MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 18 Juni 2018 06:17
Harga Ayam Tertahan Libur Lebaran
MEMBERATKAN MASYARAKAT: Libur panjang Lebaran tahun ini membuat harga ayam broiler di pasar tradisional di Samarinda belum turun, berkisar Rp 29 ribu per kilogram. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Meski sudah memasuki H+2 Lebaran, harga sejumlah komoditas pangan seperti ayam broiler, cabai keriting, cabai rawit merah, dan daging sapi belum mengalami penurunan. Bahkan harga ayam broiler masih terpantau tinggi.

Dari pantauan Kaltim Post di beberapa pasar tradisional di Samarinda, harga daging ayam broiler berada di kisaran Rp 50 ribu–55 ribu per ekor. Naik sekira Rp 10 ribu dari pantauan minggu lalu. Sedangkan, harga per kilogram masih menyentuh Rp 29 ribu. Naik Rp 2 ribu sebelum Lebaran. Padahal harga acuannya hanya Rp 18 ribu per kilogram.

Saniah, salah satu pedagang ayam di Pasar Kedondong Samarinda mengaku, harga ayam hingga saat ini belum turun karena modal yang dikeluarkan para pedagang untuk mendapatkan pasokan ayam masih tinggi. “Karena libur Lebaran, penyuplai kami masih tutup. Akhirnya, beli ke antar-pedagang ayam juga. Tangan ke tangan,” ujarnya, Minggu (17/6).

Tak jauh berbeda, cabai rawit merah masih dijual di kisaran harga Rp 40 ribu-45 ribu per kilogram. Serta, cabai keriting seharga Rp 40 ribu per kilogram. Bahkan di Pasar Pagi Samarinda, harga cabai rawit merah mencapai Rp 70 ribu per kilogram.

Selain itu, harga daging sapi belum mengalami penurunan. Daging sapi beku yang harganya telah diatur dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 80 ribu per kilogram, masih dijual di atasnya. Pedagang menjual di kisaran harga Rp 90 ribu–Rp 100 per kilogram. Serta, daging sapi lokal masih di angka Rp 125–135 ribu per kilogram.

Meski begitu, untuk harga bawang merah dan putih mengalami penurunan. Di Pasar Kedondong Samarinda, bawang merah dijual berkisar Rp 33 ribu per kilogram. Turun Rp 2 ribu. Sedangkan, bawang putih di angka Rp 24 ribu per kilogram, turun seribu rupiah.

“Pasokan bawang dari Sulawesi banyak datang. Sehingga turun. Bawang dari Surabaya juga ikut turun,” ungkap Mario, salah satu pedagang bawang di Pasar Kedondong. (*/fun/*/and/ndu/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 00:07

Realisasi Pajak Capai Rp 12,8 T

BALIKPAPAN   -   Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Kaltimra)…

Sabtu, 22 September 2018 00:06

Tabungan Masih Mendominasi

BALIKPAPAN  -  Membaiknya perekonomian di Kaltim turut mengerek dana pihak ketiga (DPK) di…

Sabtu, 22 September 2018 00:06

Proyek Infrastruktur Dongkrak Kinerja Investasi

SAMARINDA   -  Kinerja pembentukan modal tetap bruto (PMTB) atau investasi Kaltim pada…

Sabtu, 22 September 2018 00:04

Optimistis Capai Target

JAKARTA  –  Pemerintah terus memantapkan program mandatori biodiesel 20 persen (B20)…

Sabtu, 22 September 2018 00:02

Kemenkeu Imbau Perusahaan Gunakan Rupiah

JAKARTA  –  Pemerintah menggunakan serangkaian strategi jitu untuk memperkuat rupiah.…

Sabtu, 22 September 2018 00:00

Perbaiki Data Produksi Beras

0

Jumat, 21 September 2018 23:59

Pengusaha Pemula Harus Jeli

JAKARTA  –  Pengusaha baru di Indonesia terus tumbuh seiring kemudahan akses informasi…

Jumat, 21 September 2018 07:15

Kredit Macet Kaltim Tertinggi di Kalimantan

SAMARINDA - Masyarakat Kaltim dituntut bijak dalam berutang. Saat ini, Bumi Etam menjadi daerah dengan…

Jumat, 21 September 2018 07:13

Pertamina Butuh Investasi USD 56 M

SAMARINDA – PT Pertamina tampaknya harus bekerja ekstra untuk meningkatkan produksi minyak dan…

Jumat, 21 September 2018 07:10

CGV Balikpapan Hadirkan Studio Velvet

BALIKPAPAN - CGV Cinemas Balikpapan terus berinovasi untuk memenangi persaingan bisnis layar lebar.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .