MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 17 Juli 2018 07:10
Butuh Realisasi, Bukan Rencana
MELIMPAH: Pengusaha kelapa sawit Kaltim berharap pemerintah segera menghadirkan sektor hilirisasi, bukan hanya rencana. Karena bisa memaksimalkan ekspor.(fuad/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Rencana pemerintah menghadirkan sektor hilirisasi untuk komoditas seperti minyak kelapa sawit disambut positif para pengusaha Kaltim. Pasalnya saat ini, semua produk yang dikirim masih berupa crude palm oil (CPO). Jumlah produksi CPO yang cukup baik, memang sudah sepantasnya memiliki produk hilirisasi.

Diketahui saat ini, capaian luasan kebun kelapa sawit mencapai 1,19 juta hektare (ha). Sedangkan capaian produksinya adalah 13,13 juta ton tandan buah segar (TBS). Dengan jumlah pabrik mencapai 78 unit atau 3.965 ton per jam kapasitas terpakai. Maka produksi CPO Kaltim mencapai 2,890 juta ton.

Pembina Gapki Kaltim Azmal Ridwan mengatakan, berbicara sawit memang tidak boleh hanya sebatas CPO. Hilirisasi harus menjadi fokus utamanya. Saat ini, Tiongkok membeli CPO dalam bentuk mentah, lalu mereka olah dan menghasilkan produk. Produk tersebut dibeli kembali oleh Indonesia.

“Ini sudah berulang kali dikatakan oleh para pengusaha. Kenapa tidak kita yang membuat produk hilirisasinya dahulu baru kita jual berupa produk jadi. Selama ini, yang dibahas hanya mengenai ekspor CPO, kenapa kita tidak berbicara produk hilirisasi untuk ekspor,” katanya kepada Kaltim Post, Senin (16/7).

Menurutnya, hilirisasi yang harus digalakkan bukan hanya sekadar dipikirkan atau direncanakan. Hilirisasi harusnya dilakukan sejak dulu, karena untungnya jauh lebih banyak. Lalu, produksi CPO kita bisa gunakan dengan jauh lebih banyak.

Selama ini, ekspor belum maksimal karena negara-negara lain membeli CPO dalam bentuk mentah. Lalu, CPO yang dibeli, diolah kembali untuk menghasilkan berbagai produk turunan yang lalu dikembalikan ke Indonesia oleh mereka. Sebut saja, seperti sabun, minyak goreng, hingga produk cokelat yang menggunakan minyak inti sawit. “Nah, itu kita beli kembali di Indonesia. Padahal bahan dasarnya dari kita,” ujarnya.

Menurutnya, upaya hilirisasi kelapa sawit memang harus menjadi fokus utama di masa mendatang. Kaltim memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy akan menjadi pusat hilirisasi memiliki peluang itu. Pemerintah diharap dapat membuka ruang dan peluang lebih besar untuk investor membuka bisnis atau pabrik turunan CPO.  Sejauh ini, Gapki mencatat belum satu pun pabrik turunan CPO berdiri di Kaltim.

“Idealnya tak cuma CPO yang diekspor tapi produk turunan. Kaltim siap, jika benar akan dilakukan hilirisasi,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 06:50

Promosikan Wisata Halal Lombok

BADUNG – Pariwisata menjadi tema lanjutan pertama yang dibahas setelah pertemuan tahunan bertajuk…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Pengusaha Butuh Kepastian Pasar

SAMARINDA - Program mandatori biodiesel 20 persen (B20)  atau pencampuran minyak kelapa sawit ke…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Furnitur Impor Mulai Terdampak Kenaikan Dolar

BALIKPAPAN - Keperkasaan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah tak serta-merta memengaruhi penjualan…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:43

Jalan Dua Bulan, WP Meningkat hingga 18.424 Orang

BALIKPAPAN – Sejak Juli lalu, tarif pajak penghasilan (PPh) Final untuk usaha mikro, kecil, dan…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:44

Triton Masih Jadi Unggulan

BALIKPAPAN - Membaiknya kinerja pertambangan batu bara di Bumi Etam turut mengerek penjualan Mitsubishi.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:42

Minyak Mentah Turun Bisa Jadi Penolong Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit meninggalkan level 15.000.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:32

Pacu Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

JAKARTA - Indonesia memerhatikan laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim …

Senin, 15 Oktober 2018 06:36

BI Sebut Kebutuhan Dolar Masih Besar

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi kebutuhan valuta asing dalam bentuk dolar Amerika Serikat…

Senin, 15 Oktober 2018 06:29

Kerek Okupansi Hotel

BALI – Gelaran pertemuan tahunan bertajuk Annual Meetings International Monetary Fund World Bang…

Senin, 15 Oktober 2018 06:28

Jaga Daya Beli, Jokowi Pastikan Premium Tidak Naik

JAKARTA - Pekan lalu publik sempat dihebohkan dengan pengumuman kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .