MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Rabu, 20 Juni 2018 11:41
Lebaran, Pengunjung Turun Drastis

Makin Banyak Pilihan, Pengelola Harus Inovatif

TEMPAT REKREASI: Wisata air Jungle Water World tak seramai dulu.

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sehari sebelum cuti bersama berakhir, beberapa tempat wisata di Kota Tepian tampak sepi. Salah satunya, Jungle Water World yang berada di Kilometer 24, Jalan Poros Samarinda-Bontang. Destinasi wisata itu beroperasi sejak 2014.

Budiono, pengelola Jungle Water Worldmengungkapkan, berkurangnya pengunjung disebabkan semakin banyak pilihan tempat berlibur. “Tempat wisata yang mengusung tema sama mulai banyak, otomatis pengunjung pun terbagi,” ujarnya.

Belum lagi hadirnya wisata lain, seperti Rumah Ulin Arya yang menawarkan ragam wisata berbeda. Budiono menyebut, pihaknya belum menemukan gebrakan yang tepat untuk kembali menaikkan jumlah pengunjung.

“Opsi kami sejauh ini adalah menambah wahana baru. Wahana kami sebanyak 14 jenis belum mampu menjadi daya tarik yang kuat,” jelasnya.

Jungle Water World mematok harga Rp 52.500 pada hari normal, Rp 62.500 pada weekend, serta Rp 72.500 pada hari libur besar atau tanggal merah. Budiono menerangkan, dia sering membuat promo harga miring agar menarik perhatian pengunjung.

“Kami pernah membuat promo harga miring untuk lima orang, saat ini tidak kami gunakan mengingat Lebaran,” ucapnya.

Dibanding tahun lalu, kata dia, ada penurunan pengunjung. Kalau dulu, dalam sehari pengunjung dapat mencapai jumlah 2 ribu, namun tahun ini paling banyak hanya sekitar 1.100 pengunjung.

Selasa (19/6), pengunjung Jungle Water Worldterpantau hanya kurang dari 800 orang. “Sejauh ini kami sebatas promosi di media sosial, padahal masih H+4, namun pengunjung sudah berkurang drastis,” ujarnya.

Sementara itu, tak jauh dari Jungle Water World, pesona budaya Dayak Kenyah di Desa Pampang, Samarinda Utara, menyedot perhatian warga. Puluhan kendaraan roda empat terparkir rapat di setiap bahu jalan.

Tak hanya wisatawan lokal, wisatawan mancanegara pun hadir. Festival yang telah memasuki hari kedua tersebut menyuguhkan setidaknya 10 tarian khas Dayak.

Tesrompalan, kepala adat Desa Pampang, menuturkan, pihaknya bangga ketika acara ini dapat mendatangkan pengunjung dari luar Kaltim. “Acara ini memang ditujukan untuk mengenalkan budaya Dayak. Kami turut senang jika hal tersebut dapat menarik wisatawan asing,” ujarnya.

Berbagai strategi tampaknya sah-sah saja dilakukan untuk mendongkrak angka pengunjung wisata. Dengan banyaknya pilihan wisata, masyarakat dapat sesuka hati memilih destinasinya tanpa ragu. Tak hanya JungleWater World, tempat wisata lain juga harus siap bersaing jika ke depan Sungai Karang Mumus (SKM) telah menjadi destinasi wisata baru. (*/amn/kri/k8)


BACA JUGA

Kamis, 18 Juli 2019 13:46

Sabani Masih Menempati Ruang Kerja Sekdaprov Kaltim

PROKAL.CO, SAMARINDA - Meski telah dilantik oleh Menteri Dalam Negeri…

Kamis, 18 Juli 2019 11:17

Penanganan Tepi SKM Masuk Program Kotaku

Pengerukan aliran Sungai Karang Mumus (SKM), dalam program normalisasi sungai…

Kamis, 18 Juli 2019 11:16

YouTube Bawa Ajeng ke Negeri Panser

Ulang tahun Ajeng Dyah Sinta Asri kali ini berbeda. Sebab,…

Kamis, 18 Juli 2019 11:15

Tertibkan 35 Bangunan Liar di Polder Air Hitam

SAMARINDA–Bangunan liar yang menjamur di Polder Air Hitam, Jalan AW…

Kamis, 18 Juli 2019 11:14

Ternyata..!! Petugas Terima Fee dari Aktivitas Pengetap

SAMARINDA–Berani berbuat, harus berani bertanggung jawab. Arif Mahfud tidak bisa…

Kamis, 18 Juli 2019 10:05

200 Kader PKS Ramai-Ramai Keluar dari Partai, Ini Alasannya

PROKAL.CO, SAMARINDA - Sekitar 200 kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS)…

Rabu, 17 Juli 2019 12:05

Air PDAM “Hidup-Mati” Warga Tersulut Emosi

  SAMARINDA–Berhari-hari air distribusi dari PDAM Tirta Kencana mati. Kondisi…

Rabu, 17 Juli 2019 12:04

Pemuda Pelaku Vandalisme Kepergok Beraksi

SAMARINDA–Cat semprot sudah disiapkan Risky. Pemuda 27 tahun yang tinggal…

Rabu, 17 Juli 2019 12:02

Berharap Hidup Lebih Baik, Warga SKM Terima Dipindahkan

Pengerukan aliran Sungai Karang Mumus (SKM) di Gang Nibung, Jalan…

Selasa, 16 Juli 2019 10:58

DIGASSS WALLL..!! Normalisasi Aliran SKM Segmen Gang Nibung Dimulai

Pengerukan SKM memulai babak baru, yakni pengerukan, Senin (15/7), tepatnya…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*