MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Senin, 18 Juni 2018 06:17
Harga Ayam Tertahan Libur Lebaran
MEMBERATKAN MASYARAKAT: Libur panjang Lebaran tahun ini membuat harga ayam broiler di pasar tradisional di Samarinda belum turun, berkisar Rp 29 ribu per kilogram. (DOK/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Meski sudah memasuki H+2 Lebaran, harga sejumlah komoditas pangan seperti ayam broiler, cabai keriting, cabai rawit merah, dan daging sapi belum mengalami penurunan. Bahkan harga ayam broiler masih terpantau tinggi.

Dari pantauan Kaltim Post di beberapa pasar tradisional di Samarinda, harga daging ayam broiler berada di kisaran Rp 50 ribu–55 ribu per ekor. Naik sekira Rp 10 ribu dari pantauan minggu lalu. Sedangkan, harga per kilogram masih menyentuh Rp 29 ribu. Naik Rp 2 ribu sebelum Lebaran. Padahal harga acuannya hanya Rp 18 ribu per kilogram.

Saniah, salah satu pedagang ayam di Pasar Kedondong Samarinda mengaku, harga ayam hingga saat ini belum turun karena modal yang dikeluarkan para pedagang untuk mendapatkan pasokan ayam masih tinggi. “Karena libur Lebaran, penyuplai kami masih tutup. Akhirnya, beli ke antar-pedagang ayam juga. Tangan ke tangan,” ujarnya, Minggu (17/6).

Tak jauh berbeda, cabai rawit merah masih dijual di kisaran harga Rp 40 ribu-45 ribu per kilogram. Serta, cabai keriting seharga Rp 40 ribu per kilogram. Bahkan di Pasar Pagi Samarinda, harga cabai rawit merah mencapai Rp 70 ribu per kilogram.

Selain itu, harga daging sapi belum mengalami penurunan. Daging sapi beku yang harganya telah diatur dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 80 ribu per kilogram, masih dijual di atasnya. Pedagang menjual di kisaran harga Rp 90 ribu–Rp 100 per kilogram. Serta, daging sapi lokal masih di angka Rp 125–135 ribu per kilogram.

Meski begitu, untuk harga bawang merah dan putih mengalami penurunan. Di Pasar Kedondong Samarinda, bawang merah dijual berkisar Rp 33 ribu per kilogram. Turun Rp 2 ribu. Sedangkan, bawang putih di angka Rp 24 ribu per kilogram, turun seribu rupiah.

“Pasokan bawang dari Sulawesi banyak datang. Sehingga turun. Bawang dari Surabaya juga ikut turun,” ungkap Mario, salah satu pedagang bawang di Pasar Kedondong. (*/fun/*/and/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 06:54

Pengoperasian Maloy Mundur Lagi

SAMARINDA - Target pengoperasian Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy Batuta…

Selasa, 13 November 2018 06:52

Investor Oman Lirik Kaltim

BALIKPAPAN - Investor asal Oman tampaknya mulai tertarik untuk berinvestasi…

Selasa, 13 November 2018 06:40

e-Commerce Catat Transaksi Fantastis

JAKARTA – Pesta belanja online terbesar di dunia (Singles Day)…

Selasa, 13 November 2018 06:38

Industri Pulp dan Kertas Dipacu Manfaatkan Teknologi Ramah Lingkungan

JAKARTA - Kementerian Perindustrian memacu industri pulp dan kertas untuk…

Selasa, 13 November 2018 06:38

Kuartal III, PGN Raih Laba Bersih Rp 3,06 T

JAKARTA - Kinerja PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) sampai…

Selasa, 13 November 2018 06:37

The Fed Kawal Ruang Gerak Rupiah

JAKARTA - Perdagangan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat…

Senin, 12 November 2018 06:54

Buat Sistem Pembakaran Mesin Maksimal

BALIKPAPAN – PT Pertamina (Persero) terus mendorong konsumsi Bahan Bakar…

Senin, 12 November 2018 06:48

Neraca Perdagangan Surplus USD 1,11 M

SAMARINDA – Neraca Perdagangan Kaltim terus menunjukkan performa positif. Pada…

Senin, 12 November 2018 06:47

Pasar India Masih Jadi Favorit

SAMARINDA – Rendahnya harga crude palm oil (CPO) global belum…

Senin, 12 November 2018 06:41

Siap Bersaing di Kelas Motor Sport

BALIKPAPAN – Suzuki GSX150 Bandit cukup percaya diri menjadi pemain…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .