MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Sabtu, 16 Juni 2018 13:39
Kemenag Intensif Bahas Penyatuan Kalender Islam
2022 Mulai Tidak Kompak, Diawali Perbedaan Idul Adha

PROKAL.CO, JAKARTA – Pemerintah boleh bersyukur penetapan awal puasa dan lebaran tahun ini bersamaan. Tetapi jika penyatuan kalender Islam atau kalender hijriyah global tidak segera ditetapkan, kekompakan itu hanya bertahan sampai 2021. Lalu mulai 2022 sampai 2025 bakal terjadi perbedaan dalam penetapan hari-hari penting dalam kalender hijriyah.

Pada 2022 dimulai dengan perbedaan penetapan Idul Adha karena pada saat itu 1,9 derajat di atas ufuk. Kemudian pada 2023 terjadi perbedaan pada penetapan lebaran sekaligus Idul Adha. Sebab pada saat lebaran tinggi hilal 1,7 derajat dan saat penetapan Idul Adha tinggi hilal 0,9 derajat.

Lantas pada 2024 bakal terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan karena tinggi hilal hanya 0,8 derajat di atas ufuk. Berikutnya pada 2025 kembali terjadi perbedaan pada penetapan Idul Adha karena tinggi hilal hanya 1,4 derajat. Potensi perbedaan-perbedaan ini bisa dicegah jika pemerintah menetapkan penyatuan kalender hijriyah dengan kriteria tinggi hilal minimal tiga derajat.

Dirjen Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kementerian Agama (Kemenag) Muhammadiyah Amin mengatakan selama ini mereka sudah menjalankan berbagai upaya untuk penyatuan kalender hijriyah global. ’’Termasuk 2017 telah melakukan seminar internasional tentang fiqih falakiyah dengan menghadirkan peserta dari seluruh dunia,’’ katanya kemarin (15/6).

Amin mejelaskan ketika sudah ada penyatuan kalender hijriyah nanti, bisa jadi kegiatan sidang isbat seperti selama ini, tidak ada lagi. Dia menjelaskan selama ini Kemenag menjalankan sidang Isbat lantar menjalankan fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nomor 2 tahun 2004. Dia mengatakan bisa jadi setelah adanya kalender (hijriyah, Red) global, MUI akan mengeluarkan fatwa baru. Dimana isinya supaya merujuk kepada kalender global tersebut.

Ketika nanti pemerintah sudah menetapkan adanya penyatuan kalender hijriyah atau kalender hijriyah global, maka seluruh ormas Islam harus mengikutinya. Ormas yang selama ini mengacu pada kriteria wujudul hilal (pokoknya hilal di atas nol derajat) seperti Muhammadiyah harus menerapkan kalender hijriyah global. Kemudian ormas yang selama ini menggunakan rukyat atau pengamatan hilal, seperti Nahdlatul Ulama, juga ahrus mengacu pada penyatuan kalender hijriyah.

’’(Sampai sekarang, Red) masih dilakukan pembahasan intensif dengan ormas,’’ jelas Amin. Dia menuturkan setelah lebaran ini, pembahasan tentang penyatuan kalender hijriyah akan dibahas kembali.

Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) Thomas Djamaluddin pada seminar internasional Falah tahun lalu, telah dirusumkan Rekomendasi Jakarta 2017. Isinya diantaranya adalah kriteria masuknya awal bulan hijriyah adalah tinggi hilal atau bulan minimal 3 derajat.

’’Terkait adanya Rekomendasi Jakarta 2017 itu, Lapan sudah menyampaikan saran,’’ katanya. Saran dari Lapan itu adalah supaya Rekomendasi Jakarta 2017 menjadi pedoman Menteri Agama Indonesia dalam koordinasi di forum Menteri Agama Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, dan Singapura (MABIMS) dan OKI agar terwujud kalender Islam global yang mempersatuan umat. Lapan juga menyarankan supaya Rekomendasi Jakarta 2017 menjadi pedoman pemerintah dan seluruh ormas supaya ada kalender hijriyah yang mapan dan jadi pedoman umat. (wan)


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 12:18

NAH KAN..!! Soal Lahan Bikin Jokowi Diadukan ke Bawaslu

Calon presiden nomor 01 Joko Widodo alias Jokowi dilaporkan ke…

Selasa, 19 Februari 2019 10:33

Persaingan Ketat, Minat Pendaftar SNMPTN Rendah

JAKARTA-Pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi (SNMPTN) 2019 akan berakhir…

Selasa, 19 Februari 2019 10:28

TERNYATA..!! Ada Keributan di Arena Debat Capres Kedua, Ini Kronologinya

Keributan terjadi di arena debat capres kedua di Hotel Sultan,…

Senin, 18 Februari 2019 10:32

Pendaftar SNMPTN Masih Minim, Tidak Ada Perpanjangan Waktu

JAKARTA-Panitia Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi (LTMPT) tidak akan memperpanjang…

Senin, 18 Februari 2019 10:31

Polisi Lambat Tangani Kasus Penganiayaan Pegawai KPK

JAKARTA-Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka kasus penganiayaan pegawai Komisi…

Senin, 18 Februari 2019 10:31

TNI-AL Tangkap Delapan Kapal Asing

JAKARTA – Pelanggaran undang-undang pelayaran oleh kapal-kapal asing masih sering…

Minggu, 17 Februari 2019 22:45

Prabowo : Belum Semua Petani Bisa Kita Bela

Calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto berbicara mengenai perkembangan…

Minggu, 17 Februari 2019 22:33

Sempat Terdengar Ledakan, Pendukung Capres Berhamburan

Bunyi ledakan terdengar jelas di luar lokasi debat kedua berlangsung.…

Minggu, 17 Februari 2019 22:25
Debat Kedua Pilpres

Jokowi Terus Menyindir, Bilang Prabowo Kurang Optimis

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyindir calon…

Minggu, 17 Februari 2019 12:16

Energi Terbarukan di Debat Kedua

Sehari jelang perhelatan debat malam nanti, Cawapres nomor urut 02…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*