MANAGED BY:
MINGGU
23 SEPTEMBER
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

KALTIM

Selasa, 12 Juni 2018 08:40
Luka Mirip Serangan Hiu
-

PROKAL.CO, PENAJAM – Laporan mengenai pesut (Orcaella brevirostris) yang mati terdampar di Pantai Corong, Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Minggu (10/6) pagi, belum diterima Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Pontianak Wilayah Kerja (Wilker) Balikpapan. Pihaknya baru mengetahui saat harian ini mengonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (11/6).

Berdasarkan foto bangkai pesut yang dikirimkan koran ini, diduga kematian hewan langka tersebut karena serangan hewan buas lainnya. Yakni cookie cutter shark, alias hiu pemotong (Isistius brasiliensis). Hiu pemotong termasuk jenis hiu yang suka memburu mamalia laut. Walaupun kecil, namun cukup ganas.

Koordinator Wilker Balikpapan BPSPL Pontianak, Ricky menyampaikan dugaan tersebut karena melihat luka di bagian mata pesut tersebut. Di mana ada luka bolong yang mirip dengan gigitan cookie cutter shark. “Kalau dari foto sementara, bisa diduga seperti itu, Mas. Karena dia (cookie cutter shark) suka dengan mamalia laut,” katanya saat dikonfirmasi, kemarin.

Dia menambahkan, kondisi pesut berdasarkan foto tersebut masuk dalam klasifikasi kode 3. Ada lima kode klasifikasi kondisi mamalia laut yang terdampar menurut panduan penanganan mamalia terdampar. Yakni kode 1, alive atau hewan masih hidup, lalu kode 2 yaitu fresh dead atau hewan baru saja mati dan belum ada pembengkakan. Kemudian kode 3, moderate decomposition atau  bangkai mulai membengkak, kode 4 adalah advance decomposition atau bangkai sudah membusuk, dan kode 5 yang berarti severe decomposition atau bangkai sudah mulai memutih menjadi kerangka, bahkan sudah jadi kerangka.

“Kondisinya masuk kode 3. Sudah busuk, jadi ambil sampel juga tidak bisa,” ucapnya. Untuk penanganan bangkai pesut yang sudah terdampar tersebut, Ricky menyampaikan ada tiga metode yang bisa dilakukan. Yaitu tenggelamkan ke lautan, dikubur atau dibakar. Namun, melihat panjang bangkai pesut yang sekira 1 meter, metode penguburan bisa menjadi pilihan. “Biasanya kalau yang lebih ringkas di kubur untuk ukuran (bangkai pesut) segini,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Tanjung Tengah, Muskarim menyampaikan pihaknya telah melakukan penguburan terhadap bangkai pesut yang terdampar di tepi Pantai Corong tersebut. Pasalnya, bangkai tersebut sudah mengeluarkan bau kurang sedap yang mengganggu aktivitas warga di sekitar pantai. “Kemarin Minggu (10/6) sore, teman-teman sudah menguburnya. Pas kondisi air laut sudah surut,” ucap dia singkat.

Sebelumnya, dia menyampaikan bangkai pesut tersebut ditemukan terdampar dan membusuk sekira 4 km dari Dermaga Pariwisata, RT 05, Kelurahan Tanjung Tengah, Kecamatan Penajam pada Minggu (10/6) pagi, sekira pukul 09.00 Wita. Saat ditemukan, kondisi tubuh pesut yang panjangnya sekira 1 meter sudah membusuk. Terbujur kaku sekira 7 meter dari pinggir pantai. Kulitnya hampir terkelupas semua. Aroma busuk pun sudah menyengat. Darah terlihat keluar dari mulut pesut tersebut. Diperkirakan waktu kematian pesut tersebut, belum lama. Karena belum ada belatung sudah menggerogoti.

Kondisi serupa juga pernah terjadi pada pertengahan September 2017 lalu. Seekor pesut ditemukan membusuk di sekitar Pantai Corong, Kelurahan Tanjung Tengah. Pesut tersebut ditemukan pada 13 September 2017. Diperkirakan kematiannya sudah lebih dari tiga hari saat itu. (*/kip/iza/k9)


BACA JUGA

Sabtu, 22 September 2018 11:08

Tak Urus KTP, NIK Bakal Diblokir

SANGATTA – Masih ada warga Kutai Timur yang belum melakukan perekaman KTP-eleltronik (KTP-el)…

Sabtu, 22 September 2018 11:05

Razia Truk agar Jalan Tak Rusak

SANGATTA – Truk kerap menjadi kambing hitam atas persoalan rusaknya aspal jalan raya di Kutai…

Sabtu, 22 September 2018 11:01

LADK Dilaporkan Hari Ini

BONTANG – Laporan awal dana kampanye (LADK) untuk para calon anggota legislatif (caleg) harus…

Sabtu, 22 September 2018 10:59

Destinasi Baru Wisata Religi, Kondusivitas Warga Terjaga

Setelah Vihara Sukharama Sangatta, kini bertambah lagi tempat ibadah yang berpotensi menjadi wisata…

Sabtu, 22 September 2018 10:58

Penertiban Pedagang Diduga Salah Sasaran

BONTANG – Penertiban di Jalan KS Tubun tampak masih menimbulkan rasa tidak puas bagi pedagang…

Sabtu, 22 September 2018 10:57

Makmur: Mari Introspeksi Diri Masing-Masing

TANJUNG REDEB – Gelaran hari jadi Kabupaten Berau dan Tanjung Redeb telah berlangsung sejak beberapa…

Sabtu, 22 September 2018 10:56

Pergub Zonasi Akhiri Momok

TENGGARONG–Buka-tutup Rumah Makan Tahu Sumedang di Kilometer 50, jalan poros Samarinda-Balikpapan…

Sabtu, 22 September 2018 10:55

Diamankan, Rupanya Kapal Angkut Tali Curian

BALIKPAPAN–Petugas Ditpolair Polda Kaltim mengamankan kapal kayu yang mengangkut ratusan kilogram…

Sabtu, 22 September 2018 10:55

PLN Biarpet karena Jaringan

SENDAWAR–Biarpet listrik di Kutai Barat (Kubar) meresahkan warga. Pasalnya, pemadaman tanpa pemberitahuan…

Sabtu, 22 September 2018 10:54

“Bupati Baru, Semoga Bawa Perubahan Baru”

PENAJAM–Pj Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Bere Ali, akhirnya menyerahkan estafet kepemimpinan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .