MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Kamis, 14 Juni 2018 07:05
Perlu Lembaga Khusus Tangani Pengelem
ilustrasi

PROKAL.CO, TANJUNG REDEB – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Berau Iramsyah menyatakan, hingga kini belum ada aturan tegas untuk menindak toko yang menjualbelikan lem. Hal itu mengingat, belakangan ini fungsi lem sering disalahgunakan oleh para remaja di Bumi Batiwakkal.

“Kami tidak boleh melarang, hanya ada surat edaran. Artinya, dilihat dulu siapa yang membeli,” tutur Iramsyah.

Lantaran penggunaan lem dianggap sudah cukup berbahaya, Iramsyah mengusulkan pembeliannya harus ada rekomendasi dari pihak tertentu, misalnya ketua RT (rukun tetangga). Tujuannya untuk memastikan orang yang membeli lem benar-benar digunakan untuk keperluan yang benar.

“Apabila tidak ada rekomendasi RT tersebut, maka pembelinya jangan dilayani. Sebenarnya banyak cara yang  dapat dilakukan guna mengantisipasi lem ini jatuh pada orang yang salah,” imbuhnya.

Lantas yang tak kalah penting mencegah kalangan remaja ngelem, harus ada lembaga yang menaungi remaja agar tidak kecanduan lem. Lembaga tersebut bisa di bawah naungan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan pemangku kepentingan lainnya seperti para pengusaha.

“Saya rasa ini bisa berjalan dengan baik dalam upaya mengembalikan remaja agar tidak kecanduan ngelem,” ungkapnya.

Disebutkan, perlu langkah cepat agar lembaga tersebut bisa diwujudkan. Apalagi, mengingat dampak ngelem ini merusak otak akibat penyalahgunaan lem tersebut. “Harus ada lembaga khusus yang menangani. Sedangkan Satpol PP hanya sebatas mengamankan. Setelah kami pulangkan, harus ada langkah pencegahan supaya perilaku ngelem ini tidak diulangi lagi,” pungkasnya. (*/oke/san/k9)

loading...

BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 10:28

Hanya 71 Peserta Lulus SKD

TANA PASER – Usai sudah pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil…

Jumat, 16 November 2018 10:21

Tes Karakteristik Pribadi Jadi Momok Peserta SKD CPNS, 1.847 Peserta Gagal Lulus

BONTANG – Materi tes karakteristik pribadi (TKP) tampaknya menjadi momok bagi peserta seleksi…

Jumat, 16 November 2018 10:20

Harga Mahal, Kepiting Bertelur Tetap Dijual

TANJUNG REDEB - Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/Permen-KP/2016,…

Kamis, 15 November 2018 10:40

Diharapkan Segera Cair

PENAJAM -  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) berharap pencairan dana bantuan operasional…

Kamis, 15 November 2018 10:39

50 Guru SD Kuaro Ikut Pelatihan K-13

TANA PASER – PT Arjuna Cipta Kreatif bekerja sama dengan PT Kideco Jaya Agung (KJA), menggelar…

Kamis, 15 November 2018 10:38

Perbup APBD Perubahan Tunggu Nomor

PENAJAM - Evaluasi Peraturan Bupati (Perbup) mengenai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P)…

Kamis, 15 November 2018 10:36

Calon Sekkab Diumumkan16 November

TANA PASER – Hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) posisi sekretaris daerah atau…

Kamis, 15 November 2018 10:29

BLK Dinilai Belum Optimal

BONTANG – Balai Latihan Kerja (BLK) Bontang dinilai belum optimal dalam memberikan pelatihan kepada…

Kamis, 15 November 2018 10:29

Daftar Pemilih Masih Diperbaiki

SANGATTA – Data pemilih pesta demokrasi 2019 dalam proses pemutakhiran. Daftar pemilih tetap hasil…

Kamis, 15 November 2018 10:28

Warga Bontang Ditangkap di Nunukan

BONTANG – Seorang warga Bontang berinisial KJ diamankan tim gabungan Satresnarkoba Polres Nunukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .