MANAGED BY:
JUMAT
14 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 10 Juli 2018 13:10
Sempat Ribut, Kini Faroek-Isran Saling Puji

“Berdamai” di Lamin Etam, Gubernur Minta Lanjutkan Program, Rusmadi-Safaruddin Terima Kekalahan, Janji Temui Pemenang Pilkada

MURID DAN GURU: Isran Noor (tengah) dan Hadi Mulyadi (kiri) menemui Awang Faroek Ishak di Lamin Etam kemarin. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA – Drama perang urat saraf antara Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak dan Calon Gubernur Kaltim Isran Noor mewarnai Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim. Itu setelah pasangan calon Isran Noor-Hadi Mulyadi meraih suara terbanyak versi hitung cepat. Namun, kemarin (9/7) “perang” itu tak terlihat ketika Isran-Hadi bertemu Faroek di Lamin Etam.

Dari pantauan Kaltim Post, kompak mengenakan baju putih dan kopiah hitam, Isran-Hadi tiba di Lamin Etam sekitar pukul 09.00 Wita. Isran didampingi istrinya, Norbaiti. Sementara itu, Hadi Mulyadi didampingi istrinya, Erni Makmur. Kedatangan pasangan yang diusung Gerindra, PKS, dan PAN itu langsung disambut Faroek yang didampingi Pj Sekprov Kaltim Meiliana.

Pertemuan awalnya digelar tertutup. Awak media tidak diperkenankan masuk dan diminta menunggu di luar pintu gerbang. Setelah pertemuan, sekitar pukul 10.25 Wita, awak media dipersilakan masuk. Faroek beserta Isran-Hadi menggelar jumpa pers.

Suasana akrab tampak dari wajah Isran maupun Faroek menyambut kehadiran media di ruang VIP. Keduanya sempat melemparkan senyum dan menyapa awak media. “Saya ucapkan selamat kepada Pak Isran dan Pak Hadi. Saya sedang mempersiapkan pelantikan keduanya di Istana Negara dan sidang paripurna pada 18 Desember,” kata Faroek.

Dia mengatakan, selain memberi ucapan selamat, dirinya juga meminta Isran-Hadi dapat melanjutkan semua program pemprov yang sudah dilaksanakan. Program yang baik agar dipertahankan. Sementara program yang kurang baik dievaluasi dan direncanakan ulang sesuai aturan demi kebaikan bersama.

Soal proyek yang selama ini dibangun, diakuinya tak bisa mengandalkan APBN. Sehingga sangat sulit menyelesaikan program yang sudah direncanakan. Sementara ingin mengandalkan APBD kondisinya juga serba kekurangan.

Sehingga perlu melibatkan sektor swasta untuk membangun infrastruktur. Jalan Tol Balikpapan-Samarinda misalnya, saat ini dikerjakan bersama dengan BUMN. Tapi sebelum itu, Pemprov Kaltim harus mengucurkan APBD sebagai pendanaan awal proyek. Setelahnya ada investor yang berminat menggarap.

“Saya harap, Isran Noor dapat mencari cara terbaik untuk melanjutkan pembangunan yang sudah ada. Kalau pada era saya kecepatan pembangunan cuma 20 km/jam. Harapannya Isran-Hadi bisa 30 km/jam, bahkan hingga 120 km/jam karena lewat jalan tol,” seloroh Faroek.

Selain itu, dia optimistis di tangan keduanya Kaltim bisa lebih maju dan sejahtera. Dia mengaku mengenal baik Isran selama bekerja sama membangun di Kutai Timur (Kutim). Kala itu, Isran sebagai wakilnya dan Faroek sebagai bupati.

Isran, sebut dia, adalah sosok yang berani. Punya banyak pengalaman di kancah nasional. Salah satunya pernah memimpin Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia. “Hasil Pilgub Kaltim, Isran-Hadi keluar sebagai pemenang. Saya ucapkan selamat dan berharap keduanya sukses membangun Kaltim ke depan,” pungkasnya.

Isran yang duduk persis di samping Faroek pun tersenyum. Dia menuturkan, dirinya dan Hadi Mulyadi bersama istri masing-masing datang menemui gubernur dengan niat silaturahmi. Hal itu wajib dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada senior. Dia pun mengucapkan terima kasih atas ucapan dan penyambutan yang sudah dilakukan.

“Beliau (Awang Faroek) sudah saya anggap guru. Beliau adalah guru di politik, jadi atasan di birokrat dan politik sekaligus, sampai bupati dan gubernur. Ini sebagai tanda hormat dan terima kasih saya sebagai junior kepada beliau yang telah banyak memberikan inspirasi yang luar biasa kepada saya,” ucap Isran.

Ditegaskan Isran, setelah dilantik akhir tahun ini, program strategis yang telah dilaksanakan Faroek akan dilanjutkan. Meski begitu, tetap ada program-program yang mesti dievaluasi. Mengingat, kondisi keuangan Kaltim yang sedang minim. “Evaluasi tidak mesti dibatalkan. Evaluasi itu untuk merancang dan menetapkan strategi pembangunannya,” tambah dia.

Soal menghentikan sejumlah proyek Faroek, Isran membantah jika hendak serta-merta menghentikan proyek yang digagas Gubernur. Namun dievaluasi. Soal dihentikan atau tidak akan diputuskan kemudian. “Dihentikan itu hasil gorengan (media), ya enggak apa-apa,” ucap Isran tersenyum.

Setelah menggelar jumpa pers, Isran-Hadi beserta istri langsung berpamitan dengan gubernur. Rombongan menyempatkan diri mengabadikan momen bersama dan diabadikan oleh awak media. Faroek, Isran Noor, dan Hadi Mulyadi kompak melepar senyum.

RIBUT-RIBUT

Perang urat saraf antara Faroek dengan Isran bermula saat Isran menggelar jumpa pers di kediamannya di Samarinda setelah mengetahui dia bersama Hadi Mulyadi unggul lewat versi hitung cepat pada Rabu (27/6) lalu. Kala itu, Isran dengan lantang setelah dilantik sebagai gubernur, dia akan langsung mengevaluasi program Pemprov Kaltim.

Sehari kemudian, komentar itu dibalas oleh Faroek lewat konferensi pers di Kantor Gubernur Kaltim. Saat itu, Gubernur bilang ada dugaan praktik politik uang di Pilgub Kaltim. Namun, dia belum bisa membuktikan. Meski demikian, kata dia, bukti lain yang menguatkan dugaan dia, yakni pasangan calon yang dalam beberapa lembaga survei tidak diunggulkan, tapi bisa menang. Jadi, ada potensi money politic.

“Bukan wewenang gubernur untuk mengusut terkait adanya kecurangan penggunaan money politic. Tapi, tugas Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) Kaltim dan kepolisian karena mereka yang mencari buktinya,” tambah dia. Gubernur memang tidak menyebut nama secara langsung terkait siapa yang melakukan politik uang. Namun, diyakini, Faroek menyinggung pasangan Isran-Hadi.

Tuduhan adanya politik uang yang dialamatkan kepadanya, Isran Noor menanggapi santai. Menurut dia, dugaan itu menjadi hak gubernur. “Gubernur kan manusia biasa, saya juga manusia biasa. Kalau beliau (Awang Faroek) salah itu, biasa-biasa saja. Ketika ada hasil quick count memenangkan nomor 3 dan ada yang tidak setuju juga boleh-boleh saja,” jawab Isran yang disambut tepuk tangan dan tawa pendukungnya saat konferensi pers di kediamannya.

Tak berhenti di situ, Gubernur menggelar Fokus Grup Diskusi (FGD) di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, Senin (2/7). Faroek mengundang keempat pasangan calon, pengurus partai politik hingga tokoh masyarakat di Kaltim.

Dalam FGD itu, Faroek kembali mengungkapkan adanya kecurangan dalam pilgub. Yang paling disorot Gubernur dalam Pilgub Kaltim tahun ini adalah dugaan maraknya kampanye hitam dan politik uang. Faroek menyebut, secara terang-terangan, praktik politik uang terjadi dan masif. Jadi, paslon yang sebelumnya tidak diunggulkan justru berhasil meraih suara terbanyak. Bahkan, keluar sebagai pemenang versi hitung cepat dari beberapa lembaga survei nasional.

Dugaan itu dialamatkan Faroek kepada pasangan Isran Noor-Hadi Mulyadi. Menurut Faroek, Isran punya potensi melakukan politik uang. Isran adalah orang kaya. Bisa bepergian ke berbagai daerah menggunakan pesawat pribadi. Bahkan, ke pelosok Kaltim seperti Desa Jantur di Kutai Kartanegara dan Kecamatan Busang di Kutai Timur menggunakan helikopter.

“Ya, tinggal dibuktikan saja lagi. Pasti ada suatu yang luar biasa. Luar biasanya adalah politik uang. Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) harus mengusut tuntas,” ujar Faroek. Hingga akhirnya, Gubernur menyampaikan sejumlah keterangan terkait kecurangan di pilgub itu ke Bawaslu Kaltim, Jumat (6/7) lalu.

TERIMA KEKALAHAN

Setelah sempat walk out (WO) dalam rapat pleno rekapitulasi perhitungan suara di KPU Kaltim. Tadi malam, tim sukses Rusmadi-Safaruddin menggelar konferensi pers. Dihadiri langsung oleh Rusmadi, tim sukses menyampaikan hasil keputusan Bawaslu Kaltim.

Hasilnya, gugatan tim sukses Rusmadi-Safaruddin ditolak sepenuhnya oleh Bawaslu Kaltim karena dianggap tidak memenuhi unsur pelanggaran. Padahal, berdasarkan temuan tim sukses Rusmadi-Safaruddin terjadi pelanggaran setidaknya di 1.211 tempat pemungutan suara (TPS) se-Kaltim. Bentuk kecurangan beragam, salah satunya indikasi penggelembungan suara. “Kami sejujurnya kecewa atas ditolaknya gugatan kami. Tapi sebagai warga negara yang baik, kami bisa menerima dan tunduk atas keputusan itu,” ujar Rusmadi.

Dia sampaikan, atas gugurnya gugatan, dirinya bersama Safaruddin mengucapkan selamat atas kemenangan yang diraih oleh Isran-Hadi. Pihaknya bisa menerima hasil Pilgub Kaltim. “Kami berencana menemui langsung Pak Isran dan Pak Hadi. Beliau adalah senior saya, tidak elok via telepon,” ujar Rusmadi.

Dia harapkan, Isran-Hadi dapat memimpin Kaltim lebih baik ke depan. Melanjutkan pembangunan yang sudah dilakukan sebelumnya. Serta dapat menunaikan janji-janji yang sudah disampaikan kepada rakyat Kaltim. “Semoga amanah. Proses pembangunan harus dilanjutkan dan kami percaya Isran-Hadi bisa memberikan yang terbaik untuk Kaltim ke depan,” pungkasnya.

DIHENTIKAN

KPU Kaltim telah menetapkan hasil rekapitulasi penghitungan suara dari seluruh kabupaten/kota. Pasangan calon (paslon) Isran Noor dan Hadi Mulyadi unggul dalam Pilgub Kaltim 2018 dengan perolehan suara 417.711. Peroleh ini mengungguli pasangan lainnya, yakni Rusmadi-Safaruddin 324.226 suara, Syaharie Jaang-Awang Ferdian Hidayat 302.987 suara, dan Sofyan Hasdam-Rizal Effendi 288.166 suara.

Sekarang memasuki masa sanggah. Setiap paslon dipersilakan mengajukan sanggahan terhadap hasil rekapitulasi. Ketua Bawaslu Kaltim Saiful Bachtiar juga membenarkan, laporan yang disampaikan paslon nomor 4 telah dihentikan. “Tidak memenuhi unsur pelanggaran ketentuan pemilihan kepala daerah,” katanya.

Setelah pihaknya mendalami dengan mengumpulkan bukti-bukti dari berbagai saksi, ternyata hanya kesalahan penulisan di TPS. Kendati demikian, kesalahan itu sudah diperbaiki dan direkapitulasi di tingkat kecamatan. “Apalagi tidak mengubah hasil perolehan suara paslon,” beber dia.

Adapun keterangan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang disampaikan ke Bawaslu Kaltim, Jumat (6/7) lalu, disebut Saiful, tidak dapat dijadikan petunjuk. Tidak memiliki alat bukti. Padahal, dalam Undang-Undang 10/2016 tentang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), untuk bukti permulaan, harus ada bukti perbuatannya. “Misalnya  memberi dalam bentuk uang atau barang yang bisa dikonversi dalam nilai uang. Harus juga menunjukkan bahwa ada bukti pihak paslon tertentu mengarahkan untuk memilih atau tidak memilih pasangan tertentu,” terang dia.

Terkait masa sanggah, pihaknya sedang menunggu. Namun sampai sekarang belum ada sanggahan yang masuk dari paslon. “Kami koordinasikan terus dengan KPU,” bebernya.

Ketua KPU Kaltim Muhammad Taufik mengatakan, proses rekapitulasi berjalan lancar dan sesuai regulasi. Apalagi pihaknya sudah memberi kesempatan pada saksi semua paslon untuk mengikuti proses rekapitulasi. Meski begitu, Taufik memastikan saksi paslon nomor satu, dua, dan tiga telah menerima hasil rekapitulasi. “Kami menunggu tiga hari ke depan untuk gugatan atau sanggahan. Setelah itu akan dilakukan penetapan,” bebernya.

Untuk tahapan selanjutnya, pihaknya hanya bisa menunggu perselisihan hasil pemungutan suara (PHPS) di Mahkamah Konstitusi (MK). Putusan MK akan disampaikan oleh KPU RI. “Kalau masuk gugatan, kami akan ke MK menghadiri gugatan. Kami tunggu informasinya tanggal 11 (Juli),” jelas dia.

Dikatakan karena selisih suara terlampau jauh, maka paslon yang kalah tampaknya tak bisa menyengketakan hasil Pilgub Kaltim ke MK. Dalam UU 10/2016 tentang Pilkada, untuk provinsi dengan berpenduduk 2–6 juta jiwa, batas selisih maksimal yang bisa disengketakan adalah 1,5 persen.

Sementara itu, Kaltim yang punya penduduk sekitar 4 juta jiwa selisih perolehan suara terbanyak di pilgub dan yang kalah sebanyak 7 persen. Dengan perincian, Isran-Hadi dengan persentase kemenangan 30,20 persen, Rusmadi-Safaruddin 23,44 persen, Jaang-Ferdian 21,90 persen, dan Sofyan-Rizal 20,83 persen.

“Jadi secara persentase, perolehan suara tidak dimungkinkan dilakukan sengketa. Hasilnya jauh melebihi batas maksimal yang diberikan undang-undang untuk paslon yang kalah,” terang Taufik. (*/him/*/dq/rom/k8)


BACA JUGA

Kamis, 13 Desember 2018 22:01

CATAT NIH..!! Selama Dua Tahun, Tak Ada Proyek Besar di Kaltim

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor mengungkapkan periode tahun 2019…

Kamis, 13 Desember 2018 11:27
Kemelut Seleksi Komisioner KPU Kaltim

5 Pansel Komisioner KPU Kaltim Diminta Keterangan Lebih 5 Jam

SAMARINDA – Kerja panitia seleksi (pansel) komisioner KPU Kaltim periode…

Kamis, 13 Desember 2018 10:32

Jumlah Pemilih di Kaltim Bertambah, TPS-nya Juga Bengkak

SAMARINDA- KPU Kaltim akhirnya melaksanakan pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih…

Kamis, 13 Desember 2018 10:15

Persentase Kemiskinan Kaltim Dibawah Nasional, Pemprov Jangan "Silau"

SAMARINDA - Persentase kemiskinan Kaltim berkisar 5 persen lebih rendah…

Rabu, 12 Desember 2018 10:55

Polsek Diserang dan Dibakar, Ini Kata TNI AL

Pengerusakan dan pembakaran beberapa kendaraan di Mapolsek Ciracas, Jakarta Timur…

Rabu, 12 Desember 2018 10:53

Gara-Gara Perwira TNI AL Dianiaya, Polsek Dibakar

Polsek Ciracas, Jakarta Timur diserang ratusan massa. Bahkan, delapan motor yang…

Rabu, 12 Desember 2018 09:20

Investasi di Kaltim Capai Rp 25,33 Triliun

SAMARINDA - Realisasi investasi Kaltim periode Januari hingga September 2018…

Rabu, 12 Desember 2018 08:42

Produk Bagus Dirusak Oknum

BALIKPAPAN – Terbongkarnya sindikat mafia tanah pengurusan izin membuka tanah…

Rabu, 12 Desember 2018 07:00

Kapten TNI AL Dikeroyok Tukang Parkir, Gini Dah Jadinya...BONYOKKK..!!

Seorang anggota TNI AL bernama Kapten Komarudin dikeroyok beberapa juru…

Selasa, 11 Desember 2018 13:12

MASIH BANYAK..!! Ada 120 Desa di Kaltim Masih Tertinggal

SAMARINDA- Badan Pusat Statistik Kaltim mencatat 120 desa di Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .