MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 17 Juli 2018 08:42
KESETANAN..!! Pekerja Ruko Ngamuk, Kepala Orang Dicatuk Pakai Tukul, 1 Tewas

Pegawai Disnakertrans Tewas Dihantam Palu

LANGSUNG DISTERILKAN: Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto bersama jajaran menyambangi Saripuddin yang sempat mengamuk, kemarin.

PROKAL.CO, SAMARINDA–Banyak pengendara tiba-tiba menghentikan laju kendaraan saat melintas di persimpangan Jalan Kemakmuran, Pelita, dan Brigjen Katamso, kemarin (16/7). Seorang pria paruh baya bercelana panjang oranye berdiri mengamuk di tengah jalan.

Dia adalah Saripuddin (52). Tak jauh dari dia, tubuh Muhammad Riharja (38), aparatur sipil negara (ASN) Golongan III B di Dinas Tenaga Kerja Dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kaltim, Bidang Pengembangan Tenaga Kerja, berlumuran darah.

Dari penuturan warga sekitar, Sauri, dirinya sempat melihat Saripuddin masuk ke halaman Masjid Agung Pelita. Kejadian pukul 15.20 Wita itu menjelang azan Asar. “Dia masuk sambil tenteng palu,” ujarnya.

Berjalan mendatangi orang-orang yang bersiap untuk salat. Sementara Jaja–sapaan akrab korban–berada tak jauh dari masjid. Saripuddin langsung mengamuk. Mengejar beberapa orang. Jaja yang saat itu berada di sekitar masjid turut dikejar.

Pelaku berhasil meraih pakaian Jaja. Bertubi-tubi pelaku yang diduga mengidap gangguan jiwa itu memukul kepala korban. Darah segar keluar begitu banyak. Jaja tak berdaya. Kondisinya sangat kritis saat dibawa ke tepi jalan.

Sementara itu, Saripuddin lari ke arah perumahan warga yang berada tepat di belakang Kantor Disnakertrans Kaltim. Warga pun cemas. Sempat dikejar namun sebagian warga juga tak terlalu berani mendekat.

Tak lama, Saripuddin kembali menampakkan diri. Melalui samping masjid dan berjalan di halaman Masjid Agung Pelita. Pelaku sempat menghampiri kerumunan masyarakat yang menolong korban. Dia berusaha kembali menyerang warga.

Beruntung, ada polisi berpakaian sipil di daerah sekitar. Dua timah panas yang bersarang di paha dan betis membuat Saripuddin tersungkur. Untuk diketahui, Saripuddin atau yang akrab disapa Udin adalah pekerja di salah satu rumah toko (ruko) di Jalan Pelita, tepat di depan Masjid Agung Pelita.

Menurut Rahmad, rekan korban, pelaku jarang berkomunikasi dengan rekan sesama kerja. “Orangnya pendiam,” tuturnya. Rahmad juga tak pernah mendengar Saripuddin memiliki masalah.

Menurut Junaidi, rekan korban yang sempat menggotong ke angkot, korban mendapat empat kali pukulan. “Di kepala belakang kiri, dagu, lengan, dan pelipis,” sebutnya.

Ditemui di ruang jenazah rumah sakit pelat merah, rekan korban yang lain, Dwy Ery Mujahiddin (43), mengatakan korban keluar dari kantor membeli makanan untuk anaknya. Biasanya dia keluar beli makan untuk anak-anaknya, karena saat ini istrinya sedang kerja di luar kota. “Tadi itu, dia baru beli makan, dan ke kantor lagi untuk absen," ungkap Dwy.

Ditemui terpisah, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Vendra Riviyanto menjelaskan, pelaku yang mengamuk terpaksa dilumpuhkan dengan dua tembakan. “Terpaksa ditindak, karena membahayakan keselamatan anggota, dan melawan saat akan dibekuk,” ujarnya.

Pelaku juga dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk menjalani perawatan sementara. “Masih diselidiki motifnya, ada laporan bahwa pelaku depresi, tapi dites dulu kejiwaannya,” pungkas dia. (*/fri/*/dra/kri/k8)

 


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 09:55

Cuaca Samarinda Panas Selama Dua Pekan, Ini Penyebabnya

SAMARINDA - Cuaca kota Samarinda dalam keadaan tidak normal. Sudah…

Kamis, 21 Februari 2019 08:39

Bawaslu Kaji Dugaan Pelanggaran Penetapan Pemilih Tambahan oleh KPU Kaltim

SAMARINDA - Anggota Badan Pengawas Pemilu Kaltim, Saiful mengungkapkan pihaknya…

Rabu, 20 Februari 2019 11:16

Rektor Unmul Dipanggil Polda Kaltim, Kasus Ini yang Diselidiki

SAMARINDA - Kepolisian Daerah Provinsi Kalimantan Timur telah memanggil dan…

Rabu, 20 Februari 2019 09:19

Samarinda Tak Nyaman Huni, Pemkot Minta Solusi

SAMARINDA–Tingkat kenyamanan bermukim di Kota Tepian berada di “zona merah”.…

Selasa, 19 Februari 2019 09:37

Matangkan Aturan Menata SKM

SAMARINDA–Penataan bantaran Sungai Karang Mumus (SKM) masih jadi polemik hingga…

Selasa, 19 Februari 2019 09:34

Dikira Istirahat, Ternyata Ingin Melompat

MENJELANG siang, Senin (18/2) sekira 11.00 Wita, Bripka Budi Suharyono…

Selasa, 19 Februari 2019 09:31

Alphad Dituntut Penjara 4 Tahun

SAMARINDA–Sempat tertunda dua pekan, tuntutan untuk Alphad Syarief yang tersandung…

Senin, 18 Februari 2019 13:17

Hadi Janji Tinjau Izin Perusahaan Terkait Tewasnya 32 Anak di Kolam Tambang

SAMARINDA - Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi berjanji akan meninjau…

Minggu, 17 Februari 2019 23:52
Buka Nobar Debat Capres dan Diskusi Publik

AMINKAN..!! Wagub Hadi Berharap Ada Presiden dari Kaltim

SAMARINDA  - Sejak Indonesia merdeka, tak ada satupun orang Kaltim…

Minggu, 17 Februari 2019 20:46

Berkat IPDP Kaltim Kota Samarinda, Tambangan Hidup Lagi

SAMARINDA – Kapal tambangan yang merupakan transportasi utama di Samarinda…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*