MANAGED BY:
SABTU
25 MEI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 13 Juni 2018 07:43
Selama Ramadan, Perputaran Uang Capai Rp 2,7 Triliun

PROKAL.CO, DISTRIBUSI uang selama Ramadan dan Idulfitri pada 2018 tak kurang Rp 2,7 triliun. Jumlah ini meningkat 11,7 persen dibandingkan perputaran pada 2017 di kisaran Rp 2,4 triliun. Hal itu disampaikan Kepala Divisi Sistem Pembayaran Pengedaran Uang Rupiah SLA (SPPURSLA) KPw-BI Kaltim I Nyoman Ariawan Atmaja.

“Tapi, data dari pelaksana di lapangan, distribusi atau outflow yang final hari ini (8/6), Rp 2,79 triliun. Di atas prediksi awal, lebih sekitar Rp 157,1 miliar,” lanjut Nyoman, ditemui di kantornya Jalan Gajah Mada, Samarinda. Data tersebut belum termasuk distribusi di Kota Minyak. Disebutkan Nyoman, salah satu faktor kenaikan di luar prediksi tersebut, yakni adanya kebijakan tunjangan hari raya (THR) kepada aparatur sipil negara (ASN). “Selain memang karena perilaku masyarakat yang setiap Ramadan dan Idulfitri selalu meningkat apalagi kebutuhan pangan. Penggunaan uang kertas, logam, dan nontunai juga tumbuh,” jelas dia.

Walhasil, kebutuhan yang meningkat tersebut mendorong seseorang melakukan kejahatan. Berusaha memenuhi dengan jalan instan dan penuh risiko hingga merugikan pihak lain. Di luar itu, momentum jadi faktor lain berbuat kejahatan. Tingginya putaran uang berbanding lurus dengan tingkat kriminalitas. Oleh sebab itu, Nyoman lebih menyarankan penggunaan nontunai. Menghindari risiko dan menutup kemungkinan pelaku kejahatan bergerak. “Data di kami memang menunjukkan kenaikan pengguna nontunai atau cashless society di Kaltim. Tapi, itu butuh waktu. Infrastruktur yang belum mendukung, sebab tidak semua melayani nontunai,” ungkapnya.

Nyoman mengimbau agar masyarakat lebih waspada. Tingginya uang yang beredar selama Ramadan dan Idulfitri dijadikan celah tindak kejahatan. Untuk meminimalkan, lebih disarankan penggunaan nontunai karena minim risiko.

“Kartu debit dan kredit bisa segera diblokir saat kehilangan. Kecuali yang server based (memanfaatkan teknologi seluler dan aplikasi), misal ada saldo Rp 1 juta, ya tidak bisa kembali,” kata Nyoman. Menjaga dan mengawasi barang berharga saat di keramaian juga penting. Tidak sibuk berbelanja dan asyik sendiri. Pastikan barang bawaan seperti gawai dan dompet di tempat aman. (tim kp)


BACA JUGA

Kamis, 11 April 2019 11:27

Kebanyakan Main Gim, Waspada Anak Jadi Anti-Sosial

PERKEMBANGAN teknologi membuat permainan tradisional tenggelam. Semakin banyak anak-anak yang…

Kamis, 11 April 2019 11:26

Dua Sisi Adiksi Gim

Bak pedang bermata dua, candu gim itu membawa faedah. Namun,…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*