MANAGED BY:
SELASA
25 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 22 Juni 2018 08:57
Jadi Volunteer bagi Suporter, Rela Tanpa Dibayar

Cerita Mahasiswa Kaltim di Balik Gelaran Piala Dunia di Rusia (2-Habis)

CARI PENGALAMAN: Dinda Maurissa Hartlan (tengah) bersama suporter Mesir di kawasan Stadion Saint Petersburg. (DOK PRIBADI)

PROKAL.CO, Piala Dunia menjadi magnet besar bagi penggila si kulit bundar sejagat. Jutaan orang diperkirakan mengunjungi Rusia untuk merayakan pesta sepak bola itu. Demi menyukseskan gelaran tersebut, panitia merekrut ribuan volunteer untuk memperlancar gawean empat tahunan itu.

LANGKAH Dinda Maurissa Hartlan terhenti setelah melihat iklan di stasiun metro, kereta bawah tanah, Rusia, Januari lalu. Matanya tertuju pada papan reklame yang menampilkan iklan untuk menjadi volunteer Piala Dunia.

Bayang-bayang bakal menjadi bagian dalam event sepak bola terbesar pun menggelayut. Dara 20 tahun itu mantap mendaftarkan diri. Dinda harus bersaing dengan 5.906 pendaftar agar bisa menjadi tenaga relawan. Dari jumlah itu, hanya 2.000 orang yang diterima. Plus 300 cadangan. “Setelah tes wawancara, satu bulan kemudian hasilnya keluar. Saya diterima,” kata alumnus SMA 1 Balikpapan itu.

Perempuan yang hobi menyanyi dan menulis itu ditanya seputar kehidupan sehari-hari. Termasuk sebagai mahasiswa asing. Dinda tercatat sebagai mahasiswa Saint Petersburg State Transport University, Jurusan Manajemen Perkeretaapian.

Hampir dua tahun di Rusia, membuat Dinda tidak terlampau sulit menjawabnya. Terlebih pada tahun pertama dia sudah dibekali pelajaran bahasa Rusia pada kelas persiapan sebelum kuliah. “Saya juga sering berlatih dengan teman-teman. Sekarang sudah tidak terlalu khawatir kalau pergi sendirian,” terangnya.

Anak kedua dari tiga bersaudara itu juga ditanya tentang cara beradaptasi di Negara Beruang Merah. Menurut dia, tantangan terberat selama di Rusia selain bahasa adalah cuaca. Saat musim dingin, suhu bisa mencapai minus 28 derajat celsius.

“Sekarang musim panas. Cuaca masih belum stabil. Sepertinya masih pancaroba. Karena itu harus lebih memperhatikan asupan gizi. Setiap hari juga selalu mengecek perkiraan cuaca. Tapi setelah hampir 2 tahun di sini, jadi sudah terbiasa,” ujarnya.

Sejatinya, Dinda tidak benar-benar menggilai sepak bola. Namun, bagi dia, menjadi volunteer Piala Dunia merupakan kesempatan sekali seumur hidup. Perempuan berambut sebahu ini mengaku menikmati tugas yang diberikan.

Dia kebagian mengurusi transport dan last mile. Dinda bertugas di bandara dan memberikan informasi kepada suporter tentang kendaraan apa saja yang bisa digunakan. Seperti nomor bus, stasiun metro, dan cara memesan taksi.

“Kalau last mile tugasnya menyemangati suporter yang akan menonton pertandingan di stadion. Divisi ini biasanya berdiri di sekitar Stadion Saint Petersburg atau di jalan utama menuju stadion sambil memberikan hi five (high five/tos),” ungkapnya.

Tidak setiap hari Dinda bertugas. Dia diberikan waktu sehari istirahat setelah menjalan tugasnya. Total hanya 15 hari Dinda aktif. “Setiap ada pertandingan saya di sekitar stadion (last mile) sisanya di bandara,” jelasnya.

Sebagai relawan, Dinda tidak diberi bayaran. Dia hanya dibekali hoodies, kaus, tas, jas hujan, dan jaket. Serta mendapat layanan makan gratis dan kartu transportasi gratis selama 2,5 bulan. “I do it with heart. Melihat wajah orang yang kita bantu puas dan gembira, jadi ikut senang,” katanya.

Melayani pengunjung dari pelbagai negara menjadi pengalaman tersendiri baginya. Salah satu yang membekas adalah ketika didatangi polisi untuk mengarahkan suporter Maroko berumur sekitar 50 tahun, jelang laga kontra Iran. “Saya sudah jelaskan panjang lebar menggunakan bahasa Inggris, tapi ternyata dia tidak mengerti. Jadi, cuma menggunakan bahasa tubuh,” katanya, sembari tertawa.

Hingga pekan pertama Piala Dunia, menurut dia, yang paling seru adalah pendukung Mesir. Di mana mereka datang mengenakan pakaian khas. “Kalau suporter Tunisia excited banget kalau lihat ada kamera televisi. Kalau foto-foto juga suka nimbrung,” katanya.

Dia memberikan apresiasi terhadap cara suporter saat mengurus tiket. Mereka sabar mengantre. Dan tidak rusuh. Mereka yang membawa anak di bawah umur tidak waswas. Sementara terkait jagoan di Piala Dunia 2018 ini, Dinda menginginkan tuan rumah Rusia sebagai juara. Walau dia menyukai Jesse Lingard (Inggris) dan Lionel Messi (Argentina). (edw/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Senin, 24 September 2018 09:38

Menjajal Megabus, Pesaing sang Legenda Greyhound

Dihubungkan jaringan jalan yang begitu panjang dari satu kota ke kota lain. Seluruh penjuru daratan…

Senin, 24 September 2018 09:23

Tak Ingin Bebani Warga, Minta Pemerintah Turunkan Harga

Dibanding daerah lain di Kaltim, Bontang dapat dikatakan lebih unggul dalam hal jaringan gas (jargas).…

Senin, 24 September 2018 09:20

Sudah Ditetapkan, Idris Geser Ferdian

PERLAHAN tapi pasti. Dukungan bagi Muhammad Idris sebagai kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD)…

Minggu, 23 September 2018 12:55

Tuntaskan Proyek Peninggalan Gubernur

SAMARINDA - Restuardy Daud akhirnya resmi dilantik sebagai Penjabat (Pj) Gubernur Kaltim oleh Menteri…

Minggu, 23 September 2018 09:18

Modal Penting Menang Tandang

BANGKALAN – Kemenangan 2-1 berhasil diraih Borneo FC dalam lanjutan Liga 1 menantang Madura United…

Minggu, 23 September 2018 09:14

Paham Kultur, Tarif Progresif Hanya Mal Besar

SUKA ngemal? Berapa kali dalam seminggu? Dua, tiga, empat kali. Atau malah rutin tiap hari. Lantas,…

Minggu, 23 September 2018 09:10

Jadi Sumber Menggiurkan

PARKIR memang menjadi sumber pendapatan yang menggiurkan. Di mana saja. Samarinda juga. Retribusi parkir…

Minggu, 23 September 2018 09:04

Nadia, Keturunan Imigran Palestina yang Bangga Menjadi Chicagoans

Lahir dari keluarga imigran tak membuat Nadia merasa asing di Amerika Serikat (AS). Negeri itu telah…

Sabtu, 22 September 2018 01:42

AYO, BUNGKAM VIETNAM

KUALA LUMPUR  –  Timnas Indonesia U-16 memang baru menjalani satu laga di fase Grup…

Sabtu, 22 September 2018 01:41

Sembilan Caleg Dicoret

SAMARINDA  –   Sebanyak 709 calon anggota legislatif (caleg) berebut 55 kursi DPRD Kaltim…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .