MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 17 Juli 2018 12:09
Jangan Ada Calon Tunggal di Pilpres, Aturan Berlapis Disiapkan

PROKAL.CO, Pengalaman calon tunggal dalam pilkada memunculkan kehawatiran fenomena serupa bakal terjadi di pilpres. Apalagi, sejauh ini baru Joko Widodo yang sudah mendeklarasikan diri untuk maju sebagai calon presiden dengan status petahana. KPU memastikan sudah ada aturan berlapis untuk mencegah munculnya calon tunggal.

Komisioner KPU Hasyim Asyari menjelaskan, aturan utama sudah ada di UU NOMOR 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam pasal 229 dijelaskan, KPU akan menolak pendaftaran capres dan cawapres dalam dua kondisi. Pertama, capres tersebut diajukan oleh gabungan seluruh parpol peserta pemilu, atau yang dikenal dengan sistem borong. Sistem tersebut sudah terjadi di Pilwali Makassar dan Pilbup Pasuruan yang baru saja usai.

Kondisi kedua adalah memborong mayoritas parpol dan hanya menyisakan beberapa. ’’Dan partai yang diosisakan ini nggak bisa membangun koalisi atau memenuhi syarat (presidential) threshold,’’ terang Hasyim saat ditemui di KPU kemarin (16/7).

Bila salah satu dari dua kondisi itu terjadi, KPU akan menolak pendaftaran capres-cawapres tersebut dan memperpanjang masa pendaftaran. ’’Supaya dimungkinkan terjadi bongkar pasang koalisi,’’ lanjut Hasyim. Bila pada akhirnya tetap hanya satu paslon, UU mengatur bahwa pilpres akan jalan terus secara normal dengan satu paslon.

Hasyim menolak berandai-andai bila paslon tunggal dalam pilpres benar-benar terjadi. ’’KPU berharap calonnya lebih dari satu,’’ tambahnya. Saat ini, Peraturan KPU tentang pencalonan presiden dan wakil presiden sedang dalam proses pengundangan di Kementerian Hukum dan HAM.

Namun, berdasarkan salinan rancangan PKPU pencalonan Presiden dan wapres yang didapat Jawa Pos, KPU menyiapkan aturan khusus pada saat perpanjangan masa pendaftaran paslon. Khususnya, bila masih ada sejumlah parpol yang bila berkoalisi bisa memenuhi presidential threshold,namun tidak mencalonkan sehingga calonnya tetap tunggal. Partai-partai tersebut akan diberi sanksi dilarang ikut berkontestasi dalam pileg dan pilpres berikutnya.

Ketua DPP Partai Amanat Nasional Yandri Susanto, mekanisme pasangan calon tunggal dalam UU Pemilu memang dibuat sebagai antisipasi. Namun, hal itu bukan berarti bahwa ada peluang besar bagi Presiden Jokowi untuk maju bersama cawapresnya menjadi pasangan calon tunggal.

”Kami lihat pak Jokowi sudah cukup (dukungan ) partainya. Perahunya bahkan istilah saya sudah sangat sesak,” kata Yandri. Karena itu, kata Yandri, PAN berkhidmat untuk menghindari calon tunggal. Menurut dia, dengan kekayaan yang dimiliki Indonesia, tidak sepatutnya Indonesia menjadi gagap demokrasi dengan hanya memiliki pasangan calon tunggal di pilpres.

            ”Penduduk Indonesia 250 juta, banyak anak bangsa hebat, cakap yang mau mendharmabaktikan jiwa dan raga untuk bangsa, gak mungkin menurut saya satu pasang,” ujarnya. Karena itulah, PAN terus menjalin komunikasi dengan partai lain untuk menghadirkan calon alternatif diluar Jokowi. Dalam hal ini, bukan berarti yang tidak mendukung Jokowi kebingungan memilih calon.

Penentuan pasangan calon tentu harus mengukur kekuatan dari figur yang akan mendampingi Jokowi sebagai cawapres. ”Masing-masing partai kan punya jago, jadi siapapun nanti (cawapres) pasti akan mempengaruhi koalisi,” ujarnya.

Terpisah, Anggota Dewan Pakar DPP Partai Nasdem Taufiqulhadi mengatakan, melihat perkembangan politik yang ada sekarang, dia meyakini akan muncul calon presiden. "Saya yakin tidak calon tunggal," terang dia saat ditemui di gedung DPR kemarin.

Menurut anggota Komisi III itu, saat ini lawan Jokowi masih mempersiapkan diri. Siapa yang akan menjadi capres dan cawapres lawan Jokowi, lanjut dia, tentu kubu lawan yang lebih tahu. Mereka masih mempunyai waktu sampai 10 Agustus mendatang.

Namun, jika nanti memang muncul tunggal, pihaknya tidak mempersoalkannya. Sebagai partai pendukung Jokowi, Partai Nasdem fokus memperkuat posisi Jokowi dan mensolidkan sesama partai pendukung. Jadi, partainya tidak punya kewenangan untuk memutuskan apakah calon tunggal, dua calon atau tiga calon.

Pria kelahiran Aceh itu menyatakan, kondisi politik masih sangat cair. Berbagai perubahan sangat dimungkinkan. Sampai saat ini, tutur dia, lawan politik Jokowi yang akan terjun Pilpres 2019 juga belum jelas. (byu/bay/lum)

 


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 12:56

MUI Dukung Buku Nikah Diganti Kartu

Wakil Ketum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Zainut Tauhid Sa'adi mendukung,…

Selasa, 13 November 2018 12:52

Formasi Banyak Kosong, Gelar Tes CPNS Lagi?

Pemerintah menyiapkan kebijakan khusus untuk mengisi banyaknya formasi CPNS 2018…

Selasa, 13 November 2018 12:51

CEK DEH..!! Publik Dapat Menguji Data Kelulusan Peserta SKB CPNS 2018

JAKARTA- Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB)…

Selasa, 13 November 2018 12:24

Sibuk Saling Sindir, Paling Rugi Petahana

Ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait politik genderuwo terus menuai…

Selasa, 13 November 2018 11:04
Fenomena Minum Air Rebusan Pembalut

Ini Zat Berbahaya yang Ada di Air Rebusan Pembalut

Masyarakat dihebohkan dengan kelakuan sekelompok remaja di Semarang, Jawa Tengah,…

Selasa, 13 November 2018 10:59

ENAK YA DI JAWA..!! Jakarta-Surabaya Hanya 8 Jam Lewat Tol Trans-Jawa

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau kesiapan…

Selasa, 13 November 2018 10:57

CVR Lion air JT610 Diduga Rusak

Cockpit voice recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP belum ditemukan. Komite…

Selasa, 13 November 2018 10:52

SIAPA..!! Ada Pihak Yang Ingin Membunuh Karakter Habib Rizieq

 Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab dinilai tak…

Minggu, 11 November 2018 11:53

Nelayan Aceh Ditangkap Angkatan Laut Myanmar, 15 Belas Ditahan, 1 Meninggal

JAKARTA – Total 16 orang kapal Nelayan KM Bintang Jasa…

Minggu, 11 November 2018 10:23

BPBD Waspadai Risiko Tiga Bencana Alam

MEJAYAN–Hujan sepekan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .