MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Senin, 16 Juli 2018 11:00
Pemilihan Rektor Unmul
Calon Rektor Unmul Adu Kuat di Pusat

POTENSI KOALISI DI GUNUNG KELUA

PROKAL.CO, Memang tak seheboh dan sepanas Pilkada Kaltim. Tapi, proses pemilihan Rektor Universitas Mulawarman (Unmul), Samarinda, tak kalah sengit. Tahap dua pemilihan digelar 13 Agustus. Tak sekadar mengandalkan suara senat, dua kandidat melancarkan lobi-lobi ke pusat. Memanfaatkan jaringan menteri hingga wakil presiden. Siapa yang layak?

PEMUNGUTAN suara dalam pemilihan Rektor Unmul oleh anggota senat selesai Selasa pekan lalu. Peta kekuatan masing-masing calon pun mulai terlihat. Dalam proses tersebut, sang petahana, Masjaya, unggul dengan raihan 60 suara. Calon lainnya, Susilo, meraih 19 suara. Lalu disusul Laode Rijai dengan 5 suara.

Satu suara rusak. Lantaran bentuk tulisannya tak menyerupai angka tertentu. Dua guru besar Unmul, Edi Budiarso dan Eny Rochaida tak ikut dalam pemungutan suara karena sakit. Dua anggota senat lainnya, Adri Paton dan Sigit Hardwinarto tak memiliki hak suara. Adri Paton kini menjabat sebagai Rektor Universitas Borneo, Tarakan. Sedangkan Sigit Hardiwarto kini menjabat Dirjen Planologi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Dari 89 anggota senat, 85 di antaranya menggunakan hak suara. Dua lainnya diketahui tak hadir dalam pemungutan suara Pilrek tahap pertama. Tata cara pemilihan Rektor di lingkungan Kemenristekdikti telah diatur dalam Permenristekdikti 19/2017. Melalui wawancara beberapa narasumber di internal Unmul, Kaltim Post mengurai sejumlah peluang para calon rektor yang namanya masuk dalam tiga besar peraih suara senat.

Dari informasi yang dihimpun, dua bakal calon rektor kini memanfaatkan jalur politik di pusat untuk mendulang suara Menristekdikti Muhammad Nasir. Masjaya misalnya. Berlatar belakang sebagai alumnus Universitas Hasanudin (Unhas) serta anggota KAHMI, Masjaya disebut memiliki kedekatan dengan Wapres Jusuf Kalla. Keduanya juga masuk dalam kepengurusan Keluarga Kerukunan Sulawesi Selatan (KKSS).

Sedangkan Susilo, diketahui memiliki darah kental Nahdlatul Ulama (NU). Susilo bahkan kini menjabat sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kaltim. Peluang Susilo untuk lebih dikenal oleh pihak Kemenristekdikti Mohamad Nasir pun terbuka lebar. Pasalnya, Nasir juga menjadi salah satu tokoh NU di Jawa Tengah. Dalam kepengurusan ISNU di Jawa Tengah, Nasir diketahui menjabat sebagai Penasihat Ikatan Sarjana NU Jawa Tengah.

“Sekarang kita terbuka saja, peta sudah keliatan. Tinggal rebutan suara menteri saja lagi. Suara menteri 35 persen itu. Sepengetahuan saya, tidak ada aturan apakah dibagi atau digelondongkan. Itu terserah menteri,” kata pejabat di internal Unmul itu saat ditemui di ruangannya pekan lalu.

“Bergantung lobi-lobi,” sambungnya, dan meminta namanya tak disebutkan. Pria berkacamata itu melanjutkan, hingga pemilihan tahap dua, sikap Laode Rijai begitu ditunggu. “Ibaratnya gadis cantik. Lima suaranya akan diperebutkan. Pasti bargaining-nya tinggi. Kasarnya, Pak Masjaya atau Pak Susilo janjikan apa? Mau kasih jabatan apa? Ini menurut saya pribadi,” ungkapnya.

Apabila pendukung Laode Rijai menyerahkan suaranya ke Masjaya, maka suara Menristekdikti ke Susilo tak berarti apa-apa. “Tapi, kalau pendukung Pak Laode ke Pak Susilo, habis Pak Masjaya,” tuturnya.

13 AGUSTUS YANG MENENTUKAN

Dalam Permenristekdikti tersebut, proses pemungutan suara dilakukan sebanyak dua tahap. Tahap pertama, pemungutan melalui sidang pleno tertutup yang dilakukan oleh anggota senat. Hasilnya, dari lima kandidat, terpilih tiga bakal calon rektor. Selanjutnya, profil tiga bakal calon itu akan diserahkan kepada Kemenristekdikti untuk diteliti rekam jejak serta visi-misinya.

Namun, dalam regulasi tersebut, disebutkan jika menteri tak serta-merta menunjuk salah satu dari tiga nama yang masuk tiga besar tersebut. Tetapi, menteri akan menggunakan suaranya. Porsinya 35 persen. Dari total anggota senat yang hadir dalam sidang pleno pemungutan suara pada tahap kedua. Pemungutan tahap kedua dijadwalkan pada 13 Agustus 2018.

Kepala Biro Humas Unmul Muhammad Ihwan menuturkan, sebelum Kemenristekdikti memastikan pemungutan suara tahap kedua digelar, terlebih dulu dilakukan penelitian khusus (litsus).

“Ketiga calon itu diteliti dulu sebelum menteri memberikan suaranya. Kami tidak dilibatkan, hanya menunggu hasil,” ungkapnya. Litsus melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN) hingga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Besaran suara menteri pun ternyata masih bisa berubah. Bergantung jumlah anggota senat yang hadir dalam proses pemilihan tahap kedua itu. Mengacu pada Permenristekdikti 19/2017 dan Peraturan Senat Universitas Mulawarman 1/2018 tentang Tata Tertib Pemilihan Rektor. Sebelum memulai pemungutan suara, akan dihitung terlebih dahulu jumlah suara yang menjadi hak menteri.

Jika seluruh anggota senat hadir (87 orang), jumlah surat suara yang akan diberikan kepada menteri sebanyak 47 suara. Jumlah tersebut diperoleh dari perhitungan suara menteri (35 persen) dibagi suara senat (65 persen) dikali 87 (jumlah senat jika seluruhnya hadir). Namun, jumlah 47 surat suara menteri bisa saja berkurang jika jumlah senat yang hadir ternyata kurang dari 87 orang. Hanya, kehadiran suara senat minimal dua per tiga dari jumlah senat keseluruhan.

“Jika dua per tiga, berarti senat yang hadir paling sedikit adalah 58 orang, sebagai syarat dimulainya pemungutan tahap kedua tersebut,” tambah Mahendra Putra Kurnia, sekretaris panitia Pemilihan Rektor Unmul periode 2018-2021. Jika kehadiran senat berjumlah 58 orang, jumlah suara menteri hanya 31 suara. Yaitu, melalui perhitungan persentase suara menteri dibagi persentase suara senat dikali 58 (batas kehadiran minimal anggota senat). Berkurangnya kehadiran suara senat ini, bisa saja terjadi jika anggota senat sakit ataupun merasa tidak memiliki calon yang ideal dalam pemilihan tersebut.

Berkaca perolehan suara pada tahap pertama, ada dua figur yang mendominasi. Masjaya dan Susilo. Masjaya adalah rektor Unmul saat ini. Sementara Susilo, ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unmul, tak hanya ditentukan oleh suara menteri, tetapi juga suara gerbong Laode Rijai. Serta tiga suara anggota senat yang tak terpakai. Baik karena tak hadir maupun rusak.

Jika diasumsikan kehadiran senat pada pemungutan suara tahap kedua nanti adalah 87 orang, jumlah suara menteri adalah 47 orang. Total suara di dalam kotak adalah 134. Jadi, Masjaya hanya membutuhkan 8 suara. Suara itu bisa saja dari Menristekdikti maupun dari suara anggota senat lainnya. Delapan suara anggota senat pun menjadi seksi untuk diperebutkan. Perinciannya, lima suara dari gerbong Laode Rijai dan tiga anggota senat yang suaranya tak terpakai pada pemilihan tahap pertama.

“Peraih lebih dari 50 persen suara yang akan menang dalam pemilihan tahap kedua nanti,” lanjut Mahendra. Meski hanya mengantongi 19 suara dan berada di posisi kedua, peluang Susilo menjadi rektor Unmul masih terbuka. Dengan catatan, bisa meraih 47 suara penuh dari Menristekdikti pada tahap kedua. Kemudian, lima suara pendukung Laode Rijai tidak berpindah kepada Masjaya.

Peluang terpilihnya Susilo membuka memori Pilrek Unmul 2014 lalu. Pada pemungutan putaran kedua kala itu, Masjaya memperoleh 53 suara mengungguli rektor petahana Zamruddin Hasid yang memperoleh 47 suara. Disusul Susilo dengan perolehan 31 suara.

“Padahal, waktu itu saya unggul pada pemilihan tahap pertama. Tapi, pada pemilihan kedua ternyata selisih suara mengalahkan saya,” ujar Zamruddin Hasid saat ditemui di ruang kerjanya.

PERTIMBANGAN MENTERI JADI PENENTU

Berdasarkan regulasi, panitia penjaringan wajib menyerahkan sejumlah berkas terkait visi-misi, program kerja serta riwayat para tiga calon rektor kepada Kemenristekdikti. Jadi, sudah menjadi hak prerogatif menteri untuk membagi atau memberikan suara sepenuhnya kepada calon tertentu. Kemenristekdikti bahkan disebut-sebut menggandeng KPK, PPATK, serta BIN.

Tujuannya, memastikan para calon rektor tidak bermasalah hukum serta hal lainnya. Berdasarkan regulasi pengangkatan rektor, Pasal 8 Ayat 4 dan 5, disebutkan jika calon yang ditemukan memiliki rekam jejak tidak baik, tidak diperkenankan untuk mengikuti proses pemilihan tahap kedua tersebut. Termasuk melalui laporan harta kekayaan pejabat Negara (LHKPN) yang diserahkan sebagai persyaratan.

Proses litsus tersebut, ternyata juga pernah dialami oleh Zamruddin Hasid. Dia menuturkan, dirinya pernah didatangi oleh sejumlah orang yang mengaku dari BIN. Mereka kemudian melakukan pemeriksaan di rumahnya. Selain sejumlah berkas, sejumlah sisi rumah turut diawasi. Bahkan, kata dia, rekan-rekan sejawatnya juga ikut diwawancarai seputar rekam jejaknya.

“Sampai teman-teman di kampus sempat ditanya juga seputar diri saya. Tapi, dijalani saja. Mungkin karena itu bagian dari penilaian. Bahkan, saya juga merasa seperti diikuti oleh seseorang ke mana saja tujuan saya saat itu,” kenang Zamrudin. (tim kp)

TIM PELIPUT:
- MUHAMMAD RIFQI HIDAYATULLAH
- MUHAMMAD RIZKI
- RADEN RORO MIRA BUDIASIH


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 12:19
Laos U-23 vs Indonesia U-23

Semangat untuk Menang

JAKARTA – Harapan timnas U-23 Indonesia lolos ke babak 16 besar Asian Games 2018 bisa berada di…

Jumat, 17 Agustus 2018 10:00

Tersangka RPU Tambah Satu

BALIKPAPAN - Penyidik dari Polda Kaltim melanjutkan operasi penggeledahan di Balikpapan Kamis (16/8).…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:11

Tumben..!! Belanja Anggaran 2019 Populis

JAKARTA – Pemerintah an Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK) telah berhasil mencapai sejumlah keberhasilan.…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:08

Kelola Listrik Tenaga Surya, Hasilkan Beragam Usaha

Jauh dari hiruk pikuk kota, bukan berarti Desa Muara Enggelam, Kecamatan Muara Wis, Kutai Kartanegara…

Jumat, 17 Agustus 2018 08:00

Bebas dari Rasa Benci

OLEH: BAMBANG ISWANTO (*) HARI ini, 17 Agustus, bangsa Indonesia memperingati hari ulang tahun kemerdekaan.…

Kamis, 16 Agustus 2018 13:00
Terlama di DPRD Balikpapan, Empat Boks Dokumen Disita

NAH..!! Lima Jam Penyidik Polda Geledah-Geledah

BALIKPAPAN - Sebanyak 13 penyidik dari Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse…

Kamis, 16 Agustus 2018 12:00
Sistem Rujukan Online BPJS Kacau

RSUD AWS Tolak Layani, Puluhan Pasien Protes

SAMARINDA - Puluhan orang yang mendapat rujukan pelayanan kesehatan protes di RSUD Abdul Wahab Sjahranie…

Rabu, 15 Agustus 2018 13:00

Gubernur Tolak Tim Transisi Bentukan Bakal Gubernur, Ini Alasannya

SAMARINDA–Awang Faroek Ishak dan Isran Noor seperti berbalas pantun. Kali ini, gubernur Kaltim…

Rabu, 15 Agustus 2018 12:00

Protes Deras, Proyek Masjid Jalan Terus

SAMARINDA – Kisruh pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.…

Rabu, 15 Agustus 2018 11:12

Tidak Berpolitik, tapi Berbobot Politik

JAKARTA – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menaruh harapan besar terhadap pasangan Joko Widodo-Ma’ruf…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .