MANAGED BY:
MINGGU
20 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 22 Juni 2018 06:44
Neraca Dagang Terancam Anjlok

Tertekan Impor Barang Konsumsi

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Performa negatif neraca dagang diprediksi berlanjut. Sepanjang periode Januari–April, neraca tercatat mengalami defisit sebanyak tiga kali. Hanya pada Maret, neraca mengalami surplus. Bahkan, defisit pada April cukup besar, yakni di angka USD 1,63 miliar.

Direktur Penelitian CORE Indonesia Mohammad Faisal menyatakan, potensi defisit pada Mei dipicu tekanan dari impor barang konsumsi jelang Lebaran. “Mei ini masih berpotensi defisit meski tidak sebesar pada April lalu. Faktor pendorongnya peningkatan impor barang konsumsi saat Ramadan dan antisipasi Lebaran, termasuk impor bahan pangan dan minyak,” jelasnya.

Di sisi lain, ucap Faisal, ekspor non-migas tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, ekspor batu bara dan minyak sawit cenderung melemah. “Itu terjadi karena penurunan harga walaupun hanya marginal di pasar dunia. Tapi, ini tetap harus menjadi perhatian,” ucapnya.

Project Consultant Asian Development Bank (ADB) Institute Eric Alexander Sugandi juga memproyeksikan neraca dagang Mei kembali defisit. Dia meyakini terjadi kenaikan impor pada bulan lalu, khususnya impor barang konsumsi untuk kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Untuk ekspor, kemungkinan terjadi peningkatan, namun tidak besar.

“Mungkin masih defisit ya, karena impor naik. Ekspor mungkin naik, antara lain, karena kenaikan harga minyak,” ujarnya, Rabu (20/6).

Pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira memprediksikan, neraca perdagangan Mei mengalami defisit USD 800 juta sampai USD 1 miliar. Dia mengungkapkan, menjelang Lebaran, secara musiman, impor barang konsumsi cenderung naik. Selain itu, harga minyak Indonesia pada Mei sudah lebih dari USD 70 per barel. Itu membuat defisit migas melebar.

Bhima menambahkan, pemerintah harus mulai mewaspadai sejumlah dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang makin memanas. Perang dagang tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja neraca dagang Indonesia pada semester kedua ini.

Dia menjelaskan, efek langsung perang dagang itu, beberapa ekspor komoditas unggulan seperti crude palm oil (CPO), karet, dan tekstil berpotensi anjlok. Jika perang dagang tersebut berlanjut, dua negara itu dikhawatirkan mengurangi pasokan bahan bakunya. “Posisi Indonesia sebagai pemasok komoditas mentah pasti langsung terkena imbasnya,” tuturnya. (ken/jpg/ndu/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 19 Januari 2019 06:30

Toyota Kian Mantap Jadi Leader di Kelas LMPV

BALIKPAPAN  -   Mengawali 2019, Toyota menggebrak industri otomotif dengan meluncurkan…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:25

Pengusaha Masih Belum Disiplin

SAMARINDA  -   Pemerintah tampaknya perlu melakukan edukasi lebih intensif…

Sabtu, 19 Januari 2019 06:15

Dorong Bangun SPBU di Luar Jawa

SURABAYA  –  Jumlah lembaga penyalur bahan bakar minyak (BBM) atau…

Jumat, 18 Januari 2019 06:45

Ayo Ikut Jalan Sehat Spektakuler Kaltim Post

BALIKPAPAN - Perayaan HUT ke-31 Kaltim Post masih terus berlanjut.…

Jumat, 18 Januari 2019 06:43

Butuh Pembangunan Infrastruktur yang Berkelanjutan

JAKARTA - Sebagai negara terluas di ASEAN dan memiliki wilayah…

Jumat, 18 Januari 2019 06:42

Pesta Demokrasi Tetap Jadi Sorotan Investasi

JAKARTA – Tak hanya menghadapi tahun politik , Indonesia saat…

Kamis, 17 Januari 2019 11:44

Ada Sekitar 70 Perusahaan Pembiayaan Bisa DP 0 Persen

JAKARTA – Hanya perusahaan pembiayaan (PP) yang memiliki rasio non-performing…

Kamis, 17 Januari 2019 11:35

ASIK..!! Maskapai Ini Tambah Layanan Wifi, Bidik 17 Juta Penumpang

DENPASAR – Maskapai penerbangan terus berinovasi di tengah sengitnya persaingan…

Kamis, 17 Januari 2019 07:05

Pariwisata Wajib Jadi Prioritas

SAMARINDA – Tak hanya dituntut menggelar banyak event, Pemprov Kaltim…

Kamis, 17 Januari 2019 07:02

Peluang UMKM Semakin Besar

SAMARINDA – Memasuki tahun politik, usaha mikro, kecil, dan menengah…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*