MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 21 Juni 2018 23:00
Pemilih Tak Puas Picu Golput Tinggi

Minim Sosialisasi, KPU Kurang Serius Hadapi Pilgub

-

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sepekan jelang pencoblosan, potensi golongan putih (golput) di Pilgub Kaltim justru bakal tinggi. Prediksi itu berdasarkan masa pencoblosan pada 27 Juni yang hanya berselang 10 hari setelah Lebaran. Saat masih banyak warga yang memiliki hak pilih belum kembali dari mudik.

Pengamat politik Universitas Mulawarman (Unmul) Luthfi Wahyudi mengakui, jika melihat situasi terkini, sulit bagi KPU Kaltim memenuhi target partisipasi masyarakat hingga 77,5 persen. Salah satu faktornya, masa pencoblosan yang berdekatan dengan mudik Lebaran. Namun, persoalan itu tidak serta-merta menjadi penyebab utama angka golput jadi lebih tinggi. Masih ada faktor-faktor lain yang berpengaruh.

“Meski jumlahnya cukup besar, tapi saya yakin tidak seluruhnya punya hak pilih. Jadi, tidak perlu terlalu didengungkan. Boleh khawatir, tapi tidak usah berlebihan,” ujar Luthfi, kemarin (20/6).

Justru menurut pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Unmul itu, angka golput tinggi terjadi karena ketidakpuasan pemilih atas kualitas calon yang sudah ditetapkan oleh KPU Kaltim. Calon, menurutnya, hingga saat ini belum cukup meyakinkan warga mampu menyelesaikan masalah.

Salah satunya, kata dia, persoalan banjir di Samarinda. Eksplorasi solusi penanganan banjir dari tiap calon sama sekali tidak dalam bahkan mengambang tidak jelas. Akhirnya, masyarakat berkesimpulan memilih siapa saja hasilnya sama, masalah banjir tidak selesai. Sehingga warga lebih memilih untuk tidak menggunakan hak pilih.

Keyakinannya itu bertambah jika berkaca dari hasil survei Lembaga Strategis Indonesia (LSI) dengan kuesioner terbuka yang tidak menjawab atau rahasia sebesar 25,5 persen. “Tidak menjawab sampai 25,5 persen itu tinggi dan artinya ada potensi golput juga tinggi. Meski tidak menjawab atau rahasia itu bisa terjadi karena memang belum menentukan pilihan, punya pilihan tidak ingin diketahui orang, punya pilihan di luar calon yang ada, atau memang berencana tidak memilih,” paparnya.

Meski begitu, dia sepakat jika potensi golput akibat mudik Lebaran yang berdekatan dengan masa pencoblosan mesti jadi perhatian para pengambil kebijakan. Pasalnya, tradisi mudik sudah menjadi hajatan sosial yang tidak bisa dilarang. Makanya, kebijakanlah yang mesti menyesuaikan.“Harus ada koreksi jangan berdekatan Lebaran. Pada 2019 pun sama, pilpres (pemilihan presiden) dan pileg (pemilihan legislatif) juga berdekatan dan itu semestinya dihindari,” pungkasnya.

Keyakinan Luthfi cukup beralasan. Itu berdasarkan data golput selama dua penyelenggaraan pemilu terakhir, yakni Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2015. Saat Pileg 2014, angka golput mencapai 33,72 persen dari jumlah pemilih 2.423.710, yakni 817.109 pemilih menyatakan golput. Sementara pada Pilkada Serentak 2015, angka golput meningkat, yakni mencapai 43 persen dari total pemilih 2.440.160 atau setara 1.050.078 memilih tak mencoblos.

Pada 2015, Kutai Timur (Kutim) dan Samarinda menjadi dua daerah yang menyumbang golput paling tinggi. Masing-masing, Kutim sebesar 51,58 persen dan Samarinda dengan persentase 50,83 persen golput.

Menanggapi itu, Ketua Tim Sukses (Timses) Andi Sofyan Hasdam–Rizal Effendi Husni Fahruddin mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi libur Lebaran yang berdekatan dengan waktu pencoblosan. Relawan dan simpatisan meski mudik ke kampung halaman tetap diharapkan bisa pulang lebih cepat, yakni sebelum waktu pencoblosan pada 27 Juni. Relawan, loyalis, maupun simpatisan bersedia.

“Memang ada kekhawatiran, tapi tiap bertemu masyarakat selalu kami sampaikan pulang lebih cepat dan gunakan hak pilihnya sebaik mungkin,” ujar pria yang akrab disapa Ayub tersebut.

Namun, Ayub menilai potensi golput tetaplah tinggi. Bahkan, bisa menyentuh angka 40 persen. Kesimpulan itu bisa diambil dari minimnya sosialisasi yang dilakukan oleh KPU Kaltim, terutama dalam tiap penyelenggaraan debat hingga dua putaran terakhir. Sama sekali menunjukkan ketidakseriusan. Sosialisasi debat pertama misalnya, hanya disiarkan di Metro TV tidak di-relay di TVRI Kaltim. Ditambah, sosialisasi yang minim ke masyarakat.

Bukannya membaik, tambah dia, dalam sosialisasi dan siaran debat kedua tambah parah. Siaran debat melalui INews TV, stasiun televisi yang tidak populer bagi warga Kaltim. Meski sudah di-relay di TVRI, menurutnya, saat itu banyak sekali warga yang tidak menyaksikan jalannya debat.

“Jadi, sekarang yang gencar hanya tim pemenangan calon masing-masing, semestinya KPU Kaltim juga harus bisa lebih gencar lagi dalam melakukan sosialisasi. Terutama saat debat kandidat agar masyarakat bisa melihat langsung kualitas setiap calon,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Pilgub Kaltim tahun ini dibayangi angka golput yang tinggi. Salah satu yang dikhawatirkan disebabkan oleh jumlah orang yang masuk ke Kaltim selama arus balik masih jauh jika dibanding yang keluar saat mudik Lebaran. Itu dapat dilihat dari pintu-pintu masuk orang baik via jalur darat maupun udara di Balikpapan maupun Samarinda.

Di Pelabuhan Semayang, Balikpapan, misalnya. Berdasarkan penelusuran Kaltim Post, jadwal kedatangan kapal paling dekat pada Selasa (26/6), pekan depan, atau H-1 sebelum pilkada. Kapal datang dari Surabaya.

Data yang diperoleh media ini, kapal milik Pelni itu akan dipenuhi 4.000-an penumpang. Sejauh ini, kapal yang sudah datang baru dua. Senin (18/6) dan Selasa (19/6) subuh. Setiap penumpang turun berjumlah 277 jiwa dan 1.164 jiwa.

Jika ditotal dari angka tiga kapal datang sebelum pencoblosan atau sebelum 27 Juni, artinya penumpang yang balik ke Kaltim via Semayang sekira 5.400-an jiwa. Kapal baru datang lagi setelah pilkada atau Jumat (29/6). Juga dari Surabaya. Sebagai informasi, dalam satu pekan, biasanya kapal datang 2-3 kali.

Sementara orang keluar via Pelabuhan Semayang, pada mudik Idulfitri tahun ini dari H-5 hingga H+2, ada 35.903 jiwa dengan 33 pelayaran. Meningkat dibanding tahun lalu. Pada periode yang sama, jumlah penumpang mudik menggunakan kapal sebanyak 33.762 jiwa dengan total 39 pelayaran. Angka orang datang tahun lalu juga bisa jadi rujukan yang kembali tak sebanyak yang mudik. Dari total pemudik tahun itu, dari H+3 sampai H+15, yang kembali 16.003 jiwa.

Sementara di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan tidak jauh berbeda. Hingga Rabu (19/6), belum terjadi lonjakan penumpang masuk. Berdasarkan data terakhir Posko Terpadu Angkutan Udara Lebaran 2018, saat H+2 jumlah penumpang, baik yang datang maupun pergi melalui Sepinggan, mencapai 21.024 orang.

Adapun di Pelabuhan Samarinda, sejak 3 Juni hingga mudik Lebaran, total memberangkatkan penumpang sebanyak 10.556 orang. Dengan tujuan kapal ke Parepare, Sulawesi Selatan.

Hingga kemarin (20/6) pagi, sudah ada satu kapal berlabuh. Jumlah penumpang yang dibawa 1.892 orang. Berdasarkan jadwal, kedatangan kapal di Pelabuhan Samarinda pada 21 Juni dengan satu kapal berkapasitas angkut 2.020 orang, 22 Juni dengan satu kapal  kapasitas 1.782 orang, dan satu kapal lagi dengan kapasitas 1.970 orang. Pada 23 Juni, dua kapal berlabuh lagi, masing-masing kapasitas 1.782 dan 140 orang. Setelah itu, sejak 24-28 Juni, tidak ada jadwal kedatangan kapal di Pelabuhan Samarinda. (*/him/rom/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 01:42

AYO, BUNGKAM VIETNAM

KUALA LUMPUR  –  Timnas Indonesia U-16 memang baru menjalani satu laga di fase Grup…

Sabtu, 22 September 2018 01:41

Sembilan Caleg Dicoret

SAMARINDA  –   Sebanyak 709 calon anggota legislatif (caleg) berebut 55 kursi DPRD Kaltim…

Sabtu, 22 September 2018 01:40

Mau Nikah, Hadiri Grand Wedding Expo

EMPAT tahun sudah Kaltim Post menggelar Grand Wedding Expo secara berturut-turut. Banyak kejutan yang…

Sabtu, 22 September 2018 01:35

Tanpa Ribet, Cukup Berurusan dengan Mesin di Imigrasi

Serangkaian aksiterorisme mengguncang Amerika pada 11 September 2001. Setelah 17 tahun berlalu, bagaimana…

Sabtu, 22 September 2018 01:32

Panas-Dingin DPRD dan Pemprov

SAMARINDA  -  Tensi tinggi pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) Kaltim 2018 antara Badan Anggaran…

Jumat, 21 September 2018 09:12

41 Eks Koruptor Resmi Bertarung

JAKARTA – Sebanyak 41 mantan koruptor dipastikan bakal ikut bertarung memperebutkan kursi wakil…

Jumat, 21 September 2018 09:09

Tetap Dihukum Berat meski Berstatus Anak

BALIKPAPAN - Meski telah terungkap, namun pembunuhan pasangan suami istri (pasutri), Wanto (45) dan…

Jumat, 21 September 2018 09:06

2019 Mulai Kelola Jatah Blok Mahakam

SAMARINDA  -  Keterlibatan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) di Blok Mahakam…

Jumat, 21 September 2018 09:05

Tugas Pertama Menyambut Jamaah Haji

PENAJAM - Penajam Paser Utara (PPU) resmi memiliki bupati dan wakil bupati baru. Abdul Gafur Mas’ud…

Jumat, 21 September 2018 09:01

Omzet Perajin Berkurang, Berharap Rupiah Segera Perkasa

Tempe belakangan jadi viral. Seiring menguatnya nilai tukar dolar. Apalagi setelah ada kalimat kiasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .