MANAGED BY:
RABU
22 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Sabtu, 23 Juni 2018 11:25
Tidak Boleh Angkut Lebih 10 Penumpang
DIBATASI: Kapal penyeberangan di Dusun Masabang, Kecamatan Sangatta Selatan, kini tak boleh mengangkut penumpang melebihi ketentuan.

PROKAL.CO, SANGATTA – Kapal penyeberangan atau yang lazim disebut ponton di Dusun Masabang, Kecamatan Sangatta Selatan, dianggap rawan kecelakaan. Moda transportasi tradisional tersebut kini dibatasi penggunaannya oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kutim. 

Sebelumnya, daya tampung ponton tak terbatas. Kini ada imbauan khusus. Pertama, ponton hanya boleh mengangkut tak lebih dari 10 orang. Apabila cuaca kurang baik dan arus kencang, hanya diperbolehkan membawa lima orang. Bila dalam keadaan banjir, maka dilarang beroperasi.

Kedua, ponton untuk mengangkut kendaraan motor, tidak boleh melebihi tujuh unit. Jika cuaca kurang baik dan arus kencang, hanya mengangkut lima unit saja. Bila dalam keadaan banjir, wajib tak beroperasi.

Ketiga, sepeda motor yang ingin menyeberang menggunakan ponton, wajib mematikan mesin kendaraan terlebih dahulu.

Kepala Dishub Kutim Ikhsanuddin Syerpi menyatakan, kebijakan itu bertujuan menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Di antaranya, ponton terbalik, kendaraan terjatuh, dan kemungkinan buruk lainnya.

"Kami tak menginginkan ada musibah. Makanya kami buatan kebijakan. Sedia payung sebelum hujan," kata Ikhsanuddin.

Dia meminta, semua ponton menaati imbauan tersebut. Dengan begitu, semua bisa diminimalisasi. Keselamatan terjamin, masyarakat nyaman saat menggunakan ponton.

"Tujuan kami hanya keselamatan. Kami hanya memastikan penumpang aman dan nyaman," ujarnya.

Sebelumnya, ponton sudah menerapkan pemasangan rantai besi di depan dan belakang ponton. Sehingga, kendaraan yang melaju, akan tertahan dengan rantai tersebut. Pastinya, akan memberikan rasa aman bagi pengendara saat berada di ponton.

Kebijakan ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat.  Hasti, warga Gang Seroni saat menuju Sangatta Selatan mengaku senang atas kebijakan dimaksud.

"Penumpang jadi aman kalau muatan tidak banyak di ponton. Sedangkan sebelumnya, kendaraan yang dimuat sampai penuh," katanya. (mon/san/k9)


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 10:55

Gimana Rasanya Coba, Serumah tapi Tak Dinafkahi

APALAH arti keberadaan pasangan, jika lahir dan batin seorang istri…

Rabu, 22 Mei 2019 10:49

Open Bidding Lima JPT Pratama Dimulai

PENAJAM- Lelang jabatan terbuka (open bidding) terhadap jabatan pimpinan tinggi…

Rabu, 22 Mei 2019 10:48

Pasar Murah TPID Disambut Warga Kecamatan

TANA PASER – Upaya stabilisasi harga kebutuhan sembilan bahan pokok…

Rabu, 22 Mei 2019 10:47

ALHAMDULILLAH..!! Ngga Kayak Daerah Lain, PTT di Sini Dapat THR

TANA PASER – Kabar baik untuk pegawai tidak tetap (PTT)…

Rabu, 22 Mei 2019 10:46

Jargas Dijanjikan Beroperasi Agustus

PENAJAM- Pengoperasian jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kabupaten Penajam…

Rabu, 22 Mei 2019 10:43

Dugaan Pencemaran di Desa Loh Sumber, DLH Periksa Lokasi

TENGGARONG – Laporan dugaan pencemaran dan atau kerusakan lingkungan di…

Rabu, 22 Mei 2019 10:42

Maling Motor Kepala Dinas Dibekuk, Ternyata Dia...

TENGGARONG - Kasus pencurian sepeda motor yang dilakukan AR (47),…

Rabu, 22 Mei 2019 10:41

Jalan Muara Beloan Bukan Kewenangan Pemprov

SENDAWAR - Kerusakan jalan akses ke Kampung Muara Beloan dan…

Rabu, 22 Mei 2019 10:38

Buruh TKBM Unjuk Rasa di KUPP

TANJUNG REDEB–Puluhan buruh tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Muara…

Rabu, 22 Mei 2019 10:37
Persiapan Angkutan Mudik di Kutim

Temukan Bus Tanpa Pemecah Kaca

SANGATTA–Ramadan sudah setengah jalan. Aktivitas mudik pun perlahan meningkat. Masyarakat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*