MANAGED BY:
RABU
22 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 20 Juni 2018 06:44
Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

IPO Masih Sulit Diwujudkan

BISA TERWUJUD: Perusahaan di Kaltim tertarik go public untuk mencari modal mengembangkan usaha, namun kerap terkendala persyaratan.(dok/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50 basis point (bps) pada Mei lalu, membuat para pengusaha berinovasi dalam mencari modal usaha. Pasar saham menjadi alternatif untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap perbankan. Seiring kredit yang akan semakin mahal.

Sayangnya, hingga saat ini, perusahaan di Bumi Etam sangat minim yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Bukan karena tidak mau, tapi mereka kerap terbentur dengan mekanisme yang sudah ditetapkan. Walhasil, upaya mendapatkan dana segar dari lantai bursa efek masih minim.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan Dinda Amalya mengatakan, sampai saat ini hanya dua perusahaan di Kaltim yang melakukan IPO. Jumlah ini bertahan dari beberapa tahun lalu dan tidak kunjung bertambah. “Memang niat ada. Tapi, banyak perusahaan ketika harus melengkapi persyaratan tidak mampu melengkapi,” tuturnya.

Disebutkannya, sejatinya, Kaltim dikelilingi aktivitas perusahaan-perusahaan dengan nilai kapitalisasi besar. Namun, hanya sebagian kecil yang berminat menjadi perusahaan terbuka, atau melantai di pasar saham. Situasi itu, kata Dinda, sebagian besar disebabkan minimnya pemahaman atas pasar modal, termasuk prosedur mendaftar sebagai perusahaan publik.

“Terutama, soal pendanaan bisnis yang sebenarnya bisa dilakukan melalui pasar modal. Kendala itu menjadi pekerjaan rumah bagi kami,” ucap Dinda.

Sosialisasi IPO pun, lanjutnya, tahun ini sebenarnya menjadi fokus utama. Namun, tak mudah dijalankan. Termasuk memberikan iming-iming keuntungan ketika menjadi perusahaan terbuka. Sayang, lebih sulit ketimbang mendorong masyarakat terlibat dalam investasi saham. “Kami akan dorong terus, agar mau go public. Ke depan, mungkin komunikasi kami dengan perusahaan potensial di Kaltim akan lebih intens, sampai mereka berkenan,” katanya.

Ia menjelaskan, banyak mekanisme yang tidak bisa dipenuhi perusahaan di Kaltim. Contohnya, ketika mengurus IPO, si perusahaan tidak ikut tax amnesty. Jadi, tidak ikut pasti tidak bisa, pasalnya program pengampunan pajak ini juga salah satu syarat. Lalu, terkadang laporan keuangan belum profesional.

“Ada banyak keuntungan bagi perusahaan yang berstatus terbuka. Selain mudah mendapatkan sumber modal untuk pengembangan bisnis, tingkat kepercayaan stakeholder pun lebih tinggi jika perusahaan terdaftar di BEI,” terangnya.

Sebab, dalam pelaksanaannya, kinerja perusahaan di pasar modal akan dilaporkan secara transparan. Hal ini juga bakal memacu manajemen untuk bekerja secara profesional dan mencatatkan hasil terbaik.

Jika perusahaan lokal telah melantai di pasar modal, lanjut dia, dampaknya pun bisa didapat di daerah. “Investor di daerah bisa ikut bertambah kalau di daerah tersebut ada perusahaan yang go public. Tentu yang dekat lebih diminati,” tuturnya.

Dinda menegaskan, persyaratan perusahaan untuk go public sejatinya tak sulit. Bisa dimulai dari menunjukkan underwriter dan persiapan dokumen, penyampaian permohonan pencatatan saham ke BEI, dan penyampaian pernyataan pendaftaran ke OJK. “Selanjutnya, sudah bisa dilakukan penawaran umum saham kepada publik, dan pencatatan dan perdagangan saham perusahaan di BEI,” pungkasnya.

Sebagai informasi, di Kaltim kini sudah ada 8.813 single investor identification (SID). Pertumbuhan investor di pasar saham yang justru tumbuh agresif ketimbang perusahaan yang IPO. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Rabu, 22 Mei 2019 10:03

Sehari Kaltim Hasilkan 80 Ton Ikan

SAMARINDA-Kepastian stok ikan di Kaltim memang tak perlu diragukan. Konsumsi…

Rabu, 22 Mei 2019 10:01

Optimistis Kelapa Sawit Tingkatkan Kinerja Ekspor

SAMARINDA-Sejak awal 2019, berbagai tantangan dari luar negeri maupun dalam…

Rabu, 22 Mei 2019 09:57

Targetkan Outflow Ramadan Rp 5,3 Triliun

SAMARINDA-Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI) Kaltim menargetkan kebutuhan uang tunai…

Selasa, 21 Mei 2019 13:59

Tunggu Izin Lingkungan, Rencana Reklamasi Pelabuhan Tetap Dijalankan

BALIKPAPAN- PT Pelindo IV tampaknya harus lebih bersabar untuk melanjutkan…

Selasa, 21 Mei 2019 13:55

Hati-Hati Peminjaman Online

SAMARINDA- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus mendorong pertumbuhan industri peer-to-peer…

Selasa, 21 Mei 2019 12:19

Kebutuhan Ikan Terpenuhi, Klaim Tak Ada Lonjakan Harga

SAMARINDA- Pemerintah memastikan harga ikan selama periode Ramadan dan Idulfitri…

Selasa, 21 Mei 2019 11:44

ENAKNYA..!! Bus Trans Jawa Meluncur 27 Mei

JAKARTA – Layanan Bus Trans Jawa akan resmi diluncurkan pada…

Senin, 20 Mei 2019 23:40

KSEI Luncurkan Generasi Terbaru Fasilitas AKSes

JAKARTA- PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) meluncurkan fasilitas AKSes…

Senin, 20 Mei 2019 11:08

Konsumsi Tiongkok Membengkak, Ekspor Minyak Kelapa Sawit Naik

SAMARINDA – Sejak awal 2019, berbagai tantangan dari dalam dan…

Minggu, 19 Mei 2019 10:38

Penerapan Tarif Baru, Maskapai Diapresiasi

JAKARTA – Kemarin (18/5) merupakan hari pertama penerapan Keputusan Menteri…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*