MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Kamis, 14 Juni 2018 07:46
Mudik Maut, 13 Tewas di Laut

Tidak Ada Izin, Tak Ada Manifes Kapal Kayu Tenggelam di Perairan Makassar

TRAGEDI JELANG IDULFITRI: Keluarga korban kapal tenggelam tak kuasa menahan tangis di depan Kamar Jenazah RS AL Jala Ammari Makassar, Rabu. (IDHAM AMA/FAJAR)

PROKAL.CO, MAKASSAR - Yusuf begitu terpukul. Rencana mudiknya ke kampung halaman berujung kehilangan anak dan istri. Di tengah perjalanan dari Pelabuhan Rakyat (Pelra) Paotere menuju Pulau Barrang Lompo, Kecamatan Sangkarrang, KM Arista, yang dia tumpangi bersama keluarganya, tenggelam. Kapal tersebut karam diterjang ombak di Perairan Gusung, Kecamatan Ujung Tanah, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Istri Yusuf, Ariani (30), dan anaknya, Arsyam (1), tewas dalam tragedi pilu itu. Sementara anak pertamanya, Yusri (5), kritis dan menjalani perawatan di rumah sakit.

Bukan hanya Yusuf yang kehilangan orang-orang yang dicintai. Total 13 penumpang tewas dalam kecelakaan laut tersebut. Semua penumpang merupakan warga pulau, yang sebagian baru saja membeli keperluan untuk Lebaran di daratan Makassar. Yusuf berhasil menyelamatkan diri.

Saat ini, Yusuf berada di Pulau Barrang Lompo bersama jenazah istrinya. Jenazah anaknya, Arsyam, dibawa ke rumah kerabatnya di wilayah Pampang. Sebelum itu, jenazah Arsyam sempat dievakuasi ke Rumah Sakit Jala Ammari TNI Angkatan Laut. Sedangkan anak pertama Yusuf, Yusri, dirujuk ke RSUP Wahidin Sudirohusodo.

Ishak, kerabat Yusuf yang juga ikut dalam kapal, berkata bahwa KM Arista mulai kehilangan keseimbangan saat diempas ombak besar. Semua penumpang panik. Kapal mulai oleng dan nakhoda pun sulit mengendalikan. Ishak kebetulan berada tak jauh dari nakhoda. Sedangkan Ariani, istri Yusuf, dan kedua anaknya berada di bagian yang berbeda. ”Saya lihat dari jauh, Ibu Ariani ini sempat susui anak keduanya sebelum terempas karena ombak,” bebernya.

Tenggelamnya kapal kayu di perairan Sulawesi Selatan (Sulsel) itu terjadi kemarin (13/6) siang. Kapal celaka dalam perjalanan menuju Pulau Barrang Lompo dari Paotere. Satu kapal jolloro, sejenis kapal kayu khas Sulsel, tenggelam. Dari 13 korban tewas yang terdata hingga tadi malam, diperkirakan masih bisa bertambah. Sebab, jumlah penumpang kapal tidak diketahui secara pasti. Pasalnya, kapal tersebut tidak memiliki manifes penumpang. Juga tak ada izin mengangkut manusia.          

Kabidhumas Polda Sulsel Kombespol Dicky Sondani menjelaskan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 13.00. Kapal tersebut diperkirakan tenggelam karena ombak yang terlalu tinggi. ”Memang siang tadi (kemarin) ombak tinggi sekali,” katanya saat dihubungi Jawa Pos, kemarin.

Dicky menerangkan, kapal itu milik perorangan. Melayani penyeberangan dari Pulau Barrang Lompo menuju Pulau Paotere. ”Tidak ada tiket. Tidak ada daftar yang dimiliki,” ucapnya.

Mengantisipasi korban yang belum dievakuasi, petugas terus melakukan pencarian. Sampai siang kemarin sudah ditemukan 37 penumpang. Sebanyak 24 selamat, 13 lainnya meninggal dunia. ”Namun, kami belum mengetahui berapa jumlah pasti penumpang,” kata Dicky.

HANYA TIGA PELAMPUNG

Dari informasi yang dihimpun Fajar (Kaltim Post Group), kurang lebih 1 mil setelah bertolak dari pelabuhan, angin kencang yang disertai ombak besar menerjang kapal yang dinakhodai Mustafa Daeng Kila (47), hingga terbalik dan karam.

Diduga, kapal jolloro Arista kelebihan muatan. Selain mengangkut penumpang, juga mengangkut sejumlah sepeda motor, dan barang bawaan penumpang.

Seorang penumpang yang selamat dalam peristiwa itu, Sarinah (21), menceritakan, tidak lama setelah kapal meninggalkan Pelra Paotere, kapal yang ditumpanginya diterjang ombak besar.

"Tiba-tiba saja, hanya sekali ombak besar menghantam di sebelah kiri kapal, sehingga kapal terbalik ke kanan," urainya.

Nakhoda kapal, Mustafa Daeng Kila, menceritakan, kapalnya meninggalkan Pelra Paotere selepas salat Zuhur. "Cuaca baik ji waktu mau meninggalkan Pelabuhan Paotere. Bahkan, sudah ada kapal jolloro lainnya yang sudah berangkat duluan," jelasnya ditemui di Mapolres Pelabuhan Makassar.

Setelah kapal yang dinakhodainya berlayar kurang lebih 1 mil, tiba-tiba angin kencang. Mustafa memperlambat laju kapalnya dan rencananya memutar haluan kembali ke Pelabuhan Paotere.

"Saya pelankan jalannya mesin dan rencananya mau putar itu kapal untuk kembali ke Pelabuhan Paotere. Saat kapal berjalan pelan itulah angin kencang dan ombak besar menghantam sisi kiri kapal, sehingga terbalik ke kanan," jelasnya.

Penumpang, beber dia, tidak sempat mengambil pelampung dan jeriken yang berada di atas kapal yang dapat dimanfaatkan sebagai pelampung.

"Tiba-tiba dihantam ombak dan kapal langsung terbalik. Penumpang tidak sempatmi ambik jeriken yang bisa digunakan sebagai pelampung," jelasnya dengan suara terbata-bata.

Dia mengakui, di atas kapalnya hanya tersedia tiga pelampung dan belasan jeriken yang dapat digunakan sebagai pelampung.

Selain itu, kapal yang dinakhodainya itu memang dipenuhi penumpang, termasuk mengangkut dua sepeda motor. Mustafa tidak menampik pula kapal yang dinakhodainya itu sama sekali tidak memiliki surat-surat kapal dan izin berlayar.

Ditemui terpisah, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Makassar AKP Benny Pornika menjelaskan, pihaknya masih meminta keterangan dari nakhoda kapal nahas itu. Pihaknya, beber Benny, mengalami hambatan saat memintai keterangan nakhoda kapal.

Pasalnya, ungkap Benny, selain masih trauma, nakhoda kapal mengalami gangguan pendengaran. "Jadi pertanyaan penyidik, harus ditulis terlebih dahulu," ucapnya. (eds/lyn/jpnn/far/k8)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 23:00

Pemilih Tak Puas Picu Golput Tinggi

SAMARINDA – Sepekan jelang pencoblosan, potensi golongan putih (golput) di Pilgub Kaltim justru…

Kamis, 21 Juni 2018 14:00
Argentina vs Kroasia

Gempur Habis-habisan

NIZHNY NOVGOROD – Aib terbesar Argentina di ajang Piala Dunia setelah pergantian abad datang pada…

Kamis, 21 Juni 2018 11:00

ADA APA INI..?? Bupati Yusran Sindir Cabup

PENAJAM – Bahasan mengenai pembangunan Jembatan Tol Teluk Balikpapan pada Debat Kandidat Pasangan…

Kamis, 21 Juni 2018 08:42
Cerita Mahasiswa Kaltim di Balik Gelaran Piala Dunia di Rusia (1)

Jual Merchandise, Pecahan 100 Rubel Paling Laris

Piala Dunia 2018 membawa berkah tersendiri bagi mahasiswa Kaltim yang mengenyam pendidikan di Rusia.…

Rabu, 20 Juni 2018 13:00

Nasib Jembatan Tol Teluk Balikpapan Terancam

PENAJAM – Komitmen pasangan calon bupati dan wakil bupati Penajam Paser Utara (PPU) menuntaskan…

Rabu, 20 Juni 2018 12:36
Iran vs Spanyol

Percaya De Gea

KAZAN – Kiper Spanyol David de Gea membuat kesalahan besar pada debutnya di Piala Dunia 2018.…

Rabu, 20 Juni 2018 08:25
35.903 Orang Keluar lewat Semayang, Yang Balik Sebelum Pilkada Hanya 5.400-an

Cepat Pulang, demi Masa Depan Kaltim

SAMARINDA – Kekhawatiran angka golongan putih (golput) meninggi pada pemilihan kepala daerah (pilkada)…

Rabu, 20 Juni 2018 08:20
Pemkab Kukar Klaim Sudah Ajukan Izin Pemanfaatan Kawasan Tahura

Pusat Dituding Setengah Hati

TENGGARONG – Sejumlah objek yang beroperasi di atas Taman Hutan Raya (Tahura) Bukit Soeharto bakal…

Rabu, 20 Juni 2018 08:17

Alquran Salah Cetak Belum Ditemukan di Kaltim

SAMARINDA­ – Lembaran Alquran salah cetak beredar. Ayat-ayatnya tidak sesuai sehingga maknanya…

Rabu, 20 Juni 2018 08:16

Kota Beradab Memang Harus Punya Taman yang Menenangkan

Situs-situs perjalanan boleh saja tidak memasukkan Gorky Park ke dalam sepuluh besar taman paling dahsyat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .