MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 13 Juni 2018 07:40
KEJI..!! Pengantin Baru Itu Kepalanya Ditembak, Ditikam dan Dihantam Dongkrak Mobil
KORBAN: Handarri (kiri) semasa hidup bersama istrinya. (IST)

PROKAL.CO, ULFA meringkuk di kasur. Menangis. Dia harus menerima kenyataan pahit. Rumah tangga yang baru dibina enam bulan harus sirna. Di H-2 Idulfitri, sang suami, Handarri, ditemukan tak bernyawa di semak-semak. Di Jalan Perum Prona Lestari II, Sepinggan, Balikpapan Selatan. Dua meter dari mobil merah miliknya yang terperosok menghantam pohon. Di jalan lumpur yang sepi, pria 27 tahun itu tewas dengan sejumlah luka di bagian kepalanya. Diduga karena tusukan senjata tajam.

Ditemui di rumah Handarri, Ulfa tak bisa diwawancarai karena masih syok. Rosidi, ayah Handarri yang menemui Kaltim Post. Dia menyebut anak pertama dari dua saudara itu pamit dengan sang istri, Selasa (12/6), sekitar pukul 08.00 Wita. “Dia pamit mau antar penumpang,” kata pria 46 tahun itu.

Dikisahkan Rosidi. Anaknya memang berprofesi sebagai sopir taksi online. Profesi ini baru dijalaninya sebulan. Pekerjaan utamanya adalah pegawai Pegadaian selama 1,5 tahun. Sementara mobil yang dikemudikannya baru dibeli dua bulan terakhir. “Taksi online hanya sampingan. Buat tambah-tambah penghasilan setelah menikah enam bulan lalu,” kata Rosidi.

Handarri pun belum punya anak. Setelah menikah, dia hidup di lantai dua bersama orangtuanya di Perum Korpri RT 63, Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan. Pria berkulit gelap itu mengetahui kematian anaknya setelah pukul 10.00 Wita didatangi ketua RT setempat. Dari sana dia diminta ke Polsek Balikpapan Selatan. “Sampai Polsek, saya diberi kabar anak saya tewas dibunuh. Perasaan saya belum sedih saat itu. Namun, ketika melihat mayatnya di rumah sakit. Hati saya hancur,” tuturnya.

Rosidi mengatakan, melihat langsung luka yang dialami anaknya. Banyak luka mirip sayatan atau tusukan di belakang kepala hingga dekat telinga. Dari situ, dia berasumsi jika anaknya adalah korban pembunuhan dengan motif perampokan. “Saya menduga, anak saya mau dirampok. Dia mencoba mempertahankan mobilnya. Makanya dia berzig-zag dan menabrak pohon. Jadi, mobilnya tak bisa diambil. Yang diambil handphone-nya untuk menghilangkan jejak,” yakin Rosidi.

Kepada media ini, dia meminta pelaku dihukum berat sesuai aturan. Dia mengaku heran, kenapa pelaku tega menghabisi anaknya. “Saya masih heran, kenapa dia tega membunuh anak saya. Usia mereka sepantaran,” sebut Rosidi.

PELAKU DITANGKAP

Handarri ditemukan tewas dengan darah memenuhi kepalanya pada Selasa (12/6) pukul 09.15 Wita. Ditemukan luka di bagian kepala, telinga, dan punggung. Dia menjadi korban pembunuhan. Tersangka pembunuhnya pun ditangkap PJR Ditlantas Polda Kaltim pada pukul 16.40 Wita. Pelaku bernama Darmadi alias Anca. Dia diamankan di Jalan Soekarno-Hatta Km 51. Tepatnya di Rumah Makan Tahu Sumedang.

Dirkrimum Polda Kaltim Kombes Andhi Triastanto melalui Kasubdit Jatanras Kompol Yohanes membenarkan pelaku telah ditangkap. Sebelumnya, pada pukul 15.00 Wita, ditemukan petunjuk soal Darmadi dari seorang rekannya. Yang mengaku mengantarkan Darmadi ke indekosnya di Jalan Prapatan, Balikpapan Kota dengan kondisi tangan terluka. Dari informasi tersebut, petugas mengejar tersangka ke indekosnya. Namun, Darmadi sudah tak ada. “Kemudian, kami mendapat petunjuk jika pelaku menyewa mobil untuk berangkat ke Sangatta, Kutai Timur,” ucap Yohanes.

Dari sana, koordinasi dilakukan. Tim gabungan dari penyidik Polsek Balikpapan Selatan dan Polres Balikpapan dan Subdit III Jatanras Polda Kaltim meminta jajaran Ditlantas untuk melakukan razia. Darmadi pun berhasil terjaring.

Pukul 20.50 Wita, Anca pun langsung dibawa ke Polres Balikpapan. Menumpang mobil penyidik, Anca hanya bisa menunduk di kursi belakang mobil. Saat dibawa, dia menutupi kepalanya dengan kaus putih. Tak ada kalimat yang meluncur dari mulutnya saat ditanya motifnya membunuh. Dari mobil, Anca langsung digiring ke sel tahanan Polres Balikpapan. “Hasil interogasi sementara, pelaku menyebut dia berselisih paham dengan korban. Sakit hati karena orderannya tak sesuai,” ujar Yohanes.

BERCAK DARAH

Beberapa saat menerima informasi dari Polda Kaltim seputar pembunuhan, semua wilayah melakukan pengawasan ketat khususnya jalur darat. Pun dilakukan anggota Unit II Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim yang bertugas di pos Jalan Soekarno-Hatta Km 51, poros Balikpapan-Samarinda.

Pengawasan pun langsung dilakukan Bripka Ismail Marzuki bersama Aiptu Misu, Aiptu Asrob, Bripda Ahmad Irfani, dan Bripda Eringga. Kedua nama terakhir merupakan anggota Satuan Brimob yang bertugas berjaga di sana.

Mereka membagi tugas. Ada yang mengawasi dari arah Samarinda, maupun sebaliknya. Kendaraan roda empat difokuskan. Sebab, informasi yang mereka terima, terduga pelaku mengendarai mobil Daihatsu Xenia KT 1098 LR warna hitam.

Arus kendaraan yang padat siang itu, para petugas memasang mata dan terus komunikasi melalui radio handy talky (HT). Mereka ada pula yang patrol menyisir jalanan poros itu. Sekitar pukul 16.30 Wita, target sasaran mulai terlihat dari kejauhan dari arah Balikpapan saat arus lalu lintas ramai lancar.

 Kondisi tersendat di depan Rumah Makan Tahu Sumedang, memudahkan petugas mengatur lalu lintas serta mengawasi mobil yang melintas. “Target melintas, kami hentikan,” sebut Ismail.

Dia pun dengan prosedur tetap meminta kelengkapan surat kendaraan, termasuk memasang mata melihat di dalam mobil. Setelah yakin kendaraan tersebut, tiga orang penumpang termasuk sopir diminta turun.

“Ada bekas ceceran darah pada celana jins terduga pelaku,” ungkapnya. Dia pun langsung mengamankan ketiganya. Termasuk handphone dan lainnya. Kemudian, mereka mengontak Subdit Kejahatan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim.

“Kami kontak Jatanras, kalau target kami amankan di pos,” paparnya. Beberapa saat kemudian, anggota Jatanras tiba di pos dan membawa ketiganya ke markas Polda Kaltim di Balikpapan. (*/rdh/aim/one/rom/k11)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 06:51

Waspadai Pergerakan Bahan Pokok

BALIKPAPAN - Pemerintah kota maupun Provinsi Kaltim tampaknya harus mewaspadai risiko tingginya inflasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

UMP Harus Punya Klasifikasi

SAMARINDA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, upah minimum provinsi (UMP) Kaltim tahun ini bakal mengalami…

Senin, 22 Oktober 2018 06:47

Ribuan Anak Putus Sekolah, Pendidikan Kaltim Jadi Atensi

SAMARINDA – Pemprov Kaltim tampaknya harus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas sumber daya…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:19

Penyelundupan Narkotika Didominasi Melalui Malaysia

JAKARTA— Kasus narkotika seakan tiada hentinya. Dari awal Oktober hingga pertengahan Oktober kasus…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:16

Garansi Polder Tak Ada Buaya

SANGATTA – Kian dekat dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim 2018 di Kutai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:05

Ekspor CPO Bantu Selamatkan Rupiah

SAMARINDA  -   Kinerja ekspor Kaltim pada Agustus mengalami penurunan 14,03 persen dibandingkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 09:35

Kaltim Peringkat Nasional Kepemilikan Akta Kelahiran

SAMARINDA – Provinsi kaltim menempati urutan ke dua dalam peringkat nasional untuk kepemilikan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Beruntung Dibimbing Langsung Pencetusnya di Rusia

Gelar ahli hukum banyak dimiliki masyarakat Indonesia saat ini. Namun, untuk urusan ahli hukum luar…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .