MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 16 Juni 2018 13:39
Kemenag Intensif Bahas Penyatuan Kalender Islam
2022 Mulai Tidak Kompak, Diawali Perbedaan Idul Adha

PROKAL.CO, JAKARTA – Pemerintah boleh bersyukur penetapan awal puasa dan lebaran tahun ini bersamaan. Tetapi jika penyatuan kalender Islam atau kalender hijriyah global tidak segera ditetapkan, kekompakan itu hanya bertahan sampai 2021. Lalu mulai 2022 sampai 2025 bakal terjadi perbedaan dalam penetapan hari-hari penting dalam kalender hijriyah.

Pada 2022 dimulai dengan perbedaan penetapan Idul Adha karena pada saat itu 1,9 derajat di atas ufuk. Kemudian pada 2023 terjadi perbedaan pada penetapan lebaran sekaligus Idul Adha. Sebab pada saat lebaran tinggi hilal 1,7 derajat dan saat penetapan Idul Adha tinggi hilal 0,9 derajat.

Lantas pada 2024 bakal terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan karena tinggi hilal hanya 0,8 derajat di atas ufuk. Berikutnya pada 2025 kembali terjadi perbedaan pada penetapan Idul Adha karena tinggi hilal hanya 1,4 derajat. Potensi perbedaan-perbedaan ini bisa dicegah jika pemerintah menetapkan penyatuan kalender hijriyah dengan kriteria tinggi hilal minimal tiga derajat.

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muhammadiyah Amin mengatakan selama ini mereka sudah menjalankan berbagai upaya untuk penyatuan kalender hijriyah global. ’’Termasuk 2017 telah melakukan seminar internasional tentang fiqih falakiyah dengan menghadirkan peserta dari seluruh dunia,’’ katanya kemarin (15/6).

Amin mejelaskan ketika sudah ada penyatuan kalender hijriyah nanti, bisa jadi kegiatan sidang isbat seperti selama ini, tidak ada lagi. Dia menjelaskan selama ini Kemenag menjalankan sidang Isbat lantar menjalankan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 tahun 2004. Dia mengatakan bisa jadi setelah adanya kalender (hijriyah, Red) global, MUI akan mengeluarkan fatwa baru. Dimana isinya supaya merujuk kepada kalender global tersebut.

Ketika nanti pemerintah sudah menetapkan adanya penyatuan kalender hijriyah atau kalender hijriyah global, maka seluruh ormas Islam harus mengikutinya. Ormas yang selama ini mengacu pada kriteria wujudul hilal (pokoknya hilal di atas nol derajat) seperti Muhammadiyah harus menerapkan kalender hijriyah global. Kemudian ormas yang selama ini menggunakan rukyat atau pengamatan hilal, seperti Nahdlatul Ulama, juga ahrus mengacu pada penyatuan kalender hijriyah.

’’(Sampai sekarang, Red) masih dilakukan pembahasan intensif dengan ormas,’’ jelas Amin. Dia menuturkan setelah lebaran ini, pembahasan tentang penyatuan kalender hijriyah akan dibahas kembali.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin pada seminar internasional Falah tahun lalu, telah dirusumkan Rekomendasi Jakarta 2017. Isinya diantaranya adalah kriteria masuknya awal bulan hijriyah adalah tinggi hilal atau bulan minimal 3 derajat.

’’Terkait adanya Rekomendasi Jakarta 2017 itu, Lapan sudah menyampaikan saran,’’ katanya. Saran dari Lapan itu adalah supaya Rekomendasi Jakarta 2017 menjadi pedoman Menteri Agama Indonesia dalam koordinasi di forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dan OKI agar terwujud kalender Islam global yang mempersatuan umat. Lapan juga menyarankan supaya Rekomendasi Jakarta 2017 menjadi pedoman pemerintah dan seluruh ormas supaya ada kalender hijriyah yang mapan dan jadi pedoman umat. (wan)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 12:52

Formasi Banyak Kosong, Gelar Tes CPNS Lagi?

Pemerintah menyiapkan kebijakan khusus untuk mengisi banyaknya formasi CPNS 2018 yang kosong, yaitu…

Selasa, 13 November 2018 12:51

CEK DEH..!! Publik Dapat Menguji Data Kelulusan Peserta SKB CPNS 2018

JAKARTA- Sekretaris Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB)…

Selasa, 13 November 2018 12:24

Sibuk Saling Sindir, Paling Rugi Petahana

Ucapan Presiden Joko Widodo (Jokowi) terkait politik genderuwo terus menuai kritik. Sebab diksi seperti…

Selasa, 13 November 2018 10:59

ENAK YA DI JAWA..!! Jakarta-Surabaya Hanya 8 Jam Lewat Tol Trans-Jawa

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meninjau kesiapan tol trans-Jawa yang akan beroperasi…

Selasa, 13 November 2018 10:57

CVR Lion air JT610 Diduga Rusak

Cockpit voice recorder (CVR) pesawat Lion Air PK-LQP belum ditemukan. Komite Nasional Keselamatan…

Minggu, 11 November 2018 11:53

Nelayan Aceh Ditangkap Angkatan Laut Myanmar, 15 Belas Ditahan, 1 Meninggal

JAKARTA – Total 16 orang kapal Nelayan KM Bintang Jasa asal Aceh ditahan oleh Kantor Kepolisian…

Minggu, 11 November 2018 10:23

BPBD Waspadai Risiko Tiga Bencana Alam

MEJAYAN–Hujan sepekan membuat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun menyalakan…

Minggu, 11 November 2018 10:19

Kajati Sulsel Minta Bantuan KPK

MAKASSAR - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulsel mulai angkat tangan mengejar Soedirjo Aliman alias…

Sabtu, 10 November 2018 20:56

Evakuasi Lion Air JT610 Dihentikan, Pencarian CVR Bagaimana?

JAKARTA- Operasi SAR gabungan dalam upaya evakuasi pesawat Lion Air JT-610 di perairan Tanjung Karawang,…

Sabtu, 10 November 2018 20:52

Ada Apa dengan Pembalut Wanita? Kok Dipakai untuk Mabuk?

JAKARTA- Badan Narkotika Nasional (BNN) bergerak cekatan memeriksa kandungan dalam pembalut wanita.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .