MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 21 Juni 2018 11:00
ADA APA INI..?? Bupati Yusran Sindir Cabup

Yang Enggan Lanjutkan Proyek Jembatan Teluk Balikpapan

MAKET: Jembatan Tol Teluk Balikpapan diyakini tak hanya menguntungkan Balikpapan dan PPU. Namun Kaltim secara umum. (DOK/KP)

PROKAL.CO, PENAJAM – Bahasan mengenai pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan pada Debat Kandidat Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Penajam Paser Utara (PPU) masih terasa hangat. Dua dari tiga paslon menyampaikan tidak ingin melanjutkan pembangunan jembatan. Hal tersebut memantik reaksi Bupati PPU Yusran Aspar.

Saat dihubungi Kaltim Post, tadi malam (20/6), Yusran mengungkapkan, paslon yang tidak ingin meneruskan pembangunan jembatan tol justru tidak memahami masalah. Dia juga mengatakan, pemikiran paslon tersebut terlalu dangkal. Terlebih, pembangunan jembatan yang bakal menghubungkan wilayah Kaltim di bagian selatan itu bukan menggunakan APBD PPU, melainkan melalui konsorsium PT Tol Teluk Balikpapan. Di dalamnya ada PT Waskita Toll Road, anak perusahaan PT Waskita Karya, dan perusahaan daerah (perusda) dari Pemprov Kaltim, Pemkab PPU, dan Pemkot Balikpapan.

“Apalagi sekelas Waskita saja berani. Waskita itu bukan perusahaan ecek-ecek (kecil), tapi perusahaan besar,” katanya melalui sambungan telepon.

Dikatakan, proses penyusunan dokumen perencanaan pembangunan jembatan tol telah melalui kajian yang panjang. Mulai pra-feasibility study (FS) atau studi kelayakan yang dilakukan oleh Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Lalu, finalisasi FS dilaksanakan oleh Institut Teknologi Bandung (ITB).

Hasilnya, pembangunan jembatan tol layak secara teknis. Apalagi tidak ada patahan maupun potensi gempa pada alur pembangunannya. Tak hanya layak secara teknis, Yusran menambahkan, kajian jembatan tol tersebut juga layak secara ekonomi. Menguntungkan PPU maupun Balikpapan dan Kaltim pada umumnya.

Jembatan tol tersebut akan membuat pertumbuhan di kawasan yang akan dilintasinya. Dampaknya pun akan dinikmati masyarakat. “Layak secara finansial, artinya siapa pun pasti untung. Pasti pengusaha berminat. Banyak investor juga yang merapat. Jadi, tidak menggunakan APBD. Kalau itu saja tidak paham, bagaimana bisa jadi bupati,” sindir ayah lima anak itu.

Selain itu, persetujuan dari Kementerian Perhubungan hingga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi bukti bahwa jembatan tol sudah saatnya dibangun. Jadi, tidak ada alasan, untuk tidak mendukung kelanjutan pembangunan jembatan sepanjang 7,7 kilometer tersebut.

“Jika jembatan itu terbangun, siapa pun bupatinya, daerah itu pasti berkembang. Justru itu trigger-nya, kuncinya kemajuan Penajam. Jika ada yang enggak mau, kan aneh. Silakan masyarakat yang menilai. Nanti harus pintar dalam menentukan pilihannya,” ujar Yusran.

Yusran mengklaim telah melakukan perencanaan yang cukup matang selama lima tahun memimpin PPU. Mulai membangun akses menuju Jembatan Pulau Balang dengan konstruksi rigid beton sebagai akses lingkar utara yang menghubungkan PPU dengan Balikpapan.

Sedangkan lingkar selatan, telah dipersiapkan Jembatan Tol Teluk Balikpapan yang menghubungkan kawasan Melawai di Balikpapan dengan Nipahnipah di PPU. Dengan terbangunnya dua akses ini, akan membuat Balikpapan sebagai Kota Megapolitan dengan PPU sebagai kota satelit.

Ring road-nya di utara ada Jembatan Pulau Balang dan di selatan ada Jembatan Melawai-Nipahnipah. Kawasan Industri Kariangau dan Buluminung juga akan terhubung. Ini kan cerita 10 sampai 20 tahun yang akan datang. Mohon maaf, orang yang pernah berkecimpung di Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah) pasti paham itu,” beber Bupati PPU dua periode itu.

Sementara itu, Ketua DPRD PPU Nanang Ali menilai tidak ada cabup yang menolak untuk melanjutkan pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan. Namun, untuk menyelesaikan pembangunan jembatan tol tersebut, ada cabup yang menjawab siap dan ada yang menjawab tidak siap.

Menurut Nanang, jembatan tol yang menghubungkan PPU dan Balikpapan itu menjadi kewenangan Pemprov Kaltim. Pelaksana kegiatan adalah investor yang menjadi pemenang lelang pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan. “Sebenarnya peran bupati bukan menyelesaikan jembatan, melainkan mendorong untuk pembangunan jembatan itu,” kata dia saat dihubungi semalam.

Politikus Partai Golkar itu memberikan contoh. Jika ada persoalan lahan di PPU saat akan dilakukan pembangunan jembatan tol, bupati bisa turut memfasilitasi investor dengan pemilik lahan. Ini supaya proses pembebasan bisa berjalan lancar. Begitu pun dengan konflik sosial yang dikhawatirkan terjadi saat proses pembangunan.

“Bukan bupati yang menyelesaikan (pembangunan jembatan tol). Sebenarnya pertanyaan (tim pakar) adalah pertanyaan pancingan. Semuanya (cabup) ikut terpancing. Enggak ada kewajiban bupati untuk menyelesaikan pekerjaan itu, dan juga bukan kewenangan bupati,” terang Nanang.

Ketua DPRD PPU dua periode itu menegaskan, siapa pun bupati yang terpilih, nanti harus tetap melanjutkan pembangunan jembatan tol. Apalagi proyek ini juga didukung Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

Jadi, apabila bupati terpilih nanti tidak melanjutkan pembangunan jembatan tol, akan berhadapan dengan Gubernur Kaltim. Terlebih, kata Nanang, empat calon gubernur (cagub) saat ini berjanji ingin meneruskan proyek yang telah diluncurkan Awang Faroek Ishak tersebut. “Jadi, harus tetap dilanjutkan. Apalagi sudah ada anggaran dari APBD digunakan pada penyertaan modal untuk memulai pembangunan jembatan tol tersebut,” tegasnya.

Dia menambahkan, rencana pembangunan jembatan tol wajib dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) selama lima tahun yang disusun oleh Bupati PPU terpilih periode 2018–2023.

Nantinya, RPJMD dibahas bersama DPRD untuk diparipurnakan menjadi peraturan daerah (perda) dan selanjutnya dievaluasi Gubernur Kaltim. “Kalau tidak dimasukkan, kan ada DPRD dan gubernur yang akan mengecek. Jadi, tidak semudah itu mau menghentikan pembangunan jembatan,” jelasnya.

Diwartakan sebelumnya, komitmen pasangan calon bupati dan calon wakil bupati PPU menuntaskan pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan terjawab sudah. Dua dari tiga kandidat enggan melanjutkan pembangunan jembatan sepanjang 7,7 kilometer itu.

Pada sesi akhir debat kandidat di Graha Pangeran Singa Negara (Graha Pemuda), dua hari lalu, tim pakar yang diketuai praktisi lingkungan sekaligus dosen Fakultas Kehutanan Universitas Mulawarman Samarinda Bernaulus Saragih mempertanyakan komitmen para cabup terkait proyek Jembatan Tol Teluk Balikpapan. Adakah jaminan akses penghubung PPU-Balikpapan itu mampu diselesaikan dalam masa lima tahun jabatan?

Cabup Andi Harahap menilai, siapa pun yang terpilih tak akan mampu menyelesaikan proyek tersebut. Dia menyebut, proyek itu mestinya dibiayai APBN, bukan APBD seperti saat ini. “(APBD) Enggak cukup. Jadi, saya enggak mau basa-basi. Saya enggak sanggup menyelesaikan selama lima tahun. Kalau 10 tahun, saya sanggup,” ujarnya.

Fadly Imawan, pasangan Andi Harahap, menambahkan bahwa fokus mereka melaksanakan program prorakyat. Ada 25 program yang diklaim bisa menyejahterakan masyarakat Kabupaten Benuo Taka.

Senada, calon bupati PPU lainnya, Abdul Gafur Mas’ud, tidak berani berjanji menyelesaikan pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan dalam satu periode kepemimpinan. Dia lebih memilih memperbaiki infrastruktur. Ketua DPC Partai Demokrat Balikpapan itu beralasan bahwa infrastruktur yang sudah membaik akan meningkatkan perekonomian secara signifikan. “Kami tak perlu Jembatan Balikpapan-Penajam. Buluminung, sampai saat ini saja, infrastrukturnya tidak nyambung,” ucap dia.

Dia bahkan mengaku akan memprioritaskan jembatan lain yang menghubungkan Penajam dengan Balikpapan. Yakni, Jembatan Pulau Balang. Yang bentang pendeknya sudah terbangun di wilayah PPU. Tinggal membangun bentang panjangnya ke arah Balikpapan. “Kalau (Jembatan) Pulau Balang sudah jadi, infrastruktur jalan sampai ke perkebunan dan pertanian akan terhubung,” pungkasnya.

Hanya Mustaqim MZ, calon bupati yang berani berjanji melanjutkan rencana pembangunan jembatan yang digagas Bupati PPU Yusran Aspar tersebut. “Kalau kami, paslon nomor urut satu, haqul yakin bahwa jembatan itu akan terbangun. Kemarin, Pak Bupati (Yusran Aspar) sudah launching, nanti groundbreaking-nya Oktober. Sekarang sedang lelang investasi,” katanya menggebu-gebu.

Dia menuturkan, PT Waskita Toll Road yang memiliki porsi saham 60 persen. Lalu, PT Kaltim Bina Sarana Konstruksi 20 persen, PT Perusda Benuo Taka sebanyak 15 persen, dan PT Perusda Komaba Balikpapan 5 persen. “Itu semua saham akan dibeli investor. Tidak mungkin kita memakai APBD karena ada Rp 16 triliun lebih. Investornya juga sudah dipertemukan dengan Waskita Karya,” ungkapnya. (*/kip/rom/k11)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 01:42

AYO, BUNGKAM VIETNAM

KUALA LUMPUR  –  Timnas Indonesia U-16 memang baru menjalani satu laga di fase Grup…

Sabtu, 22 September 2018 01:41

Sembilan Caleg Dicoret

SAMARINDA  –   Sebanyak 709 calon anggota legislatif (caleg) berebut 55 kursi DPRD Kaltim…

Sabtu, 22 September 2018 01:40

Mau Nikah, Hadiri Grand Wedding Expo

EMPAT tahun sudah Kaltim Post menggelar Grand Wedding Expo secara berturut-turut. Banyak kejutan yang…

Sabtu, 22 September 2018 01:35

Tanpa Ribet, Cukup Berurusan dengan Mesin di Imigrasi

Serangkaian aksiterorisme mengguncang Amerika pada 11 September 2001. Setelah 17 tahun berlalu, bagaimana…

Sabtu, 22 September 2018 01:32

Panas-Dingin DPRD dan Pemprov

SAMARINDA  -  Tensi tinggi pembahasan APBD Perubahan (APBD-P) Kaltim 2018 antara Badan Anggaran…

Jumat, 21 September 2018 09:12

41 Eks Koruptor Resmi Bertarung

JAKARTA – Sebanyak 41 mantan koruptor dipastikan bakal ikut bertarung memperebutkan kursi wakil…

Jumat, 21 September 2018 09:09

Tetap Dihukum Berat meski Berstatus Anak

BALIKPAPAN - Meski telah terungkap, namun pembunuhan pasangan suami istri (pasutri), Wanto (45) dan…

Jumat, 21 September 2018 09:06

2019 Mulai Kelola Jatah Blok Mahakam

SAMARINDA  -  Keterlibatan Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Kartanegara (Kukar) di Blok Mahakam…

Jumat, 21 September 2018 09:05

Tugas Pertama Menyambut Jamaah Haji

PENAJAM - Penajam Paser Utara (PPU) resmi memiliki bupati dan wakil bupati baru. Abdul Gafur Mas’ud…

Jumat, 21 September 2018 09:01

Omzet Perajin Berkurang, Berharap Rupiah Segera Perkasa

Tempe belakangan jadi viral. Seiring menguatnya nilai tukar dolar. Apalagi setelah ada kalimat kiasan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .