MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Senin, 09 Juli 2018 08:50
Cerita Norbaiti, Istri Isran Noor
Sungkan Lawan Awang Faroek
Norbaiti

PROKAL.CO, KEPUTUSAN Isran Noor ikut pemilihan gubernur Kaltim tahun ini sudah dipertimbangkan sejak setahun terakhir. Berawal dari dorongan sejumlah tokoh masyarakat dan adat Kaltim yang sowan ke kediamannya. “Sangat didukung, tetapi saat itu bapak belum yakin benar,” kisah Norbaiti, istri Isran Noor kepada Kaltim Post, beberapa waktu lalu.

Isran baru memantapkan diri setelah mendapat kabar dari para relawan. Menurut poling dari relawan, masyarakat menginginkan Isran mencalonkan diri dalam pesta demokrasi level provinsi. Jalan pun seolah terbuka.

Bahkan, di luar prediksi, Isran menerima rekomendasi dari Gerindra, melangkahi Yusran Aspar yang notabene kader loyal di partainya Prabowo Subianto itu. Dia bersama Hadi Mulyadi didukung Gerindra, PKS, dan PAN, menjadi pasangan pertama yang mendeklarasikan diri sebagai bakal calon kepala daerah.

Tentu saja ada dukungan Norbaiti dalam pengambilan keputusan tersebut. Hanya, Norbaiti menjelaskan, apapun langkah Isran seputar dunia politik, Norbaiti tak pernah mengintervensi. “Begitulah semestinya istri memosisikan diri, selalu mendukung suami,” jelas dia.

Kendati begitu, bukan berarti komunikasi seputar politik tak mengalir dari keduanya. Sama-sama punya latar belakang politik, isu terhangat tak lepas dari perbincangan mereka kala santai. “Terkadang seminggu ada dua kali. Bahkan lebih jarang, dua minggu hanya ada dua kali,” jelas dia.

Minimnya tajuk politik jadi bahan obrolan Isran, menurut dia, adalah hal lumrah. Itu sudah jadi tabiat Isran sejak lama. Mantan bupati Kutai Timur tak pernah membawa-bawa urusan pekerjaan ke dalam rumah. “Begitu juga ketika masih bupati Kutim. Semua urusan diselesaikan sebelum pulang. Setiba di rumah, fokus keluarga,” jelas mantan anggota DPR RI itu.

Dorongan untuk menjadi gubernur sedianya bukan kali ini saja. Pada 2013, Isran pun mendapat dukungan serupa. Saking kencangnya dukungan kala itu, Isran dispekulasikan berpasangan dengan sejumlah bakal calon pada saat itu. “Sempat juga dikaitkan maju mendampingi Pak Awang (Awang Faroek Ishak),” tutur dia.

Hanya, Isran memilih tak maju. Norbaiti menjelaskan, banyak pertimbangan hingga Isran memilih absen di Pilgub 2013. Salah satunya untuk menghormati Awang Faroek. Mereka sudah menganggap gubernur dua periode itu seperti orangtua. “Ada perasaan tak enak hati saat itu, maju tetapi menghadapi ‘orangtua’ sendiri,” ucap dia. Temali hubungan antara Isran dan Faroek teruntai sejak sama-sama mengembangkan Kutai Timur. Kala Faroek mendapat amanat sebagai penjabat bupati Kutim, Isran direkrut sebagai asisten II bidang pembangunan.

Berikutnya, Faroek menggaet Isran untuk menjadi wakilnya dalam pemilihan bupati Kutim. Sejak absen di pilgub 2013, Isran mulai mengurangi keterlibatannya dalam ingar-bingar dunia politik Benua Etam maupun nasional. Beberapa tahun terakhir dia manfaatkan untuk lebih dekat dengan keluarga. “Ada hikmahnya juga vakum. Beliau jadi lebih sering di rumah, berkumpul dengan keluarga,” terang dia. Pun ada tanggungan memimpin organisasi, Isran kini masih tercatat sebagai ketua umum Perhimpunan Penyuluhan Pertanian Indonesia (Perhiptani) Indonesia.

Sejak awal dirinya tak pernah mengira Isran menjadi tokoh masyarakat seperti sekarang. Sepakat membangun rumah tangga pada awal 1990-an, Norbaiti hanya menakar karier Isran berdasar latar belakangnya sebagai pegawai negeri sipil (PNS). “Paling tinggi mungkin hanya sekda (sekretaris daerah). Tetapi Allah punya jalan berbeda untuk Bapak,” jelas dia. Lantas siapkah Norbaiti mendampingi Isran bila nanti terpilih kepala daerah di jenjang provinsi? “Insyaallah siap,” kata perempuan 48 tahun itu. (tim kp)


BACA JUGA

Senin, 17 September 2018 09:18

Buku (Bukan Lagi) Jendela Ilmu

Dahulu buku jendela dunia. Namun, perlahan-lahan sang primadona mulai hilang pamor. Era digital disebut-sebut…

Senin, 17 September 2018 09:14

Ideal Baca 6 Jam Sehari

DUA pekan lalu menjadi hari penting bagi pecinta buku. Sebab 8 September ditetapkan sebagai hari literasi…

Senin, 17 September 2018 09:06

Koleksi Perpustakaan Daerah Belum Lengkap

BERBAGAI cara dilakukan untuk berkontribusi menambah literasi dari masyarakat lokal. Sejarawan lokal…

Senin, 17 September 2018 09:04

Menanti Inovasi Tenaga Pendidik

MEMBANGUN budaya literasi memang tak mudah. Tapi harus dilakukan serius, setahap demi setahap hingga…

Senin, 17 September 2018 09:01

Cerita Unta Bawa Kitab untuk Motivasi Membaca

TIDAK ada usaha yang mengkhianati hasil. Itulah yang menggambarkan sosok Rudini. Pria kelahiran Lampung,…

Senin, 17 September 2018 08:59

Menyentuh Angkasa dengan Buku

Oleh: Raden Roro Mira(Wartawan Kaltim Post (Juara 3 Duta Baca Kaltim 2018–2020) BENDA apa yang…

Jumat, 14 September 2018 08:48

Bergantung Anggaran yang Tak Tentu

PARIWISATA Samarinda kalah banyak dan kalah tenar ketimbang pertumbuhan perhotelan atau hiburan lainnya.…

Jumat, 14 September 2018 08:46

Pandangan Geologi dalam Potensi Wisata Alam Samarinda

OLEH: FAJAR ALAM(Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Kalimantan Timur) BUMI, sebagaimana…

Senin, 10 September 2018 09:02

Menggoyang Pemerintah dari Kantin Rektorat

Catatan: Faroq Zamzami (*) DI kampus, kantin tak sebatas menjadi destinasi isi perut. Bercanda. Bercengkerama…

Senin, 03 September 2018 09:04

Ditanya Penataan Sungai Karang Mumus, Ini Jawaban Sekkot Samarinda

BERBAGAI tudingan ketidaksiapan Pemkot Samarinda terhadap penanggulangan banjir mendapat tanggapan.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .