MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Rabu, 13 Juni 2018 11:51
Melihat Persiapan Rusia Jelang Pembukaan Piala Dunia 2018
Prioritas Nomor 1 di Piala Dunia 2018..? Keamanan!
Petugas keamanan dikerahkan di semua tempat di penjuru Rusia agar perhelatan Piala Dunia 2018 berjalan sukses dan aman.

PROKAL.CO, MOSKOW-Yang dinanti-nantikan akhirnya datang juga. Besok pukul 18.00 waktu setempat atau 22.00 WIB, mata dunia bakal tertuju ke stadion terbesar, termegah, dan menjadi kebanggaan bangsa Rusia, Luzhniki Stadium. Pertandingan perdananya mungkin buat publik Indonesia kurang menarik. Tapi hei, ini pembukaan Piala Dunia 2018, lho. Ini momen besar. Bersejarah!

Sejak memenangkan pemilihan sebagai tuan rumah ajang olahraga paling hebat di dunia itu pada Desember 2010, rakyat Rusia sudah tak sabar menunggu momen ini datang. Pemerintah Negeri Beruang Merah sudah banyak berkorban. Timbunan uang, tenaga, pikiran, dan bisa jadi kekuatan lobi politik nasional dan luar negeri diserahkan demi menjadikan Piala Dunia edisi ke-21 ini sebagai yang terdahsyat sepanjang sejarah.

Jelang H-1 pembukaan, persiapan akhir untuk membereskan detail-detail kecil terus dilakukan. Dari pengamatan Jawa Pos kemarin (12/6), yang paling tampak adalah keamanan semakin diperketat. Area inti Luzhniki Stadium telah disterilkan dari jejak pihak-pihak yang tidak berkepentingan secara langsung dalam pesta pembukaan.

Keamanan memang menjadi menjadi fokus terpenting Rusia. Presiden Vladimir Putin berkali-kali mengatakan pihaknya tidak ingin kecolongan. Sebab kalau sampai ada insiden sekecil apapun selama Piala Dunia 2018, muka Rusia akan tercoreng. Reputasi bisa runtuh seketika.

Sangat mudah menemui polisi yang berjaga sambil mondar-mandir jalan-jalan besar maupun kecil. Di bandara dan stasiun bawah tanah, polisi, tentara, dan pasukan Federal Security Service (FSB) terus melakukan pengawasan. Anjing-anjing besar dan terlatih, melengkapi senjata tempur yang terus ditenteng para serdadu tersebut.

Itu yang terlihat. Kalau menurut keterangan resmi panitia penyelenggara yang dikirimkan kepada para wartawan, badan intelijen Rusia (KGB) juga dilibatkan. Mesin-mesin pengamanan lain yang canggih dan sunyi, juga memantau secara aktif. 

Setiap warga negara asing yang memasuki Rusia wajib melakukan registrasi ulang ke kantor catatan sipil. Tak terkecuali dengan Jawa Pos yang sejatinya sudah mendapatkan akreditasi resmi dari FIFA. Namun, Moskow tidak peduli. Tiga wartawan Jawa Pos yang bertugas meliput Piala Dunia 2018 harus membayar masing-masing RUB 5.000 atau lebih dari Rp 1,2 juta dalam proses ''pencatatan ulang'' ini. 

''Ini sudah menjadi ketentuan wajib dari pemerintah,'' kata Irina Rutskaya, pengelola apartemen yang disewa Jawa Pos. Pada Piala Konfederasi tahun lalu, pemerintah Rusia mem-blacklist 191 orang suporter yang memiliki catatan kriminal hanya beberapa jam sebelum turnamen digelar. Ratusan fans lain yang diindikasikan terlibat jaringan radikal ditolak masuk untuk menonton pertandingan.

''Sebagai tuan rumah Piala Dunia 2018, pemerintah Rusia menempatkan keamanan sebagai prioritas nomor satu,'' tulis keterangan panita lokal Piala Dunia 2018. ''Rusia akan menjamin keamanan semua orang. Baik itu delegasi, ofisial, peserta, media, dan pihak-pihak lain yang datang untuk Piala Dunia,'' lanjut pernyataan tersebut.

Rusia sejatinya merupakan negara yang sangat piawai dan canggih dalam menjinakkan rangkaian teror. Namun dalam era serangan separatis individual yang terkesan acak dan tak terorganisasi seperti sekarang, pemerintah merasa perlu meningkatkan kewaspadaan.  Rusia telah mengalami luka yang dalam karena kasus serangan terorisme. Aksi-aksi mengerikan belum lama lewat. Antara lain insiden bom bunuh diri di Bandar Udara Internasional Domodedovo pada Januari 2011. Saat itu 37 orang tewas dan lebih dari 180 lainnya luka-luka.

Ledakan bom bunuh diri ganda di kereta bawah tanah Moscow pada Maret 2010 juga menggoreskan trauma. Dampak serangan itu, 40 orang meninggal dunia dan 120 orang terluka hebat. Pada tahun yang sama, Volgograd, salah satu kota penyelenggara Piala Dunia 2018 juga mendapatkan pukulan bom mematikan. Di kota yang terletak di barat daya Rusia itu, 34 orang kehilangan nyawa karena aksi teror. (*/na/jpg)


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 11:51

Tak Sabar Segera Reuni

Hasil drawing Piala Presiden 2019 menempatkan satu wakil Kaltim, Mitra…

Selasa, 19 Februari 2019 11:49

Panggung Pemain Muda

BELUM lagi Piala Indonesia 2018/2019 berakhir, turnamen pramusim lainnya segera…

Selasa, 19 Februari 2019 11:47

Ubah Kebiasaan Lama

SAMARINDA - Menantang PSS Sleman dalam lanjutan leg kedua 16…

Senin, 18 Februari 2019 09:45

Lini Serang Kurang Garang

BALIKPAPAN–Persiba Balikpapan tampil menjanjikan ketika menghadapi Mitra Teras di Stadion…

Senin, 18 Februari 2019 09:43

Fokus Matangkan Evaluasi

MESKI mampu memetik kemenangan pada pertandingan uji coba melawan Mitra…

Senin, 18 Februari 2019 09:42

Panggung Pemain Pelapis

MAKASSAR–Menang telak sembilan gol tanpa balas membuat PSM hampir dipastikan…

Minggu, 17 Februari 2019 12:08

NGGA FOKUS..!! Mata Diolesi Pasta Gigi

PETINJU kelas menengah Inggris Anthony Ogogo membuat kesalahan fatal. Dia…

Minggu, 17 Februari 2019 11:27
Persiba vs Mitra Teras

Menanti Racikan Salahudin

BALIKPAPAN – Persiba Balikpapan akan menjalani laga uji coba pertama…

Minggu, 17 Februari 2019 11:26

Pemain Sayap Lengkap

BALIKPAPAN – Kehadiran Beni Oktovianto dan Slamet Budiyono, membuat coach…

Minggu, 17 Februari 2019 11:25

Moncer karena Makan Bakso

SAMARINDA - Striker Borneo FC, Lerby Eliandry tampil moncer selama…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*