MANAGED BY:
KAMIS
21 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Jumat, 13 Juli 2018 10:59
Pemantas Generasi Emas

(2) Kroasia vs Inggris (1)

SEJARAH BARU: Mario Mandzukic menjadi penentu kemenangan Kroasia atas Inggris berkat golnya pada menit ke-109.

PROKAL.CO, class="Default">MOSKOW – Pelatih Kroasia Zlatko Dalic sempat bingung dengan sikap para pemainnya di partai semifinal Piala Dunia kemarin (12/7) melawan Inggris. Semua menolak diganti. Padahal, di babak 16 besar dan perempatfinal, Luka Modric dkk harus berjibaku sampai adu penalti untuk memastikan kelolosan.

“Saya ingin membuat pergantian pemain lebih awal karena saya tahu mereka (pemain) kelelahan. Namun, setiap kali saya akan melakukannya, mereka mengatakan kepada saya jika baik-baik saja,” kata Dalic seperti diberitakan ESPN kemarin. “Jadi bagaimana mungkin saya berkata kepada mereka kalau apa yang mereka katakan tidaklah nyata?”

Jadi, akhirnya pergantian “tercepat” yang dilakukan Dalic terjadi pada menit ke-95. Bek kiri Ivan Strinic akhirnya tak kuasa menahan penat di kakinya yang kemudian digantikan Josip Pivaric.

“Mungkin karena pertandingan ini punya pengaruh yang sangat besar dalam sejarah sepak bola kami. Mereka tak mau melewatkan kesempatan menjadi bagian dalam sejarah itu,” tutur Dalic.

Dan mentalitas tak kenal menyerah oleh Kroasia menuai hasil indah. Setelah gawang Kroasia dibobol tendangan bebas bek Inggris Kieran Trippier pada menit kelima, armada Vatreni kemudian menyamakan kedudukan lewat Ivan Perisic (68'). Kemudian gol Mario Mandzukic (109') membawa Kroasia ke final.

Di partai final Minggu (15/7) mendatang, Kroasia sudah ditunggu Prancis. Laga puncak itu akan dilangsungkan di Stadion Luzhniki. Dalic mengungkapkan, meski Prancis dalam kondisi lebih fit karena Les Bleus tak menjalani tiga extra time dan dua penalti seperti Kroasia, pelatih 51 tahun itu yakin skuatnya sama siapnya ketika bertemu Denmark, Rusia, ataupun Inggris.

Mantan pelatih Al-Ain tersebut ditulis Daily Nation kemarin memang lebih bekerja sebagai motivator tim atau psikolog. Sebab, secara teknik, tak ada yang meragukan permainan Kroasia.

“Buat apa saya mengajari mereka bermain sepak bola kalau mereka adalah sekumpulan pemain fantastik. Saya bertugas di sini bukan untuk bicara taktik kepada mereka,” tutur Dalic. “Karena itulah mereka menerima saya,” tambah pelatih kelahiran Livno, Bosnia Herzegovina, itu.

Lantas apa yang dikatakan Dalic kepada para pemain, sehingga mereka bisa bermain ngotot dan tetap kepala dingin? “Saya berkata kepada mereka kalau cuma tim dengan karakter kuat yang bisa menang. Dan sekali lagi kami menunjukkan kalau kami adalah tim yang tak gampang menyerah,” tutur Dalic.

Dalic juga mengatakan sudah siap seandainya pertempuran di final kembali harus dijalani dengan extra time dan adu penalti. Malahan skuat Kroasia jauh lebih siap ketimbang Prancis jika menghadapi situasi ini. Prancis dalam perjalanannya ke final selalu menang dalam 90 menit.

Sementara itu, bek Kroasia Dejan Lovren kepada The Telegraph kemarin mengatakan timnya jauh lebih unggul dari Inggris. Baik sisi mental maupun kualitas permainan.

Bek Liverpool itu juga berhasil membayar lunas rasa malunya setelah sembilan bulan lalu dipermalukan penyerang Inggris Harry Kane. Kane dan Tottenham Hotspur menang 4-1 atas Liverpool di Stadion Wembley.

“Saya kira setelah pencapaian kami di final, seluruh dunia akan mengingat kami sebagai salah satu generasi emas selain generasi Kroasia 1998 yang menembus semifinal. Bahkan dalam 20 tahun ke depan, skuat Kroasia 2018 akan diingat sebagai salah satu yang terbaik,” kata Lovren. (dra/jpg/ndy/k16)


BACA JUGA

Rabu, 20 Februari 2019 12:43
Atletico Madrid vs Juventus

Nomor Tujuh Kembali Beradu

MADRID – Rivalitas El Derbi Madrileno, pemain La Liga dengan…

Rabu, 20 Februari 2019 12:42
0 CHELSEA VS MANCHESTER UNITED 2

Teror Pogboom di London

LONDON – Kedatangan Ole Gunnar Solskjaer seolah menghidupkan kembali Manchester…

Rabu, 20 Februari 2019 12:29
SEVILLA VS LAZIO

Ancaman Spirit Ganda King Ciro

SEVILLE - Sevilla beruntung mereka berhasil menang 1-0 di leg…

Rabu, 20 Februari 2019 12:27

Bertaruh Demi Wanda Metropolitano

SEPANJANG sejarah Liga Champions, hanya Bayern Muenchen yang dapat menjalani…

Rabu, 20 Februari 2019 12:21
Schalke 04 vs Man City

Ingin Pulang Jadi Pemenang

GELSENKIRCHEN – Ilkay Guendogan kembali ke Jerman. Ya, dari lawatan…

Rabu, 20 Februari 2019 09:19

Bantah Rumor ke PSMS

TENGGARONG–Striker Mitra Kukar Aldino Herdianto dikabarkan merapat ke klub yang…

Rabu, 20 Februari 2019 09:18

Misi Lanjutkan Tradisi

MITRA Kukar tak pasang target muluk. Sebagai satu-satunya kontestan Liga…

Rabu, 20 Februari 2019 09:16

Pemain Asing Jadi Pembeda

GORONTALO–Butuh waktu 49 menit bagi Persebaya Surabaya untuk membuka keunggulan…

Rabu, 20 Februari 2019 09:13

Matangkan Persiapan di Bekasi

HARAPAN suporter Mitra Kukar melihat penggawa baru Naga Mekes di…

Selasa, 19 Februari 2019 14:15
LYON VS BARCELONA

Butuh Penalti Lagi, Messi?

LYONNAIS - Selama Lionel Messi bermain, maka mengeksekusi penalti menjadi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*