MANAGED BY:
SABTU
18 AGUSTUS
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 Juni 2018 07:08
Harga Ayam Broiler Meroket

Pedagang Klaim Stok Dibatasi

STOK DIBATASI: Mendekati Lebaran, harga ayam broiler kembali naik karena pasokan yang terbatas. Beberapa pedagang bahkan menjual ayam beku dari supermarket. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Mendekati Hari Raya Idulfitri, harga ayam potong di pasar tradisional di Kota Minyak kembali meroket. Sempat menyentuh angka Rp 45-50 ribu per kilogram di awal Ramadan, sekarang sudah menyentuh di harga Rp 65 ribu atau sudah jauh dari harga eceran tertinggi (HET).

Seperti yang ditetapkan pemerintah, harga acuan daging ayam di tingkat peternak Rp 18 ribu per kilogram dan harga acuan di level konsumen Rp 32 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Klandasan Rudi mengatakan, ayam potong yang ia jual saat ini berada di kisaran Rp 60-65 ribu. Itu untuk berat 1-1,3 kilogram. Kenaikan harga sudah terjadi sejak akhir pekan lalu. “Kami sudah dapat harga dari distributor sudah naik. Alasannya, karena stoknya menipis,” ujarnya, Senin (11/6).

Ia juga menyebutkan, pasokan juga sudah dibatasi agar merata ke seluruh pedagang. Maksimal 100 ekor satu hari. Padahal, biasanya ia bisa menjual hingga lebih dari 100 ekor. Bahkan, sempat satu hari dia tidak jualan karena tidak ada pasokan. Sebelumnya, pada awal Ramadan lalu, harga ayam dijual Rp 45-50 ribu.

Sementara itu, di Pasar Pandansari banyak pedagang menjual daging ayam beku. Salah satu pedagangnya, Soeijah menuturkan, Minggu (10/6) lalu ia hanya menjual sebanyak 500 ekor ayam beku. Karena pasokan ayam potong tidak ada.

Ia menyatakan, untuk pasokan ayam potong sekarang dibatasi. Sehari, dulu saya bisa menjual hingga 1.000 ekor. Sekarang hanya 400 ekor. Itu pun, tiap bos yang ia ambil hanya boleh mengambil 100 ekor saja. “Kebetulan saya mengenal empat orang perantara pemasok daging ayam,” terangnya.

Pembeli daging ayam potong berasal dari pedagang keliling, rumah makan, restoran, juga konsumen masyarakat umum. Ia membeberkan, ayam beku ia jual sekitar Rp 55 ribu untuk berat 1,3 kilogram. Ayam potong dengan berat yang sama ia jual sekitar Rp 60 ribuan.

Di pasar modern, daging beku ayam stoknya juga mulai habis. General Store Manager Hypermart Balikpapan Trade Mall M Khadafi mengatakan, stok daging ayambeku sudah mulai menipis. Pihaknya cukup menjual banyak di awal. Pasalnya, yang ia jual harganya sangat murah di bawah pasar tradisional. “Sekarang, sudah ada kenaikan. Kami jual sudah Rp 30 ribu per kilogramnya,” bebernya.

Tak hanya di Kota Beriman, kenaikan harga juga dirasakan masyarakat Samarinda. Seperti di Pasar Kedondong, ayam broiler dijual dengan kisaran harga Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per ekor. Sedangkan, per kilogram, ayam potong menyentuh harga Rp 28 ribu.

Beberapa bahan pokok juga seperti juga mengalami kenaikan hingga Rp 2 ribu dari harga normal Rp 35 ribu per kilogram. Di Pasar Segiri Samarinda, cabai rawit merah berkisar Rp 45 ribu per kilogram, naik Rp 4 ribu dari minggu lalu. Serta, untuk cabai keriting dan merah masih stabil, harganya tetap sama yaitu, Rp 40 ribu per kilogram. Minyak goreng curah juga naik dengan dijual Rp 13 ribu per liter, padahal jika sesuai HET minyak goreng curah tak boleh melebihi Rp 10.500 per liter.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim, Fuad Assadin menerangkan, kenaikan terjadi karena pedagang ikut memasukkan ongkos beli kemasan minyak curah, sehingga harganya jadi naik. Walau di atas HET, gejolak tidak terlihat. Sebab, pembelinya adalah pedagang gorengan. Jika minyak naik, yah gorengan naik.

“Untuk ibu rumah tangga, terkadang lebih memilih minyak goreng kemasan premium, yang bermerek, sebab harganya hanya berbeda dua ribuan dengan minyak curah," papar Fuad.

Dia menilai, kenaikan bahan pokok jelang Lebaran adalah hal yang membingungkan. Sebab, stok bahan pokok aman dan tersedia hingga tiga bulan ke depan. "Memang ada asumsi di masyarakat jika permintaan banyak jelang hari besar maka barang akan naik, padahal itu salah. Sebab, stok kita masih banyak, harusnya tidak ada kenaikan. Berarti ada permainan di sini, itu yang kami awasi," ujar Fuad. (*/fun/*/and/aji/ndu2/k15)


BACA JUGA

Jumat, 17 Agustus 2018 06:50

Dolar Kian Ganas, Pengusaha Tak Kaget

BALIKPAPAN – Dolar Amerika Serikat (USD) terus menunjukkan keperkasaannya terhadap rupiah. Berdasar…

Jumat, 17 Agustus 2018 06:48

Menanti Mandatori Biodiesel

JAKARTA - Pemerintah diminta menggenjot pencarian ladang minyak baru sehingga bisa meningkatkan produksi…

Jumat, 17 Agustus 2018 06:46

DKP Serap 823 Ribu Tenaga Kerja

SAMARINDA - Pemprov Kaltim berada dalam jalur tepat dalam menurunkan tingkat pengangguran menjadi 5,11…

Jumat, 17 Agustus 2018 06:45

Antisipasi Lonjakan Harga Ayam dan Telur

SAMARINDA - Untuk mengantisipasi lonjakan harga, terutama telur dan ayam jelang Iduladha, Dinas Perindustrian,…

Jumat, 17 Agustus 2018 06:43

Belanja Pegawai Mendominasi

SAMARINDA - Realisasi belanja pegawai mendominasi belanja pemerintah daerah pada periode Januari sampai…

Jumat, 17 Agustus 2018 06:42

Peningkatan SDM Jadi Kunci

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan sumber daya manusia bakal menjadi kekuatan besar…

Kamis, 16 Agustus 2018 07:06

YAELAA...!! Neraca Perdagangan Defisit USD 2,03 M

JAKARTA - Setelah menunjukkan kinerja apik pada Juni lalu dengan surplus USD 1,74 miliar, neraca perdagangan…

Kamis, 16 Agustus 2018 07:04

Sinyal Perekonomian Terus Membaik

BALIKPAPAN - Geliat ekonomi makro di Kaltim terus menunjukkan perbaikan. Hal itu tecermin dari realisasi…

Kamis, 16 Agustus 2018 07:01

Bankaltimtara Sabet Penghargaan IERMA II 2018

SAMARINDA – Langkah manajemen Bankaltimtara menerapkan enterprise risk management (ERM) dalam…

Kamis, 16 Agustus 2018 06:58

PAD Kaltim Capai 46,98 Persen

SAMARINDA - Upaya pemerintah menggenjot penerimaan asli daerah (PAD) mulai menuai hasil. Pada triwulan…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .