MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 17 Juli 2018 09:05
Dua Bulan Lagi Didarati Boeing 737

Lion Group Minta Percepat Buka Rute Samarinda-Sulawesi

BANYAK MASALAH: Landasan pacu yang belum siap turut menjadi penyebab Bandara APT Pranoto belum berfungsi optimal. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA –Tarik ulur rencana penerbangan lintas provinsi di Bandara APT Pranoto Samarinda mulai berujung. Hari ini (17/7), manajemen Lion Group dijadwalkan menggelar pertemuan dengan Unit Pengelola Bandar Udara (UPBU) Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda. Selain rute, kegiatan penyediaan jasa ground handling Lion Group turut dibicarakan.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong. “Mudah-mudahan kalau lancar (pertemuan hari ini), sebentar lagi ATR 72 masuk,” tuturnya kepada Kaltim Post tadi malam (16/7). Diketahui, sejak akhir Mei lalu, maskapai Wings Air di bawah bendera perusahaan Lion Group dijadwalkan beroperasi di Bandara APT Pranoto. Namun, hingga sekarang, rencana tersebut belum terealisasi.

Masalah runway (landasan pacu), slot time (jadwal keberangkatan dan kedatangan pesawat), hingga ground handling adalah penyebab tarik ulur tersebut. Hingga sekarang, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) masih mengevaluasi pengerjaan konstruksi runway stripe (bahu landasan pacu) yang mengalami penurunan pada titik tertentu. Sehingga runway sepanjang 2.250 meter belum dapat digunakan sepenuhnya.

Selain Lion Group, Salman optimistis maskapai lain akan segera menyusul untuk memberikan pelayanan dari bandara yang populer dengan nama Bandara Samarinda Baru itu. Namun, saat ini masih terkendala kesiapan fasilitas. Terutama dari sisi landasan pacu yang belum sepenuhnya siap untuk didarati pesawat yang lebih besar. “Sebetulnya runway sudah siap. Tapi, masih ada konsolidasi tanah pada bahu runway sekitar 200 meter. Ini masih dilakukan penimbunan dan secara teknis harus dilakukan pelan-pelan,” kata Salman.

Menurutnya, secara teknis, runway tersebut bisa didarati pesawat Boeing 737 dan sejenisnya paling cepat dua bulan lagi. Sambil menunggu kesiapan landasan pacu, bulan depan juga ada pembahasan soal perjanjian kerja sama (PKS) pengelolaan Bandara APT Pranoto dengan Angkasa Pura I.

Ketika sudah dikelola Angkasa Pura, menurutnya, penerbangan ke luar daerah dipastikan akan berlangsung lancar. Termasuk rencana masuknya sejumlah maskapai penerbangan. Dia juga menyebut, Angkasa Pura pasti punya perhitungan tersendiri agar bandara di Samarinda dan Balikpapan bisa saling bersinergi.

Dia meyakini akan ada dampak terhadap Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan. Namun, jumlah penumpang Bandara Sepinggan sekarang sudah mencapai 7,4 juta penumpang per tahun. Apalagi, ada kenaikan sekitar 4 persen setelah Lebaran tahun ini. “Dengan adanya kenaikan jumlah penumpang tersebut, kami berharap, beroperasinya Bandara APT Pranoto tak akan menggerus pasar penumpang Bandara Sepinggan,” harapnya.

Adapun dalam kunjungannya di bandara tersebut pada Ahad (8/7) lalu, Menhub Budi Karya Sumadi menargetkan pengerjaan tuntas November mendatang. Dengan landas pacu berukuran 2.250x45 meter, Bandara APT Pranoto dapat didarati pesawat jenis Boeing 737-900ER. Namun untuk tahap awal, dioperasikan untuk pesawat ATR 72/500 dan sejenisnya.

Sementara terkait slot time, Wings Air yang mengajukan slot time penerbangan rute Samarinda-Surabaya terbentur dengan jadwal padat di Bandara Juanda. Maka, pihak PT Angkasa Pura (AP) I selaku pengelola Bandara Internasional Juanda masih belum bisa menyetujui pembukaan rute tersebut.

Kepala UPBU APT Pranoto Samarinda Wahyu Siswoyo menuturkan, waktu yang dimohon Wings Air adalah waktu penerbangan padat-padatnya di bandara. Adapun terkait kegiatan ground handling Lion Group di Bandara APT Pranoto, disebut-sebut belum mengantongi izin dari pengelola bandara.

Berdasarkan dokumen yang diterima Kaltim Post, manajemen Lion Group melalui bagian ground operation menunjuk PT Citra Dunia Angkasa (CDA) sebagai mitra penyedia jasa ground handling Lion Group di Samarinda. Surat penunjukan itu tertanggal 21 Juni 2018.

Pihak PT CDA lalu bersurat ke UPBU APT Pranoto Samarinda pada 5 Juli 2018. Isinya, permohonan izin operasi. Peralatan ground handling yang terdiri dari 15 item pun sudah siap dimasukkan ke bandara. Tinggal menunggu restu dari UPBU APT Pranoto Samarinda. “Makanya, besok (hari ini, Red) kita bicarakan ground handling-nya. Karena belum selesai (izin operasional),” ucap Johnny Kohar, direktur PT Citra Dunia Angkasa kemarin.

“Kalau ground handling beres, maskapainya pasti jalan,” imbuhnya. Sumber tepercaya Kaltim Post di Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menuturkan, dari hasil pertemuan antarpetinggi Lion Group, mereka mendesak agar pesawat ATR 72 milik Wings Air segera beroperasi di Bandara APT Pranoto. “Ada keadaan yang enggak jelas sehingga harus dipercepat,” tuturnya.

Dia menuturkan, kejadian seperti itu sering dialami airline ketika masuk ke bandara yang dikelola UPBU. “Kepastian ground handling,” sebutnya terkait keadaan enggak jelas yang dikeluhkan Lion Group.

Sementara itu, dari informasi yang dihimpun Kaltim Post, maskapai Batik Air turut memanaskan persaingan penumpang di Bandara APT Pranoto Samarinda. Batik Air melirik tiga rute, yakni masing-masing dua slot time Samarinda-Jakarta dan Samarinda Surabaya. Serta satu slot time Samarinda-Makassar. Sementara ATR 72, masing-masing satu slot time rute Samarinda-Mamuju di Sulawesi Barat dan Samarinda-Banjarmasin. (riz/rsh/rom/k11)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 13:00

Ini Dia Motif Motif Pembunuhan Pasangan Suami Istri di Balikpapan Itu...

BALIKPAPAN - Perkara utang diduga menjadi penyebab tersangka menghabisi nyawa pasangan suami istri (pasutri)…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…

Senin, 17 September 2018 09:21

Edy Nyaman di Puncak, Ferdian Membuntuti

PERSAINGAN dan dukungan kepada kandidat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di polling garapan…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Waswas Jadi Jembatan “Abunawas”

SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .