MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Kamis, 14 Juni 2018 06:07
LUMAYAN..!! Sertifikasi Bibit Perkebunan, Sumbang PAD Rp 62 Juta
HINDARI BIBIT PALSU: Proses sertifikasi bibit perkebunan di Bumi Etam ikut membantu pemerintah menambah pendapatan asli daerah. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Meski tidak besar, kegiatan sertifikasi benih perkebunan yang dilakukan Dinas Perkebunan (Disbun) Kaltim ikut menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) 2018 sebesar Rp 62,48 juta. Ini terjadi karena di Bumi Etam masih marak penjualan bibit palsu.

Diketahui pada triwulan tahun ini, Disbun Kaltim telah melakukan sertifikasi terhadap 1,07 juta benih tanaman perkebunan. Di antaranya 486.807 batang kelapa sawit, 413.514 kecambah kelapa sawit, 13.135 butir aren, 51.700 stek lada, 98.727 bibit lada, 3.635 pohon kelapa, dan 5.000 batang kakao.

Kepala Disbun Kaltim Ujang Rachmad mengatakan, kegiatan sertifikasi dilakukan untuk menyediakan benih berkualitas tinggi untuk para petani serta menekan peredaran jumlah bibit ilegal. Kegiatan ini berjalan sukses berkat kerja sama apik Unit Pelaksana Teknis Dinas Pengawasan Benih Perkebunan (UPTD PBP).

“Sampai April 2018 ini, retribusi pelayanan sertifikasi benih perkebunan sudah sangat baik. Kita optimis, hingga akhir 2018 mendatang, kontribusi PAD dari pelayanan sertifikasi benih akan terus membaik,” tuturnya Rabu (13/6).

Menurutnya, proses sertifikasi dilakukan dalam rangka memberikan jaminan bagi petani terhadap mutu fisik, fisiologis dan genetis benih sawit. Sebab, benih merupakan faktor awal dan kunci utama dalam keberhasilan usaha perkebunan.

“Sertifikasi benih perkebunan sangat penting, khususnya kelapa sawit. Sebab, saat ini peredaran benih palsu atau tidak bersertifikat semakin marak beredar di masyarakat,” ungkapnya.

Sepanjang 2017 saja, tambahnya, ditemukan 10 kasus terkait kecambah kelapa sawit yang diduga tidak memiliki sertifikat lengkap atau ilegal. Dari 10 kasus tersebut, ditemukan lima kasus di Kutai Kartanegara, dua kasus di Penajam Paser Utara, dua kasus di Kutai Timur, dan satu kasus di Balikpapan.

Berkaitan hal tersebut, Ujang mengimbau agar petani maupun pengusaha perkebunan untuk selalu membeli benih maupun bibit bersertifikat. Ini bertujuan menjamin kualitas benih maupun bibit yang ditanam.

"Akibat dari penggunaan benih ilegal adalah kerugian waktu, biaya dan tenaga. Jangan sampai sudah tahunan ditanam dan menghabiskan banyak biaya khususnya selama pemeliharaan tanaman namun ternyata tidak membuahkan hasil, atau produksi tidak optimal bahkan tidak berbuah karena menggunakan benih atau bibit palsu,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Kamis, 21 Juni 2018 06:44

Ujian Rupiah Berlanjut

JAKARTA – Setelah sentimen pertemuan G-7 (Grup 7) yang mempertemukan kelompok negara-negara maju…

Kamis, 21 Juni 2018 06:34

Arus Balik, Konsumsi Pertamax Naik 17 Persen

JAKARTA – Memasuki masa arus balik H+4 Lebaran 2018, Satuan Tugas (Satgas) PT Pertamina (Persero)…

Kamis, 21 Juni 2018 06:33

Petani Belum Merdeka

NGAWI – Musim panen padi sudah di depan mata. Namun bukannya senang, sejumlah petani di Ngawi…

Rabu, 20 Juni 2018 06:44

Tertarik, tapi Terbentur Persyaratan

BALIKPAPAN - Kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) atau BI 7-day reverse repo rate sebesar 50…

Rabu, 20 Juni 2018 06:40

Juni, Inflasi Kaltim Diprediksi Terkendali

SAMARINDA - Meski beberapa harga pangan melambung sejak awal bulan, seperti ayam broiler, daging sapi,…

Rabu, 20 Juni 2018 06:38

478 Daerah Sudah Terima Dana Desa

SAMARINDA - Pembangunan perdesaan di Bumi Etam dipastikan bakal semakin cepat. Pasalnya, saat ini penyaluran…

Rabu, 20 Juni 2018 06:37

Arus Balik Diprediksi Lebih Lama

BALIKPAPAN - Banyaknya masyarakat yang beralih menggunakan jasa angkutan udara tidak menyurutkan minat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:35

Meningkat 80 Persen, Maskapai Siapkan Extra Flight

SAMARINDA – Meski hanya memindahkan operasi Bandara Temindung, kepadatan penumpang juga terlihat…

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Tarif Rental Mobil Melambung

TEGAL – Meski Lebaran sudah lima hari berlalu, namun tarif rental mobil masih cukup tinggi. Kenaikan…

Rabu, 20 Juni 2018 06:32

Lima Bulan, 4.343 Izin Usaha Masuk

MANADO — Iklim investasi di Manado menjanjikan. Buktinya, periode Januari hingga Mei tahun ini,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .