MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 14 Juni 2018 07:46
Mudik Maut, 13 Tewas di Laut

Tidak Ada Izin, Tak Ada Manifes Kapal Kayu Tenggelam di Perairan Makassar

TRAGEDI JELANG IDULFITRI: Keluarga korban kapal tenggelam tak kuasa menahan tangis di depan Kamar Jenazah RS AL Jala Ammari Makassar, Rabu. (IDHAM AMA/FAJAR)

PROKAL.CO, MAKASSAR - Yusuf begitu terpukul. Rencana mudiknya ke kampung halaman berujung kehilangan anak dan istri. Di tengah perjalanan dari Pelabuhan Rakyat (Pelra) Paotere menuju Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, KM Arista, yang dia tumpangi bersama keluarganya, tenggelam. Kapal tersebut karam diterjang ombak di Perairan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Istri Yusuf, Ariani (30), dan anaknya, Arsyam (1), tewas dalam tragedi pilu itu. Sementara anak pertamanya, Yusri (5), kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Bukan hanya Yusuf yang kehilangan orang-orang yang dicintai. Total 13 penumpang tewas dalam kecelakaan laut tersebut. Semua penumpang merupakan warga pulau, yang sebagian baru saja membeli keperluan untuk Lebaran di daratan Makassar. Yusuf berhasil menyelamatkan diri.

Saat ini, Yusuf berada di Pulau Barrang Lompo bersama jenazah istrinya. Jenazah anaknya, Arsyam, dibawa ke rumah kerabatnya di wilayah Pampang. Sebelum itu, jenazah Arsyam sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Jala Ammari TNI Angkatan Laut. Sedangkan anak pertama Yusuf, Yusri, dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Ishak, kerabat Yusuf yang juga ikut dalam kapal, berkata bahwa KM Arista mulai kehilangan keseimbangan saat diempas ombak besar. Semua penumpang panik. Kapal mulai oleng dan nakhoda pun sulit mengendalikan. Ishak kebetulan berada tak jauh dari nakhoda. Sedangkan Ariani, istri Yusuf, dan kedua anaknya berada di bagian yang berbeda. ”Saya lihat dari jauh, Ibu Ariani ini sempat susui anak keduanya sebelum terempas karena ombak,” bebernya.

Tenggelamnya kapal kayu di perairan Sulawesi Selatan (Sulsel) itu terjadi kemarin (13/6) siang. Kapal celaka dalam perjalanan menuju Pulau Barrang Lompo dari Paotere. Satu kapal jolloro, sejenis kapal kayu khas Sulsel, tenggelam. Dari 13 korban tewas yang terdata hingga tadi malam, diperkirakan masih bisa bertambah. Sebab, jumlah penumpang kapal tidak diketahui secara pasti. Pasalnya, kapal tersebut tidak memiliki manifes penumpang. Juga tak ada izin mengangkut manusia.          

Kabidhumas Polda Sulsel Kombespol Dicky Sondani menjelaskan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 13.00. Kapal tersebut diperkirakan tenggelam karena ombak yang terlalu tinggi. ”Memang siang tadi (kemarin) ombak tinggi sekali,” katanya saat dihubungi Jawa Pos, kemarin.

Dicky menerangkan, kapal itu milik perorangan. Melayani penyeberangan dari Pulau Barrang Lompo menuju Pulau Paotere. ”Tidak ada tiket. Tidak ada daftar yang dimiliki,” ucapnya.

Mengantisipasi korban yang belum dievakuasi, petugas terus melakukan pencarian. Sampai siang kemarin sudah ditemukan 37 penumpang. Sebanyak 24 selamat, 13 lainnya meninggal dunia. ”Namun, kami belum mengetahui berapa jumlah pasti penumpang,” kata Dicky.

HANYA TIGA PELAMPUNG

Dari informasi yang dihimpun Fajar (Kaltim Post Group), kurang lebih 1 mil setelah bertolak dari pelabuhan, angin kencang yang disertai ombak besar menerjang kapal yang dinakhodai Mustafa Daeng Kila (47), hingga terbalik dan karam.

Diduga, kapal jolloro Arista kelebihan muatan. Selain mengangkut penumpang, juga mengangkut sejumlah sepeda motor, dan barang bawaan penumpang.

Seorang penumpang yang selamat dalam peristiwa itu, Sarinah (21), menceritakan, tidak lama setelah kapal meninggalkan Pelra Paotere, kapal yang ditumpanginya diterjang ombak besar.

"Tiba-tiba saja, hanya sekali ombak besar menghantam di sebelah kiri kapal, sehingga kapal terbalik ke kanan," urainya.

Nakhoda kapal, Mustafa Daeng Kila, menceritakan, kapalnya meninggalkan Pelra Paotere selepas salat Zuhur. "Cuaca baik ji waktu mau meninggalkan Pelabuhan Paotere. Bahkan, sudah ada kapal jolloro lainnya yang sudah berangkat duluan," jelasnya ditemui di Mapolres Pelabuhan Makassar.

Setelah kapal yang dinakhodainya berlayar kurang lebih 1 mil, tiba-tiba angin kencang. Mustafa memperlambat laju kapalnya dan rencananya memutar haluan kembali ke Pelabuhan Paotere.

"Saya pelankan jalannya mesin dan rencananya mau putar itu kapal untuk kembali ke Pelabuhan Paotere. Saat kapal berjalan pelan itulah angin kencang dan ombak besar menghantam sisi kiri kapal, sehingga terbalik ke kanan," jelasnya.

Penumpang, beber dia, tidak sempat mengambil pelampung dan jeriken yang berada di atas kapal yang dapat dimanfaatkan sebagai pelampung.

"Tiba-tiba dihantam ombak dan kapal langsung terbalik. Penumpang tidak sempatmi ambik jeriken yang bisa digunakan sebagai pelampung," jelasnya dengan suara terbata-bata.

Dia mengakui, di atas kapalnya hanya tersedia tiga pelampung dan belasan jeriken yang dapat digunakan sebagai pelampung.

Selain itu, kapal yang dinakhodainya itu memang dipenuhi penumpang, termasuk mengangkut dua sepeda motor. Mustafa tidak menampik pula kapal yang dinakhodainya itu sama sekali tidak memiliki surat-surat kapal dan izin berlayar.

Ditemui terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar AKP Benny Pornika menjelaskan, pihaknya masih meminta keterangan dari nakhoda kapal nahas itu. Pihaknya, beber Benny, mengalami hambatan saat memintai keterangan nakhoda kapal.

Pasalnya, ungkap Benny, selain masih trauma, nakhoda kapal mengalami gangguan pendengaran. "Jadi pertanyaan penyidik, harus ditulis terlebih dahulu," ucapnya. (eds/lyn/jpnn/far/k8)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 13:00

Ini Dia Motif Motif Pembunuhan Pasangan Suami Istri di Balikpapan Itu...

BALIKPAPAN - Perkara utang diduga menjadi penyebab tersangka menghabisi nyawa pasangan suami istri (pasutri)…

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…

Senin, 17 September 2018 09:21

Edy Nyaman di Puncak, Ferdian Membuntuti

PERSAINGAN dan dukungan kepada kandidat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di polling garapan…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Waswas Jadi Jembatan “Abunawas”

SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .