MANAGED BY:
SABTU
17 NOVEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 12 Juni 2018 08:40
Luka Mirip Serangan Hiu
-

PROKAL.CO, PENAJAM – Laporan mengenai pesut (Orcaella brevirostris) yang mati terdampar di Pantai Corong, Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (10/6) pagi, belum diterima Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak Wilayah Kerja (Wilker) Balikpapan. Pihaknya baru mengetahui saat harian ini mengonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (11/6).

Berdasarkan foto bangkai pesut yang dikirimkan koran ini, diduga kematian hewan langka tersebut karena serangan hewan buas lainnya. Yakni cookie cutter shark, alias hiu pemotong (Isistius brasiliensis). Hiu pemotong termasuk jenis hiu yang suka memburu mamalia laut. Walaupun kecil, namun cukup ganas.

Koordinator Wilker Balikpapan BPSPL Pontianak, Ricky menyampaikan dugaan tersebut karena melihat luka di bagian mata pesut tersebut. Di mana ada luka bolong yang mirip dengan gigitan cookie cutter shark. “Kalau dari foto sementara, bisa diduga seperti itu, Mas. Karena dia (cookie cutter shark) suka dengan mamalia laut,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin.

Dia menambahkan, kondisi pesut berdasarkan foto tersebut masuk dalam klasifikasi kode 3. Ada lima kode klasifikasi kondisi mamalia laut yang terdampar menurut panduan penanganan mamalia terdampar. Yakni kode 1, alive atau hewan masih hidup, lalu kode 2 yaitu fresh dead atau hewan baru saja mati dan belum ada pembengkakan. Kemudian kode 3, moderate decomposition atau  bangkai mulai membengkak, kode 4 adalah advance decomposition atau bangkai sudah membusuk, dan kode 5 yang berarti severe decomposition atau bangkai sudah mulai memutih menjadi kerangka, bahkan sudah jadi kerangka.

“Kondisinya masuk kode 3. Sudah busuk, jadi ambil sampel juga tidak bisa,” ucapnya. Untuk penanganan bangkai pesut yang sudah terdampar tersebut, Ricky menyampaikan ada tiga metode yang bisa dilakukan. Yaitu tenggelamkan ke lautan, dikubur atau dibakar. Namun, melihat panjang bangkai pesut yang sekira 1 meter, metode penguburan bisa menjadi pilihan. “Biasanya kalau yang lebih ringkas di kubur untuk ukuran (bangkai pesut) segini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Tanjung Tengah, Muskarim menyampaikan pihaknya telah melakukan penguburan terhadap bangkai pesut yang terdampar di tepi Pantai Corong tersebut. Pasalnya, bangkai tersebut sudah mengeluarkan bau kurang sedap yang mengganggu aktivitas warga di sekitar pantai. “Kemarin Minggu (10/6) sore, teman-teman sudah menguburnya. Pas kondisi air laut sudah surut,” ucap dia singkat.

Sebelumnya, dia menyampaikan bangkai pesut tersebut ditemukan terdampar dan membusuk sekira 4 km dari Dermaga Pariwisata, RT 05, Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam pada Minggu (10/6) pagi, sekira pukul 09.00 Wita. Saat ditemukan, kondisi tubuh pesut yang panjangnya sekira 1 meter sudah membusuk. Terbujur kaku sekira 7 meter dari pinggir pantai. Kulitnya hampir terkelupas semua. Aroma busuk pun sudah menyengat. Darah terlihat keluar dari mulut pesut tersebut. Diperkirakan waktu kematian pesut tersebut, belum lama. Karena belum ada belatung sudah menggerogoti.

Kondisi serupa juga pernah terjadi pada pertengahan September 2017 lalu. Seekor pesut ditemukan membusuk di sekitar Pantai Corong, Kelurahan Tanjung Tengah. Pesut tersebut ditemukan pada 13 September 2017. Diperkirakan kematiannya sudah lebih dari tiga hari saat itu. (*/kip/iza/k9)


BACA JUGA

Jumat, 16 November 2018 10:28

Hanya 71 Peserta Lulus SKD

TANA PASER – Usai sudah pelaksanaan Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil…

Jumat, 16 November 2018 10:21

Tes Karakteristik Pribadi Jadi Momok Peserta SKD CPNS, 1.847 Peserta Gagal Lulus

BONTANG – Materi tes karakteristik pribadi (TKP) tampaknya menjadi momok bagi peserta seleksi…

Jumat, 16 November 2018 10:20

Harga Mahal, Kepiting Bertelur Tetap Dijual

TANJUNG REDEB - Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 56/Permen-KP/2016,…

Kamis, 15 November 2018 10:40

Diharapkan Segera Cair

PENAJAM -  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) berharap pencairan dana bantuan operasional…

Kamis, 15 November 2018 10:39

50 Guru SD Kuaro Ikut Pelatihan K-13

TANA PASER – PT Arjuna Cipta Kreatif bekerja sama dengan PT Kideco Jaya Agung (KJA), menggelar…

Kamis, 15 November 2018 10:38

Perbup APBD Perubahan Tunggu Nomor

PENAJAM - Evaluasi Peraturan Bupati (Perbup) mengenai Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P)…

Kamis, 15 November 2018 10:36

Calon Sekkab Diumumkan16 November

TANA PASER – Hasil seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) posisi sekretaris daerah atau…

Kamis, 15 November 2018 10:29

BLK Dinilai Belum Optimal

BONTANG – Balai Latihan Kerja (BLK) Bontang dinilai belum optimal dalam memberikan pelatihan kepada…

Kamis, 15 November 2018 10:29

Daftar Pemilih Masih Diperbaiki

SANGATTA – Data pemilih pesta demokrasi 2019 dalam proses pemutakhiran. Daftar pemilih tetap hasil…

Kamis, 15 November 2018 10:28

Warga Bontang Ditangkap di Nunukan

BONTANG – Seorang warga Bontang berinisial KJ diamankan tim gabungan Satresnarkoba Polres Nunukan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .