MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Jumat, 22 Juni 2018 06:44
Neraca Dagang Terancam Anjlok

Tertekan Impor Barang Konsumsi

-

PROKAL.CO, JAKARTA – Performa negatif neraca dagang diprediksi berlanjut. Sepanjang periode Januari–April, neraca tercatat mengalami defisit sebanyak tiga kali. Hanya pada Maret, neraca mengalami surplus. Bahkan, defisit pada April cukup besar, yakni di angka USD 1,63 miliar.

Direktur Penelitian CORE Indonesia Mohammad Faisal menyatakan, potensi defisit pada Mei dipicu tekanan dari impor barang konsumsi jelang Lebaran. “Mei ini masih berpotensi defisit meski tidak sebesar pada April lalu. Faktor pendorongnya peningkatan impor barang konsumsi saat Ramadan dan antisipasi Lebaran, termasuk impor bahan pangan dan minyak,” jelasnya.

Di sisi lain, ucap Faisal, ekspor non-migas tidak mengalami peningkatan yang signifikan. Bahkan, ekspor batu bara dan minyak sawit cenderung melemah. “Itu terjadi karena penurunan harga walaupun hanya marginal di pasar dunia. Tapi, ini tetap harus menjadi perhatian,” ucapnya.

Project Consultant Asian Development Bank (ADB) Institute Eric Alexander Sugandi juga memproyeksikan neraca dagang Mei kembali defisit. Dia meyakini terjadi kenaikan impor pada bulan lalu, khususnya impor barang konsumsi untuk kebutuhan selama Ramadan dan menjelang Lebaran. Untuk ekspor, kemungkinan terjadi peningkatan, namun tidak besar.

“Mungkin masih defisit ya, karena impor naik. Ekspor mungkin naik, antara lain, karena kenaikan harga minyak,” ujarnya, Rabu (20/6).

Pengamat ekonomi Indef Bhima Yudhistira memprediksikan, neraca perdagangan Mei mengalami defisit USD 800 juta sampai USD 1 miliar. Dia mengungkapkan, menjelang Lebaran, secara musiman, impor barang konsumsi cenderung naik. Selain itu, harga minyak Indonesia pada Mei sudah lebih dari USD 70 per barel. Itu membuat defisit migas melebar.

Bhima menambahkan, pemerintah harus mulai mewaspadai sejumlah dampak dari perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok yang makin memanas. Perang dagang tersebut akan berpengaruh terhadap kinerja neraca dagang Indonesia pada semester kedua ini.

Dia menjelaskan, efek langsung perang dagang itu, beberapa ekspor komoditas unggulan seperti crude palm oil (CPO), karet, dan tekstil berpotensi anjlok. Jika perang dagang tersebut berlanjut, dua negara itu dikhawatirkan mengurangi pasokan bahan bakunya. “Posisi Indonesia sebagai pemasok komoditas mentah pasti langsung terkena imbasnya,” tuturnya. (ken/jpg/ndu/k15)


BACA JUGA

Minggu, 19 Agustus 2018 12:11

Tingkatkan Persentase Ibu Menyusui

PADA 2015 ada satu kelompok baru terbentuk, bernama FormASI asal Balikpapan. Komunitas ini terbentuk…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:18

Manjakan Konsumen lewat Semarak Kemerdekaan

BALIKPAPAN  -  Long weekend pekan ini dimanfaatkan ACE Hardware dengan menggeber penjualan.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16

Tekan Impor Migas

JAKARTA  -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Enggan Bergantung Komoditas

SAMARINDA  -   Perekonomian Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami pertumbuhan sebesar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Dua Kapal Tertunda, Logistik Masih Aman

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi dua pekan terakhir, membuat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:13

Bulan Depan, Harga TBS Diprediksi Membaik

SAMARINDA  -  Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim kembali…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:11

Optimistis Rupiah Kukuh di Kisaran 14.000 Per USD

JAKARTA  –   Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:08

Tahun Depan, Gaji ASN Naik 5 Persen

JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasar Rancangan Anggaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Target Turunkan Angka Kemiskinan 8,5 Persen

JAKARTA  –   Pemerintah bertekad menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 8,5…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:03

Belum Swasembada Kedelai

SURABAYA  –  Tingginya konsumsi kedelai di Tanah Air masih belum diimbangi dengan suplai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .