MANAGED BY:
JUMAT
22 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Selasa, 12 Juni 2018 10:47
Bukan Jepang yang Dulu
DIRAGUKAN: Nishino dalam tekanan atas banyaknya keraguan dia bisa membawa Jepang berbicara banyak di Piala Dunia kali ini.

PROKAL.CO, JANGAN tanyakan rasanya mentas di Piala Dunia ke Akira Nishino, pelatih Jepang. Sebab, bagi Nishino, Piala Dunia itu mimpinya yang belum pernah kesampaian saat masih jadi penggawa Samurai Biru. Nishino cuma satu tahun memperkuat Timnas Jepang, dari 1977-1978. Debut lawan Israel dalam Kualifikasi Piala Dunia 1978.

Nishino dipanggil Timnas Jepang saat masih main di klub kampus Waseda University. Di laga pertamanya, Jepang langsung keok 0-2 atas Israel. Lalu, meski dia ikut bermain pada empat laga Jepang di babak kualifikasi Grup 2 zona AFC bersaing dengan Korsel, Israel, dan Korut, pada tahun itu, mereka gagal lolos untuk kali pertama ke Piala Dunia.

Jepang baru debut di Piala Dunia setahun setelah dia lengser jadi pelatih timnas U-23 di edisi 1998. Atau, setahun setelah skuat U-23-nya bisa bikin heboh dengan mengalahkan Brasil, pada laga pertama fase grup D Olimpiade 1996 di Miami. Jepang menang 1-0. Victory yang pada tahun itu disebut sebagai “Mukjizat Miami” karena Brasil diawaki Ronaldo, Rivaldo, Dida, dan Roberto Carlos.

Mentalitas Nishino sempat diragukan mantan pelatih Jepang, Philippe Troussier. Dilansir di situs GVTV, pelatih berjuluk Si Dukun Putih itu menyebut, Nishino tak punya mentalitas yang memompa spirit anak asuhnya saat Piala Dunia. “Tak kaget dengan wajah tim ini di tangannya,” klaim pelatih berkebangsaan Prancis itu. Dua kali main di era Nishino, Jepang dua kali kalah di uji coba lawan Ghana (30/5) dan Swiss (8/6) dengan skor sama, 0-2.

Tapi, Nishino berkelit. Eranya sebagai pelatih tak akan sama saat dia masih jadi pemain pada 1978. “Saya punya modal pemain yang lebih baik dari saat itu,” klaim pelatih 63 tahun itu pada sesi wawancara dengan stasiun televisi Federasi Sepak Bola Jepang, JFA TV. Kalau Nishino tak main sama sekali di Piala Dunia, tak begitu dengan Julen Lopetegui.

Dia malah hanya duduk melihat Santiago Canizares dan Andoni Zubizarreta jadi penjaga gawang Spanyol saat Piala Dunia 1994. Lopetegui cuma kiper ketiga. Sama dengan Nishino, di balik gagalnya dia sebagai pemain, tapi dia mampu menebusnya saat jadi pelatih kelompok usia La Furia Roja.

Produknya dari saat membawa Spanyol juara di Euro U-19 2012 dan U-21 2013 menjadi tulang punggung timnas sejak Piala Dunia 2014. “Tahun ini, mereka (pemain-pemain produk di level kelompok usia) akan jadi protagonista di Piala Dunia 2018,” klaim Lopetegui dilansir dari situs El Faro. (ren/jpg/ndy/k11)


BACA JUGA

Jumat, 22 Juni 2018 11:01

Mantan Bintang Film Bokep Jepang Olok-Olok Kiper Argentina

Penampilan kiper Timnas Argentina, Wilfredo Caballero, menjadi bahan olok-olok mantan aktris film panas…

Jumat, 22 Juni 2018 10:47

Messi Tak Berkutik, Ini Sebabnya

Lionel Messi kembali tak berkutik. Selain gagal mencetak gol, Messi pun tak mampu membawa Argentina…

Jumat, 22 Juni 2018 10:41

Sikat Argentina, Krosia Lolos, Tapi Jangan Besar Kepala

Timnas Kroasia memastikan tiket ke babak 16 besar Piala Dunia 2018. Hal tersebut mereka raih usai mengalahkan…

Jumat, 22 Juni 2018 07:39

Boling Samarinda Mantapkan Latihan

SAMARINDA – Tim boling Samarinda memantapkan latihan mereka dalam persiapan menghadapi Pekan Olahraga…

Kamis, 21 Juni 2018 23:09

Lawan Denmark, Si Brewok Australia Ini Cetak Rekor

Kapten Australia Mile Jedinak rekor unik dalam kiprah Socceroos (julukan timnas Australia) di Piala…

Kamis, 21 Juni 2018 22:14

Penalti Gagalkan Kemenangan Denmark

Pertemuan perdana Denmark dengan Australia pada ajang Piala Dunia akhirnya berakhir imbang. Partai yang…

Kamis, 21 Juni 2018 11:50

Bukan Portugal yang Pimpin Grup B, Tapi Spanyol, Ini Alasannya

Spanyol untuk sementara berhak memimpin Grup B Piala Dunia 2018, berkat kemenangan atas Iran di matchday…

Kamis, 21 Juni 2018 11:50

Masygul karena Dua Gol

MBAYE NIANG harus menepi untuk mendapatkan perawatan medis. Bukan cedera yang serius. Pertandingan jalan…

Kamis, 21 Juni 2018 11:48

Gol Hantu, Diego Costa Masuk Buku Rekor Spanyol

Diego Costa terpilih sebagai pemain terbaik dalam laga Iran vs Spanyol di matchday 2 Grup B Piala Dunia…

Kamis, 21 Juni 2018 11:48

Dramatis, Spanyol Menang Berkat VAR

Spanyol membuka peluang lolos ke 16 Besar Piala Dunia 2018 usai mengatasi Iran, lewat bantuan dramatis…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .