MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 13 Juni 2018 07:40
KEJI..!! Pengantin Baru Itu Kepalanya Ditembak, Ditikam dan Dihantam Dongkrak Mobil
KORBAN: Handarri (kiri) semasa hidup bersama istrinya. (IST)

PROKAL.CO, ULFA meringkuk di kasur. Menangis. Dia harus menerima kenyataan pahit. Rumah tangga yang baru dibina enam bulan harus sirna. Di H-2 Idulfitri, sang suami, Handarri, ditemukan tak bernyawa di semak-semak. Di Jalan Perum Prona Lestari II, Sepinggan, Balikpapan Selatan. Dua meter dari mobil merah miliknya yang terperosok menghantam pohon. Di jalan lumpur yang sepi, pria 27 tahun itu tewas dengan sejumlah luka di bagian kepalanya. Diduga karena tusukan senjata tajam.

Ditemui di rumah Handarri, Ulfa tak bisa diwawancarai karena masih syok. Rosidi, ayah Handarri yang menemui Kaltim Post. Dia menyebut anak pertama dari dua saudara itu pamit dengan sang istri, Selasa (12/6), sekitar pukul 08.00 Wita. “Dia pamit mau antar penumpang,” kata pria 46 tahun itu.

Dikisahkan Rosidi. Anaknya memang berprofesi sebagai sopir taksi online. Profesi ini baru dijalaninya sebulan. Pekerjaan utamanya adalah pegawai Pegadaian selama 1,5 tahun. Sementara mobil yang dikemudikannya baru dibeli dua bulan terakhir. “Taksi online hanya sampingan. Buat tambah-tambah penghasilan setelah menikah enam bulan lalu,” kata Rosidi.

Handarri pun belum punya anak. Setelah menikah, dia hidup di lantai dua bersama orangtuanya di Perum Korpri RT 63, Sepinggan Baru, Balikpapan Selatan. Pria berkulit gelap itu mengetahui kematian anaknya setelah pukul 10.00 Wita didatangi ketua RT setempat. Dari sana dia diminta ke Polsek Balikpapan Selatan. “Sampai Polsek, saya diberi kabar anak saya tewas dibunuh. Perasaan saya belum sedih saat itu. Namun, ketika melihat mayatnya di rumah sakit. Hati saya hancur,” tuturnya.

Rosidi mengatakan, melihat langsung luka yang dialami anaknya. Banyak luka mirip sayatan atau tusukan di belakang kepala hingga dekat telinga. Dari situ, dia berasumsi jika anaknya adalah korban pembunuhan dengan motif perampokan. “Saya menduga, anak saya mau dirampok. Dia mencoba mempertahankan mobilnya. Makanya dia berzig-zag dan menabrak pohon. Jadi, mobilnya tak bisa diambil. Yang diambil handphone-nya untuk menghilangkan jejak,” yakin Rosidi.

Kepada media ini, dia meminta pelaku dihukum berat sesuai aturan. Dia mengaku heran, kenapa pelaku tega menghabisi anaknya. “Saya masih heran, kenapa dia tega membunuh anak saya. Usia mereka sepantaran,” sebut Rosidi.

PELAKU DITANGKAP

Handarri ditemukan tewas dengan darah memenuhi kepalanya pada Selasa (12/6) pukul 09.15 Wita. Ditemukan luka di bagian kepala, telinga, dan punggung. Dia menjadi korban pembunuhan. Tersangka pembunuhnya pun ditangkap PJR Ditlantas Polda Kaltim pada pukul 16.40 Wita. Pelaku bernama Darmadi alias Anca. Dia diamankan di Jalan Soekarno-Hatta Km 51. Tepatnya di Rumah Makan Tahu Sumedang.

Dirkrimum Polda Kaltim Kombes Andhi Triastanto melalui Kasubdit Jatanras Kompol Yohanes membenarkan pelaku telah ditangkap. Sebelumnya, pada pukul 15.00 Wita, ditemukan petunjuk soal Darmadi dari seorang rekannya. Yang mengaku mengantarkan Darmadi ke indekosnya di Jalan Prapatan, Balikpapan Kota dengan kondisi tangan terluka. Dari informasi tersebut, petugas mengejar tersangka ke indekosnya. Namun, Darmadi sudah tak ada. “Kemudian, kami mendapat petunjuk jika pelaku menyewa mobil untuk berangkat ke Sangatta, Kutai Timur,” ucap Yohanes.

Dari sana, koordinasi dilakukan. Tim gabungan dari penyidik Polsek Balikpapan Selatan dan Polres Balikpapan dan Subdit III Jatanras Polda Kaltim meminta jajaran Ditlantas untuk melakukan razia. Darmadi pun berhasil terjaring.

Pukul 20.50 Wita, Anca pun langsung dibawa ke Polres Balikpapan. Menumpang mobil penyidik, Anca hanya bisa menunduk di kursi belakang mobil. Saat dibawa, dia menutupi kepalanya dengan kaus putih. Tak ada kalimat yang meluncur dari mulutnya saat ditanya motifnya membunuh. Dari mobil, Anca langsung digiring ke sel tahanan Polres Balikpapan. “Hasil interogasi sementara, pelaku menyebut dia berselisih paham dengan korban. Sakit hati karena orderannya tak sesuai,” ujar Yohanes.

BERCAK DARAH

Beberapa saat menerima informasi dari Polda Kaltim seputar pembunuhan, semua wilayah melakukan pengawasan ketat khususnya jalur darat. Pun dilakukan anggota Unit II Satuan Patroli Jalan Raya (PJR) Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Kaltim yang bertugas di pos Jalan Soekarno-Hatta Km 51, poros Balikpapan-Samarinda.

Pengawasan pun langsung dilakukan Bripka Ismail Marzuki bersama Aiptu Misu, Aiptu Asrob, Bripda Ahmad Irfani, dan Bripda Eringga. Kedua nama terakhir merupakan anggota Satuan Brimob yang bertugas berjaga di sana.

Mereka membagi tugas. Ada yang mengawasi dari arah Samarinda, maupun sebaliknya. Kendaraan roda empat difokuskan. Sebab, informasi yang mereka terima, terduga pelaku mengendarai mobil Daihatsu Xenia KT 1098 LR warna hitam.

Arus kendaraan yang padat siang itu, para petugas memasang mata dan terus komunikasi melalui radio handy talky (HT). Mereka ada pula yang patrol menyisir jalanan poros itu. Sekitar pukul 16.30 Wita, target sasaran mulai terlihat dari kejauhan dari arah Balikpapan saat arus lalu lintas ramai lancar.

 Kondisi tersendat di depan Rumah Makan Tahu Sumedang, memudahkan petugas mengatur lalu lintas serta mengawasi mobil yang melintas. “Target melintas, kami hentikan,” sebut Ismail.

Dia pun dengan prosedur tetap meminta kelengkapan surat kendaraan, termasuk memasang mata melihat di dalam mobil. Setelah yakin kendaraan tersebut, tiga orang penumpang termasuk sopir diminta turun.

“Ada bekas ceceran darah pada celana jins terduga pelaku,” ungkapnya. Dia pun langsung mengamankan ketiganya. Termasuk handphone dan lainnya. Kemudian, mereka mengontak Subdit Kejahatan Kekerasan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kaltim.

“Kami kontak Jatanras, kalau target kami amankan di pos,” paparnya. Beberapa saat kemudian, anggota Jatanras tiba di pos dan membawa ketiganya ke markas Polda Kaltim di Balikpapan. (*/rdh/aim/one/rom/k11)


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 12:00

Ngga Jelas, Ternyata Kilang Bontang Masih Tunggu Investor

BONTANG – Pembangunan kilang minyak di Bontang belum ada kejelasan. Pemerintah belum memutuskan…

Selasa, 18 September 2018 12:00

KEJI..!! Bapak-Anak Habisi Bos Sendiri

BALIKPAPAN – Aksi kejahatan yang masih mewarnai Balikpapan membuat kota ini tak lagi aman. Setelah…

Selasa, 18 September 2018 12:00

Kaltim Masih Diuntungkan dari Ekspor yang Tinggi

SAMARINDA – Mata uang negeri ini masih terpuruk. Hingga kemarin (17/9), nilai tukar rupiah berada…

Selasa, 18 September 2018 08:51

Menang setelah Lima Tahun

TENGGARONG – Mitra Kukar berhasil mematahkan kutukan tak pernah menang dari Persipura Jayapura…

Selasa, 18 September 2018 08:47

DPRD Kaltim Ngotot Bentuk Pansus

SAMARINDA - Upaya DPRD Kaltim membentuk panitia khusus (pansus) proyek multiyears contract (MYC) tidak…

Selasa, 18 September 2018 08:44

Edy Sinergi dengan Program Gubernur

DUKUNGAN untuk para kandidat anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kaltim…

Senin, 17 September 2018 09:24

PPU Buka Jalur Alternatif

PENAJAM – Bentang utama atau tengah Jembatan Pulau Balang terus berprogres. Namun, persoalan baru…

Senin, 17 September 2018 09:21

Edy Nyaman di Puncak, Ferdian Membuntuti

PERSAINGAN dan dukungan kepada kandidat calon anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI di polling garapan…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Waswas Jadi Jembatan “Abunawas”

SAMARINDA – Pembangunan Jembatan Pulau Balang yang menghubungkan Balikpapan dan Penajam Paser…

Minggu, 16 September 2018 12:00

Mantan Jubir Kemendagri, Tiga Bulan Jadi Pj Gubernur

SAMARINDA - Teka-teki penjabat (Pj) gubernur Kaltim yang ditunjuk Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .