MANAGED BY:
SABTU
16 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Rabu, 20 Juni 2018 11:45
Kenal di Medsos, Gadis 14 Tahun Dicabuli
ilustrasi

PROKAL.CO, BONTANG –Sebagai seorang ibu, hatiSephia—bukan nama sebenarnya—galau bukan kepalang. Pasalnya, Kembang (14)—nama samaran—tak kunjung pulang hingga malam hari. Padahal, anak keduanya itu hanya meminta izin pergi membeli cokelat. Panggilan melalui telepon seluler tak digubris Kembang.

Sabtu (16/6), sekira pukul 10.00 Wita, ibu dan anak itu masih berjualan bunga di jalan masuk menuju kuburan di Kelurahan Satimpo, Bontang. Kembang membantu ibunya karena biasanya pada hari kedua Lebaran mulai banyak peziarah.

Di sela-sela berjualan, Kembang rupanya asyik chatting via messenger dengan Sa (16). Kembang mengenal Sa lewat Facebook pada 11 Juni lalu. Pagi kenalan melalui media sosial (medsos), sore sudah sepakat berpacaran.

Sa mengajak Kembang ke rumahnya di bilangan Kelurahan Tanjung Laut. Kepada ibunya, Kembang mengaku ingin membeli cokelat. Tiba di kediaman Sa, pria yang tak lulus SD itu justru mengajaknya ke rumah adiknya di seputaran SMP 2 Bontang Selatan.

“Di sana awalnya hanya mengobrol. Sa kemudian mengajak ke kamar untuk istirahat. Korban awalnya hanya duduk di pintu kamar, sementara tersangka berbaring di kasur,” kata Kapolres Bontang AKBP Siswanto Mukti didampingi salah seorang penyidik.

Kondisi rumah yang tanpa penghuni dimanfaatkan Sa untuk merayu Kembang. Sempat menolak, bocah yang baru lulus SD itu luluh juga. “Akhirnya, terjadi persetubuhan. Tersangka mengiming-imingi akan bertanggung jawab kalau korban hamil,” terangnya.

Sekira pukul 20.00 Wita, Kembang mengatakan kepada Sa bahwa dia takut pulang karena sudah larut malam. Dia ditawarkan menginap, terlebih saat itu sedang hujan. Malam itu, adik tersangka dan istrinya sudah datang dari berlibur di Teluk Lombok, Kutim.

“Versi korban, hubungan intim terjadi malam hari saat mereka tidur di ruang tamu. Di sana juga ada sepupu tersangka umur 9 tahun yang tidur. Sedangkan keterangan tersangka, siang hari. Tapi, keduanya sama-sama mengaku hanya sekali berhubungan,” ujar Kapolres.

Untuk mengelabui keluarganya, Kembang menghubungi tantenya melalui Messenger. Dia mengaku menjadi korban penculikan dan meminta tebusan Rp 500 juta. “Itu cuma modus korban supaya tidak dimarahi karena tidak pulang. Dari pengakuan keluarganya, korban memang jarang keluar rumah sampai malam hari,” tuturnya.

Sephia yang panik mendapat kabar anaknya diculik melapor ke Polres Bontang. Namun, Minggu (16/6) sekira pukul 19.00, Kembang pulang. Orangtuanya yang curiga menginterogasi Kembang. Sephia bagai disambar petir ketika anaknya mengaku melakukan hubungan suami istri dengan pacarnya. Pukul 22.00, Sephia melaporkan kasus itu ke Polres Bontang.

Tidak sulit bagi Sat Reskrim Polres Bontang untuk meringkus Sa. Tanpa perlawanan, dia ditangkap di rumah adiknya saat sedang tidur, Senin (18/6), sekira pukul 13.30. “Tersangka sudah mengakui perbuatannya,” kata Siswanto.

Pengakuan itu juga diperkuat dengan bukti visum korban. Polisi punya waktu 15 hari untuk melimpahkan kasus itu ke Kejaksaan Negeri Bontang. Mengingat, tersangka masih di bawah umur.

“Kami sudah memeriksa empat saksi. Selama pemeriksaan, tersangka dan korban mendapat pendampingan. Kami juga mengamankan pakaian korban sebagai barang bukti,” pungkasnya.

Atas perbuatannya, tersangka terancam kurungan 15 tahun penjara. Dia disangka melanggar UU 35/2014 tentang Perlindungan Anak. (edw/san/k11)

 

loading...

BACA JUGA

Jumat, 15 Februari 2019 11:00

Dua Pelamar CPNS Tak Hadir Pemberkasan

PENAJAM- Ratusan pelamar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang dinyatakan…

Jumat, 15 Februari 2019 09:51

Mutasi Massal Didukung Legislator

SANGATTA–Mutasi pejabat teras di lingkup Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab…

Jumat, 15 Februari 2019 09:41

Belanja Media Kembali Dikorupsi?

TANJUNG REDEB–Setelah terjadi persoalan terkait dugaan penyalahgunaan anggaran 2017, kini…

Jumat, 15 Februari 2019 09:33

Sabu Senilai Rp 650 Juta Dimusnahkan

SANGATTA–Sebanyak 289,66 gram narkoba jenis sabu dimusnahkan Polres Kutai Timur…

Jumat, 15 Februari 2019 09:30

Materi Tuntutan Belum Siap, Jaksa Pertimbangkan Pengembalian Rp 300 Juta

SAMARINDA – Pembacaan tuntutan untuk dua terdakwa kasus korupsi di…

Jumat, 15 Februari 2019 09:30

Kasus Ganja Bergulir ke Pengadilan Tinggi

SENDAWAR - Tiga warga Mahakam Ulu (Mahulu) yang didakwa terlibat…

Jumat, 15 Februari 2019 09:29

Golkar Target 110 Kursi di Senayan

TENGGARONG – Wakil Ketua Dewan Kehormatan DPP Partai Golkar Akbar…

Jumat, 15 Februari 2019 09:05

Edi Jadi Bupati Kukar, Hal Ini yang Jadi Fokus Pekerjaannya...

TENGGARONG - Setelah resmi dilantik sebagai bupati Kutai Kartanegara, Edi…

Kamis, 14 Februari 2019 10:50

Pejabat Teras Pemkab Rotasi Massal

SANGATTA–Sesuai rekomendasi Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat), Bupati Kutai…

Kamis, 14 Februari 2019 10:49

Kurir 1 Kg Sabu Dituntut 19 Tahun Penjara

TANJUNG REDEB–Terdakwa kurir narkoba 1 kilogram (kg), Syahril, dituntut 19…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*