MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 22 Juni 2018 06:44
Neraca Dagang Terancam Anjlok

Tertekan Impor Barang Konsumsi

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Performa negatif neraca dagang diprediksi berlanjut. Sepanjang periode Januari–April, neraca tercatat mengalami defisit sebanyak tiga kali. Hanya pada Maret, neraca mengalami surplus. Bahkan, defisit pada April cukup besar, yakni di angka USD 1,63 miliar.

Direktur Penelitian CORE Indonesia Mohammad Faisal menyatakan, potensi defisit pada Mei dipicu tekanan dari impor barang konsumsi jelang Lebaran. “Mei ini masih berpotensi defisit meski tidak sebesar pada April lalu. Faktor pendorongnya peningkatan impor barang konsumsi saat Ramadan dan antisipasi Lebaran, termasuk impor bahan pangan dan minyak,” jelasnya.

Di sisi lain, ucap Faisal, ekspor non-migas tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, ekspor batu bara dan minyak sawit cenderung melemah. “Itu terjadi karena penurunan harga walaupun hanya marginal di pasar dunia. Tapi, ini tetap harus menjadi perhatian,” ucapnya.

Project Consultant Asian Development Bank (ADB) Institute Eric Alexander Sugandi juga memproyeksikan neraca dagang Mei kembali defisit. Dia meyakini terjadi kenaikan impor pada bulan lalu, khususnya impor barang konsumsi untuk kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Untuk ekspor, kemungkinan terjadi peningkatan, namun tidak besar.

“Mungkin masih defisit ya, karena impor naik. Ekspor mungkin naik, antara lain, karena kenaikan harga minyak,” ujarnya, Rabu (20/6).

Pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira memprediksikan, neraca perdagangan Mei mengalami defisit USD 800 juta sampai USD 1 miliar. Dia mengungkapkan, menjelang Lebaran, secara musiman, impor barang konsumsi cenderung naik. Selain itu, harga minyak Indonesia pada Mei sudah lebih dari USD 70 per barel. Itu membuat defisit migas melebar.

Bhima menambahkan, pemerintah harus mulai mewaspadai sejumlah dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang makin memanas. Perang dagang tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja neraca dagang Indonesia pada semester kedua ini.

Dia menjelaskan, efek langsung perang dagang itu, beberapa ekspor komoditas unggulan seperti crude palm oil (CPO), karet, dan tekstil berpotensi anjlok. Jika perang dagang tersebut berlanjut, dua negara itu dikhawatirkan mengurangi pasokan bahan bakunya. “Posisi Indonesia sebagai pemasok komoditas mentah pasti langsung terkena imbasnya,” tuturnya. (ken/jpg/ndu/k15)


BACA JUGA

Jumat, 24 Mei 2019 11:27

Obligasi Bisa Percepat Pembangunan

SAMARINDA- Pemprov Kaltim diminta mempertimbangkan untuk menerbitkan obligasi atau surat…

Jumat, 24 Mei 2019 11:18

Saatnya Mal Panen Omzet

BALIKPAPAN- Sepanjang periode empat bulan pertama tahun ini, Matahari Department…

Jumat, 24 Mei 2019 11:08

Bulog Siapkan Beras untuk Zakat

BALIKPAPAN- Kewajiban membayar zakat fitrah bagi setiap muslim pada Ramadan…

Kamis, 23 Mei 2019 14:40

Tekan Harga Daging Sapi, Masyarakat Bisa Beralih ke Daging Beku

BALIKPAPAN- Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah (Kanwil) V…

Kamis, 23 Mei 2019 14:38
Bank Mandiri Balikpapan Siapkan Rp 1 T

Layani Penukaran Uang dengan Mobil Keliling

BALIKPAPAN- Bank Mandiri Area Balikpapan menyiapkan armada keliling untuk melayani…

Kamis, 23 Mei 2019 14:31

Dorong Transaksi dengan Midnight Sale

BALIKPAPAN- Momentum peak season Ramadan atau jelang Lebaran bakal digunakan…

Kamis, 23 Mei 2019 12:50

Tarif Pesawat Terus Dipelototi

JAKARTA – Tiket pesawat menjadi atensi masyarakat saat musim mudik.…

Kamis, 23 Mei 2019 10:49

Bisnis Online Terhambat Jaringan

SANGATTA–Bisnis berbasis dalam jaringan (daring/online) yang kian menjamur di Tanah…

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Sehari Kaltim Hasilkan 80 Ton Ikan

SAMARINDA-Kepastian stok ikan di Kaltim memang tak perlu diragukan. Konsumsi…

Rabu, 22 Mei 2019 10:01

Optimistis Kelapa Sawit Tingkatkan Kinerja Ekspor

SAMARINDA-Sejak awal 2019, berbagai tantangan dari luar negeri maupun dalam…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*