MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Rabu, 13 Juni 2018 06:54
Kuliner Sumbang PAD Terbesar dari Pariwisata
POTENSI USAHA: Perilaku konsumtif masyarakat Samarinda membuat bisnis kuliner terus berkembang dan berhasil menyumbang PAD terbesar di sektor pariwisata.(dok/anggi praditha/kp)

PROKAL.CO, SAMARINDA - Kuliner kembali menjadi penyumbang pendapatan asli daerah (PAD) terbesar dari sektor pariwisata. Setiap tahun, PAD dari kuliner peningkatannya bisa mencapai 20 persen. Pada 2014, sektor ini menyumbang Rp 20 miliar, lalu naik menjadi Rp 32 miliar pada tahun berikutnya. Dan pada 2017 mencapai lebih dari Rp 40 miliar.

Kepala Dinas Pariwisata Samarinda Muhammad Faisal mengatakan, pada 2017, pariwisata berhasil menyumbang Rp 85 miliar untuk PAD Samarinda. Atau setara 23 persen dari total PAD Samarinda. Nilai itu, terhimpun dari jasa hotel, restoran, dan hiburan.

“Sektor kuliner sejak 2014, mengalami pertumbuhan yang paling tinggi. Rumah makan yang paling besar kontribusinya. Kuliner saja untuk tahun ini, PAD-nya sudah Rp 40 miliar lebih,” katanya Selasa (12/6).

Cukup beralasan, sejak tahun lalu, sektor kuliner memang benar-benar digenjot. Secara kasatmata, bisnis kuliner ini paling berkembang di Samarinda. Terlihat dari banyaknya kafe atau rumah makan baru.

Dinas Pariwisata mencatat, jumlah restoran atau rumah makan pada 2015 hanya 1.530 restoran. Meningkat pada 2016 menjadi 1.620 restoran. Memasuki 2017, jumlahnya sudah mencapai 2.088 restoran.

Dia mengatakan, pada 2018 pihaknya akan berkonsentrasi melanjutkan sektor ekonomi kreatif dari kuliner. Karena ini memang yang terasa paling besar kontribusianya. Namun, untuk menunjang hal itu dia juga harus mencari strategi pengembangan sektor pariwisata. “Karena itu terhubung satu sama lain,” tuturnya.

Faisal mengatakan, sedikit demi sedikit pihaknya juga memperbaiki beberapa objek wisata yang menjadi prioritas pemkot. Seperti Kampung Tenun di Samarinda Seberang, serta Taman Samarendah. Termasuk Desa Wisata Pampang. Juga Kebun Raya Unmul Samarinda yang semakin merosot tingkat kunjungannya.

Dia menjelaskan, rumah makan merupakan penyumbang PAD terbesar di sektor pariwisata. Setelah itu, baru disusul perhotelan dan hiburan seperti tempat karaoke. Tiga sektor ini beberapa tahun belakangan bertahan di peringkat atas.

“Karena memang kuliner bisnis yang pasti dibutuhkan. Orang pasti makan, apalagi tabiat orang Samarinda yang konsumtif, sehingga wajar jika sektor ini akan menjadi sektor yang paling berkembang,” tutupnya. (*/ctr/ndu/k15)


BACA JUGA

Selasa, 18 September 2018 06:59
Permintaan Bertambah, Harga Acuan Meningkat

Batu Bara Kembali Menjadi Primadona

SAMARINDA - Kaltim bisa membantu pemerintah dalam memacu kinerja ekspor dan memperbaiki neraca perdagangan,…

Selasa, 18 September 2018 06:55

Tiongkok dan AS Jadi Tujuan Utama Ekspor

JAKARTA – Upaya pemerintah menggenjot ekspor masih belum menunjukkan hasil membanggakan. Badan…

Selasa, 18 September 2018 06:49

Wajib Pajak Tak Patuh Bakal Diperiksa

JAKARTA – Masyarakat diminta tak perlu takut menghadapi pemeriksaan pajak seiring keluarnya Surat…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Sasar Komunitas Kaum Hawa

JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (BBTN) menyasar komunitas kaum hawa sebagai nasabah tabungan dan kredit.…

Selasa, 18 September 2018 06:45

Lanjutkan Program Pengendalian Inflasi

BALIKPAPAN – Guna menekan laju inflasi di Kota Minyak, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw-BI)…

Senin, 17 September 2018 07:11

Selamatkan Devisa lewat B20

SAMARINDA – PT Pertamina (Persero) terus mengintensifkan monitoring implementasi mandatori Biodiesel…

Senin, 17 September 2018 07:09

Asa Pariwisata Kota Minyak

BALIKPAPAN – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih serius dalam meningkatkan pariwisata. Minimnya…

Senin, 17 September 2018 07:05

Cocok dengan Medan Kaltim

SAMARINDA – Hadirnya produk baru, New Triton Athlete berhasil mendongkrak penjualan mobil Mitsubishi.…

Senin, 17 September 2018 07:02

Impor Barang Rp 1,1 Juta Kena Bea Masuk

JAKARTA – Pemerintah mengubah ketentuan batas nilai impor barang kiriman dengan mengenakan bea…

Senin, 17 September 2018 06:56

RI Poros Ekonomi Kreatif 2030

JAKARTA – Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkomitmen menjadikan Indonesia sebagai salah satu poros…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .