MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 22 Juni 2018 08:57
Jadi Volunteer bagi Suporter, Rela Tanpa Dibayar

Cerita Mahasiswa Kaltim di Balik Gelaran Piala Dunia di Rusia (2-Habis)

CARI PENGALAMAN: Dinda Maurissa Hartlan (tengah) bersama suporter Mesir di kawasan Stadion Saint Petersburg. (DOK PRIBADI)

PROKAL.CO, Piala Dunia menjadi magnet besar bagi penggila si kulit bundar sejagat. Jutaan orang diperkirakan mengunjungi Rusia untuk merayakan pesta sepak bola itu. Demi menyukseskan gelaran tersebut, panitia merekrut ribuan volunteer untuk memperlancar gawean empat tahunan itu.

LANGKAH Dinda Maurissa Hartlan terhenti setelah melihat iklan di stasiun metro, kereta bawah tanah, Rusia, Januari lalu. Matanya tertuju pada papan reklame yang menampilkan iklan untuk menjadi volunteer Piala Dunia.

Bayang-bayang bakal menjadi bagian dalam event sepak bola terbesar pun menggelayut. Dara 20 tahun itu mantap mendaftarkan diri. Dinda harus bersaing dengan 5.906 pendaftar agar bisa menjadi tenaga relawan. Dari jumlah itu, hanya 2.000 orang yang diterima. Plus 300 cadangan. “Setelah tes wawancara, satu bulan kemudian hasilnya keluar. Saya diterima,” kata alumnus SMA 1 Balikpapan itu.

Perempuan yang hobi menyanyi dan menulis itu ditanya seputar kehidupan sehari-hari. Termasuk sebagai mahasiswa asing. Dinda tercatat sebagai mahasiswa Saint Petersburg State Transport University, Jurusan Manajemen Perkeretaapian.

Hampir dua tahun di Rusia, membuat Dinda tidak terlampau sulit menjawabnya. Terlebih pada tahun pertama dia sudah dibekali pelajaran bahasa Rusia pada kelas persiapan sebelum kuliah. “Saya juga sering berlatih dengan teman-teman. Sekarang sudah tidak terlalu khawatir kalau pergi sendirian,” terangnya.

Anak kedua dari tiga bersaudara itu juga ditanya tentang cara beradaptasi di Negara Beruang Merah. Menurut dia, tantangan terberat selama di Rusia selain bahasa adalah cuaca. Saat musim dingin, suhu bisa mencapai minus 28 derajat celsius.

“Sekarang musim panas. Cuaca masih belum stabil. Sepertinya masih pancaroba. Karena itu harus lebih memperhatikan asupan gizi. Setiap hari juga selalu mengecek perkiraan cuaca. Tapi setelah hampir 2 tahun di sini, jadi sudah terbiasa,” ujarnya.

Sejatinya, Dinda tidak benar-benar menggilai sepak bola. Namun, bagi dia, menjadi volunteer Piala Dunia merupakan kesempatan sekali seumur hidup. Perempuan berambut sebahu ini mengaku menikmati tugas yang diberikan.

Dia kebagian mengurusi transport dan last mile. Dinda bertugas di bandara dan memberikan informasi kepada suporter tentang kendaraan apa saja yang bisa digunakan. Seperti nomor bus, stasiun metro, dan cara memesan taksi.

“Kalau last mile tugasnya menyemangati suporter yang akan menonton pertandingan di stadion. Divisi ini biasanya berdiri di sekitar Stadion Saint Petersburg atau di jalan utama menuju stadion sambil memberikan hi five (high five/tos),” ungkapnya.

Tidak setiap hari Dinda bertugas. Dia diberikan waktu sehari istirahat setelah menjalan tugasnya. Total hanya 15 hari Dinda aktif. “Setiap ada pertandingan saya di sekitar stadion (last mile) sisanya di bandara,” jelasnya.

Sebagai relawan, Dinda tidak diberi bayaran. Dia hanya dibekali hoodies, kaus, tas, jas hujan, dan jaket. Serta mendapat layanan makan gratis dan kartu transportasi gratis selama 2,5 bulan. “I do it with heart. Melihat wajah orang yang kita bantu puas dan gembira, jadi ikut senang,” katanya.

Melayani pengunjung dari pelbagai negara menjadi pengalaman tersendiri baginya. Salah satu yang membekas adalah ketika didatangi polisi untuk mengarahkan suporter Maroko berumur sekitar 50 tahun, jelang laga kontra Iran. “Saya sudah jelaskan panjang lebar menggunakan bahasa Inggris, tapi ternyata dia tidak mengerti. Jadi, cuma menggunakan bahasa tubuh,” katanya, sembari tertawa.

Hingga pekan pertama Piala Dunia, menurut dia, yang paling seru adalah pendukung Mesir. Di mana mereka datang mengenakan pakaian khas. “Kalau suporter Tunisia excited banget kalau lihat ada kamera televisi. Kalau foto-foto juga suka nimbrung,” katanya.

Dia memberikan apresiasi terhadap cara suporter saat mengurus tiket. Mereka sabar mengantre. Dan tidak rusuh. Mereka yang membawa anak di bawah umur tidak waswas. Sementara terkait jagoan di Piala Dunia 2018 ini, Dinda menginginkan tuan rumah Rusia sebagai juara. Walau dia menyukai Jesse Lingard (Inggris) dan Lionel Messi (Argentina). (edw/rom/k8)

loading...

BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 08:22

Kemenag: ATM Aman kalau Kembalikan Uang

BALIKPAPAN – Kasus antara PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) dan ribuan jamaah belum juga ada titik…

Rabu, 18 Juli 2018 08:18

Sudah Sterilisasi SUGBK, Sibuk Jaga Keasaman Air di Palembang

Dari serangkaian persiapan menuju Asian Games, penyelesaian venue menjadi topik utama yang terus diselesaikan…

Selasa, 17 Juli 2018 09:14

Jamaah Terus Dibikin Menggantung

BALIKPAPAN – Ratusan orang berkumpul di Masjid Baitul Aman Mapolres Balikpapan, Senin (16/7).…

Selasa, 17 Juli 2018 09:05

Dua Bulan Lagi Didarati Boeing 737

SAMARINDA –Tarik ulur rencana penerbangan lintas provinsi di Bandara APT Pranoto Samarinda mulai…

Selasa, 17 Juli 2018 09:02

Coret Caleg Mantan Koruptor

SAMARINDA – Hari ini (17/7), menjadi batas terakhir pendaftaran calon legislatif (caleg) untuk…

Selasa, 17 Juli 2018 08:59

Mahfud Teratas Dampingi Jokowi

JAKARTA – Satu demi satu, nama-nama calon pendamping Presiden Jokowi dalam Pemilihan Presiden…

Selasa, 17 Juli 2018 08:57

Wujudkan Smart City, Minta Jangan Gagap Teknologi

Perlahan namun pasti, janji Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Basri Rase terpenuhi.…

Senin, 16 Juli 2018 11:00
Pemilihan Rektor Unmul

Calon Rektor Unmul Adu Kuat di Pusat

Memang tak seheboh dan sepanas Pilkada Kaltim. Tapi, proses pemilihan Rektor Universitas Mulawarman…

Senin, 16 Juli 2018 10:00

Tiap Fakultas Beda Dukungan

AWAL tahun 2000, pertama kali Julinda Romauli Manullang memulai risetnya. Di antara semua penelitian,…

Senin, 16 Juli 2018 08:54

Les Bleus Bintang Dua

MOSKOW – Didier Deschamps mengulang memori indah 20 tahun lalu. Pada 1998, dia menjadi kapten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .