MANAGED BY:
SABTU
15 DESEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 16 Juni 2018 13:45
Uni Eropa Cabut Larangan Terbang
ALHAMDULILLAH..!! Kini Semua Maskapai Indonesia Bisa Terbang ke Eropa
Sudah 11 tahun Indonesia dilarang terbang ke Uni Eropa. Dengan munculnya izin tersebut berarti all remaining air carriers (maskapai penerbangan) Indonesia yang berjumlah sebanyak 55 maskapai telah memenuhi syarat diizinkan untuk terbang ke Uni Eropa.

PROKAL.CO, JAKARTA – Kini semua maskapai berbendera Indonesia sudah bisa mendarat di Eropa. Badan Eksekutif Uni Eropa (UE) telah menghapus semua nama maskapai Indonesia dari daftar hitam keselamatan penerbangan Uni Eropa. Dengan demikian, surat tertanggal 14 Juni itu secara resmi telah mencabut larangan terbang maskapai Indonesia di wilayah Uni Eropa.

Melalui surat tersebut, Badan Eksekutif Uni Eropa menyatakan bahwa maskapai Indonesia yang sudah tersertifikasi bisa terbang di langit Uni Eropa. Semua maskapai Indonesia dimasukkan dalam daftar hitam larangan terbang di Uni Eropa pada 2007 lalu. Dalam beberapa tahun kemudian, maskapai utama di Indonesia seperti Garuda Indonesia, Airfast Indonesia, Ekspres Transportasi Antarbenua, Indonesia Air Asia, Citilink, dan Batik Air telah dihapus dalam daftar hitam tersebut.

Daftar keselamatan penerbangan Uni Eropa itu dibuat untuk memastikan keselamatan penerbangan bagi warga Eropa. Selain itu daftar keselamatan ini juga membantu negara yang terkena dampak supaya meningkatkan tingkat keselamatan penerbangannya.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Guerend menyampaikan selamat kepada mitra-mitra Uni Eropa yang ada di Indonesia. ’’Terutama kepada Kementerian Perhubungan dan maskapai-maskapai penerbangan di Indonesia,’’ katanya. Dia mengatakan, keputusan pencabutan itu menunjukkan mitra di Indonesia telah berhasil mengatasi berbagai masalah terkait keselamatan penerbangan.

Dirjen Perhubungan Udara Agus Santoso menyatakan, sudah 11 tahun Indonesia dilarang terbang ke Uni Eropa. Dengan munculnya izin tersebut berarti all remaining air carriers (maskapai penerbangan) Indonesia yang berjumlah sebanyak 55 maskapai telah memenuhi syarat diizinkan untuk terbang ke Uni Eropa.

Agus juga menyatakan bahwa hasil-hasil yang telah dicapai ini mempunyai manfaat yang sangat besar. Salah satunya kepercayaan dunia yang memiliki nilai strategis yang akan menimbulkan multiplier efek positif terhadap Indonesia. ”Kita sekarang benar-benar berada di jajaran elit penerbangan dunia. Sudah sewajarnya kita juga punya tanggung jawab moral yang besar,” ungkapnya. Agus menjelaskan yang menjadi peekerjaan rumah adalah harus bisa meningkatkan terus level keselamatan, keamanan, dan kenyamanan pelayanan penerbangan nasional. Selain itu Indonesia juga bertanggungjawab terhadap dunia internasional untuk harus membantu negara-negara lain meningkatkan level keselamatan dan keamanannya.

Corporate Communication Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro mengatakan, Lion Air dan Batik Air sangat bangga atas pencabutan larangan untuk terbang ke Eropa tersebut. Menurut dia, pencabutan larangan terbang itu bakal memberikan dampak positif bagi maskapai Indonesia. Di antaranya untuk bisa mewujudkan ekspansi bisnis terbang ke Eropa dengan tetap memastikan tignkat keselamatan tertinggi.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengatakan Indonesia harus menjaga kepercayaan dari Uni Eropa tersebut. ’’Ini sebetulnya prestasi yang merangkul maskapai, pengelola bandara, dan Kementerian Perhubungan,’’ jelasnya.

