MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Rabu, 13 Juni 2018 14:00
Menjajal Jalan Darat ke Bandara APT Pranoto (3-Habis)
Perlu Waktu 2 Jam Lewat Jalur Alternatif di Batu Besaung
MANDEK KARENA MINIM ANGGARAN: Ruas Jalan Batu Besaung, Sempaja Utara yang belum dicor beton. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, Rute alternatif terakhir jalan darat ke Bandara APT Pranoto, yaitu melalui Batu Besaung, Sempaja Utara, Samarinda Utara. Akses baru ini bak mimpi buruk. Jalannya rusak parah dan masih didominasi tanah dan batu. Untuk tembus hingga bandara di Kelurahan Sungai Siring dengan kendaraan roda dua perlu waktu sekitar 2 jam.

IBRAHIM, Samarinda

JAM menunjukkan pukul 14.00 Wita. Di langit, awan gelap menggelantung. Meski dibayangi hujan, Kaltim Post tetap melanjutkan tantangan terakhir menjajal rute jalan darat ke APT Pranoto kemarin (12/6).

Kali ini, melalui rute alternatif yang sudah disiapkan Pemprov Kaltim, yakni melalui Jalan Batu Besaung-Jalan Berambai-Jalan Padaidi-Simpang Muara Badak-Bandara APT Pranoto. Bila dihitung, jarak tempuh melalui rute ini sekitar 32,2 kilometer.

Untuk menjajal rute ini, Kaltim Post menggunakan kendaraan roda dua. Motor skutik dengan kapasitas mesin 110 cc. Road dua yang dikendarai media ini melaju dengan kecepatan rata-rata 60 kilometer per jam sejak menjajal rute awal dari Jalan Wahid Hasyim II. Agak hati-hati karena di jalan ini masih banyak jalan yang berlubang. Beberapa ditutupi dengan batu gunung yang tajam. Harus berkelok-kelok untuk menghindari lubang.

Memasuki Jalan Batu Besaung, laju kendaraan mesti dikurangi. Kecepatan maksimal hanya 30-50 kilometer per jam. Jalan mulai sempit dan jumlah jalan berlubang semakin banyak. Posisinya berada di tikungan tajam dan turun gunung. Rem harus benar-benar mempan. Kendaraan tidak bisa dipaksa melaju lebih dari 50 kilometer per jam.

Sekitar 30 menit melalui jalan penuh rintangan, motor skutik mulai bisa memacu kendaraan. Jalan mulus tanpa lubang dengan rigid pavement (cor beton) beserta saluran drainase. Bisa dilintasi dua kendaraan besar seperti truk. Lebar jalan berkonstruksi cor beton ini lebarnya sekitar 3,5 meter, dengan ketebalan 10 sentimeter.

Kenikmatan merasakan jalan mulus tidak bertahan lama, tidak sampai 1 kilometer, rute kembali menyiksa. Jalan batu dengan lubang berhamburan kembali menjadi rintangan. Beberapa kali motor skutik sangkut.

Melewati Jalan Batu Besaung, awak media ini beberapa kali berpapasan dengan truk pengangkut batu dan mobil bak terbuka yang juga kewalahan. Terutama ketika melalui jalan menanjak dan menurun. Sopir harus memacu kendaraan secara pelan dan lihai mencari jalan. Itu dilakukan agar tidak terguling ke kanan maupun kiri jalan yang merupakan jurang.

Di Jalan Batu Besaung ini, tepat turunan bukit di Kilometer 21, jalan longsor nyaris merusak seperempat badan jalan cor beton. Akses nyaris putus. Kendaraan roda empat tidak bisa melintas. Ada jalan tanah di sisi jalan, jika hujan deras sisi ini tidak bisa dilewati.

Sekitar 1 jam perjalanan, motor skutik kembali bisa melaju kencang. Jalan cor beton sepanjang 2 kilometer benar-benar membuat nyaman. Jalan mulus nyaris tanpa lubang. Kendaraan bisa dipacu hingga 80 kilometer per jam.

Setelah melintasi jalan mulus, Kaltim Post harus kembali mengendurkan tarikan gas. Beberapa segmen cor beton belum dikerjakan. Letaknya berada setelah tikungan tajam. Di beberapa titik juga terjadi longsor. Merusak setengah badan jalan. Longsor kedalamannya bervariasi. Ada 2 meter, dan ada pula yang lebih 8 meter. Total sejak melintas ada delapan titik longsor. Di beberapa titik longsor sudah terdapat upaya perbaikan dengan melakukan penurapan. Namun, itu dilakukan beberapa tahun silam. Masih setengah pengerjaan.

Setelah melalui jalan cor, kini giliran melintasi jalan aspal. Di beberapa ruas jalan material aspal masih mulus meski terdapat beberapa kerusakan. Oleh warga, lubang ditutup dengan batu gunung, batu bata, dan pecahan genting sisa bangunan. Mobil dengan kaki-kaki pendek akan sangat kesulitan melintasi rute ini.

Jam menunjukkan pukul 15.42 Wita, akhirnya sampai di simpang Jalan Muara Badak. Untuk sampai ke Bandara APT Pranoto masih harus menempuh perjalanan 10 kilometer. Rute ini dapat ditempuh sekira 10 menit.

Penyelesaian jalan pendekat Bandara APT Pranoto dari Jalan Besaung, Sempaja Utara, ke Sungai Siring hingga saat ini masih menemui banyak kendala. Padahal, berfungsi sangat vital.

Mulai membantu mengurai kemacetan di sekitar bandara. Mempermudah akses menuju utara Samarinda dan sebaliknya. Jalan alternatif bagi warga dari L-2, Kukar, menuju Kutim dan Bontang. Hingga menjadi pilihan utama warga yang hendak ke Bandara APT Pranoto jika jalan utama melalui Jalan DI Pandjaitan terendam banjir.

Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Perumahan Rakyat (PUTRPR) Kaltim Joko Setiono menuturkan, penyelesaian Jalan Batu Besaung hingga APT Pranoto masih terkendala persoalan lahan dan anggaran. Dari total panjang jalan 10,7 kilometer yang akan dibangun dengan dua jalur masing-masing selebar 8 meter, baru 7,5 kilometer lahan yang telah dibebaskan. Masih ada sekira 3,2 kilometer lagi belum bebas. “Sekitar 7,5 kilometer sudah land clearing,” terang Joko.

Ditegaskan dia, saat ini sudah 5,5 kilometer dari 10,7 kilometer yang belum dilakukan pengerasan. Jalan diselesaikan bertahap dan akan tuntas pada 2020. Proyek jalan pendekat menuju bandara yang populer dengan nama Bandara Samarinda Baru (BSB) itu dimulai 2013.

Kala itu, total anggaran yang mengucur Rp 57,9 miliar. Dengan perincian, pada 2013, senilai Rp 8,28 miliar, pada 2014 Rp 34,12 miliar, 2015 Rp 7,28 miliar, dan 2016 Rp 8,21 miliar. Setelah itu, jalan sama sekali tidak mendapatkan kucuran anggaran.

Disebutkannya, untuk menyelesaikan jalan, masih memerlukan dana yang besar, yakni Rp 252 miliar. Dana itu diperuntukkan menyelesaikan sisa pekerjaan cut and fill dalam penyiapan badan jalan dan rigid pavement senilai Rp 125 miliar dan dua jembatan Rp 127 miliar. “Anggarannya sudah kami usulkan untuk mulai dianggarkan di APBD 2019 dan 2020,” pungkasnya.

Diketahui, selain via Batu Besaung, jalan menuju Sungai Siring juga bisa melalui Kelurahan Gunung Lingai, Kecamatan Sungai Pinang. Tembusnya ke Kelurahan Lempake, Samarinda Utara.

Sementara akses utama melalui Jalan DI Pandjaitan yang kerap diterjang banjir bila Kota Tepian diguyur hujan. Banjir tersebut yang membuat akses ke lapangan terbang yang baru diresmikan pada 24 Mei itu lumpuh. Calon penumpang pun menjadi korban terancam gagal terbang. Tulisan tentang kedua akses menuju BSB tersebut sudah diterbitkan pada edisi Senin (11/6) dan Selasa (12/6). (*/him/rom/k11)


BACA JUGA

Selasa, 23 Oktober 2018 06:51

Waspadai Pergerakan Bahan Pokok

BALIKPAPAN - Pemerintah kota maupun Provinsi Kaltim tampaknya harus mewaspadai risiko tingginya inflasi…

Selasa, 23 Oktober 2018 06:49

UMP Harus Punya Klasifikasi

SAMARINDA - Seperti tahun-tahun sebelumnya, upah minimum provinsi (UMP) Kaltim tahun ini bakal mengalami…

Senin, 22 Oktober 2018 06:47

Ribuan Anak Putus Sekolah, Pendidikan Kaltim Jadi Atensi

SAMARINDA – Pemprov Kaltim tampaknya harus bekerja keras dalam meningkatkan kualitas sumber daya…

Minggu, 21 Oktober 2018 11:19

Penyelundupan Narkotika Didominasi Melalui Malaysia

JAKARTA— Kasus narkotika seakan tiada hentinya. Dari awal Oktober hingga pertengahan Oktober kasus…

Minggu, 21 Oktober 2018 07:16

Garansi Polder Tak Ada Buaya

SANGATTA – Kian dekat dengan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim 2018 di Kutai…

Sabtu, 20 Oktober 2018 00:05

Ekspor CPO Bantu Selamatkan Rupiah

SAMARINDA  -   Kinerja ekspor Kaltim pada Agustus mengalami penurunan 14,03 persen dibandingkan…

Jumat, 19 Oktober 2018 11:00

Dorong Pendapatan Petani, Gubernur Mau Petani Jual Karet Langsung ke Perusahaan

SAMARINDA - Petani karet diimbau tidak menjual hasil perkebunannya kepada tengkulak alias langsung ke…

Jumat, 19 Oktober 2018 10:51

Minta Perda Baca Tulis Alquran Disahkan

TANA PASER – Sebanyak 768 santri Taman Pendidikan Alquran (TPA) dan Lembaga Pembinaan dan Pengembangan…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:39

Beruntung Dibimbing Langsung Pencetusnya di Rusia

Gelar ahli hukum banyak dimiliki masyarakat Indonesia saat ini. Namun, untuk urusan ahli hukum luar…

Jumat, 19 Oktober 2018 08:25
Tiga WNA yang Ditahan di Rudenim Balikpapan

“Kalau Bisa Deportasi Saja Saya”

BALIKPAPAN – Tak mudah bagi warga negara asing (WNA) untuk bekerja di Indonesia. Harus paham hukum.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .