MANAGED BY:
SABTU
22 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 17 Juli 2018 12:09
Jangan Ada Calon Tunggal di Pilpres, Aturan Berlapis Disiapkan

PROKAL.CO, Pengalaman calon tunggal dalam pilkada memunculkan kehawatiran fenomena serupa bakal terjadi di pilpres. Apalagi, sejauh ini baru Joko Widodo yang sudah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon presiden dengan status petahana. KPU memastikan sudah ada aturan berlapis untuk mencegah munculnya calon tunggal.

Komisioner KPU Hasyim Asyari menjelaskan, aturan utama sudah ada di UU NOMOR 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam pasal 229 dijelaskan, KPU akan menolak pendaftaran capres dan cawapres dalam dua kondisi. Pertama, capres tersebut diajukan oleh gabungan seluruh parpol peserta pemilu, atau yang dikenal dengan sistem borong. Sistem tersebut sudah terjadi di Pilwali Makassar dan Pilbup Pasuruan yang baru saja usai.

Kondisi kedua adalah memborong mayoritas parpol dan hanya menyisakan beberapa. ’’Dan partai yang diosisakan ini nggak bisa membangun koalisi atau memenuhi syarat (presidential) threshold,’’ terang Hasyim saat ditemui di KPU kemarin (16/7).

Bila salah satu dari dua kondisi itu terjadi, KPU akan menolak pendaftaran capres-cawapres tersebut dan memperpanjang masa pendaftaran. ’’Supaya dimungkinkan terjadi bongkar pasang koalisi,’’ lanjut Hasyim. Bila pada akhirnya tetap hanya satu paslon, UU mengatur bahwa pilpres akan jalan terus secara normal dengan satu paslon.

Hasyim menolak berandai-andai bila paslon tunggal dalam pilpres benar-benar terjadi. ’’KPU berharap calonnya lebih dari satu,’’ tambahnya. Saat ini, Peraturan KPU tentang pencalonan presiden dan wakil presiden sedang dalam proses pengundangan di Kementerian Hukum dan HAM.

Namun, berdasarkan salinan rancangan PKPU pencalonan Presiden dan wapres yang didapat Jawa Pos, KPU menyiapkan aturan khusus pada saat perpanjangan masa pendaftaran paslon. Khususnya, bila masih ada sejumlah parpol yang bila berkoalisi bisa memenuhi presidential threshold,namun tidak mencalonkan sehingga calonnya tetap tunggal. Partai-partai tersebut akan diberi sanksi dilarang ikut berkontestasi dalam pileg dan pilpres berikutnya.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional Yandri Susanto, mekanisme pasangan calon tunggal dalam UU Pemilu memang dibuat sebagai antisipasi. Namun, hal itu bukan berarti bahwa ada peluang besar bagi Presiden Jokowi untuk maju bersama cawapresnya menjadi pasangan calon tunggal.

”Kami lihat pak Jokowi sudah cukup (dukungan ) partainya. Perahunya bahkan istilah saya sudah sangat sesak,” kata Yandri. Karena itu, kata Yandri, PAN berkhidmat untuk menghindari calon tunggal. Menurut dia, dengan kekayaan yang dimiliki Indonesia, tidak sepatutnya Indonesia menjadi gagap demokrasi dengan hanya memiliki pasangan calon tunggal di pilpres.

            ”Penduduk Indonesia 250 juta, banyak anak bangsa hebat, cakap yang mau mendharmabaktikan jiwa dan raga untuk bangsa, gak mungkin menurut saya satu pasang,” ujarnya. Karena itulah, PAN terus menjalin komunikasi dengan partai lain untuk menghadirkan calon alternatif diluar Jokowi. Dalam hal ini, bukan berarti yang tidak mendukung Jokowi kebingungan memilih calon.

Penentuan pasangan calon tentu harus mengukur kekuatan dari figur yang akan mendampingi Jokowi sebagai cawapres. ”Masing-masing partai kan punya jago, jadi siapapun nanti (cawapres) pasti akan mempengaruhi koalisi,” ujarnya.

Terpisah, Anggota Dewan Pakar DPP Partai Nasdem Taufiqulhadi mengatakan, melihat perkembangan politik yang ada sekarang, dia meyakini akan muncul calon presiden. "Saya yakin tidak calon tunggal," terang dia saat ditemui di gedung DPR kemarin.

Menurut anggota Komisi III itu, saat ini lawan Jokowi masih mempersiapkan diri. Siapa yang akan menjadi capres dan cawapres lawan Jokowi, lanjut dia, tentu kubu lawan yang lebih tahu. Mereka masih mempunyai waktu sampai 10 Agustus mendatang.

Namun, jika nanti memang muncul tunggal, pihaknya tidak mempersoalkannya. Sebagai partai pendukung Jokowi, Partai Nasdem fokus memperkuat posisi Jokowi dan mensolidkan sesama partai pendukung. Jadi, partainya tidak punya kewenangan untuk memutuskan apakah calon tunggal, dua calon atau tiga calon.

Pria kelahiran Aceh itu menyatakan, kondisi politik masih sangat cair. Berbagai perubahan sangat dimungkinkan. Sampai saat ini, tutur dia, lawan politik Jokowi yang akan terjun Pilpres 2019 juga belum jelas. (byu/bay/lum)

 


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 10:15
Ketika Kubu Jokowi Tak Gentar dengan Hasil Ijtima Ulama

PDIP Yakin Hasil Survey Masih Kuat

TIM kampanye nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengklaim, hasil Ijtima Ulama II tak akan…

Selasa, 18 September 2018 10:13
Dukungan Kepala Daerah di Pilpres

Dulu Diam-Diam, Sekarang Terbuka

JAKARTA- Dukungan kepala daerah jelang Pilpres 2019 kian marak. Kondisi tersebut sedikit berbeda dari…

Senin, 17 September 2018 23:19

BENER NIH..?? Kata Ma'ruf, Ijtima Ulama Ngga Ngefek

Bakal calon Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin mengaku lebih percaya dukungan ulama pesantren dibanding…

Senin, 17 September 2018 12:01

Prabowo Kembali Bicara Utang

JAKARTA  - Bakal calon presiden Prabowo Subianto menegaskan siap berjuang untuk kepentingan rakyat…

Minggu, 16 September 2018 22:29

Ijtima Ulama Dukung Prabowo-Sandi, Prabowo Tandatangani 17 Poin Pakta Integritas

JAKARTA- Prabowo Subianto bersama Sandiaga Salahuddin Uno mendapat dukungan dari hasil rapat Ijtimak…

Jumat, 14 September 2018 11:15

Kena Batunya..!! Sering Palak Mobil Ambulans, Sopir Kesal, Tabrak Preman Sampai Koit

Dua dari tiga orang sopir ambulans yang menabrak pengendara sepada motor hingga tewas diringkus jajaran…

Jumat, 14 September 2018 10:26

Rick Bleszynski, WNI yang Jadi Bos Perusahaan Teknologi di AS

Belakangan ini media internasional banyak mengulas keberadaan Splend. Splend sendiri merupakan terobosan…

Jumat, 14 September 2018 10:22

Gara-Gara Bule Tidur Bugil, House Keeper Konak, Diperkosa Deh...

Seorang pelajar sekolah penerbangan PCNS, 22, asal Norwegia yang tinggal sementara di Be Home Luxury…

Kamis, 13 September 2018 12:11

Iklan Jokowi Diputar di Bioskop, Kata Jubirnya Bukan Kampanye, tapi Capaian Program Kerja

JAKARTA - Juru Bicara tim kampanye nasional (TKN) Abdul Kadir Karding meminta semua pihak untuk mempermasalahkan…

Kamis, 13 September 2018 12:09

Tepis Isu Tidak Kompak, Prabowo-Sandi Temui SBY

JAKARTA – Pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berupaya menyolidkan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .