MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 14 Juni 2018 06:17
Ayam Potong Mahal, Diimbau Beralih ke Ayam Beku
UBAH KEBIASAAN: Masyarakat diharapkan mulai membiasakan diri mengonsumsi ayam dan daging beku untuk menghindari lonjakan harga yang ekstrem.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan Balikpapan mengklaim kebiasaan masyarakat yang masih enggan mengonsumsi ayam broiler beku menjadi salah satu penyebab melambungnya harga ayam di pasar tradisional. Selain adanya keterbatasan stok di peternak.

Diketahui, di pasar tradisional di Kota Beriman harga ayam kembali meroket. Bahkan beberapa pedagang menjual ayam beku dari supermarket untuk memenuhi permintaan masyarakat. Dari pantauan Kaltim Post di Pasar Klandasan, untuk ayam ukuran 1-1,3 kilogram dijual Rp 60-65 ribu. Padahal harga acuan per kilogram hanya Rp 18 ribu.

Kepala Dinas Perdagangan M Saufan mengatakan, di pasar tradisional masih banyak yang enggan menjual daging beku. Mereka berdalih, ayam daging beku sulit untuk dijual kembali karena masyarakat banyak yang tidak mau mengonsumsi. Lebih suka daging segar.

“Dari data Dinas Pangan, Pertanian & Perikanan Balikpapan stok daging ayam cukup saja. Banyak daging ayam beku. Di modern store juga masih ada tetapi harganya sedikit naik. Tapi, kenaikannya tidak seperti pasar tradisional,” ucapnya Rabu (13/6).

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa daging segar punya banyak kelebihan dari daging beku. Padahal tidak demikian, hanya saja daging beku memerlukan waktu tambahan untuk menjadikan daging beku menjadi daging siap dimasak.

“Tadi siang, istri saya ke salah satu modern market, banyak stok di situ. Daging sapi juga aman. Info dari rumah potong hewan, sekitar 100 ekor sehari dipotong. Untuk daging ayam, ya saya mengimbau agar masyarakat tidak berbelanja berlebihan dan coba mengonsumsi daging beku,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Pandansari Surtinah mengakui daging beku jarang peminat. Jika disuruh pilih, masyarakat pasti memilih daging segar. “Tapi, kalau harga ayam segar tinggi dan stok terbatas biasanya mau tidak mau masyarakat memilih daging beku,” tuturnya.

Kabid Komersial dan Pengembangan Bisnis Bulog Divisi Regional Kaltimra, Kurniawan Wishnu Pratomo menilai, memang butuh sosialisasi lebih kepada masyarakat tentang daging beku. Untuk daging beku sapi, pihaknya membutuhkan waktu bertahun-tahun agar masyarakat paham.

Padahal, daging beku lebih baik. Karena, daging didinginkan suhu tertentu. Bakteri pasti mati. Yang perlu diperhatikan adalah cara mencairkan daging beku. Banyak yang salah. Masyarakat banyak hanya menaruh saja di wadah. Ada juga yang merebusnya. Itu salah. Yang benar ya merendamnya di tempat bersih. Memang membutuhkan waktu yang lama. “Ini agar menjaga dari bakteri,” serunya. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 11:00

Persaingan Hotel Nonbintang Kian Sengit

SAMARINDA - Bisnis perhotelan di Bumi Etam terus menggoda. Meski sudah ada 942 hotel yang berdiri di…

Jumat, 22 Juni 2018 10:00

Seriusi Pariwisata, Pemerintah Dituntut Konsisten

BALIKPAPAN - Strategi promosi pariwisata dan keseriusan pemerintah menyiapkan infrastruktur menjadi…

Kamis, 21 Juni 2018 06:48

Berharap Bunga Kredit Tak Terdampak

BALIKPAPAN – Pengusaha di Kaltim berharap kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia tidak berdampak…

Kamis, 21 Juni 2018 06:46

Kinerja Perumahan Mengejar Ideal

SAMARINDA – Perekonomian Kaltim menunjukkan pertumbuhan apik pada triwulan pertama 2018. Menguat…

Kamis, 21 Juni 2018 06:44

Ujian Rupiah Berlanjut

JAKARTA – Setelah sentimen pertemuan G-7 (Grup 7) yang mempertemukan kelompok negara-negara maju…

Kamis, 21 Juni 2018 06:42

Triwulan I 2018, DPK Korporasi Meningkat

SAMARINDA – Dana pihak ketiga (DPK) atau simpanan korporasi di Kaltim mengalami peningkatan pada…

Kamis, 21 Juni 2018 06:37

Tenant Capai Target, Rata-Rata Belanja Rp 1,2 Juta Per Orang

Badai ekonomi yang menimpa Kaltim tiga tahun lalu membuat geliat usaha berjalan lambat. Masyarakat yang…

Kamis, 21 Juni 2018 06:34

Arus Balik, Konsumsi Pertamax Naik 17 Persen

JAKARTA – Memasuki masa arus balik H+4 Lebaran 2018, Satuan Tugas (Satgas) PT Pertamina (Persero)…

Kamis, 21 Juni 2018 06:33

Petani Belum Merdeka

NGAWI – Musim panen padi sudah di depan mata. Namun bukannya senang, sejumlah petani di Ngawi…

Rabu, 20 Juni 2018 06:44

Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .