-Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka kasus penganiayaan pegawai Komisi…

Senin, 18 Februari 2019 10:31

TNI-AL Tangkap Delapan Kapal Asing

JAKARTA – Pelanggaran undang-undang pelayaran oleh kapal-kapal asing masih sering…

Minggu, 17 Februari 2019 22:45

Prabowo : Belum Semua Petani Bisa Kita Bela

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berbicara mengenai perkembangan…

Minggu, 17 Februari 2019 22:33

Sempat Terdengar Ledakan, Pendukung Capres Berhamburan

Bunyi ledakan terdengar jelas di luar lokasi debat kedua berlangsung.…

Minggu, 17 Februari 2019 22:25
Debat Kedua Pilpres

Jokowi Terus Menyindir, Bilang Prabowo Kurang Optimis

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyindir calon…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*