MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 14 Juni 2018 06:07
LUMAYAN..!! Sertifikasi Bibit Perkebunan, Sumbang PAD Rp 62 Juta
HINDARI BIBIT PALSU: Proses sertifikasi bibit perkebunan di Bumi Etam ikut membantu pemerintah menambah pendapatan asli daerah. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Meski tidak besar, kegiatan sertifikasi benih perkebunan yang dilakukan Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim ikut menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) 2018 sebesar Rp 62,48 juta. Ini terjadi karena di Bumi Etam masih marak penjualan bibit palsu.

Diketahui pada triwulan tahun ini, Disbun Kaltim telah melakukan sertifikasi terhadap 1,07 juta benih tanaman perkebunan. Di antaranya 486.807 batang kelapa sawit, 413.514 kecambah kelapa sawit, 13.135 butir aren, 51.700 stek lada, 98.727 bibit lada, 3.635 pohon kelapa, dan 5.000 batang kakao.

Kepala Disbun Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, kegiatan sertifikasi dilakukan untuk menyediakan benih berkualitas tinggi untuk para petani serta menekan peredaran jumlah bibit ilegal. Kegiatan ini berjalan sukses berkat kerja sama apik Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengawasan Benih Perkebunan (UPTD PBP).

“Sampai April 2018 ini, retribusi pelayanan sertifikasi benih perkebunan sudah sangat baik. Kita optimis, hingga akhir 2018 mendatang, kontribusi PAD dari pelayanan sertifikasi benih akan terus membaik,” tuturnya Rabu (13/6).

Menurutnya, proses sertifikasi dilakukan dalam rangka memberikan jaminan bagi petani terhadap mutu fisik, fisiologis dan genetis benih sawit. Sebab, benih merupakan faktor awal dan kunci utama dalam keberhasilan usaha perkebunan.

“Sertifikasi benih perkebunan sangat penting, khususnya kelapa sawit. Sebab, saat ini peredaran benih palsu atau tidak bersertifikat semakin marak beredar di masyarakat,” ungkapnya.

Sepanjang 2017 saja, tambahnya, ditemukan 10 kasus terkait kecambah kelapa sawit yang diduga tidak memiliki sertifikat lengkap atau ilegal. Dari 10 kasus tersebut, ditemukan lima kasus di Kutai Kartanegara, dua kasus di Penajam Paser Utara, dua kasus di Kutai Timur, dan satu kasus di Balikpapan.

Berkaitan hal tersebut, Ujang mengimbau agar petani maupun pengusaha perkebunan untuk selalu membeli benih maupun bibit bersertifikat. Ini bertujuan menjamin kualitas benih maupun bibit yang ditanam.

"Akibat dari penggunaan benih ilegal adalah kerugian waktu, biaya dan tenaga. Jangan sampai sudah tahunan ditanam dan menghabiskan banyak biaya khususnya selama pemeliharaan tanaman namun ternyata tidak membuahkan hasil, atau produksi tidak optimal bahkan tidak berbuah karena menggunakan benih atau bibit palsu,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .