MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 16 Juni 2018 13:39
Kemenag Intensif Bahas Penyatuan Kalender Islam
2022 Mulai Tidak Kompak, Diawali Perbedaan Idul Adha

PROKAL.CO, JAKARTA – Pemerintah boleh bersyukur penetapan awal puasa dan lebaran tahun ini bersamaan. Tetapi jika penyatuan kalender Islam atau kalender hijriyah global tidak segera ditetapkan, kekompakan itu hanya bertahan sampai 2021. Lalu mulai 2022 sampai 2025 bakal terjadi perbedaan dalam penetapan hari-hari penting dalam kalender hijriyah.

Pada 2022 dimulai dengan perbedaan penetapan Idul Adha karena pada saat itu 1,9 derajat di atas ufuk. Kemudian pada 2023 terjadi perbedaan pada penetapan lebaran sekaligus Idul Adha. Sebab pada saat lebaran tinggi hilal 1,7 derajat dan saat penetapan Idul Adha tinggi hilal 0,9 derajat.

Lantas pada 2024 bakal terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan karena tinggi hilal hanya 0,8 derajat di atas ufuk. Berikutnya pada 2025 kembali terjadi perbedaan pada penetapan Idul Adha karena tinggi hilal hanya 1,4 derajat. Potensi perbedaan-perbedaan ini bisa dicegah jika pemerintah menetapkan penyatuan kalender hijriyah dengan kriteria tinggi hilal minimal tiga derajat.

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muhammadiyah Amin mengatakan selama ini mereka sudah menjalankan berbagai upaya untuk penyatuan kalender hijriyah global. ’’Termasuk 2017 telah melakukan seminar internasional tentang fiqih falakiyah dengan menghadirkan peserta dari seluruh dunia,’’ katanya kemarin (15/6).

Amin mejelaskan ketika sudah ada penyatuan kalender hijriyah nanti, bisa jadi kegiatan sidang isbat seperti selama ini, tidak ada lagi. Dia menjelaskan selama ini Kemenag menjalankan sidang Isbat lantar menjalankan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 tahun 2004. Dia mengatakan bisa jadi setelah adanya kalender (hijriyah, Red) global, MUI akan mengeluarkan fatwa baru. Dimana isinya supaya merujuk kepada kalender global tersebut.

Ketika nanti pemerintah sudah menetapkan adanya penyatuan kalender hijriyah atau kalender hijriyah global, maka seluruh ormas Islam harus mengikutinya. Ormas yang selama ini mengacu pada kriteria wujudul hilal (pokoknya hilal di atas nol derajat) seperti Muhammadiyah harus menerapkan kalender hijriyah global. Kemudian ormas yang selama ini menggunakan rukyat atau pengamatan hilal, seperti Nahdlatul Ulama, juga ahrus mengacu pada penyatuan kalender hijriyah.

’’(Sampai sekarang, Red) masih dilakukan pembahasan intensif dengan ormas,’’ jelas Amin. Dia menuturkan setelah lebaran ini, pembahasan tentang penyatuan kalender hijriyah akan dibahas kembali.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin pada seminar internasional Falah tahun lalu, telah dirusumkan Rekomendasi Jakarta 2017. Isinya diantaranya adalah kriteria masuknya awal bulan hijriyah adalah tinggi hilal atau bulan minimal 3 derajat.

’’Terkait adanya Rekomendasi Jakarta 2017 itu, Lapan sudah menyampaikan saran,’’ katanya. Saran dari Lapan itu adalah supaya Rekomendasi Jakarta 2017 menjadi pedoman Menteri Agama Indonesia dalam koordinasi di forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dan OKI agar terwujud kalender Islam global yang mempersatuan umat. Lapan juga menyarankan supaya Rekomendasi Jakarta 2017 menjadi pedoman pemerintah dan seluruh ormas supaya ada kalender hijriyah yang mapan dan jadi pedoman umat. (wan)


BACA JUGA

Selasa, 17 Juli 2018 23:21

MA Pastikan Tindak Tegas Oknum Nakal

SAMARINDA – Integritas peradilan harus terus dibenahi, membabat mental korup di institusi penggawa…

Selasa, 17 Juli 2018 12:35
Bikin Heboh, Bocah Menikah di Binuang Kabupaten Tapin Kalsel

Pacaran Sebulan, ke Mana-Mana Lengket kayak Prangko

Lagi, kasus pernikahan dini terjadi. Kali ini di Desa Tungkap, Kecamatan Binuang, Kabupaten Tapin, Kalimantan…

Selasa, 17 Juli 2018 12:11
Mulai Masuk Asrama Haji, Hari Ini Terbang Perdana

INGAT..!! Calon Haji Jangan Sebar Foto Beraroma Terorisme

MADINAH – Era media sosial membuat semua orang sering seenaknya membagikan berita dan foto. Namun,…

Selasa, 17 Juli 2018 12:09

Jangan Ada Calon Tunggal di Pilpres, Aturan Berlapis Disiapkan

Pengalaman calon tunggal dalam pilkada memunculkan kehawatiran fenomena serupa bakal terjadi di pilpres.…

Selasa, 17 Juli 2018 12:07

Divestasi Freeport Dibilang Pencitraan, Ini Kata Jokowi

JAKARTA – Langkah pemerintah mengakuisisi PT Freeport Indonesia melalui skema divestasi saham…

Selasa, 17 Juli 2018 12:03
Bursa Cawapres Jokowi

Mahfud, TGB, Airlangga Masuk Kantong Jokowi

JAKARTA - Satu demi satu, nama-nama calon pendamping Presiden Jokowi dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang…

Selasa, 17 Juli 2018 11:56

Kapolri: Tidak Boleh Pukul, Kendati Komplotan Pencuri

JAKARTA— Kapolri Jenderal Tito Karnavian angkat bicara terkait kasus pemukulan yang dilakukan…

Selasa, 17 Juli 2018 11:53

Jalur Mandiri Jangan Jadi ATM Kampus

JAKARTA - Masa penerimaan mahasiswa baru di sejumlah kampus negeri, saat ini untuk kategori jalur mandiri.…

Senin, 16 Juli 2018 22:30

Agustus, Dewan Pers Pastikan Verifikasi SMSI

JAKARTA- Senin (16/7) Pengurus SMSI pusat audiensi ke Dewan Pers di Jl. Kebon Sirih No. 32-34 Jakarta…

Minggu, 15 Juli 2018 12:31
Sang Istri, Eni Saragih, Jadi Tersangka KPK

Bupati Temanggung Terpilih Ikut Diamankan

JAKARTA – Partai Golkar hampir dipastikan kehilangan salah seorang calon anggota legislatif (caleg)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .