MANAGED BY:
MINGGU
19 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 14 Juni 2018 06:17
Ayam Potong Mahal, Diimbau Beralih ke Ayam Beku
UBAH KEBIASAAN: Masyarakat diharapkan mulai membiasakan diri mengonsumsi ayam dan daging beku untuk menghindari lonjakan harga yang ekstrem.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan Balikpapan mengklaim kebiasaan masyarakat yang masih enggan mengonsumsi ayam broiler beku menjadi salah satu penyebab melambungnya harga ayam di pasar tradisional. Selain adanya keterbatasan stok di peternak.

Diketahui, di pasar tradisional di Kota Beriman harga ayam kembali meroket. Bahkan beberapa pedagang menjual ayam beku dari supermarket untuk memenuhi permintaan masyarakat. Dari pantauan Kaltim Post di Pasar Klandasan, untuk ayam ukuran 1-1,3 kilogram dijual Rp 60-65 ribu. Padahal harga acuan per kilogram hanya Rp 18 ribu.

Kepala Dinas Perdagangan M Saufan mengatakan, di pasar tradisional masih banyak yang enggan menjual daging beku. Mereka berdalih, ayam daging beku sulit untuk dijual kembali karena masyarakat banyak yang tidak mau mengonsumsi. Lebih suka daging segar.

“Dari data Dinas Pangan, Pertanian & Perikanan Balikpapan stok daging ayam cukup saja. Banyak daging ayam beku. Di modern store juga masih ada tetapi harganya sedikit naik. Tapi, kenaikannya tidak seperti pasar tradisional,” ucapnya Rabu (13/6).

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa daging segar punya banyak kelebihan dari daging beku. Padahal tidak demikian, hanya saja daging beku memerlukan waktu tambahan untuk menjadikan daging beku menjadi daging siap dimasak.

“Tadi siang, istri saya ke salah satu modern market, banyak stok di situ. Daging sapi juga aman. Info dari rumah potong hewan, sekitar 100 ekor sehari dipotong. Untuk daging ayam, ya saya mengimbau agar masyarakat tidak berbelanja berlebihan dan coba mengonsumsi daging beku,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Pandansari Surtinah mengakui daging beku jarang peminat. Jika disuruh pilih, masyarakat pasti memilih daging segar. “Tapi, kalau harga ayam segar tinggi dan stok terbatas biasanya mau tidak mau masyarakat memilih daging beku,” tuturnya.

Kabid Komersial dan Pengembangan Bisnis Bulog Divisi Regional Kaltimra, Kurniawan Wishnu Pratomo menilai, memang butuh sosialisasi lebih kepada masyarakat tentang daging beku. Untuk daging beku sapi, pihaknya membutuhkan waktu bertahun-tahun agar masyarakat paham.

Padahal, daging beku lebih baik. Karena, daging didinginkan suhu tertentu. Bakteri pasti mati. Yang perlu diperhatikan adalah cara mencairkan daging beku. Banyak yang salah. Masyarakat banyak hanya menaruh saja di wadah. Ada juga yang merebusnya. Itu salah. Yang benar ya merendamnya di tempat bersih. Memang membutuhkan waktu yang lama. “Ini agar menjaga dari bakteri,” serunya. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:18

Manjakan Konsumen lewat Semarak Kemerdekaan

BALIKPAPAN  -  Long weekend pekan ini dimanfaatkan ACE Hardware dengan menggeber penjualan.…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:16

Tekan Impor Migas

JAKARTA  -  Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta PT Pertamina (Persero) untuk mengurangi…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Enggan Bergantung Komoditas

SAMARINDA  -   Perekonomian Kaltim pada triwulan II 2018 mengalami pertumbuhan sebesar…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:15

Dua Kapal Tertunda, Logistik Masih Aman

BALIKPAPAN  -   Cuaca buruk dan gelombang tinggi yang terjadi dua pekan terakhir, membuat…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:13

Bulan Depan, Harga TBS Diprediksi Membaik

SAMARINDA  -  Tren penurunan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Kaltim kembali…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:11

Optimistis Rupiah Kukuh di Kisaran 14.000 Per USD

JAKARTA  –   Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019 telah…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:08

Tahun Depan, Gaji ASN Naik 5 Persen

JAKARTA  –  Kabar baik menghampiri Aparatur Sipil Negara (ASN). Berdasar Rancangan Anggaran…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Target Turunkan Angka Kemiskinan 8,5 Persen

JAKARTA  –   Pemerintah bertekad menurunkan angka kemiskinan di Tanah Air mencapai 8,5…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:06

Jaga Kestabilan Cadangan Devisa, Sektor Pariwisata Jadi Senjata

JAKARTA  –  Sektor pariwisata bukan sebuah keniscayaan bagi setiap negara dalam meraup…

Sabtu, 18 Agustus 2018 06:03

Belum Swasembada Kedelai

SURABAYA  –  Tingginya konsumsi kedelai di Tanah Air masih belum diimbangi dengan suplai…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .