MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 17 Juli 2018 07:12
Pemkab PPU Inginkan PSC

Tak Hanya PI, Siap Kelola 49 Persen Blok East Kalimantan

TAMBAH PAD: Pemkab PPU serius ingin terlibat dalam pengelolaan Blok East Kalimantan. Sesuai hasil Forum Group Discussion di Blue Sky Hotel, Senin (16/7).

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) serius ingin ikut mengelola Blok East Kalimantan yang Oktober ini akan kembali ke pelukan Bumi Pertiwi.

Bupati PPU Yusran Aspar mengatakan, pihaknya sudah menyampaikan hal itu kepada Pertamina dan pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Menteri ESDM Ignasius Jonan, ia sebutkan sudah merestui dan Pertamina ia klaim tinggal menunggu surat resmi dari PPU.

“Selain jatah participating interest (PI) 10 persen yang langsung daerah dapatkan, kami juga ingin ikut serta mengelola Blok East Kalimantan. Skema business to business kami ajukan ke Pertamina. Kami ingin masuk sebesar 49 persen,” tuturnya saat acara Forum Group Discussion di Blue Sky Hotel, Senin (16/7).

Yusran berencana menunjuk Perusahaan Daerah Benuo Taka yang bekerja sama dengan Pertamina. Pemkab PPU juga akan aktif mendorong guna terselesaikan persoalan ini. Namun, ia mengaku, keberatan dengan skema gross spilt. Menurutnya, memang lebih menguntungkan. Namun, tingkat risikonya tinggi dan cost yang dikeluarkan bisa membengkak. “Kami masih berharap skema cost recovery bisa diberikan,” tuturnya.

Ketua DPRD PPU Nanang Ali juga mengatakan, peluang ini memang sudah harus diambil PPU. Paling tidak PI 10 persen sudah di tangan. Tinggal bagaimana agar jatah untuk daerah itu bisa segera diambil. Mengaca kepada Blok Mahakam yang sampai saat ini tak kunjung terealisasi. Ia harapkan untuk Blok East Kalimantan ini jatah 10 persen di tahun kedua sudah bisa diambil.

“Upaya ini sangat bagus untuk PPU. Pasalnya, kegiatan migas ini bisa meningkatkan pendapatan daerah. PAD (pendapatan asli daerah) pasti akan meningkat tajam. PI 10 Persen saja hitungan kasarnya yang bisa didapat sekitar Rp 28 miliar. Pembagiannya masih belum karena masih hitungan kasar saja,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Dirut Perusda Benuo Taka Wahdiat Alghazali mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelitian dan melihat peluang di Blok East Kalimantan. Potensinya masih bagus. “Madu atau racun, masih madu,” imbuhnya.

“Kami sedang menjajaki kesepakatan dengan Pertamina Hulu Indonesia (PHI). Ibaratkan sekarang ini masih tunangan belum pernikahannya. Letak Blok East Kalimantan ini ada di PPU. Jadi, ada ladang sendiri kenapa tidak kita garap sendiri,” ucapnya.

Dia menyebutkan, awalnya pihaknya ingin mengambil 100 persen. Tapi, disetujui pemerintah 49 persen, PHI 51 persen dengan skema business to business. Pertamina Hulu Kalimantan Timur yang ditunjuk sebagai operator nantinya. “Kami hanya menyertakan modal atau dari sisi finansial,” katanya.

Wahdiat membeberkan, kemampuan finansial perusda mempunyai modal cukup. Total USD 930 juta modal bisa dikeluarkan berasal dari pinjaman Bank. Lalu, pengalaman mengelola gas bekas VICO sudah dilakukan. “Jadi, ya kami percaya diri,” serunya.

Namun, ia berharap agar skema yang digunakan tidak gross split melainkan skema lain production sharing contract (PSC). Secara hitung-hitungan, jika PPU bisa mengambil 49 persen dana segar bisa didapat Rp 402 miliar per tahun, jika harga minyak USD 65 barrel oil per day (BPOD) dan gas USD 6 million british thermal unit (MMBTU).

Prediksi revenue per tahunnya memakai skema PSC pemerintah pusat mendapat Rp 2,1 triliun. PSC 820 miliar. Jika sesuai skema, maka PHI mendapat 51 persen atau Rp 418 miliar. Bakal calon bupati terpilih PPU Abdul Gafur Masud yang turut hadir berharap agar Blok East Kalimantan yang habis masa kontrak Oktober ini bisa menjadi angin segar bagi PPU.

“Di tengah kondisi defisit. Peluang ini harus terus dikawal. Saya harap, bisa menjadi kabar gembira buat PPU,” tutupnya. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 10:18

Peminat dari Luar Negeri Banyak, Buah Naga Butuh Hilirisasi

SAMARINDA- Bumi Etam memiliki banyak potensi dari bisnis pertanian. Salah…

Rabu, 20 Februari 2019 12:51

Okupansi Hotel Kaltim Belum Terpengaruh Tiket Mahal

SAMARINDA- Tingginya harga tiket angkutan udara dan pemberlakuan bagasi berbayar…

Minggu, 17 Februari 2019 11:34

Harga Avtur Turun, Angin Segar bagi Maskapai

JAKARTA – Desakan pemerintah agar Pertamina menurunkan harga avtur akhirnya…

Jumat, 15 Februari 2019 11:20

Akhirnya, Garuda Turunkan Harga Tiket

JAKARTA – Keluhan terkait tingginya harga tiket pesawat mendapat respons…

Rabu, 13 Februari 2019 13:34

Asing Ambil Profit, Rupiah Kembali Melemah

JAKARTA – Tekanan terhadap rupiah belum reda. Merujuk data Jakarta…

Selasa, 12 Februari 2019 13:34

WOW..!! Tarif Bagasi Lion Air Rp 25 Ribu per Kilogram

Lion Group memutuskan melakukan penyesuaian tarif bagasi atau excess baggage…

Selasa, 12 Februari 2019 10:37

BELUM MEMBAIK..!! Setahun, Rumah Mewah Hanya Terjual Lima Unit

SAMARINDA - Real Estate Indonesia (REI) Provinsi Kaltim mencatat penjualan…

Senin, 11 Februari 2019 11:42

Obligasi Ritel Bikin Likuiditas Seret

JAKARTA – Gencarnya penerbitan surat berharga negara (SBN) bakal sedikit…

Senin, 11 Februari 2019 11:40

Pacu Ekspor Baja ke Malaysia-Australia

JAKARTA – Tahun ini pelaku usaha baja melihat potensi peningkatan…

Minggu, 10 Februari 2019 09:37

Soal Bagasi Berbayar, Maskapai Penerbangan Diminta Lakukan Ini...

Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Polana B. Pramesti minta agar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*