Dia menceritakan, larangan terbang oleh Uni Eropa itu terjadi karena pada periode 2004 sampai 2009 terjadi banya kasus kecelakaan penerbangan oleh maskapai Indonesia. Larangan terbang tidak hanya oleh Uni Eropa, tetapi juga dari oleh Amerika Serikat. ’’Mereka anggap pesawat yang diizinkan beroperasi oleh pemerintah Indonesia itu tidak layak terbang,’’ jelasnya. Kementerian Perhubungan pun berbenah. Mulai dari regulasi dan sumber daya pengawasannya.

Sebelumnya, Uni Eropa telah secara bertahap mengeluarkan beberapa maskapai Indonesia dari EU Flight Safety List yakni pada 2009, 2011 dan 2016 secara individu dalam kurun waktu 10 tahun hanya melepas 7 airline.

Sebelumnya katagori dunia aviasi Indonesia sudah meningkat dari otoritas penerbangan AS (FAA) menjadi kategori 1. Prestasi lainnya adalah meningkatkan nilai effective implementation USOAP dari Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) yang beranggotakan 192 negara dengan nilai Indonesia yang tinggi yaitu 80, 34 pada 2017 lalu.

Pencabutan larangan terbang bagi seluruh total 62 maskapai Indonesia  merupakan bentuk  pengakuan Uni Eropa kepada Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan keselamatan penerbangan di tanah air. Keputusan Uni Eropa ini diharapkan menjadi pendorong untuk terus meningkatkan keselamatan penerbangan termasuk dalam mendukung industri perdagangan, pariwisata di seluruh wilayah Indonesia. Tentunya akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. (wan/lyn/sof)


BACA JUGA

Sabtu, 15 Desember 2018 12:17

MAKJLEB..!! Bupati Cianjur Ditangkap KPK, Warganya Syukuran

CIANJUR- Sebagai bentuk wujud syukur atas peristiwa oeprasi tangkap tangan…

Jumat, 14 Desember 2018 10:54

Tiga Pengeroyok Anggota TNI Diringkus

JAKARTA–Polisi fokus mengejar pengeroyok anggota TNI-AL Kapten Komaruddin dengan anggota…

Rabu, 12 Desember 2018 10:33

Istri Bos "Kuda-Kudaan" di Gudang dengan Karyawan

Usia Karin memang tak muda lagi. Sudah 47 tahun. Tapi…

Selasa, 11 Desember 2018 12:47

Soal HAM, Prabowo dan Jokowi 11-12

JAKARTA - Partai Demokrat menyatakan Prabowo Subianto belum tentu lebih…

Selasa, 11 Desember 2018 12:22

Awas Kasus e-KTP DANGER!

JAKARTA-Komisi Pemilihan Umum (KPU) menilai kasus-kasus yang terkait dengan KTP…

Minggu, 09 Desember 2018 11:09

Banyuwangi Dinilai Paling Inovatif

BANYUWANGI - Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur meraih penghargaan sebagai…

Minggu, 09 Desember 2018 11:08

Rencana Menikah Tinggal Kenangan

Tak pernah terbersit di benak keluarga, Muhammad Agus alias Aso…

Minggu, 09 Desember 2018 11:01

Bantuan Parpol Bisa Tembus Rp 9 Triliun

JAKARTA – Wacana agar negara berkontribusi lebih besar dalam pendanaan…

Minggu, 09 Desember 2018 11:01

Hujan dan Angin Kencang sampai Besok

JAKARTA – Hujan deras yang mengguyur sejumlah daerah di Jawa…

Minggu, 09 Desember 2018 10:59

Video Call sebelum Tidur

Kesibukan menjadi kepala negara, ditambah anak-anaknya yang tengah fokus membangun…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .