MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 14 Juni 2018 06:17
Ayam Potong Mahal, Diimbau Beralih ke Ayam Beku
UBAH KEBIASAAN: Masyarakat diharapkan mulai membiasakan diri mengonsumsi ayam dan daging beku untuk menghindari lonjakan harga yang ekstrem.

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Dinas Perdagangan Balikpapan mengklaim kebiasaan masyarakat yang masih enggan mengonsumsi ayam broiler beku menjadi salah satu penyebab melambungnya harga ayam di pasar tradisional. Selain adanya keterbatasan stok di peternak.

Diketahui, di pasar tradisional di Kota Beriman harga ayam kembali meroket. Bahkan beberapa pedagang menjual ayam beku dari supermarket untuk memenuhi permintaan masyarakat. Dari pantauan Kaltim Post di Pasar Klandasan, untuk ayam ukuran 1-1,3 kilogram dijual Rp 60-65 ribu. Padahal harga acuan per kilogram hanya Rp 18 ribu.

Kepala Dinas Perdagangan M Saufan mengatakan, di pasar tradisional masih banyak yang enggan menjual daging beku. Mereka berdalih, ayam daging beku sulit untuk dijual kembali karena masyarakat banyak yang tidak mau mengonsumsi. Lebih suka daging segar.

“Dari data Dinas Pangan, Pertanian & Perikanan Balikpapan stok daging ayam cukup saja. Banyak daging ayam beku. Di modern store juga masih ada tetapi harganya sedikit naik. Tapi, kenaikannya tidak seperti pasar tradisional,” ucapnya Rabu (13/6).

Menurutnya, masih banyak masyarakat yang beranggapan bahwa daging segar punya banyak kelebihan dari daging beku. Padahal tidak demikian, hanya saja daging beku memerlukan waktu tambahan untuk menjadikan daging beku menjadi daging siap dimasak.

“Tadi siang, istri saya ke salah satu modern market, banyak stok di situ. Daging sapi juga aman. Info dari rumah potong hewan, sekitar 100 ekor sehari dipotong. Untuk daging ayam, ya saya mengimbau agar masyarakat tidak berbelanja berlebihan dan coba mengonsumsi daging beku,” tuturnya.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Pandansari Surtinah mengakui daging beku jarang peminat. Jika disuruh pilih, masyarakat pasti memilih daging segar. “Tapi, kalau harga ayam segar tinggi dan stok terbatas biasanya mau tidak mau masyarakat memilih daging beku,” tuturnya.

Kabid Komersial dan Pengembangan Bisnis Bulog Divisi Regional Kaltimra, Kurniawan Wishnu Pratomo menilai, memang butuh sosialisasi lebih kepada masyarakat tentang daging beku. Untuk daging beku sapi, pihaknya membutuhkan waktu bertahun-tahun agar masyarakat paham.

Padahal, daging beku lebih baik. Karena, daging didinginkan suhu tertentu. Bakteri pasti mati. Yang perlu diperhatikan adalah cara mencairkan daging beku. Banyak yang salah. Masyarakat banyak hanya menaruh saja di wadah. Ada juga yang merebusnya. Itu salah. Yang benar ya merendamnya di tempat bersih. Memang membutuhkan waktu yang lama. “Ini agar menjaga dari bakteri,” serunya. (aji/ndu/k15)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 06:56

Daya Beli Masyarakat Patut Diwaspadai

BALIKPAPAN – Meski kondisi ekonomi Kaltim tumbuh 3,12 persen dan ekspor di Bumi Etam turut membaik,…

Senin, 22 Oktober 2018 06:43

Sistem Perdagangan Alternatif Meningkat Signifikan

JAKARTA – Transaksi sistem perdagangan alternatif (SPA) mengalami peningkatan signifikan. Hal…

Senin, 22 Oktober 2018 06:42

Pangkas Impor Komponen Industri Elektronik

JAKARTA – Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kementerian Perindustrian berharap…

Minggu, 21 Oktober 2018 06:46

Tempat Cukur Idola Pesepak Bola

WALAU terkesan sepele, bisnis tempat cukur khusus pria alias barbershop ternyata tak semudah yang dibayangkan.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:08

Siapkan Promo Unggulan selama Natal dan Tahun Baru

BALIKPAPAN  –  Pelanggan setia Hypermart jangan sampai ketinggalan penawaran terbaik.…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:07

Segudang Keuntungan Miliki Kartu GPN

SAMARINDA  -  Bank Indonesia terus mendorong masyarakat menerapkan sistem pembayaran baru…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:06

Milenial Harus Selektif Berinvestasi

JAKARTA -  Generasi milenial mulai melek dunia investasi. Tidak sedikit generasi muda sudah menyisihkan…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:04

Insentif Pajak Dorong Perekonomian Lebih Cepat

JAKARTA  –  Pemerintah kehilangan potensi penerimaan Rp 298,3 triliun akibat pemberian…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

Pasar Fleet Naik 15 Persen

JAKARTA  –  Penjualan ritel kendaraan bermotor pada Januari–September 2018 tumbuh…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:02

BNI Bukukan Laba Bersih Rp 11,4 Triliun

JAKARTA  –  PT Bank Negara Indonesia (BBNI) pada kuartal tiga 2018 mencatat laba bersih…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .