MANAGED BY:
RABU
14 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 12 Juni 2018 19:00
Cegah Kerugian dengan Atasi Banjir
AKIBAT MINIM ANGGARAN: Jalan alternatif dari Batu Besaung ke Sungai Siring yang rusak kemarin. (SAIPUL ANWAR/KP)

PROKAL.CO, KEHADIRAN Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Samarinda, sejatinya memberikan banyak keuntungan. Mulai sektor pariwisata, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), hingga daya beli masyarakat yang meningkat. Walhasil, perekonomian Kota Tepian dipastikan tumbuh dan dapat dirasakan secara luas bagi masyarakat.

Namun, masih terdapat persoalan yang menghambat kemajuan tersebut. Salah satunya akses menuju bandara yang putus ketika banjir terjadi di Jalan DI Pandjaitan. Sayangnya, hingga kini jalan alternatif di Batu Besaung, Sempaja Utara, belum bisa dilintasi karena rusak parah, becek, dan berlubang.

Ketua Asosiasi Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Samarinda I Gusti Bagus Putra mengatakan, pemerintah mesti menjadikan ketersediaan sarana jalan menuju Bandara APT Pranoto sebagai prioritas utama. Entah itu jalan utama maupun jalan alternatif. Jalan utama misalnya, selain harus diperlebar kondisi jalannya pun mesti mulus. Itu penting, agar jalan nyaman dan aman untuk dilintasi. Begitu pula jalan alternatif yang bakal dilanjutkan pembangunannya.

“Selain itu, pemkot dan pemprov juga mesti serius mengatasi banjir di Jalan DI Pandjaitan depan Perumahan Bukit Alaya. Nyaris tidak ada kendaraan yang bisa lewat ketika banjir,” ujar Putra.

Dikatakan, bandara yang populer dengan nama Bandara Samarinda Baru (BSB) itu dari segi pariwisata kini sudah memberikan banyak manfaat. Karena menjadi bandara yang melayani penerbangan ke sejumlah daerah di Kaltim dan Kaltara. Apalagi, jika pada masa mendatang pemerintah dan pengelola bandara terus melakukan inovasi dan pelbagai perbaikan. Seperti rute penerbangan diperluas dengan pilihan maskapai yang beragam.

Belum lagi, bandara yang berlokasi di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara, itu juga sudah pernah didarati pesawat yang ditumpangi Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, pekan lalu. Tentu kondisi itu meningkatkan gengsi bandara.

Putra menyebut, warga saat ini bisa memaklumi jika sampai sekarang, Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda belum bisa menuntaskan masalah banjir di Jalan DI Pandjaitan. Selain itu, ketersediaan jalan alternatif ke BSB juga belum memadai. Meski demikian, jangan membuat calon penumpang rugi berlarut-larut.

Menurut dia, banyak anggaran pemprov saat ini tersedot ke proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda dan Jembatan Kembar (Jembatan Mahakam IV). Dia yakin, setelah itu selesai di bawah kepemimpinan gubernur baru, jalan alternatif bakal diprioritaskan. Sebab, jalan itu sangat diperlukan. “Sekarang Bandara APT Pranoto baru didarati pesawat ATR 72, kalau sudah Boeing 737 tentu akan semakin sibuk. Akses ke bandara harus jadi perhatian utama pemerintah,” pesannya.

Untuk diketahui, menyediakan jalan alternatif yang memadai dan mengatasi banjir di Jalan DI Pandjaitan, Samarinda, adalah pekerjaan rumah Pemprov Kaltim dan Pemkot Samarinda. Bisa mengatasi salah satunya, maka membantu calon penumpang APT Pranoto lepas dari ancaman gagal terbang. Banjir di utara Kota Tepian itu memang bikin kacau mobilitas warga.

Anggota Komisi III DPRD Kaltim Saefuddin Zuhri mengatakan, jalan alternatif ke BSB mestinya diprioritaskan sejak lama. Biaya penyelesaian jalan dianggarkan rutin tiap tahun. Bukan ditiadakan sehingga membuat proyek jalan alternatif mangkrak.

Akibatnya, kata dia, saat sudah diperlukan seperti sekarang, jalan alternatif itu tidak bisa dilalui kendaraan. “Proyek dimulai sejak 2011. Sebagian sudah dicor beton, tapi kan setelah itu terhenti. Kalaupun sempat ada, anggarannya minim sekali hanya Rp 7–8 miliar,” ujar Saefuddin Zuhri.

Berdasarkan dokumen detailed engineering design (DED), panjang jalan dari simpang Batu Besaung ke BSB sekitar 10,75 kilometer. Dibangun dengan konstruksi rigid pavement. Terdiri atas empat lajur dan dua jalur. Dalam rencana anggaran biaya (RAB) pada 2011 proyek ini memerlukan anggaran sekitar Rp 980 miliar.

Hingga saat ini, dari total panjang proyek jalan itu, baru 500 meter di antaranya yang sudah dilakukan rigid pavement. Kemudian ada sepanjang 6 kilometer yang sudah dilakukan pembukaan badan jalan dan dilakukan pengerasan namun belum rigid pavement. Sementara masih ada sekitar 5,5 kilometer yang harus dilakukan pembukaan badan jalan. (*/him/rom/k8)


BACA JUGA

Selasa, 13 November 2018 10:24

DUH PAYAH..!! Persentase Kelulusan CPNS Masih Rendah

TANA PASER–Seleksi penerimaan calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Assessment…

Selasa, 13 November 2018 07:35

Tugboat Batu Bara Tenggelam di Perairan Bunyu, Dua ABK Belum Ditemukan

TARAKAN – Kecelakaan di perairan Kalimantan Utara (Kaltara) kembali terjadi.…

Selasa, 13 November 2018 06:41

YESS..!! Merpati Siap Kembali Mengudara Tahun Depan

JAKARTA – Setelah mengalami penghentian operasi pada 2014 silam, maskapai…

Senin, 12 November 2018 11:00

KENA PAJAK..?? Menteri Keuangan Bakal Wajibkan Mahasiswa Miliki NPWP

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani berencana mewajibkan seluruh mahasiswa…

Senin, 12 November 2018 10:37

Angel dan Jose Makin Intim, Dikabarkan Sudah Menikah

Hubungan Angel Karamoy dengan sutradara Jose Poernomo makin intim. Buktinya,…

Senin, 12 November 2018 10:28

Marquez Rayakan Gelar Dunia ke 7 di Kampung Halaman

UNTUK merayakan gelar juara dunia ketujuhnya, atau kelima di kelas…

Senin, 12 November 2018 10:20

LUCU JUGA..!! Perusahaan Air Masih Terkendala Air

TANA PASER–Sepekan terakhir, masyarakat Paser, khususnya Kecamatan Tanah Grogot, mengeluhkan…

Senin, 12 November 2018 08:49

Klasifikasikan Kualitas Pasangan, Kemampuan Biologis Juga Ditanya

Pondok Pesantren (Ponpes) Hidayatullah berhasil menyelenggarakan pernikahan mubarakah, Minggu (11/11).…

Minggu, 11 November 2018 11:11

Pulang, KRI Bima Suci Banyak Sabet Penghargaan

 Setelah mengelilingi lima negara selama 100 hari untuk mengikuti event…

Minggu, 11 November 2018 11:10

Kasihan Banget..!! Banyak Guru Honor yang Pensiun dengan Gaji Rp 150 Ribu Per Bulan

Ketua Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) Didi…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .