MANAGED BY:
RABU
19 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN
Selasa, 12 Juni 2018 14:26
Harga Pangan Mulai Naik, Daging Sapi Tembus Rp 130 Ribu

PROKAL.CO, JAKARTA – H-4 Lebaran, harga-harga kebutuhan pokok mulai mengalami kenaikan kemarin (11/6). Daging sapi mencatatkan kenaikan paling signifikan. Harga daging rata-rata naik hingga mencapai rata-rata Rp 118 ribu per kilogram. Di beberapa pasar tradisional Jakarta seperti Pasar Grogol, Mayestik, dan Tanah Abang, harga daging tertinggi Rp 130 ribu per kilogram.

Hal ini juga terjadi di Jawa Timur. Kabupaten Banyuwangi dan Pacitan mencatatkan harga Rp 127 ribu per kilogram. Komoditas lain yang mengalami kenaikan antara lain ayam dan cabai. Harga ayam sebelumnya ditegaskan oleh Kementerian Perdagangan melalui Permendag 62 Tahun 2018 bahwa harga ayam di tingkat eceran adalah Rp 31.500/kg (Jatim dan Jateng), Rp 33.000/kg (DKI, Jabar, dan Banten), serta Rp 34.000/kg (luar Jawa).

Namun, di sejumlah pasar di Jakarta kemarin, harga ayam telah mencapai harga Rp 35–36 ribu per kilogram. Harga tersebut menurut Abdullah adalah karena adanya demand yang tinggi dari konsumen. ”Pada momen khusus di mana suplai dan demand tinggi, secara mekanisme ekonomi harga akan naik. Tapi kami akan terus awasi juga. Artinya jika kenaikan sudah di atas 30 persen itu baru yang tidak wajar,” tambah Abdullah.

Di samping ayam, harga cabai juga naik bervariasi antara Rp 1.000–2.000 per kilogram. Misalnya saja cabai rawit merah yang dibanderol dengan harga Rp 40.000/kg atau naik sekitar Rp 1.500 dibandingkan sebelumnya. Kemudian cabai merah besar dihargai Rp 42.000/kg atau naik sekitar Rp 2.000 dibandingkan dengan awal Juni.

Sementara itu, harga ayam dan daging di ritel modern masih menunjukkan angka yang kondusif. Salah satunya di ritel Superindo, ayam dijual dengan harga Rp 32.950/kg. Sementara itu, daging sapi dijual dengan harga Rp 9.995 per 100 gram. Untuk mengantisipasi harga daging, sebenarnya pemerintah telah menginjeksi pasar dengan daging kerbau yang diimpor pada awal tahun lalu. Direktur Pengadaan Bulog Adrianto Wahyu Adi mengatakan, periode puasa-Lebaran ini, Bulog sudah menggelontorkan 16.000 ton daging kerbau ke pasaran. “Tapi bisa saja memang masyarakat tidak terlalu suka daging kerbau,” katanya kemarin (11/6).

Meski demikian, jika dilihat dari serapan daging kerbau ini di pasaran, Adrianto mengatakan, permintaan dari para distributor daging cukup kencang. “Ini juga membuktikan bahwa daging tersebut laris,” katanya. Selain itu, saat ini stok daging di gudang Bulog sudah menipis. Hanya tersisa 4.000 ton. Adrianto mengatakan, Bulog bersiap mendatangkan lagi 34.000 ton dari India. “Pemasok juga sebenarnya kewalahan, ini berarti di dalam negeri masih laris,” katanya.  

Ketua Umum Ikatan Pedagang Pasar Indonesia Abdullah Mansuri menganggap kenaikan harga menjelang Lebaran adalah wajar.  Dia mengakui bahwa bahan pangan di pasar tradisional mengalami sejumlah peningkatan. Seperti yang sudah diprediksi sebelumnya, kurva permintaan yang tinggi jelang hari raya Idulfitri mengerek harga-harga bahan pangan tersebut.

”Tren harga pada awal sampai pertengahan puasa tahun ini masih cenderung lebih baik dibanding tahun lalu. Namun kini mendekat hari raya, peningkatannya sama tingginya dengan tahun lalu,” ujar Mansuri, saat dihubungi kemarin (11/6).

”Pengawasan masih terus dilakukan. Khususnya untuk di pasar tradisional. Setiap jam saya pantau dan monitor laporan dari teman-teman pedagang tak hanya di Jakarta tapi juga di daerah-daerah lain,” pungkas Mansuri. (tau/agf/wan/iza/k8)

 


BACA JUGA

Rabu, 19 September 2018 12:05

ASTAGA..!! TKI Dijual Lewat Situs Online

Menyusul terungkapnya perdagangan TKI via toko online di Singapura, kini pemerintah Indonesia mendesak…

Selasa, 18 September 2018 10:15
Ketika Kubu Jokowi Tak Gentar dengan Hasil Ijtima Ulama

PDIP Yakin Hasil Survey Masih Kuat

TIM kampanye nasional (TKN) Joko Widodo-Ma’ruf Amin mengklaim, hasil Ijtima Ulama II tak akan…

Selasa, 18 September 2018 10:13
Dukungan Kepala Daerah di Pilpres

Dulu Diam-Diam, Sekarang Terbuka

JAKARTA- Dukungan kepala daerah jelang Pilpres 2019 kian marak. Kondisi tersebut sedikit berbeda dari…

Selasa, 18 September 2018 10:04
Tiga Perdirjampelkes BPJS Kesehatan Ditunda Sementara

Defisitnya Rp 7 Triliun, Pemerintah Talangi BPJS Kesehatan Rp 4,993 Triliun

 JAKARTA - Rapat pengucuran dana Rp 4,993 triliun untuk talangan defisit BPJS Kesehatan berlangsung…

Senin, 17 September 2018 23:19

BENER NIH..?? Kata Ma'ruf, Ijtima Ulama Ngga Ngefek

Bakal calon Wakil Presiden Kiai Ma'ruf Amin mengaku lebih percaya dukungan ulama pesantren dibanding…

Senin, 17 September 2018 12:01

Prabowo Kembali Bicara Utang

JAKARTA  - Bakal calon presiden Prabowo Subianto menegaskan siap berjuang untuk kepentingan rakyat…

Minggu, 16 September 2018 22:30

Ijtima Ulama Keluar, Resmi Dukung Prabowo-Sandi

Ijtima Ulama II resmi menyatakan dukungan kepada pasangan bakal calon presiden-wakil presiden Prabowo…

Minggu, 16 September 2018 22:29

Ijtima Ulama Dukung Prabowo-Sandi, Prabowo Tandatangani 17 Poin Pakta Integritas

JAKARTA- Prabowo Subianto bersama Sandiaga Salahuddin Uno mendapat dukungan dari hasil rapat Ijtimak…

Jumat, 14 September 2018 11:15

Kena Batunya..!! Sering Palak Mobil Ambulans, Sopir Kesal, Tabrak Preman Sampai Koit

Dua dari tiga orang sopir ambulans yang menabrak pengendara sepada motor hingga tewas diringkus jajaran…

Jumat, 14 September 2018 10:26

Rick Bleszynski, WNI yang Jadi Bos Perusahaan Teknologi di AS

Belakangan ini media internasional banyak mengulas keberadaan Splend. Splend sendiri merupakan terobosan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .