MANAGED BY:
KAMIS
18 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 12 Juli 2018 07:05
Penyaluran Kredit UMKM Naik 52,37 Persen

BPD Kaltimtara Targetkan Rp 2,5 Triliun hingga Akhir Tahun

MEMUASKAN: Penyaluran kredit UMKM BPD Kaltimtara ditarget terus tumbuh hingga semester II 2018.

PROKAL.CO,  

SAMARINDA — Penyaluran kredit UMKM oleh PT BPD Kaltim-Kaltara (Bankaltimtara) pada semester I 2018 dinilai memuaskan. Sepanjang Januari sampai Juni 2018, Bankaltimtara telah menyalurkan kredit dan pembiayaan ke sektor UMKM sebesar Rp 1,42 triliun atau naik 52,37 persen (year on year) dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 937,4 miliar.

“Pada Desember 2017, sudah tersalur sebesar Rp 1,36 triliun ke sektor UMKM. Lalu dalam kurun waktu enam bulan, tercatat naik sebesar Rp 66,64 miliar atau 4,89 persen. Sampai saat ini pun masih menjadi fokus kami untuk lebih ditingkatkan lagi,” papar Abdul Haris Sahilin, pimpinan Sekretariat Bankaltimtara, kepada Kaltim Post, Rabu (11/7).

Ditambahkan Haris, pertumbuhan secara year on year tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit UMKM pada semester II 2017. Sehingga, pertumbuhan penyaluran kredit UMKM diprediksi akan tumbuh tinggi pada semester II 2018. Bahkan ditargetkan di atas Rp 2,5 triliun pada akhir tahun. Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di bawah 5 persen.

“Sebagian besar debitur sektor UMKM ini adalah di bidang konstruksi, dengan konsentrasi proyek pemerintah daerah. Nah, proyek pemerintah daerah pada semester I saat ini masih dalam proses lelang. Sehingga, peningkatan kredit akan tinggi setelah semester II,” tutur Haris.

Lebih lanjut, adanya pemangkasan tarif pajak penghasilan (PPh) final UMKM oleh pemerintah menjadi 0,5 persen dari sebelumnya 1 persen, bisa menjadi peluang perbankan menyalurkan kredit ke segmen tersebut. Dengan pajak yang rendah maka akan mendorong kegiatan UMKM. Ujungnya, pengusaha UMKM akan ada kebutuhan kredit.

Namun, menurut Haris, hal tersebut masih bergantung dari karakteristik wilayah dan ekonomi. Sebab, tiap-tiap memiliki perbedaan.  “Kita beda dengan wilayah lainnya. Contoh saja di Jawa yang sebagian besar bidang manufaktur. Kaltim masih mengandalkan sumber daya alam, seperti pertambangan. Turunannya sedikit, sehingga pelaku usahanya tidak sebanyak jika dibandingkan Jawa,” tambahnya.

Sehingga, dengan penurunan PPh UMKM apakah berdampak signifikan terhadap pengajuan kredit, menurut Haris, hal itu tidak dapat langsung terlihat dalam kurun waktu satu tahun dari waktu penerapannya. “Namun, ke depannya memang akan berdampak secara keseluruhan, tetapi, bertahap,” pungkas Haris. (*/nan/tom/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Oktober 2018 06:50

Promosikan Wisata Halal Lombok

BADUNG – Pariwisata menjadi tema lanjutan pertama yang dibahas setelah pertemuan tahunan bertajuk…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Pengusaha Butuh Kepastian Pasar

SAMARINDA - Program mandatori biodiesel 20 persen (B20)  atau pencampuran minyak kelapa sawit ke…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:48

Furnitur Impor Mulai Terdampak Kenaikan Dolar

BALIKPAPAN - Keperkasaan dolar Amerika Serikat (USD) terhadap rupiah tak serta-merta memengaruhi penjualan…

Rabu, 17 Oktober 2018 06:43

Jalan Dua Bulan, WP Meningkat hingga 18.424 Orang

BALIKPAPAN – Sejak Juli lalu, tarif pajak penghasilan (PPh) Final untuk usaha mikro, kecil, dan…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:44

Triton Masih Jadi Unggulan

BALIKPAPAN - Membaiknya kinerja pertambangan batu bara di Bumi Etam turut mengerek penjualan Mitsubishi.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:42

Minyak Mentah Turun Bisa Jadi Penolong Rupiah

JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) masih sulit meninggalkan level 15.000.…

Selasa, 16 Oktober 2018 06:32

Pacu Pembangunan Pembangkit Listrik Energi Terbarukan

JAKARTA - Indonesia memerhatikan laporan terbaru panel antar pemerintah tentang perubahan iklim …

Senin, 15 Oktober 2018 06:36

BI Sebut Kebutuhan Dolar Masih Besar

JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memproyeksi kebutuhan valuta asing dalam bentuk dolar Amerika Serikat…

Senin, 15 Oktober 2018 06:29

Kerek Okupansi Hotel

BALI – Gelaran pertemuan tahunan bertajuk Annual Meetings International Monetary Fund World Bang…

Senin, 15 Oktober 2018 06:28

Jaga Daya Beli, Jokowi Pastikan Premium Tidak Naik

JAKARTA - Pekan lalu publik sempat dihebohkan dengan pengumuman kenaikan bahan bakar minyak (BBM) jenis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .