MANAGED BY:
JUMAT
22 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 13 Juli 2018 12:00
NGAKU DAH..!! Sulit Tuntaskan Semua Proyek

Dari Kekurangan Rp 450 M, Anggaran Hanya Tersedia Rp 200 M

HAMPIR RAMPUNG: Progres Bandara APT Pranoto Samarinda paling membanggakan dari proyek MYC lainnya. Sudah mencapai 91,34 persen. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Ambisi Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak menyelesaikan tujuh proyek multiyears contract (MYC) hingga akhir masa jabatannya bakal terganjal. Kondisi keuangan APBD Kaltim 2018 diprediksi tidak memungkinkan untuk membiayai kekurangan anggaran dari seluruh proyek yang mencapai Rp 450 miliar.

Dikonfirmasi, Faroek optimistis tujuh proyek besar pada periode kedua kepemimpinannya di Bumi Etam itu selesai akhir tahun ini. Kekurangan anggaran Rp 450 miliar akan dialokasikan di APBD Perubahan 2018. Saat ini sedang dibahas bersama DPRD Kaltim.

“Pasti dan harus dianggarkan (kekurangan) Rp 450 miliar. Kan DPRD juga yang membuat proyek MYC bersama pemprov. Ya, harus tanggung jawab dong,” tegas Faroek setelah memimpin rapat tertutup bersama sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di Kantor Gubernur Kaltim kemarin (12/7).

Meski Faroek optimistis semua proyek selesai akhir tahun ini, soal anggaran bakal terpenuhi di APBD Perubahan 2018, dia enggan menjawab. Begitu pula ketika ditanya apakah proyek bakal membebani APBD Kaltim 2019. “Itu teknis, Pj Sekprov Meiliana saja yang jawab,” singkatnya.

Meiliana yang dikonfirmasi soal ketersediaan anggaran mengaku optimistis dana yang diperlukan untuk penyelesaian proyek tersedia. Meski dirinya ragu dari mana kekurangan anggaran tersebut didapat.

“Belum tentu tidak selesai akhir tahun ini. Saya pikir masih ada peluang dan kami usahakan. Kekurangan anggarannya dapat dari mana, ya masih dicari peluang-peluangnya dari mana. Siapa tahu ada bantuan dalam hitungan detik, berupaya saja,” tutur Meiliana.

Soal progres proyek MYC yang dinilai lambat dan terancam tidak selesai akhir tahun ini, dia pastikan akan dievaluasi. Kepala OPD yang bertanggung jawab jika proyek tidak selesai akan diberikan sanksi. “Suka atau tidak suka, evaluasi itu harus, dan tentu ada sanksi,” tutupnya.

Sementara itu, Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan (Bappeda) Kaltim Zairin Zain mengatakan, saat ini Pemprov Kaltim memang sedang melakukan evaluasi proyek MYC. Evaluasi itu untuk melihat sudah sejauh mana progres proyek. Karena progres proyek jadi acuan alokasi pembiayaan hingga akhir tahun ini. Pemprov hanya akan membayar kontraktor sesuai progres yang sudah dikerjakan. “Ya, kalau pun tidak selesai, itulah yang dibayarkan. Sisanya berarti dianggarkan lagi 2019,” ucap Zairin Zain.

Soal ketersediaan anggaran, pria yang sempat menjadi Pj wali kota Samarinda itu mengaku besar kemungkinan di APBD Perubahan 2018 hanya tersedia sekitar Rp 200 miliar. Bahkan, bisa kurang dari nominal itu. Pasalnya, realisasi pendapatan yang diproyeksikan jauh di bawah target. Salah satunya, pendapat dari sektor pajak alat berat yang jauh melorot.

“Pendapatan saat ini tipis. Dari Rp 450 miliar, paling tidak setengahnya bisa dianggarkan, bahkan bisa jadi nanti di bawah itu. Itu dilakukan jika ada kegiatan lain yang prioritas sementara progres proyek MYC tidak signifikan,” tuturnya.

Dari tujuh proyek MYC, dua di antaranya saat ini progresnya hingga laporan per Juni 2018 masih di bawah 70 persen. Pertama, proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Maloy di Kutim. Progresnya baru mencapai 67,57 persen. Proyek terkendala pemberian izin pemasangan pipa dari Pemkab Kutim dan status lahan lokasi pembangunan instalasi booster pump yang belum diselesaikan.

Namun, Zairin membantah jika proyek masih di bawah 70 persen. Kata dia, proyek itu saat ini progresnya sudah di atas 80 persen. Bahkan, proyek segera selesai sesuai target yang sudah ditentukan. Kontraktor sudah memasang booster. Justru yang masih jadi kendala, sebut dia, proyek Jaringan Pipa Transmisi Air Baku Sekerat di Kutim. Proyek terkendala pembebasan lahan seluas 2 hektare. “Memang masih ada masalah, tapi ya kami kerjakan saja dulu. Soal pembebasan lahan menyusul,” lanjutnya.

Adapun, proyek bentang tengah Jembatan Mahakam IV Samarinda yang menurutnya kecil kemungkinan bisa selesai tepat waktu. Progres proyek per Juni 2018 baru mencapai 68,75 persen. Proyek terkendala cuaca. Jadi, mengganggu pengerjaan. Dari situ bisa dilihat proyek sulit selesai sesuai target.

“Jalan pendekat Jembatan Mahakam IV sisi Samarinda Seberang maupun Samarinda Kota progresnya sudah sesuai target. Bisa selesai akhir tahun ini. Kalau bentang tengah saya ragu, secara kasatmata sih sudah bisa dilihat,” pungkasnya.

Diwartakan sebelumnya, berdasarkan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Gubernur Kaltim 2017, hingga Juni 2018, hanya proyek Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda yang progresnya sudah mencapai 91,34 persen. Untuk menyelesaikan proyek, Pemprov Kaltim harus menyelesaikan kekurangan anggaran Rp 36,1 miliar. Pembangunan terkendala adanya tanah lunak di landasan pacu sekitar 300 meter.

Kemudian, proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, progres totalnya baru mencapai 83,19 persen. Penyelesaian jalan tol terhambat pembebasan lahan dan terdapat longsor di beberapa titik. Proyek yang didanai sejak 2015–2018 itu masih kekurangan anggaran Rp 190 miliar dari total kontrak sebesar Rp 1,42 triliun.

Lalu, proyek jalan pendekat Jembatan Mahakam IV sisi Samarinda Kota progresnya baru mencapai 85,43 persen. Penyelesaian terkendala pelaksanaan pekerjaan pier 7 yang harus menunggu koordinasi dengan Dinas Perhubungan dan Satlantas Polresta Samarinda. Selain itu, curah hujan yang tinggi turut menghambat. Sehingga membuat pekerjaan molor dari target yang sudah ditentukan. Selebihnya, terdapat kekurangan anggaran Rp 50 miliar dari total nilai kontrak Rp 225,84 miliar.

Selanjutnya, proyek jalan pendekat Jembatan Mahakam IV sisi Samarinda Seberang progresnya lebih lambat, baru mencapai 71,55 persen. Proyek terkendala izin pembongkaran bangunan Kompi Senapan A&C yang berada di area pengerjaan baru terbit. Selain itu, terdapat kekurangan anggaran Rp 50 miliar dari total nilai kontrak Rp 226,87 miliar.

Bentang tengah Jembatan Mahakam IV Samarinda tak kalah memprihatinkan. Proyek ini harus selesai akhir tahun, tapi per Juni 2018, progresnya baru mencapai 68,75 persen. Proyek disebutkan terkendala cuaca di lapangan yang kerap hujan sehingga tidak mendukung pengerjaan. Kekurangan anggaran untuk bentang tengah sekitar Rp 19,89 miliar dari total nilai kontrak sebesar Rp 180,64 miliar.

Berikutnya, proyek jaringan pipa transmisi air baku di Sekerat, Kutai Timur (Kutim). Progresnya baru mencapai 84,44 persen. Proyek terkendala lahan seluas 2 hektare yang masih proses pembebasan. Adapun kekurangan anggaran mencapai Rp 44 miliar, dari total nilai kontrak Rp 147,56 miliar.

Terakhir, proyek Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Maloy di Kutim. Progresnya baru mencapai 67,57 persen. Proyek terkendala pemberian izin pemasangan pipa dari Pemkab Kutim dan status lahan lokasi pembangunan instalasi booster pump yang belum diselesaikan. Selain itu, kekurangan anggaran Rp 60 miliar. Tujuh proyek MYC ini ditetapkan pada 2015 dan ditarget selesai akhir 2018. Tepat masa jabatan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak berakhir pada 17 Desember. (*/him/rom/k11)


BACA JUGA

Kamis, 21 Februari 2019 14:43

PARAHNYA..!! Banyak Tambang Cacat Administrasi, 876 IUP Proses Pencabutan, 81 Dihentikan Sementara

SAMARINDA – Proses pembenahan aktivitas pertambangan di Kaltim terus dilakukan.…

Kamis, 21 Februari 2019 10:15

Tiket Pesawat Mahal, Masyarakat Naik Kapal

SAMARINDA- Indonesia National Air Carrier Association (INACA) mengakui mulai akhir…

Kamis, 21 Februari 2019 08:40

Kenapa Lubang Tambang di Samarinda Tak Direklamasi? Ini Jawaban Distamben Kaltim

SAMARINDA - Lubang bekas tambang di kota Samarinda masih banyak…

Kamis, 21 Februari 2019 08:36

Mantan Rektor : Selisih Kas BLU Rp 35 Miliar Tanggung Jawab PR II Unmul

SAMARINDA - Mantan Rektor Unmul Zamruddin Hasid mengaku temuan selisih…

Rabu, 20 Februari 2019 12:50

Lahan Perumahan Masuk Zona Hijau, Kapan Revisi RTRW Samarinda?

SAMARINDA – Para pengembang hunian di Kaltim saat ini masih…

Rabu, 20 Februari 2019 12:23

Hanya 62 Persen Siswa Yang Mendaftar SNMPTN

 JAKARTA - Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN)…

Rabu, 20 Februari 2019 09:20

Setelah Saling Serang, Dua Kampus Damai, Pasangan Diminta Putus

SAMARINDA–Keributan antarmahasiswa dua perguruan tinggi, Politeknik Negeri Samarinda (Polnes)…

Selasa, 19 Februari 2019 14:27

TEPOK JIDAT..!! Ganti Rugi Rp 18 Triliun, Baru Dibayar Rp 32 Miliar

JAKARTA – Dalam debat calon presiden kemarin malam (17/2), Calon…

Selasa, 19 Februari 2019 14:01

Kejadian Lagi..!! Video Mesum Pelajar Samarinda Kembali Tersebar

DUA video durasi singkat dengan isi mengandung pornografi, menyebar. Diduga…

Selasa, 19 Februari 2019 12:22

BERANI NGGA? WALHI Tantang Jokowi Ungkap Lahan Negara yang Dikuasai Orang Dalam Timnya

JAKARTA- Terkait dengan lahan Hak Guna Usaha (HGU), Wahana Lingkungan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*