MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 12 Juli 2018 07:05
Penyaluran Kredit UMKM Naik 52,37 Persen

BPD Kaltimtara Targetkan Rp 2,5 Triliun hingga Akhir Tahun

MEMUASKAN: Penyaluran kredit UMKM BPD Kaltimtara ditarget terus tumbuh hingga semester II 2018.

PROKAL.CO,  

SAMARINDA — Penyaluran kredit UMKM oleh PT BPD Kaltim-Kaltara (Bankaltimtara) pada semester I 2018 dinilai memuaskan. Sepanjang Januari sampai Juni 2018, Bankaltimtara telah menyalurkan kredit dan pembiayaan ke sektor UMKM sebesar Rp 1,42 triliun atau naik 52,37 persen (year on year) dari periode yang sama pada tahun sebelumnya sebesar Rp 937,4 miliar.

“Pada Desember 2017, sudah tersalur sebesar Rp 1,36 triliun ke sektor UMKM. Lalu dalam kurun waktu enam bulan, tercatat naik sebesar Rp 66,64 miliar atau 4,89 persen. Sampai saat ini pun masih menjadi fokus kami untuk lebih ditingkatkan lagi,” papar Abdul Haris Sahilin, pimpinan Sekretariat Bankaltimtara, kepada Kaltim Post, Rabu (11/7).

Ditambahkan Haris, pertumbuhan secara year on year tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit UMKM pada semester II 2017. Sehingga, pertumbuhan penyaluran kredit UMKM diprediksi akan tumbuh tinggi pada semester II 2018. Bahkan ditargetkan di atas Rp 2,5 triliun pada akhir tahun. Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) di bawah 5 persen.

“Sebagian besar debitur sektor UMKM ini adalah di bidang konstruksi, dengan konsentrasi proyek pemerintah daerah. Nah, proyek pemerintah daerah pada semester I saat ini masih dalam proses lelang. Sehingga, peningkatan kredit akan tinggi setelah semester II,” tutur Haris.

Lebih lanjut, adanya pemangkasan tarif pajak penghasilan (PPh) final UMKM oleh pemerintah menjadi 0,5 persen dari sebelumnya 1 persen, bisa menjadi peluang perbankan menyalurkan kredit ke segmen tersebut. Dengan pajak yang rendah maka akan mendorong kegiatan UMKM. Ujungnya, pengusaha UMKM akan ada kebutuhan kredit.

Namun, menurut Haris, hal tersebut masih bergantung dari karakteristik wilayah dan ekonomi. Sebab, tiap-tiap memiliki perbedaan.  “Kita beda dengan wilayah lainnya. Contoh saja di Jawa yang sebagian besar bidang manufaktur. Kaltim masih mengandalkan sumber daya alam, seperti pertambangan. Turunannya sedikit, sehingga pelaku usahanya tidak sebanyak jika dibandingkan Jawa,” tambahnya.

Sehingga, dengan penurunan PPh UMKM apakah berdampak signifikan terhadap pengajuan kredit, menurut Haris, hal itu tidak dapat langsung terlihat dalam kurun waktu satu tahun dari waktu penerapannya. “Namun, ke depannya memang akan berdampak secara keseluruhan, tetapi, bertahap,” pungkas Haris. (*/nan/tom/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:18

Manjakan Konsumen lewat Semarak Kemerdekaan

BALIKPAPAN  -  Long weekend pekan ini dimanfaatkan ACE Hardware dengan menggeber penjualan.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16

Tekan Impor Migas

JAKARTA  -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Enggan Bergantung Komoditas

SAMARINDA  -   Perekonomian Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami pertumbuhan sebesar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Dua Kapal Tertunda, Logistik Masih Aman

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi dua pekan terakhir, membuat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:13

Bulan Depan, Harga TBS Diprediksi Membaik

SAMARINDA  -  Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim kembali…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:11

Optimistis Rupiah Kukuh di Kisaran 14.000 Per USD

JAKARTA  –   Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:08

Tahun Depan, Gaji ASN Naik 5 Persen

JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasar Rancangan Anggaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Target Turunkan Angka Kemiskinan 8,5 Persen

JAKARTA  –   Pemerintah bertekad menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 8,5…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:03

Belum Swasembada Kedelai

SURABAYA  –  Tingginya konsumsi kedelai di Tanah Air masih belum diimbangi dengan suplai…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:02

Maksimalkan Kapal Penangkap Ikan

SURABAYA  –   Kebijakan pemerintah di sektor maritim melalui pengembangan infrastruktur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .