MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 20 Juni 2018 06:44
Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

IPO Masih Sulit Diwujudkan

BISA TERWUJUD: Perusahaan di Kaltim tertarik go public untuk mencari modal mengembangkan usaha, namun kerap terkendala persyaratan.(dok/kp)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50 basis point (bps) pada Mei lalu, membuat para pengusaha berinovasi dalam mencari modal usaha. Pasar saham menjadi alternatif untuk melepaskan diri dari ketergantungan terhadap perbankan. Seiring kredit yang akan semakin mahal.

Sayangnya, hingga saat ini, perusahaan di Bumi Etam sangat minim yang melakukan penawaran umum perdana saham atau initial public offering (IPO). Bukan karena tidak mau, tapi mereka kerap terbentur dengan mekanisme yang sudah ditetapkan. Walhasil, upaya mendapatkan dana segar dari lantai bursa efek masih minim.

Kepala Bursa Efek Indonesia (BEI) Balikpapan Dinda Amalya mengatakan, sampai saat ini hanya dua perusahaan di Kaltim yang melakukan IPO. Jumlah ini bertahan dari beberapa tahun lalu dan tidak kunjung bertambah. “Memang niat ada. Tapi, banyak perusahaan ketika harus melengkapi persyaratan tidak mampu melengkapi,” tuturnya.

Disebutkannya, sejatinya, Kaltim dikelilingi aktivitas perusahaan-perusahaan dengan nilai kapitalisasi besar. Namun, hanya sebagian kecil yang berminat menjadi perusahaan terbuka, atau melantai di pasar saham. Situasi itu, kata Dinda, sebagian besar disebabkan minimnya pemahaman atas pasar modal, termasuk prosedur mendaftar sebagai perusahaan publik.

“Terutama, soal pendanaan bisnis yang sebenarnya bisa dilakukan melalui pasar modal. Kendala itu menjadi pekerjaan rumah bagi kami,” ucap Dinda.

Sosialisasi IPO pun, lanjutnya, tahun ini sebenarnya menjadi fokus utama. Namun, tak mudah dijalankan. Termasuk memberikan iming-iming keuntungan ketika menjadi perusahaan terbuka. Sayang, lebih sulit ketimbang mendorong masyarakat terlibat dalam investasi saham. “Kami akan dorong terus, agar mau go public. Ke depan, mungkin komunikasi kami dengan perusahaan potensial di Kaltim akan lebih intens, sampai mereka berkenan,” katanya.

Ia menjelaskan, banyak mekanisme yang tidak bisa dipenuhi perusahaan di Kaltim. Contohnya, ketika mengurus IPO, si perusahaan tidak ikut tax amnesty. Jadi, tidak ikut pasti tidak bisa, pasalnya program pengampunan pajak ini juga salah satu syarat. Lalu, terkadang laporan keuangan belum profesional.

“Ada banyak keuntungan bagi perusahaan yang berstatus terbuka. Selain mudah mendapatkan sumber modal untuk pengembangan bisnis, tingkat kepercayaan stakeholder pun lebih tinggi jika perusahaan terdaftar di BEI,” terangnya.

Sebab, dalam pelaksanaannya, kinerja perusahaan di pasar modal akan dilaporkan secara transparan. Hal ini juga bakal memacu manajemen untuk bekerja secara profesional dan mencatatkan hasil terbaik.

Jika perusahaan lokal telah melantai di pasar modal, lanjut dia, dampaknya pun bisa didapat di daerah. “Investor di daerah bisa ikut bertambah kalau di daerah tersebut ada perusahaan yang go public. Tentu yang dekat lebih diminati,” tuturnya.

Dinda menegaskan, persyaratan perusahaan untuk go public sejatinya tak sulit. Bisa dimulai dari menunjukkan underwriter dan persiapan dokumen, penyampaian permohonan pencatatan saham ke BEI, dan penyampaian pernyataan pendaftaran ke OJK. “Selanjutnya, sudah bisa dilakukan penawaran umum saham kepada publik, dan pencatatan dan perdagangan saham perusahaan di BEI,” pungkasnya.

Sebagai informasi, di Kaltim kini sudah ada 8.813 single investor identification (SID). Pertumbuhan investor di pasar saham yang justru tumbuh agresif ketimbang perusahaan yang IPO. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 11:44

Ada Sekitar 70 Perusahaan Pembiayaan Bisa DP 0 Persen

JAKARTA – Hanya perusahaan pembiayaan (PP) yang memiliki rasio non-performing…

Kamis, 17 Januari 2019 11:35

ASIK..!! Maskapai Ini Tambah Layanan Wifi, Bidik 17 Juta Penumpang

DENPASAR – Maskapai penerbangan terus berinovasi di tengah sengitnya persaingan…

Kamis, 17 Januari 2019 07:05

Pariwisata Wajib Jadi Prioritas

SAMARINDA – Tak hanya dituntut menggelar banyak event, Pemprov Kaltim…

Kamis, 17 Januari 2019 06:55

Data e-Commerce Akan Lebih Terekam

JAKARTA – Pendataan mengenai industri e-commerce di Tanah Air bakal…

Kamis, 17 Januari 2019 06:53

November 2018, Utang Luar Negeri Naik Jadi Rp 5.257 T

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) membukukan utang luar negeri (ULN)…

Rabu, 16 Januari 2019 06:50

Pasokan Turun, Harga Sayuran Melejit

BALIKPAPAN - Ombak besar akibat cuaca buruk yang terjadi pada…

Rabu, 16 Januari 2019 06:49

Model Baru, Harga Lama

JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) menunjukkan keseriusannya dalam…

Rabu, 16 Januari 2019 06:44

Terburuk Selama Lima Tahun

JAKARTA – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih keras untuk menekan…

Rabu, 16 Januari 2019 06:43

Pedagang e-Commerce Tak Wajib Punya NPWP

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dalam Peraturan Menteri Keuangan…

Rabu, 16 Januari 2019 06:43

Bankaltimtara Catatkan Kinerja Gemilang

SAMARINDA – Kinerja PT Bankaltimtara tahun lalu cukup baik. Di…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*