MANAGED BY:
KAMIS
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Jumat, 15 Juni 2018 01:44
Merasakan Puasa dan Merayakan Idulfi tri di Moskow, Rusia (1)
Agresif sebelum Buka, Tenang setelah Salat
LADIES FIRST: Petugas Masjid Katedral, Moskow, Rusia membagikan Takjil berisi pisang, apel, dan roti sebelum waktu magrib kepada muslimah, Rabu (13/6).(ANGGER BONDAN/JAWA POS)

PROKAL.CO, Islam adalah agama terbesar kedua Rusia. Di Moskow saja, terdapat sekitar 1 juta pemeluk Islam. Di selasela meliput Piala Dunia 2018, Jawa Pos merasakan pengalaman enam hari berpuasa dan salat Idulfi tri di Rusia.

AINUR ROHMAN,Moskow

“ASTAGHFIRULLAH al aziiiiimmm,’’ pekik Alim Abdurahmanov saat melihat kericuhan kecil tepat di depan mukanya. Petugas Masjid Katedral Moskow itu melotot, menggelengkan kepala seolah tak percaya melihat belasan lelaki saling dorong berebut roti dan nasi bungkus di area sebelah kiri masjid.

Saat itu pukul 21.30 waktu Moskow. Hari masih sangat terang. Waktu berbuka puasa di ibu kota Rusia tersebut kurang dari 40 menit lagi. Imsak di Moskow adalah pukul 01.38. Jadi, muslim di sini menjalani puasa nyaris 20 jam.

Makanan-makanan itu, kata Abdurahmanov, adalah sumbangan dari jamaah masjid. Masjid Katedral Moskow sebetulnya juga menyediakan menu berbuka puasa. Masing-masing jamaah bisa mendapatkan satu kresek berisi sebuah apel, pisang, roti, dan satu botol air dalam kemasan. Para petugas distributor makanan seperti Abdurahmanov akan membagikan kantong-kantong plastik itu.

Nanti, setelah salat Magrib. Pengecualian hanya untuk jamaah perempuan. Mereka bisa mendapatkan kresek-kresek itu lebih awal. Nah, untuk membatalkan puasa, masjid memberikan kurma dan air putih yang ditampung di gelas-gelas kertas.

Makanan-makanan itu sejatinya memang tidak sangat mengenyangkan. Hanya sebagai pembuka. Jadi, ketika ada peluang mendapatkan satu kotak nasi dan sebongkah besar roti cokelat yang terlihat sangat menggiurkan itu, rasanya memang sulit menahan diri. Apalagi, mereka sudah menahan lapar dan haus nyaris 20 jam.

’’Jadinya mereka berebut. Seharusnya jangan seperti itu,’’ kata Abdurahmanov, lantas menggeleng- gelengkan kepala. Selama Ramadan tahun ini, imigran dari Tajikistan tersebut memang bertugas mengemas dan membagikan makanan kepada para jamaah Masjid Katedral. Dia dibantu lima orang lainnya. Setelah salat Magrib, ternyata ratusan jamaah lelaki di masjid terbesar di Eropa tersebut lebih beradab. Mereka antre dengan tertib.

Bahkan saat ada dermawan-dermawan lain membawa roti, aneka macam buah, serta kurma. Mereka tidak lagi berebut secara agresif. Mengambil bagian dengan cara normal dan biasa saja. Suasana Ramadan di Moskow memang biasa. Tidak ada nuansa terlampau spesial. Walaupun, Islam merupakan agama terbesar kedua di Rusia.

Di Moskow saja, diperkirakan jumlah muslim mencapai 1 juta orang. Sedangkan di seluruh Rusia menembus 20 juta jiwa atau sekitar 7 persen dari total populasi penduduk negeri terluas di dunia itu. Masjid Katedral Moskow diklaim sebagai yang terbesar di seluruh Eropa. Nama bangunan itu naik daun ketika Presiden Rusia Vladimir Putin meresmikannya pada 24 September 2015. Selain Putin, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas juga datang dalam acara seremonial tersebut.

Masjid bernama asli Moskovskiy Soborniy Mecet tersebut sejatinya sudah berdiri sangat lama. Tepatnya sejak 1904. Namun baru resmi dipugar, diperluas, dan selesai nyaris tiga tahun lalu. Masjid yang megah dengan arsitektur cantik itu diprediksi mampu menampung jamaah sampai 10 ribu orang.

Putin dan pemerintah Rusia menjamin kebebasan beragama bagi umat Islam. Memang, mayoritas penduduk di kawasan-kawasan utara Rusia seperti Ingushetia, Chechnya, Dagestan, Kabardino-Balkaria, Karachay Cherkessia, Tatarstan, serta Bashkortostan memeluk Islam.

Moskow pun dibanjiri banyak imigran dari negara-negara bekas Uni Sovyet. Antara lain Azerbaijan, Kazakhstan, Uzbekistan, Kirgistan, Turkmenistan, dan Tajikistan. Jadi, suasana berbuka puasa di Masjid Katedral memang sangat ramai, apalagi saatsaat ini.

'Menjelang Piala Dunia 2018, dari pengamatan Jawa Pos kemarin, suporter dari Mesir, Maroko, dan Tunisia berdatangan ke Masjid Katedral untuk berbuka puasa dan salat Magrib. Orang-orang Pakistan, Thailand, serta Singapura juga ada. Alhasil, pengamanan diperketat. Setiap pengunjung masjid harus melewati detektor logam dan mesin sinar X. Barang-barang juga diperiksa petugas keamanan.

                                                                                                           ***

Melihat orang-orang memakai kerudung adalah hal yang sangat lazim dan biasa di pusat-pusat keramaian seperti stasiun metro. Aishah Binti Rahman, mahasiswi kedokteran Moscow State University, mengatakan bahwa selama lima tahun bersekolah di Moskow, tidak sekali pun dirinya menerima perlakuan rasis dan diskriminatif. Orang Rusia menerima kehadiran pendatang Islam seperti dirinya dengan biasa-biasa saja. ’’Alhamdulillah, saya sama sekali tidak pernah menerima perlakuan yang tidak mengenakkan,’’ katanya.

’’Puasa juga lancar karena cuacanya enak. Sejuk,’’ imbuhnya. Memang, kalau dibayangkan, puasa selama 20 jam itu sangat berat. Apalagi kalau terbiasa tidak makan dan minum dalam tempo ’’cuma’’ 13 jam seperti di Indonesia. Namun, dari yang penulis rasakan, puasa di Moskow tidak berat-berat amat. Meski setiap hari melakukan peliputan dan berjalan beberapa kilometer, tenaga tidak sampai terkuras hebat karena cuaca sangat nyaman. Suhu Moskow sejuk.

Berkisar 10 sampai 13 derajat Celsius. Memang, pada saat-saat tertentu, terutama pukul 20.00, rasa haus menyerang. Bibir mulai sangat kering. Namun masih bisa ditahan.

Salat Idulfitri 2018 berlangsung hari ini pukul 07.00 atau 12.00 Wita. Biasanya, dari pengalaman tahun-tahun lalu, jamaah akan sangat banyak. Meluber hingga ke jalan-jalan. Abdurahmanov berpesan kepada penulis supaya datang lebih dini agar bisa mendapatkan tempat nyaman dan enak. (*/c19/jpnn/bby/bersambung)


BACA JUGA

Rabu, 18 Juli 2018 08:22

Kemenag: ATM Aman kalau Kembalikan Uang

BALIKPAPAN – Kasus antara PT Arafah Tamasya Mulia (ATM) dan ribuan jamaah belum juga ada titik…

Rabu, 18 Juli 2018 08:18

Sudah Sterilisasi SUGBK, Sibuk Jaga Keasaman Air di Palembang

Dari serangkaian persiapan menuju Asian Games, penyelesaian venue menjadi topik utama yang terus diselesaikan…

Selasa, 17 Juli 2018 09:14

Jamaah Terus Dibikin Menggantung

BALIKPAPAN – Ratusan orang berkumpul di Masjid Baitul Aman Mapolres Balikpapan, Senin (16/7).…

Selasa, 17 Juli 2018 09:05

Dua Bulan Lagi Didarati Boeing 737

SAMARINDA –Tarik ulur rencana penerbangan lintas provinsi di Bandara APT Pranoto Samarinda mulai…

Selasa, 17 Juli 2018 09:02

Coret Caleg Mantan Koruptor

SAMARINDA – Hari ini (17/7), menjadi batas terakhir pendaftaran calon legislatif (caleg) untuk…

Selasa, 17 Juli 2018 08:59

Mahfud Teratas Dampingi Jokowi

JAKARTA – Satu demi satu, nama-nama calon pendamping Presiden Jokowi dalam Pemilihan Presiden…

Selasa, 17 Juli 2018 08:57

Wujudkan Smart City, Minta Jangan Gagap Teknologi

Perlahan namun pasti, janji Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dan Wakil Wali Kota Basri Rase terpenuhi.…

Senin, 16 Juli 2018 11:00
Pemilihan Rektor Unmul

Calon Rektor Unmul Adu Kuat di Pusat

Memang tak seheboh dan sepanas Pilkada Kaltim. Tapi, proses pemilihan Rektor Universitas Mulawarman…

Senin, 16 Juli 2018 10:00

Tiap Fakultas Beda Dukungan

AWAL tahun 2000, pertama kali Julinda Romauli Manullang memulai risetnya. Di antara semua penelitian,…

Senin, 16 Juli 2018 08:54

Les Bleus Bintang Dua

MOSKOW – Didier Deschamps mengulang memori indah 20 tahun lalu. Pada 1998, dia menjadi kapten…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .