MANAGED BY:
SELASA
23 OKTOBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

OLAHRAGA

Selasa, 12 Juni 2018 10:47
Bukan Jepang yang Dulu
DIRAGUKAN: Nishino dalam tekanan atas banyaknya keraguan dia bisa membawa Jepang berbicara banyak di Piala Dunia kali ini.

PROKAL.CO, JANGAN tanyakan rasanya mentas di Piala Dunia ke Akira Nishino, pelatih Jepang. Sebab, bagi Nishino, Piala Dunia itu mimpinya yang belum pernah kesampaian saat masih jadi penggawa Samurai Biru. Nishino cuma satu tahun memperkuat Timnas Jepang, dari 1977-1978. Debut lawan Israel dalam Kualifikasi Piala Dunia 1978.

Nishino dipanggil Timnas Jepang saat masih main di klub kampus Waseda University. Di laga pertamanya, Jepang langsung keok 0-2 atas Israel. Lalu, meski dia ikut bermain pada empat laga Jepang di babak kualifikasi Grup 2 zona AFC bersaing dengan Korsel, Israel, dan Korut, pada tahun itu, mereka gagal lolos untuk kali pertama ke Piala Dunia.

Jepang baru debut di Piala Dunia setahun setelah dia lengser jadi pelatih timnas U-23 di edisi 1998. Atau, setahun setelah skuat U-23-nya bisa bikin heboh dengan mengalahkan Brasil, pada laga pertama fase grup D Olimpiade 1996 di Miami. Jepang menang 1-0. Victory yang pada tahun itu disebut sebagai “Mukjizat Miami” karena Brasil diawaki Ronaldo, Rivaldo, Dida, dan Roberto Carlos.

Mentalitas Nishino sempat diragukan mantan pelatih Jepang, Philippe Troussier. Dilansir di situs GVTV, pelatih berjuluk Si Dukun Putih itu menyebut, Nishino tak punya mentalitas yang memompa spirit anak asuhnya saat Piala Dunia. “Tak kaget dengan wajah tim ini di tangannya,” klaim pelatih berkebangsaan Prancis itu. Dua kali main di era Nishino, Jepang dua kali kalah di uji coba lawan Ghana (30/5) dan Swiss (8/6) dengan skor sama, 0-2.

Tapi, Nishino berkelit. Eranya sebagai pelatih tak akan sama saat dia masih jadi pemain pada 1978. “Saya punya modal pemain yang lebih baik dari saat itu,” klaim pelatih 63 tahun itu pada sesi wawancara dengan stasiun televisi Federasi Sepak Bola Jepang, JFA TV. Kalau Nishino tak main sama sekali di Piala Dunia, tak begitu dengan Julen Lopetegui.

Dia malah hanya duduk melihat Santiago Canizares dan Andoni Zubizarreta jadi penjaga gawang Spanyol saat Piala Dunia 1994. Lopetegui cuma kiper ketiga. Sama dengan Nishino, di balik gagalnya dia sebagai pemain, tapi dia mampu menebusnya saat jadi pelatih kelompok usia La Furia Roja.

Produknya dari saat membawa Spanyol juara di Euro U-19 2012 dan U-21 2013 menjadi tulang punggung timnas sejak Piala Dunia 2014. “Tahun ini, mereka (pemain-pemain produk di level kelompok usia) akan jadi protagonista di Piala Dunia 2018,” klaim Lopetegui dilansir dari situs El Faro. (ren/jpg/ndy/k11)


BACA JUGA

Senin, 22 Oktober 2018 11:02

Tebus Skandal dengan Gelar Juara

Sehari sebelum Denmark Terbuka 2018 dimulai, pebulu tangkis Jepang Kento Momota sempat berjanji bahwa…

Senin, 22 Oktober 2018 11:00

Qatar Kaget dengan Rivaldo Ferre

Qatar U-19 mengakui cukup terkejut dengan permainan Todd Rivaldo Ferre saat jumpa timnas U-19 Indonesia.…

Senin, 22 Oktober 2018 09:50

Motivasi Tinggi ke Bali

SAMARINDA – Akhir pekan nanti menjadi partainya klub terluka. Borneo FC dan Bali United yang bakal…

Senin, 22 Oktober 2018 09:45

Fernando Masih Fifty-Fifty

STRIKER utama Mitra Kukar Fernando Rodriguez harus meninggalkan lapangan lebih dulu saat Naga Mekes…

Senin, 22 Oktober 2018 09:42

Momen Krusial Papan Bawah

BANTUL – Mitra Kukar, Perseru Serui, PS Tira, dan PSMS Medan, merupakan empat tim dengan posisi…

Senin, 22 Oktober 2018 09:30

Maksimalkan Gelaran di Kutim

SANGATTA–Genderang pesta olahraga terbesar se-Kaltim, Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Kaltim…

Senin, 22 Oktober 2018 09:00

Nyaris Samakan Kedudukan, Penampilan Timnas U-19 Membanggakan

Timnas U-19 Indonesia harus mengakui keunggulan Qatar U-19 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK),…

Senin, 22 Oktober 2018 07:38

Meriam Masih Panas

LONDON – Sempat diragukan ketika mengawali musim, Arsenal kini sedang dalam performa yang hot.…

Senin, 22 Oktober 2018 07:31

Reuni dengan Lacazette

KETIKA melatih Olympique Lyon musim 2008/09 hingga 2010/11, Claude Puel kedatangan seorang pemain jebolan…

Senin, 22 Oktober 2018 07:27

Absen Setelah 11 Tahun El Clasico

BARCELONA - Kemenangan 4-2 atas Sevilla dan kembali ke puncak klasemen La Liga kemarin dini hari sangat…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .