MANAGED BY:
KAMIS
17 JANUARI
UTAMA | BALIKPAPAN | SAMARINDA | PRO BISNIS | KALTIM | OLAHRAGA | HIBURAN | CELOTEH | MASKULIN

PRO BISNIS

Selasa, 12 Juni 2018 07:08
Harga Ayam Broiler Meroket

Pedagang Klaim Stok Dibatasi

STOK DIBATASI: Mendekati Lebaran, harga ayam broiler kembali naik karena pasokan yang terbatas. Beberapa pedagang bahkan menjual ayam beku dari supermarket. (ANGGI PRADITHA/KP)

PROKAL.CO, BALIKPAPAN - Mendekati Hari Raya Idulfitri, harga ayam potong di pasar tradisional di Kota Minyak kembali meroket. Sempat menyentuh angka Rp 45-50 ribu per kilogram di awal Ramadan, sekarang sudah menyentuh di harga Rp 65 ribu atau sudah jauh dari harga eceran tertinggi (HET).

Seperti yang ditetapkan pemerintah, harga acuan daging ayam di tingkat peternak Rp 18 ribu per kilogram dan harga acuan di level konsumen Rp 32 ribu per kilogram.

Salah seorang pedagang ayam potong di Pasar Klandasan Rudi mengatakan, ayam potong yang ia jual saat ini berada di kisaran Rp 60-65 ribu. Itu untuk berat 1-1,3 kilogram. Kenaikan harga sudah terjadi sejak akhir pekan lalu. “Kami sudah dapat harga dari distributor sudah naik. Alasannya, karena stoknya menipis,” ujarnya, Senin (11/6).

Ia juga menyebutkan, pasokan juga sudah dibatasi agar merata ke seluruh pedagang. Maksimal 100 ekor satu hari. Padahal, biasanya ia bisa menjual hingga lebih dari 100 ekor. Bahkan, sempat satu hari dia tidak jualan karena tidak ada pasokan. Sebelumnya, pada awal Ramadan lalu, harga ayam dijual Rp 45-50 ribu.

Sementara itu, di Pasar Pandansari banyak pedagang menjual daging ayam beku. Salah satu pedagangnya, Soeijah menuturkan, Minggu (10/6) lalu ia hanya menjual sebanyak 500 ekor ayam beku. Karena pasokan ayam potong tidak ada.

Ia menyatakan, untuk pasokan ayam potong sekarang dibatasi. Sehari, dulu saya bisa menjual hingga 1.000 ekor. Sekarang hanya 400 ekor. Itu pun, tiap bos yang ia ambil hanya boleh mengambil 100 ekor saja. “Kebetulan saya mengenal empat orang perantara pemasok daging ayam,” terangnya.

Pembeli daging ayam potong berasal dari pedagang keliling, rumah makan, restoran, juga konsumen masyarakat umum. Ia membeberkan, ayam beku ia jual sekitar Rp 55 ribu untuk berat 1,3 kilogram. Ayam potong dengan berat yang sama ia jual sekitar Rp 60 ribuan.

Di pasar modern, daging beku ayam stoknya juga mulai habis. General Store Manager Hypermart Balikpapan Trade Mall M Khadafi mengatakan, stok daging ayambeku sudah mulai menipis. Pihaknya cukup menjual banyak di awal. Pasalnya, yang ia jual harganya sangat murah di bawah pasar tradisional. “Sekarang, sudah ada kenaikan. Kami jual sudah Rp 30 ribu per kilogramnya,” bebernya.

Tak hanya di Kota Beriman, kenaikan harga juga dirasakan masyarakat Samarinda. Seperti di Pasar Kedondong, ayam broiler dijual dengan kisaran harga Rp 50 ribu hingga Rp 60 ribu per ekor. Sedangkan, per kilogram, ayam potong menyentuh harga Rp 28 ribu.

Beberapa bahan pokok juga seperti juga mengalami kenaikan hingga Rp 2 ribu dari harga normal Rp 35 ribu per kilogram. Di Pasar Segiri Samarinda, cabai rawit merah berkisar Rp 45 ribu per kilogram, naik Rp 4 ribu dari minggu lalu. Serta, untuk cabai keriting dan merah masih stabil, harganya tetap sama yaitu, Rp 40 ribu per kilogram. Minyak goreng curah juga naik dengan dijual Rp 13 ribu per liter, padahal jika sesuai HET minyak goreng curah tak boleh melebihi Rp 10.500 per liter.

Kepala Disperindagkop dan UKM Kaltim, Fuad Assadin menerangkan, kenaikan terjadi karena pedagang ikut memasukkan ongkos beli kemasan minyak curah, sehingga harganya jadi naik. Walau di atas HET, gejolak tidak terlihat. Sebab, pembelinya adalah pedagang gorengan. Jika minyak naik, yah gorengan naik.

“Untuk ibu rumah tangga, terkadang lebih memilih minyak goreng kemasan premium, yang bermerek, sebab harganya hanya berbeda dua ribuan dengan minyak curah," papar Fuad.

Dia menilai, kenaikan bahan pokok jelang Lebaran adalah hal yang membingungkan. Sebab, stok bahan pokok aman dan tersedia hingga tiga bulan ke depan. "Memang ada asumsi di masyarakat jika permintaan banyak jelang hari besar maka barang akan naik, padahal itu salah. Sebab, stok kita masih banyak, harusnya tidak ada kenaikan. Berarti ada permainan di sini, itu yang kami awasi," ujar Fuad. (*/fun/*/and/aji/ndu2/k15)


BACA JUGA

Kamis, 17 Januari 2019 11:35

ASIK..!! Maskapai Ini Tambah Layanan Wifi, Bidik 17 Juta Penumpang

DENPASAR – Maskapai penerbangan terus berinovasi di tengah sengitnya persaingan…

Kamis, 17 Januari 2019 07:05

Pariwisata Wajib Jadi Prioritas

SAMARINDA – Tak hanya dituntut menggelar banyak event, Pemprov Kaltim…

Kamis, 17 Januari 2019 06:55

Data e-Commerce Akan Lebih Terekam

JAKARTA – Pendataan mengenai industri e-commerce di Tanah Air bakal…

Kamis, 17 Januari 2019 06:53

November 2018, Utang Luar Negeri Naik Jadi Rp 5.257 T

JAKARTA – Bank Indonesia (BI) membukukan utang luar negeri (ULN)…

Rabu, 16 Januari 2019 06:50

Pasokan Turun, Harga Sayuran Melejit

BALIKPAPAN - Ombak besar akibat cuaca buruk yang terjadi pada…

Rabu, 16 Januari 2019 06:49

Model Baru, Harga Lama

JAKARTA – PT Toyota Astra Motor (TAM) menunjukkan keseriusannya dalam…

Rabu, 16 Januari 2019 06:44

Terburuk Selama Lima Tahun

JAKARTA – Pemerintah tampaknya harus bekerja lebih keras untuk menekan…

Rabu, 16 Januari 2019 06:43

Pedagang e-Commerce Tak Wajib Punya NPWP

JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memastikan dalam Peraturan Menteri Keuangan…

Rabu, 16 Januari 2019 06:43

Bankaltimtara Catatkan Kinerja Gemilang

SAMARINDA – Kinerja PT Bankaltimtara tahun lalu cukup baik. Di…

Selasa, 15 Januari 2019 06:41

IHEx Kaltim Terkontraksi Minus 4,5 Persen

SAMARINDA - Meski tidak sedalam perkiraan sebelumnya, indeks harga komoditas…
Sitemap
  • HOME
  • HOT NEWS
  • NEWS UPDATE
  • KOLOM
  • RAGAM INFO
  • INSPIRASI
  • FEATURE
  • OLAHRAGA
  • EKONOMI
Find Us
Copyright © 2016 PT Duta Prokal Multimedia | Supported By .
*