MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 20 Juni 2018 06:44
Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

IPO Masih Sulit Diwujudkan

BISA TERWUJUD: Perusahaan di Kaltim tertarik go public untuk mencari modal mengembangkan usaha, namun kerap terkendala persyaratan.(dok/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50 basis point (bps) pada Mei lalu, membuat para pengusaha berinovasi dalam mencari modal usaha. Pasar saham menjadi alternatif untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap perbankan. Seiring kredit yang akan semakin mahal.

Sayangnya, hingga saat ini, perusahaan di Bumi Etam sangat minim yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Bukan karena tidak mau, tapi mereka kerap terbentur dengan mekanisme yang sudah ditetapkan. Walhasil, upaya mendapatkan dana segar dari lantai bursa efek masih minim.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan Dinda Amalya mengatakan, sampai saat ini hanya dua perusahaan di Kaltim yang melakukan IPO. Jumlah ini bertahan dari beberapa tahun lalu dan tidak kunjung bertambah. “Memang niat ada. Tapi, banyak perusahaan ketika harus melengkapi persyaratan tidak mampu melengkapi,” tuturnya.

Disebutkannya, sejatinya, Kaltim dikelilingi aktivitas perusahaan-perusahaan dengan nilai kapitalisasi besar. Namun, hanya sebagian kecil yang berminat menjadi perusahaan terbuka, atau melantai di pasar saham. Situasi itu, kata Dinda, sebagian besar disebabkan minimnya pemahaman atas pasar modal, termasuk prosedur mendaftar sebagai perusahaan publik.

“Terutama, soal pendanaan bisnis yang sebenarnya bisa dilakukan melalui pasar modal. Kendala itu menjadi pekerjaan rumah bagi kami,” ucap Dinda.

Sosialisasi IPO pun, lanjutnya, tahun ini sebenarnya menjadi fokus utama. Namun, tak mudah dijalankan. Termasuk memberikan iming-iming keuntungan ketika menjadi perusahaan terbuka. Sayang, lebih sulit ketimbang mendorong masyarakat terlibat dalam investasi saham. “Kami akan dorong terus, agar mau go public. Ke depan, mungkin komunikasi kami dengan perusahaan potensial di Kaltim akan lebih intens, sampai mereka berkenan,” katanya.

Ia menjelaskan, banyak mekanisme yang tidak bisa dipenuhi perusahaan di Kaltim. Contohnya, ketika mengurus IPO, si perusahaan tidak ikut tax amnesty. Jadi, tidak ikut pasti tidak bisa, pasalnya program pengampunan pajak ini juga salah satu syarat. Lalu, terkadang laporan keuangan belum profesional.

“Ada banyak keuntungan bagi perusahaan yang berstatus terbuka. Selain mudah mendapatkan sumber modal untuk pengembangan bisnis, tingkat kepercayaan stakeholder pun lebih tinggi jika perusahaan terdaftar di BEI,” terangnya.

Sebab, dalam pelaksanaannya, kinerja perusahaan di pasar modal akan dilaporkan secara transparan. Hal ini juga bakal memacu manajemen untuk bekerja secara profesional dan mencatatkan hasil terbaik.

Jika perusahaan lokal telah melantai di pasar modal, lanjut dia, dampaknya pun bisa didapat di daerah. “Investor di daerah bisa ikut bertambah kalau di daerah tersebut ada perusahaan yang go public. Tentu yang dekat lebih diminati,” tuturnya.

Dinda menegaskan, persyaratan perusahaan untuk go public sejatinya tak sulit. Bisa dimulai dari menunjukkan underwriter dan persiapan dokumen, penyampaian permohonan pencatatan saham ke BEI, dan penyampaian pernyataan pendaftaran ke OJK. “Selanjutnya, sudah bisa dilakukan penawaran umum saham kepada publik, dan pencatatan dan perdagangan saham perusahaan di BEI,” pungkasnya.

Sebagai informasi, di Kaltim kini sudah ada 8.813 single investor identification (SID). Pertumbuhan investor di pasar saham yang justru tumbuh agresif ketimbang perusahaan yang IPO. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 17 Juli 2019 11:47

Maksimalkan Dana Desa untuk SDM, Kurangi Masyarakat Miskin

SAMARINDA – Tak hanya fokus kepada peningkatan infrastruktur di daerah,…

Rabu, 17 Juli 2019 11:32

Pemerintah Setujui PoD Blok Masela

JAKARTA – Tarik ulur pengembangan proyek Blok Masela yang berlangsung…

Selasa, 16 Juli 2019 12:05

Kredit UMKM Capai Rp 21,23 T, Didominasi untuk Modal Usaha

SAMARINDA- Kinerja penyaluran kredit untuk usaha mikro kecil dan menengah…

Selasa, 16 Juli 2019 12:04

Kejar Target Produksi Migas, PEP Asset 5 Bor Enam Sumur pada Juli-Agustus

BALIKPAPAN- Pertamina EP (PEP) Asset 5 fokus mengejar target produksi…

Selasa, 16 Juli 2019 12:03

LPDB KUMKM Jemput Bola ke Kaltim, Katrol Penyaluran Dana Bergulir

SAMARINDA - Kaltim menempati urutan ke-11 dalam urusan penyaluran dana…

Senin, 15 Juli 2019 13:00

Harga Gas Indonesia Kompetitif, Hanya Kalah dari Malaysia

JAKARTA – Harga gas industri Indonesia relatif stabil dan kompetitif…

Senin, 15 Juli 2019 12:55

Generasi Milenial Gemar Investasi

Harga logam mulia PT Aneka Tambang Tbk atau Antam terus…

Senin, 15 Juli 2019 12:07

Bangun Pabrik Beton di Penajam, WSBP Manfaatkan Dana Obligasi

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) mengembangkan pabrik pencetakan beton…

Minggu, 14 Juli 2019 11:40

INGAT..!! Jangan Asal Tutup Kartu Kredit

MENUTUP kartu kredit sama seperti saat Anda disuruh memilih satu…

Minggu, 14 Juli 2019 11:39

Incar Pertumbuhan Produksi 10 Persen di Algeria

BALIKPAPAN- PT Pertamina Internasional EP (PIEP) mengincar pertumbuhan produksi sumur…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*