MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 14 Juni 2018 19:45
Ini Alasan Anca Bunuh Sopir Taksi Online Itu
Darmadi Anca, pembunuh sopir taksi online, Handarri. (ist)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN- Selain pistol air soft gun, Darmadi alias Anca rupanya membawa pelat mobil. Kondisi ini menimbulkan kecurigaan. Bahwa niat awal Darmadi adalah merampok. Namun, dia membantah. Pelat tersebut, katanya, milik temannya. Hendak diantarkan. Sedangkan pistol, dibelinya dua bulan lalu. Secara online. Seharga Rp 3 juta.

“Soalnya kerjaan saya antar buah ke Kalsel. Jadi buat jaga-jaga kalau di perjalanan,” tuturnya.

Kapolres Balikpapan AKBP Wiwin Firta menyebut belum ditemukan unsur percobaan perampokan dalam kasus ini. Selain ponsel korban yang dibawa tersangka, tak ada barang berharga lainnya yang hilang. Adapun pelat mobil dipastikan memang milik teman tersangka.

“Motif awal memang sakit hati karena tersangka emosi disuruh naik helikopter. Usai membunuh, tersangka mengambil ponsel untuk menutupi jejak. Membuang SIM card di daerah Sepinggan,” kata Wiwin.

Ponsel korban yang dibawa tersangka diakui sebagai upaya menghilangkan jejak. Karena dalam ponsel tersebut terdapat percakapan antara pelaku dan korban. Soal transaksi taksi online. Sementara dompet dan jam tangan masih menempel di tubuh korban.

“Jadi tak ada unsur menguras harta benda korban. Dan pelaku sendiri belum pernah melakukan tindak pidana yang mengarah pada kasus ini,” tuturnya.

Dalam penyelidikan awal, tim gabungan dari Polsek Balikpapan Selatan, Polres Balikpapan, dan Subdit III Jatanras Polda Kaltim menemukan banyak petunjuk di tempat kejadian perkara (TKP). Ada 12 tembakan yang dilepaskan tersangka ke tubuh korban. Enam saat di dalam mobil. Mengenai kepala belakang korban.

“Kemudian enam tembakan ke dada setelah korban keluar mobil. Setelah itu tersangka kembali ke mobil. Mengambil dongkrak, palu, dan pisau untuk membunuh korban,” kata Wiwin.

Soal adanya kemungkinan korban mempertahankan mobilnya, disebut Wiwin memang ada bekas jejak putaran balik. Tetapi itu inisiatif korban yang memutuskan tidak jadi mengantarkan tersangka. Dari putaran balik itu, 30 meter kemudian, tersangka menembak korban.

“Karena ditembak itu, korban panik dan melakukan manuver sehingga menabrak pohon,” kata Wiwin.

Petunjuk terkait keberadaan tersangka didapat dari teman Darmadi. Yang menjemput usai pembunuhan. Dari informasi itu, rumah Darmadi digeledah. Kosong. Diketahui dia memesan jasa travel untuk ke Sangatta pada pukul 14.00 Wita.

“Kami mendapat petunjuk pelat kendaraan yang ditumpangi tersangka. Kami langsung berkoordinasi dengan Ditlantas dan Brimob Polda Kaltim untuk melaksanakan razia di semua lokasi yang kemungkinan akan dilalui tersangka,” ujar Wiwin.

Darmadi pun terjaring pada pukul 16.40 Wita. Dia pun mengakui perbuatannya. Lantas digiring ke sel tahanan Mapolres Balikpapan, Selasa (12/6) sekira pukul 20.50 Wita. Dia dijerat Pasal 338 KUHP. Ancaman hukumannya maksimal 15 tahun penjara.

Diketahui sebelumnya, seorang sopir taksi online bernama Handarri ditemukan tewas di semak-semak. Dua meter dari mobil merahnya. Yang ringsek di bagian depan. Usai menabrak pohon. Di bagian kepala pria yang baru menikah enam bulan itu ditemukan banyak luka tusukan. Dan hantaman benda tumpul. Hingga ke punggung.

"Saya menduga anak saya mau dirampok. Dia mencoba mempertahankan mobilnya. Makanya dia berzig-zag dan menabrak pohon. Sehingga mobilnya tak bisa diambil. Yang diambil ponselnya untuk menghilangkan jejak," yakin orangtua korban, Rosidi.

Handarri merupakan anak pertama dari dua saudara. Tinggal di lantai dua rumah orangtuanya di Perum Korpri, Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan. Pukul 08.00 Wita dia pamit kepada sang istri, Ulfa. Mau mengantarkan penumpang. Hingga pukul 09.30 Wita, jasadnya ditemukan oleh warga.

“Pekerjaan utamanya pegawai Pegadaian. Sopir taksi onlinehanya sampingan sebulan terakhir ini. Mobilnya juga baru dibeli dua bulan lalu. Belum ada anak,” kata Rosidi. (gel/*/rdh/dwi/k8)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…

Senin, 17 September 2018 09:21

Edy Nyaman di Puncak, Ferdian Membuntuti

PERSAINGAN dan dukungan kepada kandidat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di polling garapan…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Waswas Jadi Jembatan “Abunawas”

SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Mantan Jubir Kemendagri, Tiga Bulan Jadi Pj Gubernur

SAMARINDA - Teka-teki penjabat (Pj) gubernur Kaltim yang ditunjuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)…

Minggu, 16 September 2018 11:00

Pusat Bakal Jatuhkan Sanksi

JAKARTA - Pemerintah tidak ingin disebut lambat menjatuhkan sanksi untuk 2.259PNS kasus korupsi yang…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .