MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 17 Juli 2018 12:03
Bursa Cawapres Jokowi
Mahfud, TGB, Airlangga Masuk Kantong Jokowi
ilustrasi Radar Bogor

PROKAL.CO, JAKARTA - Satu demi satu, nama-nama calon pendamping Presiden Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang dibeberkan. Setelah Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, tiga nama lainnya dibocorkan ke publik, kemarin (17/7).

Ketiga nama tersebut adalah Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi yang juga anggota Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Mahfud MD, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuan Guru Bajang Muhammad Zainul Majdi. Serta Ketua Umum Partai Golkar yang juga Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto.

Ketiganya, kemarin mendampingi Jokowi saat memberikan kuliah umum di Akademi Bela Negara (ABN) Nasdem, di kawasan Pancoran, Jakarta. Usai acara, Jokowi menegaskan jika ketiganya masuk dalam bursa cawapres yang digogoknya. "Masuk, masuk kantong," kata Jokowi.

Mantan Walikota Solo itu menjelaskan, pihaknya memang memiliki banyak kantong. Sehingga memungkinkan adanya banyak nama. "Harus dimengerti ya . Kantong saya itu nggak cuma satu. Kantong luar ada, kantongan dalam ada. Kantong celana ada kanan dan kiri. Masih ada kantongan belakang juga ada," imbuhnya.

Untuk diketahui, sebelumnya, Jokowi menyebut sudah ada lima nama yang mengerucut di kantongnya. Jumlah itu didapat dari sepuluh nama yang sebelumnya digodok. Terkait siapa sosok yang paling berpotensi mendampinginya, Jokowi belum mau menjawab. Dia beralasan masih digodok lebih matang.

Saat ini, pihaknya sendiri terus melakukan komunikasi dengan ketua umum partai-partai pendukungnya. "Masih digodok biar mateng. Kalau mateng kan itu nanti enak semuanya. Kalau ga mateng dikeluarkan gimana nanti," tuturnya. Di lokasi yang sama, Mahfud MD mengaku tidak tahu jika namanya masuk dalam bursa cawapres yang digodok di kantong Jokowi.

Hingga saat ini, pria asal Madura itu mengaku belum ada komunikasi menyangkut politik. Kalaupun ada pertemuan dengan presiden, pembicaraan hanya soal persoalan kebangsaan. "Kalau saya sampai hari ini tidak tahu persis. Saya sama dengan anda saja, baca di media gitu," tuturnya. Soal diikutsertakannya dia dalam kegiatan presiden di ABN Nasdem, Mahfud membantah jika diundang presiden.

Menurutnya, undangan justru datang dari Nasdem dan mewakili BPIP. Dia juga enggan berspekulasi soal kode-kode yang mungkin dimunculkan Jokowi. Lantas, bagaimana kalau dipinang menjadi Cawapres Jokowi? "Nanti jawabannya ke Pak Jokowi aja lah," kata dia. Mahfud berharap, Jokowi bisa menggandeng calon terbaik yang bisa memajukan negara.

Sementara itu, TGB juga menanggapi santai pernyataan Presiden yang menyebut namanya menjadi salah satu sosok yang digodok. Menurutnya, hal itu sepenuhnya hak prerogatif presiden. "Semua yang baik disyukuri saja, semua yang baik disyukuri," ujarnya. Soal kesiapannya jika dipilih sebagai pendamping, dia enggan berandai-andai. "Jawaban itu kan kalau sudah ada sesuatu yang jelas," ujarnya.

Namun dia menilai, ada banyak tokoh bangsa yang lebih senior dan  hebat. TGB menambahkan, dalam pertemuan di ABN Nasdem sendiri, tidak ada hal khusus yang dibicarakan. Selain obrolan ringan, pembicaraan juga terkait rencana presiden melakukan kunjungan kerja ke NTB. Kehadirannya di  ABN Nasdem juga merupakan undangan dari Ketua Umum Nasdem Surya Paloh.

Emrus Sihombing, pengamat politik dari Universitas Pelita Harapan (UPH) mengatakan, selain Mahfud MD, Airlangga, TGB Zainul Majdi, dan Muhaimin Iskandar, satu nama lagi yang juga masuk cawapres Jokowi adalah Menteri Keuangan Sri Mulyani. Perempuan itu mempunyai segudang pengalaman dalam bidang ekonomi.

Menurut hipotesisnya, dari lima nama itu sudah mengerucut dua nama. Kedua tokoh yang berpeluang menjadi cawapres Jokowi adalah Mahfud MD dan Airlangga. Saat ini, kata dia, Jokowi sedang diserang tiga isu. Ialah isu komunisme, anti Islam, dan pro Tiongkok. Mahfud lah yang bisa membendung tiga isu tersebut. Sebab, pria asal Madura itu merupakan tokoh Islam, santri, bersih, akademisi, dan sangat dihormati. "Jika Mahfud disandingkan dengan Jokowi, maka tiga isu itu bisa diatasi," papar dia.

Nama Mahfud juga relatif bisa diterima parpol pendukung Jokowi, karena dia bukan orang partai. Pengalamannya juga komplit, karena dia menjadi menteri, anggota dewan, dan ketua MK. Jadi, pengalamn eksekutif, legislatif dan yudikatif semua sudah dia miliki. Apalagi, ia juga guru besar hukum tata negara UII yang juga tokoh NU. Namun, jika pertimbangannya Jokowi adalah dukungan partai dan jumlah kursi di DPR, maka Airlangga yang akan dipilih.

Sebagai ketua partai, tentu Airlangga mempunyai dukungan jelas dari partai. Tapi, kehadiran Airlangga belum tentu bisa diterima partai lain. Sebab, partai koalisi juga mempunyai calon masing-masing. Jika Airlangga yang dipilih, tutur dia, itu sama halnya memberi karpet merah bagi Airlangga untuk menjadi capres pada Pemilu 2024. “Sekarang keputusannya ada di tangan Jokowi,” ungkap dia saat dihubungi Jawa Pos kemarin.

Sedikit berbeda dengan Emrus, Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari menilai, cawapres yang akan dipilih Jokowi justru cenderung berlatar belakang santri. Tanpa menyebut nama yang sudah ada, sosok non parpol dengan latar belakang santri yang kuat saat ini justru menjadi kandidat kuat pendamping Jokowi.

”Isu yang paling besar menerpa pak Jokowi adalah SARA. Isu ekonomi ada, tapi ujungnya juga mengarah ke SARA. Selain santri yang mampu menangkal, yang punya peluang adalah tentara,” kata Qodari kepada Jawa Pos. Kecilnya peluang sosok dari parpol, kata Qodari, karena potensial menimbulkan perpecahan koalisi.

Pasalnya, siapapun tokoh parpol yang akan dipilih Jokowi, memiliki peluang besar mendapat panggung politik di pemilu 2024. ”Kalau Muhaimin atau Romahurmuziy misal menerima Airlangga (cawapres), sama saja kasih karpet merah. Demikian sebaliknya, jadi saya yakin 95 persen non parpol,” ujar Qodari.

Kriteria lain cawapres Jokowi, lanjut Qodari adalah kemungkinan besar sosok yang dipilih usianya lebih senior dari Jokowi. Pertimbangannya juga terkait peluang panggung politik pemilu 2024, sehingga sosok non parpol itu bisa diterima koalisi. Kriteria terakhir adalah sosok non parpol itu juga diterima khususnya Megawati Soekarnoputri. ”Kalau bu Mega gak setuju, saya kira sulit. Jadi bisa dilihat mana yang peluangnya besar,” ujarnya.

Direktur Eksekutif Voxpol Center Pangi Syarwi Chaniago menambahkan, selain Mahfud, sosok yang layak diperhitungkan menjadi cawapres adalah Ketua Majelis Ulama Indonesia Ma’ruf Amin atau mantan Panglima TNI Moeldoko. Nama Ma’ruf bisa jadi mulai diperhitungkan oleh poros koalisi gerbong Jokowi, sebagai representasi kelompok umat Islam.

”(Ma’ruf) selama ini terkesan tegas dan tidak memusuhi umat, mengayomi dan ulama cukup menyejukkan politik kebangsaan, sangat bijak, ulama yang di tengah,” kata Pangi kepada Jawa Pos. Figur Ma'ruf Amin dibutuhkan Jokowi dalam mengatasi problem ke-umatan. Kalau tidak terjadi dualisme, maka grasroot NU dan PKB besar kemungkinan bulat memilih Ma'ruf Amin. ”Selain itu, kelebihan Ma'ruf Amin yaitu berbedanya ceruk basis segmen pemilihnya dengan Jokowi, sehingga mampu mendulang elektoral bagi Jokowi,” ujar dosen ilmu politik UIN Syarif Hidayatullah itu.

Pangi menambahan, sosok Moeldoko belakangan mulai diperhitungkan menjadi cawapres Jokowi. Moeldoko pernah menjadi panglima TNI, memiliki hubungan yang sudah terbaca oleh Jokowi sejak yang bersangkutan diangkat menjadi Kepala Staf Kepresidenan.

”Walaupun beliau sudah pensiun namun kekuatan infrastruktur dan suprastrukturnya di militer tentu masih ada. Terutama mengamankan dan menarik faksi/gerbong jenderal yang kontra/berseberangan terhadap Jokowi,” ujarnya. Sementara itu, menurut hasil survei yang dilakukan The Initiative Institute pada 10 – 15 Juli, ada sejumlah nama yang layak menjadi pendamping Jokowi.

Nama Mahfud MD berada di urutan paling atas sebagai tokoh yang paling layak menjadi cawapres dengan persentase 70,6 persen. Disusul Sri Mulyani 64,1 persen, Chairul Tanjung 62,3 persen, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan 60,9 persen, dan tokoh lain seperti Gatot Nurmantyo, TGB Zainul Majdi, Agus Harimurti Yudhyono (AHY), serta Airlangga yang berada di bawah 60 persen.

“Dari segi kelayakan Mahfud paling unggul,” terang CEO The Initiative Institute Airlangga Pribadi kepada Jawa Pos kemarin. Pada klaster tokoh berpengalaman dalam pemerintahan, Mahfud juga menempati posisi tertinggi dengan indeks 0,73, mengalahkan Anies Baswedan, Sri Mulyani, Chairul Tanjung, dan Susi Pudjiastuti.

Begitu juga pada klaster tokoh ormas keagamaan, nama tokoh dari Madura itu juga berada di paling atas dengan indeks 0,72, kemudian disusul TGB Zainul Majdi, Khofifah Indar Parawansa, Din Syamsuddin, Haedar Nashir, dan Said Aqil Siradj. Pada klaster profesional, nama Mahfud sebagai cawapres kembali berada di urutan teratas dengan indeks 0,73. Mantan Menteri Hukum dan Perundang-Undangan itu mengungguli Sri Mulayni, Chairul Tanjung, dan Susi Pudjiastuti. “Jokowi harus mempertimbangkan tokoh Islam seperti Mahfud MD,” tutur dosen Unair itu. (far/lum/bay)

 


BACA JUGA

Sabtu, 16 Februari 2019 11:34

Jelang Debat, Jokowi ke Bengkulu, Prabowo ke Semarang

JAKARTA – Puncak debat pilpres edisi kedua tinggal sehari lagi.…

Jumat, 15 Februari 2019 11:21

Daftar Pertanyaan Debat Capres Hampir Tuntas

JAKARTA – Minggu lusa dua calon presiden (capres), Joko Widodo…

Kamis, 14 Februari 2019 12:01

YAELAAA...!! Demi Tampil Modis, Pelajar Nekat Bobol Toko

SINGARAJA – Lagi-lagi seorang pelajar harus berurusan dengan hukum. Kali…

Kamis, 14 Februari 2019 12:00

MUI Tegaskan Lagi Fatwa Haram Golput

JAKARTA – Majelis Ulama Indonesia kembali mengingatkan masyarakat, khususnya umat…

Rabu, 13 Februari 2019 13:08

Dua WNI yang Dimutilasi di Malaysia, Korban Diduga Pengusaha Tekstil

JAKARTA – Proses identifikasi pada dua WNI yang menjadi korban…

Selasa, 12 Februari 2019 13:42

CATET YO..!! Korupsi di Jateng Nomor 2 Versi ICW, Ini Kata Gubernurnya

Indonesia Corruption Watch (ICW) menempatkan Jawa Tengah (Jateng) sebagai provinsi…

Selasa, 12 Februari 2019 13:39

WOW...!! Simulasi Pilpres 2019 di 12 Daerah, Prabowo Unggul dari Jokowi

Simulasi Pilpres 2019 yang digelar Radar Bogor menghasilkan satu temuan,…

Selasa, 12 Februari 2019 13:10

Tidak Benar, Mendagri Keluarkan Larangan Rapat di Hotel

JAKARTA- Kapuspen Kemendagri Bachtiar Baharuddin menegaskan, hingga saat ini Mendagri…

Senin, 11 Februari 2019 14:06
Menkominfo: Mari Bekerjasama Menangkal Hoax!

Meski Efeknya Lama, Literasi Digital Terus Dilakukan

JAKARTA  - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengajak peserta Rapat…

Senin, 11 Februari 2019 12:51

Mendagri: Siapapun Presiden dan Gubernurnya, Humas Wajib Suarakan yang Dikerjakan Pemerintah

JAKARTA -  Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Moeldoko membuka langsung Rapat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*