MANAGED BY:
SELASA
19 FEBRUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 12 Juni 2018 08:40
Luka Mirip Serangan Hiu
-

PROKAL.CO, PENAJAM – Laporan mengenai pesut (Orcaella brevirostris) yang mati terdampar di Pantai Corong, Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (10/6) pagi, belum diterima Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak Wilayah Kerja (Wilker) Balikpapan. Pihaknya baru mengetahui saat harian ini mengonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (11/6).

Berdasarkan foto bangkai pesut yang dikirimkan koran ini, diduga kematian hewan langka tersebut karena serangan hewan buas lainnya. Yakni cookie cutter shark, alias hiu pemotong (Isistius brasiliensis). Hiu pemotong termasuk jenis hiu yang suka memburu mamalia laut. Walaupun kecil, namun cukup ganas.

Koordinator Wilker Balikpapan BPSPL Pontianak, Ricky menyampaikan dugaan tersebut karena melihat luka di bagian mata pesut tersebut. Di mana ada luka bolong yang mirip dengan gigitan cookie cutter shark. “Kalau dari foto sementara, bisa diduga seperti itu, Mas. Karena dia (cookie cutter shark) suka dengan mamalia laut,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin.

Dia menambahkan, kondisi pesut berdasarkan foto tersebut masuk dalam klasifikasi kode 3. Ada lima kode klasifikasi kondisi mamalia laut yang terdampar menurut panduan penanganan mamalia terdampar. Yakni kode 1, alive atau hewan masih hidup, lalu kode 2 yaitu fresh dead atau hewan baru saja mati dan belum ada pembengkakan. Kemudian kode 3, moderate decomposition atau  bangkai mulai membengkak, kode 4 adalah advance decomposition atau bangkai sudah membusuk, dan kode 5 yang berarti severe decomposition atau bangkai sudah mulai memutih menjadi kerangka, bahkan sudah jadi kerangka.

“Kondisinya masuk kode 3. Sudah busuk, jadi ambil sampel juga tidak bisa,” ucapnya. Untuk penanganan bangkai pesut yang sudah terdampar tersebut, Ricky menyampaikan ada tiga metode yang bisa dilakukan. Yaitu tenggelamkan ke lautan, dikubur atau dibakar. Namun, melihat panjang bangkai pesut yang sekira 1 meter, metode penguburan bisa menjadi pilihan. “Biasanya kalau yang lebih ringkas di kubur untuk ukuran (bangkai pesut) segini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Tanjung Tengah, Muskarim menyampaikan pihaknya telah melakukan penguburan terhadap bangkai pesut yang terdampar di tepi Pantai Corong tersebut. Pasalnya, bangkai tersebut sudah mengeluarkan bau kurang sedap yang mengganggu aktivitas warga di sekitar pantai. “Kemarin Minggu (10/6) sore, teman-teman sudah menguburnya. Pas kondisi air laut sudah surut,” ucap dia singkat.

Sebelumnya, dia menyampaikan bangkai pesut tersebut ditemukan terdampar dan membusuk sekira 4 km dari Dermaga Pariwisata, RT 05, Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam pada Minggu (10/6) pagi, sekira pukul 09.00 Wita. Saat ditemukan, kondisi tubuh pesut yang panjangnya sekira 1 meter sudah membusuk. Terbujur kaku sekira 7 meter dari pinggir pantai. Kulitnya hampir terkelupas semua. Aroma busuk pun sudah menyengat. Darah terlihat keluar dari mulut pesut tersebut. Diperkirakan waktu kematian pesut tersebut, belum lama. Karena belum ada belatung sudah menggerogoti.

Kondisi serupa juga pernah terjadi pada pertengahan September 2017 lalu. Seekor pesut ditemukan membusuk di sekitar Pantai Corong, Kelurahan Tanjung Tengah. Pesut tersebut ditemukan pada 13 September 2017. Diperkirakan kematiannya sudah lebih dari tiga hari saat itu. (*/kip/iza/k9)


BACA JUGA

Selasa, 19 Februari 2019 09:58

Bandara Komersial Bergantung Pusat

SANGATTA–Bandara Sangkima yang digadang-gadang menjadi bandara komersial utama di Kutai…

Selasa, 19 Februari 2019 09:57

Aturan Tak Kenal Pengecer

TANJUNG REDEB–Melonjaknya harga elpiji subsidi 3 kilogram (kg) di Berau…

Senin, 18 Februari 2019 10:29

Undang Seluruh Bendahara OPD

TANA PASER – Membangun koordinasi dalam upaya peningkatan kinerja seluruh…

Senin, 18 Februari 2019 10:22

Tiga Bulan Lagi, 500 PJU Terpasang

PENAJAM - Pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU) di Kabupaten…

Senin, 18 Februari 2019 10:13

Sambut TMMD, Pemkab Siapkan Rp 3,5 Miliar

JAKARTA - Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh diwakili…

Senin, 18 Februari 2019 09:38

Kapal Penyeberangan Belum Gunakan Pelampung

SANGATTA–Sejumlah kawasan di Kutai Timur (Kutim) belum memiliki infrastruktur komplet.…

Senin, 18 Februari 2019 09:34

Tiga Kecamatan Layak Miliki Pasar Modern

SENDAWAR - Membangun ekonomi modern menjadi tekad Pemkab Kutai Barat…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:56

Banjir karena Drainase Buntu

TANA PASER–Mengurangi dampak banjir, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Paser…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:56

Pemberkasan, Empat Peserta CPNS Absen

PENAJAM–Sebanyak 156peserta tes calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang lolos…

Sabtu, 16 Februari 2019 10:54

Aktifkan Jargas, PPU Tunggu HET

PENAJAM–Jaringan gas (jargas) rumah tangga di Kaltim bakal diresmikan hari…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*