MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 22 Juni 2018 06:44
Neraca Dagang Terancam Anjlok

Tertekan Impor Barang Konsumsi

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Performa negatif neraca dagang diprediksi berlanjut. Sepanjang periode Januari–April, neraca tercatat mengalami defisit sebanyak tiga kali. Hanya pada Maret, neraca mengalami surplus. Bahkan, defisit pada April cukup besar, yakni di angka USD 1,63 miliar.

Direktur Penelitian CORE Indonesia Mohammad Faisal menyatakan, potensi defisit pada Mei dipicu tekanan dari impor barang konsumsi jelang Lebaran. “Mei ini masih berpotensi defisit meski tidak sebesar pada April lalu. Faktor pendorongnya peningkatan impor barang konsumsi saat Ramadan dan antisipasi Lebaran, termasuk impor bahan pangan dan minyak,” jelasnya.

Di sisi lain, ucap Faisal, ekspor non-migas tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, ekspor batu bara dan minyak sawit cenderung melemah. “Itu terjadi karena penurunan harga walaupun hanya marginal di pasar dunia. Tapi, ini tetap harus menjadi perhatian,” ucapnya.

Project Consultant Asian Development Bank (ADB) Institute Eric Alexander Sugandi juga memproyeksikan neraca dagang Mei kembali defisit. Dia meyakini terjadi kenaikan impor pada bulan lalu, khususnya impor barang konsumsi untuk kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Untuk ekspor, kemungkinan terjadi peningkatan, namun tidak besar.

“Mungkin masih defisit ya, karena impor naik. Ekspor mungkin naik, antara lain, karena kenaikan harga minyak,” ujarnya, Rabu (20/6).

Pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira memprediksikan, neraca perdagangan Mei mengalami defisit USD 800 juta sampai USD 1 miliar. Dia mengungkapkan, menjelang Lebaran, secara musiman, impor barang konsumsi cenderung naik. Selain itu, harga minyak Indonesia pada Mei sudah lebih dari USD 70 per barel. Itu membuat defisit migas melebar.

Bhima menambahkan, pemerintah harus mulai mewaspadai sejumlah dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang makin memanas. Perang dagang tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja neraca dagang Indonesia pada semester kedua ini.

Dia menjelaskan, efek langsung perang dagang itu, beberapa ekspor komoditas unggulan seperti crude palm oil (CPO), karet, dan tekstil berpotensi anjlok. Jika perang dagang tersebut berlanjut, dua negara itu dikhawatirkan mengurangi pasokan bahan bakunya. “Posisi Indonesia sebagai pemasok komoditas mentah pasti langsung terkena imbasnya,” tuturnya. (ken/jpg/ndu/k15)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…

Senin, 22 Oktober 2018 06:43

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

JAKARTA – Transaksi sistem perdagangan alternatif (SPA) mengalami peningkatan signifikan. Hal…

Senin, 22 Oktober 2018 06:42

Pangkas Impor Komponen Industri Elektronik

JAKARTA – Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian berharap…

Minggu, 21 Oktober 2018 06:46

Tempat Cukur Idola Pesepak Bola

WALAU terkesan sepele, bisnis tempat cukur khusus pria alias barbershop ternyata tak semudah yang dibayangkan.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Siapkan Promo Unggulan selama Natal dan Tahun Baru

BALIKPAPAN  –  Pelanggan setia Hypermart jangan sampai ketinggalan penawaran terbaik.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:07

Segudang Keuntungan Miliki Kartu GPN

SAMARINDA  -  Bank Indonesia terus mendorong masyarakat menerapkan sistem pembayaran baru…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:06

Milenial Harus Selektif Berinvestasi

JAKARTA -  Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04

Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

JAKARTA  –  Pemerintah kehilangan potensi penerimaan Rp 298,3 triliun akibat pemberian…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

Pasar Fleet Naik 15 Persen

JAKARTA  –  Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 11,4 Triliun

JAKARTA  –  PT Bank Negara Indonesia (BBNI) pada kuartal tiga 2018 mencatat laba bersih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .