MANAGED BY:
KAMIS
20 JUNI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

UTAMA

Selasa, 12 Juni 2018 20:00
Jalur Alternatif Berpotensi Tergenang di Beberapa Titik

Menjajal Jalan Darat ke Bandara APT Pranoto (2)

BIKIN WASWAS: Warga melintas di Jalan Gunung Kapur II, Samarinda Utara. Jalur alternatif menuju Bandara APT Pranoto itu masih mungkin tergenang jika hujan deras dalam waktu lama. (DWI RESTU/KP)

PROKAL.CO, Jalan menuju Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto nyaris tak bisa dilewati ketika banjir. Jalur alternatif pun bisa jadi bernasib sama dengan akses utama.

DWI RESTU AMRULLAH, Samarinda

DIRESMIKAN Gubernur Awang Faroek Ishak, Bandara APT Pranoto masih membuat calon penumpangnya cemas. Terlebih, kala cuaca ekstrem seperti saat ini. Cuaca yang tak menentu. Kadang panas. Kemudian mendadak hujan lebat. Melumpuhkan akses menuju lapangan terbang yang beroperasi sejak 24 Mei lalu itu.

Kaltim Post mencoba menelusuri jalur alternatif. Yang kabarnya sudah disurvei dari Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Sabtu (9/6) lalu. Dari Jalan M Yamin (Simpang Mal Lembuswana), Samarinda Ulu. Melipir ke Jalan PM Noor, Samarinda Utara. Nah, Jalan PM Noor (Persimpangan Jalan Wahid Hasyim) ini, lokasi limpahan air hujan. Banjirnya tak tanggung-tanggung. Nyaris sepinggang orang dewasa. Kaltim Post mencoba beralih melalui jalur dadakan; Kompleks Stadion Madya Sempaja.

Lalu, masuk ke Kompleks Bumi Sempaja. Dengan menunggangi motor sport. Jalannya selebar 10 meter. Jalan kompleks perumahan. Masih mulus.

Kemudian menyintas masuk ke Perumahan Griya Mukti. Jalur itu merupakan jalan alternatif untuk mencapai pertigaan Jalan Poros Samarinda-Bontang.

Calon penumpang mungkin harus benar-benar berpikir untuk berangkat dari bandara yang dibangun di atas lahan 13 hektare itu. Jika hujan deras dengan intensitas lama, kompleks perumahan Griya Mukti juga sangat mungkin terendam. Ketinggian air hingga lutut orang dewasa.

Panjang jalur alternatif sekitar 15 kilometer (km). Namun, tak selapang jalan utama. Karena melewati kompleks perumahan. Lebarnya hanya sekitar 5-6 meter.

Perjalanan berlanjut melintasi kawasan Gunung Lingai. Tak usah cemas, jalannya sangat baik. Hanya, saluran drainase yang tampaknya kurang tertata. Belum lagi, jalan tersebut merupakan akses utama warga sekitar beraktivitas.

Kemudian berlanjut ke Jalan Belimau. Jalan semen. Tebalnya 30 cm. Kondisinya sangat baik. Jalur tersebut juga perlintasan truk-truk pengangkut pasir.

Hingga mendekati Bendungan Benanga, jalan mulai berlubang meski tak parah. Lalu menyempit menjadi sekitar 4 meter.

Dengan menggunakan motor sport Suzuki GSX R 150 cc, kecepatan 60 km per jam, laju kendaraan ini harus memelan di Jalan Sukorejo, Lempake, Samarinda Utara. Tak jauh dari SMP 13 Samarinda. Genangan air cukup mengganggu perjalanan. Beberapa jam sebelumnya, kawasan Samarinda Utara sempat diguyur hujan.

Perjalanan berlanjut melintasi Jalan Gunung Kapur II, Samarinda Utara. Yang nyaris semuanya tertutup pasir. Langganan banjir juga. Ketika hujan, jalur itu yang paling dihindari pengendara. Kecuali dengan mobil dobel kabin. Jika minibus, banyak pemilik kendaraan serupa yang tinggal di kawasan Lempake, lebih memilih berhenti. Dan menunggu air surut.

Meski kondisi siang itu—saat Kaltim Post menjajal jalur tersebut—terik, hujan singkat yang mengguyur Kota Tepian sempat membuat genangan di Jalan Gunung Kapur II.

Jika calon penumpang melintas di jalur alternatif dan bisa melewati Jalan Kebun Agung, setidaknya bisa bernafas lega. Meski Jalan Kebun Agung kadang-kadang banjir juga. Bisa setinggi lutut orang dewasa.

Untuk memutar melalui jalur alternatif, warga yang hendak terbang dari Bandara APT Pranoto, memerlukan nyaris satu jam. Dalam kondisi jalan lengang. Dan tidak ada banjir. Jika ada genangan, bisa saja lebih lama.

Titik banjir yang juga harus jadi perhatian ada di kawasan SPBU Tanah Merah, Samarinda Utara. Jalur itu sempat tak bisa dilewati ketika banjir melanda medio Juni 2017 silam.

Banjir yang melumpuhkan akses menuju Bandara APT Pranoto memang sudah makan korban. Sudah terjadi, 20 orang gagal terbang. Terjebak banjir.

“Laporan dari pihak maskapai, ada 20 orang terpaksa cancel. Padahal, pesawat sempat dipaksa delayed 1 jam 30 menit untuk menunggu kedatangan calon penumpang. Tapi, penumpang tak kunjung datang. Jadi, pesawat harus boarding,” jelas Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) APT Pranoto Wahyu Siswoyo kepada Kaltim Post.

Dia melanjutkan, 20 calon penumpang itu harusnya terbang ke Berau. Dengan maskapai Xpress Air. Dari 28 penumpang yang masuk manifes, hanya delapan orang yang sampai ke Bumi Batiwakkal itu. Penerbangan itu dijadwalkan take off pukul 16.00 Wita. Namun, baru bisa lepas landas pukul 17.30 Wita.

Wahyu menyebut, pihak maskapai membuat kebijakan reschedule. Tanpa biaya. Untuk seluruh penumpang yang tak jadi terbang saat itu.

“Dari kejadian ini, jelas yang dirugikan adalah penumpang dan pihak maskapai. Akan lebih mengkhawatirkan bila penerbangan mulai padat nanti,” ungkapnya.

Nantinya, banyak penerbangan yang direncanakan mengisi slot sore hari. Antara lain untuk rute Samarinda menuju Balikpapan. Dan Samarinda ke Surabaya.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim Salman Lumoindong menjelaskan, jalur alternatif sudah disurvei beberapa hari lalu. Selain melintasi kawasan Gunung Lingai, jalur alternatif lain, yakni melalui daerah Batu Besaung, Samarinda Utara. Namun, akses di sana belum bisa seutuhnya dilewati. “Beberapa hari lalu memang sudah survei, alhamdulillah jalannya bagus,” ujarnya.

Penumpang pun bisa cemas jika ingin berangkat dari Bandara APT Pranoto. Ketika kondisi hujan deras, jalur utama dan jalan alternatif pun masih terancam banjir. Seperti yang dirasakan Ahmad Rivai. Yang ingin menikmati libur Lebaran di daerah asalnya, Berau. Cuaca ibu di kota Kaltim yang tak menentu, menjadi alasan kuat. “Saya berangkat dari Balikpapan saja, soalnya takut kalau tiba-tiba hujan,” ujarnya.

Kekhawatiran lain, bandara yang belum genap beroperasi sebulan itu bisa saja ditinggal penumpang. Jika tak cepat-cepat permasalahan banjir diatasi, peminat penumpang bandara itu bisa tak sesuai target. (***/dwi/k11)


BACA JUGA

Rabu, 19 Juni 2019 12:10

Konstruksi Ibu Kota Baru Dimulai 2021

JAKARTA–Rencana pemindahan ibu kota terus dipersiapkan. Meski lokasinya belum ditetapkan,…

Rabu, 19 Juni 2019 10:56
Polemik PPDB Sistem Zonasi

PPDB Bertujuan Mulia, Tapi Pelaksanaan Bermasalah

JAKARTA - Semangat Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meniadakan sekolah favorit…

Rabu, 19 Juni 2019 10:53

Makin Menjamur, Guest House Resahkan Perhotelan

Menjamurnya guest house di Kota Minyak diyakini bisa memperbesar lapangan…

Rabu, 19 Juni 2019 10:51

Makin Sadar, Warga Pilih Tukarkan Uang Pecahan di Perbankan

SAMARINDA- Kinerja outflow pada Mei 2019 meningkat 86,03 persen year-on-year…

Senin, 17 Juni 2019 14:50
Atasi Banjir Samarinda, Sekkot Minta Bantuan Pemprov dan Pusat

Atasi Banjir di Samarinda, Ini Kuncinya...

Mengatasi banjir di sejumlah wilayah di Kaltim menjadi pekerjaan utama…

Senin, 17 Juni 2019 14:45

Begini Sistem Anyar Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Negeri

Seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri (SBM PTN) tahun ini…

Senin, 17 Juni 2019 14:28

Pemprov Kaltim Sediakan Rp 10 Miliar Tangani Banjir

SAMARINDA - Usai musibah banjir hampir sepekan melumpuhkan sebagian aktivitas…

Minggu, 16 Juni 2019 23:00

Samarinda Harus Berani Tanpa Tambang

Mengatasi banjir Samarinda cukup pelik. Meski penyebabnya sudah diketahui. Hingga…

Minggu, 16 Juni 2019 22:09

Limbah Perusahaan Kayu Diduga Jadi Penyebab

PUSDALOPS BPBD PPU UNTUK KP TERULANG LAGI : Banjir di…

Minggu, 16 Juni 2019 12:56

Mahulu Mulai Surut, PPU Banjir

BANJIR di Samarinda memang semakin surut. Lalu lintas berangsur-angsur normal.…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*