MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SAMARINDA

Selasa, 19 Juni 2018 12:57
Enam Kampung Terancam Tambang

Gubernur Diminta Cabut Izin Tambang di Ongko Asa

-Ilustrasi.

PROKAL.CO, SAMARINDA – Sejumlah tokoh masyarakat dan Kepala Kampung Ongko Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kutai Barat (Kubar), resah dengan rencana masuknya perusahaan tambang batu bara di wilayahnya. Mereka kini didampingi Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim untuk menentang rencana tersebut.

Disebutkan, ada enam kampung atau desa di kawasan itu bakal ditambang oleh PT KW. Yakni, Kampung Ongko Asa, Jua Asa, Pepas Asa, Muara Asa, Gleo Asa, dan Muara Benanga. Lahan seluas 5.010 hektare di enam kampung tersebut hendak ditambang.

Sementara itu, terdapat kurang lebih 500 orang sudah bermukim bertahun-tahun di enam kampung tersebut. “Kalau perusahaan tambang masuk, warga akan kehilangan mata pencarian dan tempat tinggal,” kata Rahayu, tokoh masyarakat Kampung Ongko Asa, saat menggelar konferensi pers di Kafe Antara, Samarinda, pekan lalu.

Menurut dia, pihak perusahaan telah melakukan sosialisasi, 7 Juni lalu. “Dalam pertemuan itu, kami seluruh warga Ongko Asa menolak adanya perusahaan batu bara,” jelasnya, seraya menyatakan setelah Lebaran pihaknya akan mengadu ke Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak.

PT KW disebut-sebut mendapatkan izin pada 2010 dari bupati Kubar. Namun, sekarang hal itu sudah menjadi kewenangan gubernur. “Saya berharap, gubernur Kaltim mencabut izin tersebut,” kata Kepala Desa Ongko Asa Bagun.

Menurut dia, jika perusahaan tersebut diizinkan menambang, ratusan hektare perkebunan karet yang menjadi program pemerintah akan musnah. “Jadi, program yang pemerintah bangun, akan rusak dengan izin tambang itu,” ujar Bagun.

Surianto Karno, pemuda asal Ongko Asa yang bekerja di Samarinda, membeberkan pembangunan di kampung halamannya. Dia menyatakan, pada 2017, pemerintah daerah berencana membangun jaringan irigasi untuk lahan seluas 3.527,32 hektare. “Tapi hingga sekarang tidak ada pembangunan irigasi. Yang ada malah sosialisasi tambang,” ucapnya.

Pradarma Rupang dari Jatam Kaltim menilai, peristiwa yang mengancam warga kampung Ongko Asa sering terjadi di wilayah Kaltim. “Tambang merupakan satu faktor perusak alam. Gubernur harus berani mencabut izin tersebut,” tandasnya. (*/zaa/kri/k8)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 12:37

Zainal Muttaqin Terpilih Aklamasi sebagai Ketua SPS Kaltim

SAMARINDA- Haji Zainal Muttaqin, akhirnya kembali terpilih sebagai ketua Serikat…

Kamis, 17 Januari 2019 12:21

Tak Ada Wawali, Wali Kota Samarinda Ngakunya Begini...

SAMARINDA - Walikota Samarinda Syaharie Jaang semenjak ditinggal almarhum Wakil…

Kamis, 17 Januari 2019 10:13

Tak Boleh Lagi Kantong Plastik, Pemkot Bagikan 2 Ribu Tas

SAMARINDA – Di tahun 2019 panitia pelaksana HUT Kota Samarinda…

Kamis, 17 Januari 2019 10:00

Hari Ini, SPS Kaltim Adakan Muscab

SAMARINDA – Serikat Perusahaan Pers (SPS) Kaltim melaksanakan musyawarah cabang…

Rabu, 16 Januari 2019 13:00

Bayar Buat SIM di Polres Samarinda, Kini Bisa Pakai Go Pay

SAMARINDA - Gojek, penyedia layanan berbasis aplikasi menjalin koloborasi dengan…

Rabu, 16 Januari 2019 10:43

Pengaruhi Nilai Adipura

SAMARINDA–Beralasan bila kalangan legislatif khawatir pemkot tak tegas menjalankan Peraturan…

Rabu, 16 Januari 2019 10:41

All Out Lindungi SK Gubernur

PARA pemohon intervensi itu menilai, posisi kelima dewan yang mencengkeram…

Rabu, 16 Januari 2019 10:40

PTUN Beri Kejelasan Pekan Depan

SAMARINDA–Sengketa Surat Keputusan (SK) Gubernur Kaltim tentang pemberhentian lima legislator…

Rabu, 16 Januari 2019 09:06

Bankaltimtara Klaim Kuasai 19,27% DPK se Kaltim

SAMARINDA  - Bankaltimtara mengklaim telah menguasai 19,27% total Dana Pihak…

Selasa, 15 Januari 2019 10:38

Ramai-Ramai Ajukan Intervensi

SAMARINDA–Tensi tinggi masih menaungi kisruh pergantian antarwaktu (PAW) lima anggota…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*