MANAGED BY:
JUMAT
19 JULI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

SELISIK/LAPSUS

Rabu, 13 Juni 2018 07:33
Lebaran Makin Dekat, Waspada Kejahatan di Jalan
Gunakan Nontunai, Hindari Perhiasan
ilustrasi

PROKAL.CO, JELANG Idulfitri, tak hanya pengeluaran yang harus dijaga. Keamanan juga. Aksi copet, jambret, hingga bobol rumah semakin marak. Hal itu membuat Listy Lesmana ekstra-waspada. Pemilik butik di Jalan Otto Iskandardinata tersebut punya tips aman berbelanja dan meninggalkan rumah.

Banyak keperluan Ramadan dan jelang Lebaran yang harus dibeli. Kebutuhan dapur; daging, sayur, sampai buah. Stoples kue di ruang tamu harus diisi. Juga baju baru anak. Belum lagi baju Lebaran yang mesti kompak satu keluarga.

Pasar, supermarket, hingga pusat perbelanjaan jadi target belanja. Listy berpesan, sebaiknya tidak sendiri. Minimal ada teman. “Biasanya sopir yang menemani,” ungkap Listy. Tak jarang membawa serta anak. “Bawa anak kalau memang beli kebutuhan dia, misal baju,” tambahnya.

Pergi seorang diri memudahkan pelaku kejahatan melancarkan aksinya. Jika berbelanja ke minimarket terdekat, dia tak minta harus ditemani. Kecuali jika lokasi belanja besar dan luas. Ditambah jumlah barang belanja banyak. Hadirnya orang yang menemani membuat kewaspadaan lebih meningkat. Saling mengawasi.

Selain itu, jangan bingung. Maksudnya jelas saat sudah di lokasi belanja. “Orang bingung itu mudah terbaca. Jadi bisa mudah juga kalau ada yang berbuat jahat,” kata Listy. “Tahu-tahu barang berharga hilang tanpa sadar,” sebut dia.

Disinggung soal pakaian, ibu empat anak itu tidak terlalu mempermasalahkan. Hanya, sebaiknya tidak mengenakan perhiasan berlebih saat hendak berbelanja. Menurut dia, kejahatan timbul karena kesempatan. “Selain itu, buat apa pakai perhiasan buat pergi belanja, kan?” imbuhnya.

Sejauh ini dia belum punya pengalaman tak menyenangkan. Pun begitu dengan teman-teman arisannya. Dia juga jarang membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Uang tunai tetap perlu dibawa, sebab tidak semua tempat belanja menyediakan layanan nontunai.

Modus lain, ada pula orang asing yang tiba-tiba akrab. “Misal pas lagi milih baju, dia menegur. Sampai anak kita dipegang-pegang. Harus hati-hati,” imbau Listy. Bukan berarti menolak keramahan seseorang. Sebab, menurut dia, hal itu merupakan salah satu modus kejahatan.

Begitu juga saat meninggalkan rumah dalam waktu lama. Meski tidak mudik tahun ini, Listy biasanya liburan keluarga ke luar kota setelah Lebaran. Rumahnya dipastikan aman dalam pengawasan. Sebab ada sekuriti.

“Kabari tetangga terdekat juga kalau mau bepergian lama dan jauh. Jadi kalau ada apa-apa enak juga dihubungi,” kata perempuan kelahiran 1978 tersebut.

Satu yang utama, menitipkan barang berharga, perhiasan, batu mulia, hingga surat berharga. Barang berharga tersebut dia titipkan di bank. Keamanan dan keselamatan diri harus ditingkatkan. Menjaga diri dan mengamankan barang bawaan dinilai penting bagi Listy, apalagi dia seorang perempuan. Kewaspadaan tidak hanya saat Ramadan dan jelang Lebaran. “Bertingkah sewajarnya supaya tidak memancing,” pungkas dia. (tim kp)


BACA JUGA

Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia.
*