MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 22 Juni 2018 09:05
Dituding Pasrah, KPU Tak Kreatif

Rp 310 Miliar untuk Pilgub Disia-siakan oleh Golput

Sonny Sudiar

PROKAL.CO, SAMARINDA - Jelang pencoblosan pada 27 Juni mendatang, bayang-bayang golongan putih (golput) terus menyelimuti Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kaltim. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kaltim sebagai penyelenggara pemilu dianggap minim kreasi. Bahkan, cenderung pasrah menghadapi kenyataan yang ada.

Ketua Tim Sukses (Timses) Andi Sofyan Hasdam-Rizal Effendi, Husni Fahruddin, menegaskan itu. Dia menyebut, potensi golput di pilgub kali ini bisa menyentuh 40 persen. Kesimpulan itu bisa diambil dari minimnya sosialisasi yang dilakukan KPU Kaltim, terutama dalam tiap penyelenggaraan debat hingga dua putaran terakhir.

Sama sekali menunjukkan ketidakseriusan. Sosialisasi debat pertama misalnya, hanya disiarkan di Metro TV tidak di-relay di TVRI Kaltim. Ditambah, sosialisasi yang minim ke masyarakat. Kondisi itu dianggap KPU pasrah terhadap masalah yang ada. Terlebih minim kreativitas untuk menekan angka golput.

“Jadi, sekarang yang gencar hanya tim pemenangan calon masing-masing, semestinya KPU Kaltim juga harus bisa lebih gencar lagi dalam melakukan sosialisasi. Terutama saat debat kandidat agar masyarakat bisa melihat langsung kualitas setiap calon,” jelasnya.

Keyakinan akan golput tinggi cukup beralasan. Itu berdasarkan data golput selama dua penyelenggaraan pemilu terakhir, yakni Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2015.

Saat Pileg 2014, angka golput mencapai 33,72 persen dari jumlah pemilih 2.423.710, yakni 817.109 pemilih menyatakan golput. Sementara pada Pilkada Serentak 2015, angka golput meningkat, yakni mencapai 43 persen dari total pemilih 2.440.160 atau setara 1.050.078 memilih tak mencoblos.

Pada 2015, Kutai Timur (Kutim) dan Samarinda menjadi dua daerah yang menyumbang golput paling tinggi. Masing-masing, Kutim sebesar 51,58 persen dan Samarinda dengan persentase 50,83 persen golput.

Sementara itu, pengamat politik Universitas Mulawarman (Unmul) Sonny Sudiar menyatakan, faktor golput tinggi tidak serta-merta menjadi kesalahan KPU Kaltim sebagai penyelenggara. Justru selama ini KPU Kaltim sudah maksimal menggelar sosialisasi, khususnya di Samarinda. Namun golput bakal tetap tinggi. Berkisar 40-an persen.

“Pilgub Kaltim kali ini banyak faktor pengganggu yang bisa membuat golput tinggi. Mulai Ramadan, Lebaran, Asian Games, hingga Piala Dunia. Itu membuat perhatian warga terhadap pilkada menurun,” ujar Sonny, kemarin (21/6). “Pilkada 2015, Samarinda dengan jumlah pemilih terbanyak justru paling tinggi golputnya. Sampai 50,83 persen,” tambah dia.

Melihat fakta-fakta tersebut, selain dipengaruhi momentum, golput dipengaruhi karakter pemilih. Terutama di kawasan perkotaan yang cenderung apatis melihat kepemimpinan daerah selama ini yang dinilai tidak berpengaruh langsung terhadap kehidupan mereka. Sehingga muncul stigma, mau memilih atau tidak hidup mereka sama saja.

Golput tinggi tentu tidak baik. Apalagi momentum Pilgub Kaltim 2018 ini sangat penting untuk menentukan kepala daerah terbaik dari keempat pasangan calon. Ditambah pemilihan hanya digelar satu putaran. Beda satu suara sangat menentukan gubernur selanjutnya. “Suara warga sangat penting. Warga harus menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin,” tambah Sonny.

Dikatakan dosen di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul itu, rendahnya partisipasi saat ini salah satunya juga disebabkan mekanisme pemilihan yang kurang fleksibel. Seperti pemilih harus memilih di tempat yang sudah ditentukan.

Contoh kasusnya, banyak mahasiswa asal Kutai Timur yang tinggal di Samarinda. Saat pencoblosan mereka masih di Samarinda. Sementara agar bisa tetap mencoblos di Samarinda mereka harus mengurus surat pindah dan ujung-ujungnya mereka pulang ke Kutai Timur.

Padahal, jika sistem digitalisasi sudah diterapkan, warga yang memiliki KTP-el mau di mana pun mencoblos bisa, tidak perlu pulang ke daerah asal. Sementara agar tidak mencoblos berulang-ulang, penting sistem lebih canggih agar bisa memblok KTP-el yang sudah memilih.

Samarinda dengan tingkat partisipasi terendah dalam pemilu sebelumnya, lanjut dia, sejak awal dihuni dengan karakter pemilih yang segmented. Sudah menjadi simpatisan maupun tim sukses. Sehingga dengan tingkat partisipasi di atas 50 persen sudah masuk kategori bagus. Meskipun tetap diharapkan partisipasinya jauh lebih besar.

Menurut dia, warga Samarinda harus malu dengan Mahakam Ulu. Kabupaten termuda di Kaltim itu angka partisipasi sebelumnya mencapai 70-an persen. Padahal, kondisi geografisnya jauh lebih sulit dari Kota Tepian. Ditambah kesadaran dari warganya yang menganggap pemimpin baru akan berdampak pada kehidupan mereka. Beda dengan Samarinda, Balikpapan, Bontang, dan Kutai Kartanegara yang dihuni dengan tingkat pendidikan lebih baik, namun kesadaran politiknya kurang.

Adapun, Komisioner KPU Kaltim Viko Januardy mengaku tak risau dengan ancaman golput. Namun, dia memastikan selama ini upaya sosialisasi KPU Kaltim maupun KPU kabupaten/kota sudah maksimal ke masyarakat. Baik sosialisasi langsung maupun melalui media. Mulai televisi, radio, koran, spanduk, pamflet, hingga online.

Bahkan, ujar dia, Pemprov Kaltim dan pemerintah kabupaten/kota juga bergerak menyosialisasikan pelaksanaan pilgub yang digelar pada 27 Juni itu. “Semoga masyarakat ke TPS dan menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin. Apalagi pada 27 Juni akan ditetapkan sebagai hari libur,” harapnya.

Komisioner KPU Kaltim lainnya, Ida Farida, menolak jika golput tinggi kelak menjadi tanggung jawab KPU semata. Sebab, tingkat partisipasi masyarakat dalam pesta demokrasi merupakan peran bersama sejumlah pihak. Mulai KPU, peserta pemilu, pemerintah, organisasi masyarakat, dan lainnya.

Namun, dia tidak memungkiri golput bisa tinggi karena situasi pencoblosan yang begitu dekat dengan libur Lebaran. Ke depan, pemerintah harus lebih bijak menetapkan waktu pencoblosan. Apalagi, Kaltim merupakan daerah yang dihuni banyak pendatang. Pada musim mudik Idulfitri banyak di antara mereka pulang ke kampung halaman dan berimbas pada angkat golput yang semakin tinggi.

“Ke depan kami berharap ada perbaikan regulasi dan sistem pemilihan. Misal tidak hanya pemerintah, tapi juga perusahaan swasta meliburkan karyawannya. Sehingga partisipasi bisa terus ditingkatkan,” ucapnya.

Penjabat (Pj) Sekprov Kaltim Meiliana memastikan demi partisipasi masyarakat dapat maksimal pihaknya bakal membuat surat edaran libur pada 27 Juni mendatang. Saat ini draf surat keputusan (SK) pengumuman itu sudah dibuat dan tinggal menunggu instruksi dari pemerintah pusat untuk ditetapkan sebagai hari libur.

“Rugi kalau tidak mencoblos. Biaya Pilgub Kaltim itu sangat besar sekitar Rp 310 miliar. Tidak sedikit uang rakyat yang dipakai untuk membiayainya, makanya kami liburkan agar pemilih maksimal,” tutur dia. (*/him/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 10:41

ALHAMDULILLAH..!! Proyek Jalan Menuju Jembatan Pulau Balang Boleh Dilanjutkan

SETELAH mencapai kesepakatan dengan pemilik lahan, Panitia Pengadaan Lahan Pulau…

Sabtu, 15 Desember 2018 06:09

Kinerja Industri Non-migas Membaik

SAMARINDA  -   Kinerja industri pengolahan non-migas mulai menunjukkan perbaikan.…

Jumat, 14 Desember 2018 22:17

Pendirian Pabrik Semen di Kutai Timur Berlanjut

SAMARINDA - Tidak lama lagi, pabrik semen yang pertama di…

Jumat, 14 Desember 2018 22:14

Gubernur Tanya Isu Sawit ke Dubes Belgia, Begini Jawabannya...

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor melakukan pertemuan dengan Dubes…

Jumat, 14 Desember 2018 09:57

Bos Bank Indonesia Bilang, Harga Tiket Pesawat 2,1 Juta Masih Wajar

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor rapat bersama dengan Tim…

Jumat, 14 Desember 2018 08:25

Pahala yang Sia-Sia

CATATAN: BAMBANG ISWANTO (Dosen Institut Agama Islam Negeri Samarinda) URUSAN…

Jumat, 14 Desember 2018 07:41

Banyak Pemdes Ngutang di Toko Bangunan, Sisa ADD Dipertanyakan

PENAJAM – Puluhan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) mendatangi kantor…

Jumat, 14 Desember 2018 07:37

NGANGGUR DAH..!! Kontrak Ribuan Honorer Bakal Dihapus

PENAJAM – Keberadaan tenaga harian lepas (THL) atau tenaga honorer…

Kamis, 13 Desember 2018 22:01

CATAT NIH..!! Selama Dua Tahun, Tak Ada Proyek Besar di Kaltim

SAMARINDA - Gubernur Kaltim Isran Noor mengungkapkan periode tahun 2019…

Kamis, 13 Desember 2018 11:27
Kemelut Seleksi Komisioner KPU Kaltim

5 Pansel Komisioner KPU Kaltim Diminta Keterangan Lebih 5 Jam

SAMARINDA – Kerja panitia seleksi (pansel) komisioner KPU Kaltim periode…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .